The Tears Of Regret

The Tears Of Regret
Kesalahan Cinta


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Sean hanya terdiam dan tak mengeluarkan sepatah kata apapun. Biasanya pria ini memang selalu dingin, namun masih ada sesekali mengajak Willona untuk berbincang.


Namun tidak untuk kali ini. Dan sepertinya Sean masih kepikiran dengan Cinta yang sepertinya sudah membohongi Sean.


Laju kecepatan Lexus hitam metalik itu semakin lebih cepat, dan sebenarnya itu membuat Willona merasa ketakutan hingga gadis cantik itu berpegangan semakin kuat hingga memejamkan sepasang matanya.


Setelah beberapa saat sering menahan nafasnya, kini Willona sudah mulai bernafas dengan sangat lega karena saat ini mereka sudah sampai di rumah.


BRAKK ...


Sean membanting pintu mobilnya dengan sangat keras lalu mulai memasuki rumahnya begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata apapun kepada Willona.


"Sepertinya kak Sean benar-benar sedang dalam keadaan hati yang sangat tidak baik. Pasti kak Sean masih saja memikirkan Cinta yang sudah membohonginya. Huft ... semakin menakutkan saja dia saat sedang marah seperti ini." gumam Willona mengangkat kedua bahunya dan masih menatap punggung Sean yang sudah berjalan semakin menjauhinya.


...⚜⚜⚜...


Sean memutuskan untuk mendatangi kontrakan Cinta malam ini. Dan rupanya Cinta ada di rumah itu. Namun Cinta merasa sangat terkejut ketika melihat kehadiran Sean yang secara tiba-tiba dan tidak menghubunginya lebih dulu.


Karena biasanya Seanakan menghubunginya dulu jika akan datang. Ditambah lagi seharusnya Sean belum mengetahui Cinta yang sudah kembali ke Jakarta. Itu menurut pemikiran Cinta.


"Sayang ... mengapa kamu tidak menghubungiku dulu jika akan datang?" tanya Cinta dengan raut wajahnya yang masih merasa keheranan.


Sean tak menjawab pertanyaan dari Cinta dan masih memasang wajah masam dan dingin. Lalu Sean mulai melanggang melewati Cinta begitu saja dan masuk ke dalam rumah kontrakan Cinta.


Cinta segera menutup pintu rumahnya kembali setelah memastikan jika di luar tak ada siapapun yang sedang mengikuti Sean. Lalu Cinta mulai menutup pintu rumahnya dan menguncinya.


Gadis yang menekuni karirnya sebagai model itu kini mulai menyusul kekasihnya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Jadi kapan kamu kembali ke Jakarta bukankah kamu mengatakan akan berada di Bandung selama beberapa hari? Dan mengapa kamu tidak memberitahukannya kepadaku jika memang kamu sudah kembali?" tanya Sean yang masih berdiri dengan tegap membelakangi Cinta.


Dari nada bicara serta bahasa tubuh Sean masih sangat terlihat jika Sean sedang merasa kesal dan marah saat ini.


GREEPP ...


Cinta mulai melingkarkan kedua tangannya dan mendaratkan kedua jemari lentiknya pada dada bidang Sean. Yeap, gadis cantik itu mulai memeluk tubuh Sean dari belakang dan mendaratkan kepalanya pada punggung Sean.


"Aku baru pulang tadi pagi kok. Tiba-tiba ada sebuah pekerjaan yang tidak bisa aku tunda. Jadi aku harus segera kembali ke Jakarta." jelas Cinta dengan lembut dan bersikap manis seperti biasanya.


"Mengapa tidak memberikan kabar untukku? Bahkan sampai malam kamu juga tidak berusaha untuk menghubungiku sama sekali!" timpal Sean lagi masih dengan nada bicaranya yang terlihat kesal.


"Sayang, aku tidak ingin merepotkanmu. Aku tidak ingin mempersulitmu. Bahkan kemarin saja kamu sudah terlihat begitu lelah. Maaf jika aku malah membuatmu kesal deh ..." ucap Cinta dengan nada menja.


"Benarkah itu?"


Sean mulai meraih kedua jemari lentik yang indah itu lalu mulai melepas pelukan Cinta dan menghadapakan tubuhnya ke arah Cinta.


"Kamu pasti merasa lelah karena harus bolak-balik Jakarta-Bandung ya. Apa kamu baik-baik saja dan sehat, Sayang?" ucap Sean dengan manis menatap Cinta.


