
Willona mulai bangun kembali setelah adzan subuh berkumandang. Sebenarnya Willona sudah memberanikan diri dan berusaha untuk membangunkan Sean untuk melaksanakan sholat Subuh, namun pria dingin itu hanya mengiyakannya saja dan malah tertidur kembali.
Hingga akhirnya Willona melakukannya sendiri seperti biasanya. Setelah menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang muslim Willona mulai menyibukkan dirinya di dapur untuk memasak sesuatu.
Tak lupa Willona juga membuat secangkir kopi untuk dirinya sendiri karena matanya masih terasa begitu berat saat ini.
"Hari ini memasak yang simple saja deh. Keanu juga sangat menyukai nasi goreng. Semoga kak Sean juga menyukai nasi goreng. Karena aku tidak sempat menanyakan soal nasi goreng kepada ibu. Hhmm ... jadi isian seafood sebaiknya aku ganti saja dengan ayam." gumam Willona mulai menyiapkan semua bahan-bahan dan mulai memasak.
Willona yang belum mengisi perutnya dengan apapun sebelumnya, kin malah melupakan sesuatu dan dia malah sudah meminum kopi begitu saja.
Padahal selama ini Willona memiliki riwayat penyakit maag. Dan akan selalu kambuh jika dia meminum kopi sebelum memakan apapun.
Setelah beberapa saat akhirnya semua masakan sudah disajikan Willona dengan begitu rapi dengan aroma yang menggugah saliva. Namun disaat itulah perut Willona mulai terasa perih hingga gadis cantik itu mulai terduduk sambil memegangi perutnya.
"Arghh ... perutku sakit sekali ... aduhh ... perih sekali ..." rintihnya pelan dan masih memegangi perutnya yang sakit. "Aku harus segera meminum obat maag-ku." imbuh Willona berusaha untuk berdiri kembali dan berniat untuk segera pergi ke kamarnya.
Namun Willona berjalan dengan begitu sempoyongan dan seakan kedua kakinya tak mampu untuk menopang tubuhnya sendiri. Hingga akhirnya tubuh Willona terhuyung dan hampir saja terjatuh.
Namun tiba-tiba saja seseorang yang sudah kebetulan baru saja datang mulai menangkap tubuh Willona dengan cepat.
GREPP ...
"Willona! Kamu kenapa?" tanya pemuda yang memiliki paras bak pangeran yang selalu dikagumi oleh para wanita hampir di seluruh penjuru Indonesia, bahkan saat Keanu masih berada di luar negeri.
"Kea ... Keanu ... perutku rasanya perih sekali! Dan maag-ku sepertinya sedang kambuh." jawab Willona berusaha untuk berdiri kembali.
__ADS_1
Namun Keanu malah menahannya dan segera menggendong depan Willona.
"Sebaiknya kamu istirahat dulu di kamar. Aku akan mengantarkanmu." ucap Keanu tanpa menanyakan kamar yang mana, namun Keanu malah segera membawa Willona ke kamar Willona.
Willona tak menolaknya karena disaat perutnya sedang sakit, biasanya Willona akan menggunakannya untuk segera minum obat, beristirahat dan tidur sejenak.
"Apa kamu masih memiliki obat, Willona? Jika sudah habis aku akan membelikannya di apotik sebentar." tanya Keanu yang sudah mendudukkan Willona pada pembaringan di kamar pribadi Willona.
"Aku masih punya obat kok. Aku menyimpannya di laci nakas. Bisakah aku meminta tolong padamu untuk mengambilkan obatku, Keanu?" tanya Willona masih memegangi perutnya yang masih terasa sakit.
Tanpa menjawabnya, dengan cepat Keanu segera mencari obat itu di dalam laci nakas. Setelah menemukannya, kini Keanu mulai memberikannya untuk Willona. Keanu juga memberikan segelas air mineral yang sudah ada di atas meja Willona.
"Minumlah dulu ..." ucap Keanu sambil menyodorkan segelas air mineral itu untuk Willona.
Willona mulai meminum obat berbentuk pil berwarna hijau pudar itu dan dibantu dengan air mineral.
Keanu mulai meninggalkan Willona untuk mencarikan makanan untuk Willona. Hingga akhirnya setelah beberapa saat, Keanu sudah kembali lagi dengan sepiring nasi goreng yang sebenarnya Willona sendiri yang memasaknya.
