
Setelah beberapa saat, akhirnya Willona sudah datang kembali dengan membawakan secangkir cappucino coffe untuk Sean.
"Kak. Maaf ... tapi kopi hitamnya habis. Jadi aku membuatkan kakak cappucino coffe. Besok aku akan belanja dulu sambil membeli beberapa sayuran dan bahan untuk memasak setelah pulang dari kampus." ucap Willona lalu duduk di seberang Sean.
"Tapi jika kakak tidak menyukainya, maka tidak usah meminumnya saja. Atau kakak mau dibuatkan yang lain saja? Seperti teh? Coklat hangat? Atau ..." imbuh Willoma lagi.
"Oh tidak, Willona. Ini saja tidak apa-apa kok. Terima kasih ya ..." ucap Sean lalu mulai meraih dan meneguk secangkir capuccino coffe yang masih hangat itu.
Terima kasih? Ini aneh sekali. Tumben sekali kak Sean mengucapkan kalimat terima kasih. Bahkan dia tidak memarahiku ketika aku melakukan hal yang tidak disukainya. Hhmm ... sedikit aneh dan tidak seperti biasanya sih. Dan harusnya ini adalah hal yang bagus bukan? Benar sekali!!
Batin Willona menatap curiga Sean yang masih saja menikmati cappucino hangat itu.
Namun tiba-tiba saja Sean memergoki Willona dan pandangan mereka berdua saling bertemu secara tidak sengaja. Dan dengan cepat Willona segera mengalihkan pandangannya begitu saja.
"Ak-aku ... akan segera ke kamar dan beristirahat, Kak. Aku mengantuk sekali." ucap Willona mulai mulai bangkit dari tempat duduknya dan segera meninggalkan Sean begitu saja.
Mengapa gadis itu menatapku seperti itu? Seperti sedang mencurigaiku saja? Sebenarnya apa yang sedang dia pikirkan?
Batin Sean yang hanya bisa menatap kepergian Willona yang akhirnya mulai menghilang dari pelupuk matanya.
...⚜⚜⚜...
Dua bulan kemudian ...
"Wah ... akhirnya hak waris keluarga Lucano sudah diserahkan sepenuhnya kepada kak Sean. Itu artinya aku akan segera terbebas dari semua drama yang begitu memuakkan ini. Aku akan bebas kembali ..." gumam Willona menghirup udara segar pagi ini melalui ventilasi kamarnya.
"Sebaiknya aku segera mengurus surat perceraian. Hal ini pasti akan sangat membuat kak Sean bahagia. Dan akhir-akhir ini dia juga sangat sibuk mengurus kantor. Hhmm ... benar! Sebaiknya aku saja yang mempersiapkan semuanya!!" gumam Willona lagi merasa begitu bersemangat untuk melancarkan rencana Sean.
Willona segera berganti pakaian dan bersiap untuk pergi ke Kantor Pengadian Agama untuk mengurus semuanya. Dan hal itu dia lakukan tanpa sepengetahuan Sean.
...⚜⚜⚜...
Beberapa hari kemudian ...
__ADS_1
Willona mulai mendatangi Sean yang saat ini berada di ruangan kerjanya di dalam rumahnya. Pria itu terlihat sedang berkutat di hadapan laptop dan beberapa dokumen yang sudah menumpuk di hadapannya.
Namun Sean segera menyudahi aktifitasnya ketika menyadari kehadiran Willona dan mulai menyambut Willona dengan ramah.
"Willona, ada apa?" tanya Sean dengan ramah.
"Kak. Aku sudah menyiapkan semua ini. Tolong tanda tangani ini ..." ucap Willona dengan wajah yang masih dihiasi dengan senyuman manisnya.
Kening Sean mulai berkerut saat melihat sebuah amplop putih yang telah diberikan oleh Willona di atas meja kerjanya. Namun Sean segera menerimanya.
"Apa ini, Willona?" tanya Sean masih dengan kedua alisnya yang saling berkerut berdekatan.
"Kak Sean lihat saja. Aku hanya sedikit membantu kakak saja kok." jawab Willona dengan entengnya.
Karena penasaran, akhirnya Sean memutuskan untuk segera membuka dan membaca isi di dalam amplop putih itu.
Betapa terkejutnya Sean saat melihat isi di dslam amplop itu. Sebuah surat perceraian yang sudah diajukan oleh Willona di Kantor Pengadilan Agama tanpa pengetahuan Sean.
