The Tears Of Regret

The Tears Of Regret
Tekad Keanu


__ADS_3

"Willona masih berada di rumah? Lalu sedang bersama siapa dia di dalam kamarnya saat ini? Apakah itu Keanu? Tidak mungkin ... lagian mereka ngapain di dalam kamar berduaan sepagi ini? Atau jangan-jangan Willona dan Keanu sebenarnya sudah ..." gumam Sean mulai membulatkan sepasang matanya karena memikirkan seauatu.


Sean mulai meraih gagang pintu kamar Willona. Rasanya sudah sangat tidak sabar untuk segera melihat apa yang sedang dilakukan oleh Willona bersama dengan Keanu di dalam kamar berduaan sepagi ini.


CEKLEK ...


Benar saja! Rupanya Keanu sedang duduk di sebuah kursi di samping pembaringan. Sementara Willona sedang duduk di atas tempat tidurnya dan sedikit bersandar.


Bahkan Keanu terlihat sedang membawakan sepiring berisi nasi goreng dan menyuapi Willona.


"Apa-apaan ini? Apa yang sedang kalian berdua lakukan di dalam kamar berduaan?" selidik Sean yang sudah mulai melenggang dengan langkah tegasnya mendatangi mereka berdua.


"Kak Sean ..." gumam Willona pelan.


"Sean, jangan berpikiran yang tidak-tidak ... Willona sakit. Jadi aku mengantarnya untuk beristirahat. Dan aku juga mengambilkan sarapan untuknya dan menemaninya dulu." ucap Keanu berusaha untuk menjelaskan.


"Willona sakit?" tanya Sean mulai beralih menatap Willona.


"Penyakit lama kok, Kak. Ini salahku karena aku tidak mengingat pantangan untuk tubuhku sendiri." ucap Willona menjelaskan.


"Mengapa kamu tidak mengatakannya padaku dan malah mengatakannya kepada Keanu?" tanya Sean dengan nada bicaranya yang begitu dingin seperti biasanya. "Aku ini suamimu!"


"Aku ..." ucap Willona belum menyelesaikan ucapannya dengan sempurna karena tiba-tiba saja Keanu memotongnya.


"Willona tidak mengatakannya kepadaku, Sean. Dia hampir saja terjatuh setelah Willona memasak dan mempersiapkan sarapan hari ini. Dan kebetulan aku melihatnya." sela Keanu berusaha untuk menjelaskan.

__ADS_1


"Ya sudah. Kamu belum sarapan kan, Keanu? Makanlah dulu biar aku yang melanjutkan menyuapi Willona." ucap Sean mulai merebut piring itu dari Keanu.


"Oh. Baiklah ... lagipula aku juga sangat lapar. Aku akan memakan nasi goreng masakan Willona dulu. Pasti enak sekali!! Sudah lama aku tidak memakan masakannya!!" ucap Keanu bersemangat dan segera bergegas untuk meninggalkan kamar ini.


Dan seperti Keanu juga dengam sengaja mengatakan semua hal itu untuk melihat ekspresi dari Sean.


"Ak-aku bisa makan sendiri ... kakak berangkat saja ke kantor. Jika tidak segera berangkat, kakak akan terlambat nanti." ucap Willona yang sebenarnya merasa segan dan kurang nyaman dengan situasi seperti ini.


Entah mengapa mendengar ucapan dari Willona malah membuat Sean merasa sedikit kesal hingga akhirnya Sean mulai meletakkan segelas air mineral yang baru saja dinikmati oleh Willona di atas meja dengan cukup kasar.


BRRAKK ...


Willona yang merasa cukup kaget kini sedikit mengangkat kedua bahunya dan menatap Sean sedikit was-was.


"Mengapa? Kamu saja membiarkan Keanu untuk menyuapimu? Apa kamu ingin membuatku terlihat buruk di depan Keanu? Apa kamu ingin membuatku terlihat seperti seorang suami yang tidak berguna di depan anak itu? Apa kamu sengaja melakukan semua ini, Willona?" ucap Sean begitu emosi dan memicingkan sepasang matanya menatap Willona.


Batin Willona yang malah hanya terdiam saja tanpa menjawab ucapan dari Sean.


"Willona!! Aku sedang bertanya kepadamu!" ucap Sean lagi membuyarkan angan Willona.