Namun sebenarnya Sean masih berusaha untuk mencari tau apa yang sedang dilakukan oleh Cinta bersama dengan seorang pria di rumah sakit. Bahkan mereka pergi untuk menemui seorang dokter spesialis kandungan!!


Cinta mendongak dan mengusap lembut sisi kiri wajah tampan Sean dengan jemari kanannya.


"Aku baik-baik saja kok. Hanya merasa sedikit lelah saja. Namun hanya dengan beristirahat semuanya akan pulih kembali." jawab Cinta dengan senyum manisnya.


"Ehm ... apa kamu yakin, Sayang? Lalu apa yang kamu lakukan di rumah sakit dengan seorang dokter kandungan?" tanya Sean tiba-tiba dengan senyuman dinginnya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Sean sebenarnya cukup membuat Cinta terkejut bukan main hingga selama beberapa saat model cantik itu hanya terdiam membeku dengan tatapan kebingungan.


"Dan siapa pria yang sedang bersama denganmu saat itu?" imbuh Sean yang semakin sukses membuat Cinta semakin mematung dan tak bergeming selama beberapa saat.


Darimana Sean mengetahui semua itu? Tidak mungkin ada yang melaporkannya kepada Sean bukan? Bahkan selama ini tak ada yang benar-benar mengetahui hubunganku dengan Sean selain teman dekatku dan teman dekat Sean. Lalu? Mengapa Sean mengetahui semua ini? Atau jangan-jangan Sean yang melihatku sendiri saat aku pergi ke rumah sakit bersama dengan Dimas? Aduh ... apa yang harus aku katakan kepasa Sean saat ini?


Batin Cinta merasa kebingungan sendiri untuk memberikan jawaban untuk Sean.


"Laki-laki yang mana, Sayang?" tanya Cinta berusaha untuk bersikap santai dan wajar.


"Jangan lagi kamu bersandiwara di hadapanku, Cinta! Aku sudah melihat semuanya!! Bahkan aku sudah memeriksa sendiri hasil pemeriksaan terhadapmu!" ucap Sean menaikkan nada bicaranya satu oktaf dan menatap Cinta dengan sangat tajam.


"Maksud kamu ... kamu sudah melihat laporan medisku?" tanya Cinta memberanikan diri dan sepasang matanya mulai membulat karena merasa sangat syok.


Cinta sungguh tidak menyangka jika Sean akan mengetahui semua ini secepat ini. Dan Cinta juga tidak pernah menyangka jika Sean akan memergokinya bahkan Sean berhasil mengetahui hasil pemeriksaan medisnya.


"Ya! Aku sudah mengetahui semuanya!! Aku sungguh tidak menyangka jika kamu seperti ini, Cinta!! Kamu ... kamu sungguh membuatku merasa kecewa! Kamu bahkan memiliki kekasih lain dan hamil dengannya!!" ucap Sean mulai tak bisa mengontrol emosinya yang sebenarnya sudah dia tahan sejak dari tadi.


Dan kali ini sudah semakin meluap-luap hingga membuat wajah Sean semakin memerah padam. Bagaimana tidak? Gadis yang selama ini selalu dicintainya kini malah berkhianat hingga melakukan hal seperti itu!


"Sean ... dengarkan aku dulu ... ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan. Ini semua terjadi bukan karena keinginannku sendiri, Sean. Maafkan aku ... saat itu aku ..." ucap Cinta berusaha untuk menjelaskan kepada Sean, namun dengan cepat Sean memotongnya begitu saja.


"Mulai sekarang hubungan kita berakhir sampai disini saja ..." ucap Sean begitu tegas, meskipun sebenarnya baginya sangat berat untuk memutuskannya semua ini.


Dan tentu saja semua kejadian ini sangat membuatnya merasa sangat terpukul.


"Sean!! Aku mohon jangan seperti ini ..." Cinta meraih jemari Sean dan menatapnya dengan sangat memohon. "Saat itu kami sedang mabuk, dan aku tidak sadar. Hingga akhirnya kami malah melakukannya. Maafkan aku ... aku benar-benar tidak sengaja melakukannya, Sean. Hiks ... jika kamu memintaku untuk menggugurkan kandungan ini, maka aku akan menggugurkannya. Tapi aku mohon jangan pergi dariku ... hiks ..."

__ADS_1


__ADS_2