"Surat perceraian sudah aku urus, Kak. Aku hanya sedikit membantu kakak untuk mengurus semua ini kok." jawab Willona dengan santai.
"Kamu ingin kita bercerai?" tanya Sean yang tampaknya terlihat begitu terkejut akan tindakan Willona kali ini.
"Bukankah ini keinginan kakak? Ayah sudah menyerahkan hak waris keluarga Lucano sepenuhnya untuk kak Sean. Jadi ini artinya sudah waktunya kita berpisah bukan?" ucap Willona yang terdengar begitu santai namun tegas.
Sean terdiam lalu memijit keningnya dan terlihat begitu pusing mendengarkan ucapan dari Willona.
"Tinggalkan berkas itu di atas meja! Aku akan mengurusnya nanti. Sekarang aku masih memiliki pekerjaan yang cukup banyak." ucap Sean akhirnya.
"Baiklah. Aku akan pergi lagi, Kak." ucap Willona berpamitan.
"Kamu mau kemana? Bukankah hari ini tidak ada jadwal kuliah?" tanya Sean ingin tau.
"Keanu mengundangku untuk melihat konsernya di Ancol. Sampai jumpa, Kak!! Jika aku terlambat, bisa berakibat pada konser Keanu! Sampai jumpa!!" ucap Willona mulai melenggang dengan anggun dan meninggalkan ruangan kerja Sean begitu saja.
__ADS_1
Sean semakin terlihat begitu pusing dan mulai memijit keningnya lagi.
"Willona ... apakah kamu benar-benar ingin berpisah denganku? Semua ini memang adalah permintaanku dari awal. Namun mengapa aku merasa sedih saat kamu mengingatkannya kembali padaku lagi? Padahal aku sudah hampir melupakan semua itu ... dan aku tidak mau berpisah darimu ..." gumam Sean menatap nanar berkas dari Kantor Pengadilan Agama yang bahkan sudah ditandatangani oleh Willona.
"Arghh ... sial!! Sekarang apa yang harus aku lakukan? Akan sangat menyedihkan jika aku meminta untuk tetap bertahan. Tapi ... aku memang tidak menginginkan perpisahan itu lagi." Sean mengusap rambut rapinya ke belakang dan terlihat begitu frustasi mrnghadapi semua ini.
...⚜⚜⚜...
Sebuah panggung yang begitu megah dan spektakuler sudah dikelilingi oleh ribuan penonton yang selalu bersorak dengan riuh dan selalu memanggil-manggil nama sang idola mereka. Keanu, sang bintang yang sangat bersinar pada saat ini!
Keanu!!
Keanu!!
Keanu!!
Keanu!!
Para pononton terus saja bersorak dengan riuh dan memanggil-manggil nama Keanu dengan sangat bersemangat dan tak pernah merasa lelah sedikitpun akibat terik matahari yang saat ini sedang menyinari halaman panggung saat ini. Karema konser kali ini dilakukan secara outdoor.
Permainan dari gitar, piano, drum, dan bass mulai berkolaborasi menjadi sebuah permainan musik yang begitu indah dan ceria.
Senyuman dan namamu akan selalu aku ingat dan akan selalu terukir indah di dalam ingatan dan hatiku, sampai kapanpun itu. Sampai aku menua ...
Cinta adalah seperti permen lolipop yang begitu manis, seperti permen kapas yang begitu lembut, seperti cahaya mentari yang begitu menghangatkan, dan seperti pelangi yang begitu indah.
Bagiku kamu adalah yang pertama dan terakhir untukku. Tak akan pernah tergantikan oleh gadis manapun juga. Hanya kamu dan kamu gadisku ...
Jangan pernah ragu akan cintaku. Percayalah, cinta dan sayang ini tak akan pernah berubah ... selamanya hanyalah untukmu seorang. Uwoo ~
Keanu menyanyikan lagunya dengan begitu indah dan memukau. Suara emasnya juga begitu menghipnotis para penonton yang di dominasi oleh para gadis itu.
Para penonton juga terlihat sesekali menyanyi bersama mengikuti nyanyian Keanu. Bahkan Willona yang saat ini berada pada bangku VVIP juga terlihat sesekali menyanyi bersama dengan para penonton.
__ADS_1