
"Wah ... Keanu!! Keren sekali!!" ucap seorang gadis penonton yang berada tepat di samping Willona.
Terdengar begitu riuh dan sorakan-sorakan dari para penonton yang masih saja memanggil-manggil nama Keanu. Padahal saat ini Keanu sudah menyudahi pertunjukannya fan kini sudah turun dari panggung.
TRING ...
Tiba-tiba ponsel Willona mulai berbunyi menandakan ada sebuah pesan. Sebenarnya bunyi notifikasi itu tak begitu terdengar karena tertutup oleh sorakan dari para penonton.
Karena Willona tak menyadari jika ada sebuah pesan yang masuk pada ponselnya, kini ponselnya mulai berdering. Dan tampaknya sang pengirim pesan mulai berusaha untuk menghubungi Willona kali ini.
Lagi-lagi Willona tak mendengar dering ponselnya sendiri karena suara musik panggung dan teriakan dari para penonton lebih kuat dan kencang.
Lalu tiba-tiba saja ada seorang pria yang masih berusia kira-kira 26 tahun mulai datang dan menghampiri Willona.
"Nona Willona, tuan Keanu sedang menuggu nona Willona di ruang make up." ucap pria itu setengah berbisik agar tidak terdengar oleh para penonton yang sedang berada di bangku VVIP bersama dengan Willona saat ini.
"Oh, baiklah. Ayo kesana, Kak Juna!" sahut Willona yang rupanya sudah mengenali Juna, manager dari Keanu.
Juna mulai memimpin di depan, sementara Willona mulai mengekori sang manager untuk membawanya bertemu dengan Keanu.
Sementara itu ...
"Cihh ... sudah berulang kali aku mengirim pesan dan menelponnya. Namun dia tak membalas pesan-pesan itu!! Dia bahkan tak membaca pesanku ataupun tak mengangkat panggilanku!! Gadis itu benar-benar ingin mengujiku ya!!" geram Sean yang sudah terluhat begitu kesal karena pesan dan panggilannya tak mendapat respon dari Willona.
"Dia malah bersenang-senang di luar sana bersama dengan Keanu dan tak mempedulikan suaminya sendiri yang sedang sakit!! Ugh ..." sungut Sean merasa kesal dan berusaha untuk mengambil sebuah obat di dalam laci mejanya.
__ADS_1
Sementara itu ...
CEKLEKK ...
Juna mulai membuka pintu sebuah ruangan dan segera mempersilakan Willona untuk segera memasuki ruangan itu.
"Silakan, Nona Willona. Tuan Keanu sedang menunggu nona di dalam." ucap Juna sambil membuka tangan kirinya dan mempersilakan Willona.
"Terima kasih, Kak Juna." sahut Willona dengan sangat ramah lalu mulai memasuki ruangan itu.
Ruangan ini berukuran cukup luas, bersih dan begitu harum. Ruangan ini dipenuhi dengan kaca-kaca besar dan meja rias di depan masing-masing kaca. Sementara di atas meja itu sudah ada beberapa peralatan make up yang sangat lengkap.
Beberapa kursi empuk berwarna hitam juga sudah disiapkan di dalam ruangan ini. Ruangan ini juga dilengkapi dengan cukup banyak lampu-lampu putih dan kekuningan yang menyinari seluruh ruangan ini.
"Wah jadi seperti ini ya ruangan make up artist itu? Menakjubkan!! Bahkan ruangannya sangat bersinar dan keren sekali!! Saat pernikahanku dulu hanya menggunakan ruangan hotel saja. Jadi sedikit berbeda. Hhm ..." gumam Willona yang masih menatap takjub seisi ruangan make up ini.
"Willona!!" panggil pemuda yang tak lain adalah Keanu dengan senyum lebarnya yang selalu saja menghipnotis para gadis.
Willona segera beralih menatap Keanu dan segera melenggang cepat untuk menghampiri Keanu.
"Hai, Keanu!! Pertunjukanmu sungguh keren sekali!! Kau benar-benar seorang bintang yang dangat hebat!!" puji Willona dengan tulus. "Padahal kamu baru saja kembali lagi ke Indonesia, namun mereka sangat antusias sekali. Dan mereka juga masih selalu menyukaimu. Selamat ya ..." imbuh Willona dengan tulus.