"Lain kali jangan minum kopi sebelum makan apapun! Bukankah seharusnya kamu sudah selalu mengingat semua itu di luar kepala, Willona? Mengapa kamu bisa melupakan semua itu?" ucap Keanu terlihat sedikit murung sambil menyuapi Willona dengan nasi goreng ayam yang masih hangat itu.
"Aku terlalu asik memasak, dan semalam aku juga kurang tidur. Jadi nggak sadar aku buat kopi dan segera meminumnya begitu saja. Hehe ..." jawab Willona meringis kecil.
"Lain kali jangan diulangi lagi ya ... ayo buka mulutmu lagi!" ucap Keanu sambil menyodorkan sesuap nasi gorang lagi.
"Hhm ... iya. Keanu ... biarkan aku makan sendiri. Aku masih bisa kok. Dan sebaiknya kamu ajak suamiku untuk sarapan bersama saja. Aku akan makan sendiri lalu beristirahat sebentar." ucap Willona berusaha untuk merebut sepiring nasi goreng itu dari Keanu.
__ADS_1
Namun Keanu malah dengan sengaja semakin menjauhkannya dari Willona.
"Aku tidak mau. Aku mau menyuapimu dan menjagamu dulu. Nanti saja deh aku sarapan." sahut Keanu kekeh untuk tetap berada disini.
Sementara itu ...
Sean yang sudah terlihat begitu rapi dengan setelan jas super mewahnya berwarna hitam, kini sudah mulai mendatangi ruang makan dan menarik sebuah kursi.
"Hhm ... aroma nasi gorengnya sungguh sangat menggoda. Rupanya Willona cukup pandai dalam hal memasak." gumam Sean memandangi hidangan di hadapannya.
Namun belum sempat menyantapnya, Sean mulai melihat sekelilingnya untuk mencari sosok Willona. Karena tidak biasanya Willona akan membiarkan Sean sarapan atau makan seorang diri.
Willona akan selalu menemaninya dan menyiapkan bahkan mengambilkan nasi atau minuman untuknya selama ini. Namun mengapa pagi ini tiba-tiba saja Willona tak terlihat?
Mungkin seperti itulah yang sedang menjadi pertanyaan Sean, meskipun tak ada sepatah kata yang terucap saat ini karena Sean memutuskan untuk segera menyantap nasi goreng yang sudah menggoda salivanya itu.
"Willona!! Mana kopiku?" teriak Sean setelah beberapa saat tanpa sadar, karena saat ini belum ada kopi secangkir kopi untuk menemani paginya.
"Kemana gadis itu? Tidak mungkin dia sudah berangkat ke kampus bukan? Dan ... dimana Keanu? Apa bocah itu juga belum bangun? Cihh ... dasar pemalas!!" gerutu Sean mulaj bangkit dari tempat duduknya untuk membuat kopi sendiri dengan sebuah mesin pembuat kopi yang sebenarnya sudah disediakan di dalam ruang makan ini.
Setelah menikmati kopi itu Sean berniat untuk melihat Keanu di kamar tamu untuk membangunkannya. Namun rupanya kamar itu sudah kosong dan tak ada siapapun. Dan hal ini sungguh membuat Sean kebingungan.
"Dimana Keanu? Mengapa dia tidak ada di kamarnya? Di ruang makan juga tidak ada. Apa jangan-jangan dia memang sudah pulang? Huft ... baguslah jika memang seperti itu." gumam Sean mulai memutuskan untuk segera berangkat ke kantor.
Namun tiba-tiba saja saat Sean melenggang di depan kamar Willona, seakan Sean seperti mendengar perbincangan antara seorang gadis bersama dengan seorang pemuda.
__ADS_1
"Willona masih berada di rumah? Lalu sedang bersama siapa dia di dalam kamarnya? Apakah itu Keanu? Tidak mungkin ... lagian mereka ngapain di kamar berduaan sepagi ini? Atau jangan-jangan Willona dan Keanu ..." gumam Sean mulai membulatkan sepasang matanya dan mulai meraih gagang pintu kamar Willona.
Rasanya sudah sangat tidak sabar untuk segera melihat apa.yang sedang dilakukan oleh Willona bersama dengan Keanu di dalam kamar berduaan.