"Mengapa kakak marah-marah padaku seperti ini? Aku bahkan tidak melakukan apapun. Aku sakit, dan Keanu hanya berniat untuk membantu dan merawatku saja." ucap Willona dengan lirih dan malah menunduk. "Kakak bahkan berbuat lebih dari ini bersama Cinta. Dan kakak juga melakukannya dengan terang-terangan. Aku tak pernah mempermasalahkan semua itu ... aku dan Keanu sudah cukup lama berteman, Kak. Kami sudah mengenal dengan baik. Lagipula Keanu tak akan berpikiran macam-macam, karena dia memang tulus baik kepadaku." imbuh Willona dengan lirih.


"Berikan padaku, Kak. Aku akan makan sendiri. Lebih baik kakak berangkat bekerja saja ..." ucap Willona lagi dengan pelan dan sopan tanpa menatap Sean yang sudah terlihat semakin kesal saja.


Gadis ini benar-benar sedang ingin mengujiku ya?! Bahkan aku sudah berniat dan bersikap baik kepadanya! Namun dia tak menghargainya sama sekali!! Benar-benar keterlaluan!!

__ADS_1


Batin Sean merasa kesal dan mulai meletakkan kembali sepiring nasi goreng itu pada pangkuan Willona dengan sangat kasar.


"Baikah terserah kamu saja!! Aku akan berangkat ke kantor!! Hari ini kamu tidak usah berangkat ke kampus!! Setelah makan dan minum obat segera beristirahatlah!" ucap Sean pelan namun penuh dengan penekanan.


"Baik, Kak ..."


Sean mulai bangkit kembali lalu segera meningakan kamar Willona begitu saja lalu mulai menemui Keanu yang saat ini sedang berada di ruang makan untuk menikmati sarapannya.


"Keanu!! Bukankah kamu ingin pergi melihat kampus Gunadharma? Ayo!! Aku akan mengantarmu kali ini." ajak Sean tiba-tiba.


"Besok saja, Sean. Lagipula Willona sedang sakit. Aku akan menemaninya dulu. Kasihan dia jika berada di rumah sendirian. Bagaimana jika terjadi sesuatu? Kamu pergilah ... aku akan menjaga istrimu dengan baik." ucap Keanu dengan ramah sambil menikmati nasi goreng di hadapannya.


"Apa kamu sedang tidak memiliki banyak schedule sehingga bisa sesantai ini?" ucap Sean menyindir Keanu.


"Hhm ... ya ... aku memang sengaja meminta berlibur dulu selama 2 pekan ini. Managerku juga sudah mengatur semuanya kok. Kamu tenang saja, Sean." ucap Keanu dengan senyum lebar menatap Sean.


"Huft ... ibuku akan segera datang. Jadi lebih baik kamu juga segera pulang saja!" ucap Sean lagi sambil melangkahkan kakinya kembali untuk meninggalkan ruangan makan.


"Cihh ... jadi kamu mengusirku ya?! Sepupu macam apa kamu ini? Dasar tidak berperikemanusiaan!" sungut Keanu merasa kesal dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


Namun Sean sudah berlalu dan tak menggubris ucapan Keanu sama sekali.


"Pria itu tak pernah berubah sama sekali! Selalu saja dingin! Namun mengapa kali ini menjadi semakin dingin seperti es kutub saja?! Huftt ... apa kerennya menjadi pria dingin sih?! Yang ada malah menyebalkan!! Lebih keren menjadi ramah dan disukai banyak orang dong." Keanu menggerutu dan mulai menikmati nasi gorengnya kembali.


"Mengapa Willona menerima saja dijodohkan dan menikah dengan pria dingin yang menyebalkan seperti Sean? Huft ... dunia ini terkadang memang sangat tidak adil. Padahal aku sudah begitu lama menyukai Willona." ucap Keanu lirih dan mulai terlihat murung kembali.

__ADS_1


"Apakah kini saatnya aku mundur? Apakah itu artinya aku sudah tidak memiliki harapan? Ughh ... tidak, Keanu!! Bukankah kamu kamu baru saja menemukan ada sesuatu yang aneh diantara mereka berdua? Cari tau lagi dan perjuangkan Willona, Keanu!!" ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


__ADS_2