Keanu yang mendengar pujian dari Willona kini tersenyum lebar dan mengusap tengkuknya karena merasa sedikit malu.
"Selama aku berada di luar negeri, aku selalu lebih berusaha dan bekerja keras. Aku lebih menekuni bidang music dan vocal, Willona. Dan apa kamu tau, siapa yang sudah membuat tekadku semakin kuat untuk menggapai semua mimpiku itu?" ucap Keanu mendongak menatap Willona yang masih berdiri di hadapannya dengan senyumannya yang begitu memukau.
__ADS_1
Willona terdiam selama beberapa saat dan berusaha untuk mengingat sesuatu, namun rupanya Willona tak mengingat apa-apa saat ini dan hanya bisa menggeleng pelan dan meringis seakan mengatakan, "Maaf, Keanu. Tapi aku lupa ..."
Ucapan itu memang tak terucap dari bibir Willona, namun sangat terlihat dengan jelas dari raut wajahnya.
Keanu meraih kedua jemari Willona yang begitu hangat, dan pandangannya yang teduh masih menatap Willona.
"Kamulah yang selalu memberikan semangat saat itu. Hingga aku terus menggeluti semua dunia vocal dan music meskipun aku harus pindah sementara waktu saat itu, dan aku harus meninggalkan Jakarta. Terima kasih ya, Willona. Mungkin jika saat itu kamu tidak melakukannya, mungkin saja aku tidak akan bisa berdiri di tempatku saat ini." ucap Keanu dengan hangat.
Flask back on ...
"Aku tidak mau bermain musik lagi! Aku tidak mau menyanyi lagi! Ketika aku meninggalkan Jakarta, maka aku akan berpisah dengan teman-teman band-ku. Padahal selama ini mereka sudah seperti menjadi sebuah semangat untukku tetap bemain musik. Namun aku malah akan pergi dan meninggalkan Jakarta."
Ucap Keanu saat itu terlihat begitu murung, karena pekan depan dia akan segera pindah ke luar negeri bersama dengan kedua orang tuanya. Kebetulan ayahnya mendapatkan mutasi dan dipindahkan pada perusahaan utama yang berada di London saat itu.
"Mengejar mimpi itu tak memiliki batas, Keanu. Selagi kita masih bisa mengejarnya maka selalu kejarlah. Jadikan gitar sebagai sahabatmu, kamu memiliki sebuah talenta yang luar biasa. Jangan menguburnya begitu saja hanya karena keadaan membuatmu berpisah dengan teman-temanmu yang memiliki hobi dan kesamaan." ucap Willona berusaha untuk menyemangati Keanu saat itu.
"Mimpi harus tetap dikejar, tak peduli dimanapun kamu berada, Keanu. Jangan pernah menyerah! Tetaplah menjadi seorang bintang! Karena kamu memiliki potensi dan suara yang sangat luar biasa! Permainan gitar dan permainan pianomu juga sangat menakjubkan!! Datanglah kembali dan perlihatkan sesuatu yang luar biasa kelak!! Aku menunggu hingga saat itu tiba, Keanu!!" ucap Willona kala itu yang masih lengkap mengenakan setelan seragam putih abu-abunya saat itu.
"Willona ... apa aku bisa melakukannya tanpa mereka?" ucap Keanu terlihat begitu ragu-ragu.
"Hhm. Tentu saja kamu pasti bisa melakukannya dengan baik, Keanu!" sahut Willona tanpa ragu, karena begitu mempercayai Keanu.
"Apa kamu akan menungguku kembali, Willona?" ucap Keanu lagi yang terlihat begitu berat.
Yeap, Keanu terlihat begitu keberatan meninggalkan teman-temannya, termasuk Willona.
__ADS_1
"Ya!! Tentu saja aku akan selalu menunggu kembali, Keanu! Aku juga akan menantikan sebuah pertunjukan spektakuler darimu!!" ucap Willona kala itu.