The Tears Of Regret

The Tears Of Regret
Insomnia Atau ...


__ADS_3

BLAMM ...


Sean membanting kuat pintu kamarnya karena masih ada tersisa rasa kesal yang ada di dalam hatinya. Pria yang selalu terlihat dingin itu kini mulai melepaskan tangan Willona dan segera duduk di kursi sofa.


Bahkan Sean juga tidak pernah menduga, jika dia juga harus melakukan sebuah drama di dalam rumahnya sendiri seperti ini. Apalagi harus terpaksa tidur bersama dengan Willona di dalam satu kamar.


"Ughh ... mengapa tiba-tiba saja Keanu datang dan membuatku berada seperti di dalam penjara saja meskipun di dalam rumahku sendiri! Bocah itu benar-benar suka sekali mengusik hidupku!" gerutu Sean sedikit mengusap rambutnya ke belakang dan terlihat masih sangat kesal


"Hhm. Tenang saja nanti jika Keanu sudah tidur, aku akan pindah ke kamarku sendiri." Willona menyauti.


Dan sebenarnya Willona juga masih sedikit kurang nyaman jika harus semalaman berada di dalam satu kamar bersama Sean, terlebih Sean sudah menandaskan jika pernikahan ini hanyalah sebuah topeng saja.


"Jangan, Willona! Kalau dia yang bangun lebih awal dan melihat kita berada di kamar yang berbeda akan sangat kacau. Dia tidak bisa menjaga rahasia. Sebaiknya malam ini kamu tetap tidur di dalam kamar ini saja!" ucap Sean menandaskan kembali dengan penuh penekanan.


"Tapi ... bukannya kakak merasa tidak nyaman?" tanya Willona.


"Hhm? Lagipula kita hanya akan tidur di dalam sebuah ruangan yang sama saja kok. Kamu ... tidur saja di tempat tidurku. Aku akan tidur di sofa!" ucap Sean tak ada pilihan lain.


Karena tidak mungkin Sean menyuruh Willona untuk tidur di atas sofanya, sementara dirinya tidur di tempat tidurnya yang pastinya jauh lebih terasa nyaman.


"Tidak. Kakak tidur saja dulu di tempat tidur. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku kerjakan malam ini." jawab Willona karena merasa segan.


"Ada sesuatu yang sedang ingin kamu kerjakan? Apa itu? Mengerjakan tugas kuliah?" ucap Sean berusaha untuk menebak.


Willona mengangguk pelan disertai dengan senyuman tipisnya, "Benar, Kak. Aku akan mengerjakan tugas dari lektorku."

__ADS_1


"Kapan terakhir pengumpulan tugas?" tanya Sean memastikan.


"Uhm ... sebenarnya pekan depan pengumpulannya sih. Tapi aku hanya ingin mengerjakannya saja ..." ucap Willona tersenyum kikuk.


"Ya sudah kerjakan esok atau lusa saja. Lebih baik kamu segera tidur saja sekarang. Aku juga akan segera tidur." Sean bangkit untuk mengambil sebuah bantal, guling dan juga selimut lalu membawanya menuju sofa kembali.


"Jangan lupa matika lampu utama!" imbuh Sean lalu mulai berbaring di atas sofa dan menarik selimutnya.


"Oh ... baiklah, Kak ..." sahut Willona mulai meninggalkan Sean dan mematikan lampu utama kamar lalu segera menuju tempat tidur yang berukuran king itu.


Sebenarnya tempat tidur ini cukup besar jika hanya ditempati oleh satu orang saja. Namun mau bagaimana lagi? Karena hubungan Sean dan Willona hanyalah sebuah pernikahan di atas kertas saja.


Hanya sebuah topeng untuk memudahkan Sean dalam mendapatkan hak waris dari keluarga besar Lucano!


Willona mulai memejamkan sepasang matanya dan berusaha untuk segera tidur. Namun sudah beberapa saat berlalu dengan begitu cepat, dan Willona masih saja belum bisa tidur juga.


Hingga akhirnya sudah menunjukkan jam 2 dini hari dan Willona juga belum bisa tertidur. Kini Willona mulai memutuskan untuk membuat susu hangat untuk dirinya sendiri dengan harapan bisa membuatnya tertidur lelap setelah meminumnya.


Willona pergi ke dapur dan membuat susu hangat itu. Namun tiba-tiba saja Willona merasa jika ada sekelebat orang yang lewat di belakangnya.


Karena merasa parno sendiri, akhirnya Willona dengan cepat segera berbalik untuk mencari tau siapakah yang sedang berada di belakangnya.


Willona memang sangat terkejut ketika melihat ada seorang pria yang sudah berdiri tepat di belakangnya. Namun Willona mulai bernafas dengan lega kembali ketika menyadari jika pria itu bukanlah hantu, melainkan dia adalah Keanu.


"Apa yang sedang kamu lakukan disini, Keanu? Kamu sangat mengejutkanku!" celutuk Willona yang masih berusaha untuk kembali mengatur nafasnya kembali.

__ADS_1


"Aku haus dan aku ingin minum, Willona. Lalu aku tiba-tiba melihatmu disini. Kamu sendiri sedang apa disini? Hoammm ..." ucap Keanu malah berbalik bertanya dan menguap panjang.


"Aku hanya membuat susu hangat saja." jawab Willona lalu duduk dan mulaj menikmati segelas susu hangatnya.


"Mengapa? Apa kamu sedang ada masalah? Apa Sean mendengkur saat tidur?" ucap Keanu mulai mengambil sekaleng minuman dingin dari dalam kulkas lalu mulai membawanya dan duduk di hadapan Willona dan segera meneguknya.


"Tidak kok. Dia tidak mendengkur." jawab Willona sambil menikmati susu hangatnya kembali.


"Apa kau yakin Sean tidak pernah mendengkur saat tidur, Willona?" tanya Keanu yang terdengar seperti sebuah candaan saja, namun sebenarnya Keanu sedang ingin memastikan sesuatu.


Willona terlihat memutar bola matanya searah dengan jarum jam seakan sedang berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu. Namun bagaimanapun Willona berusaha untuk mengingatnya dengan baik, tetap saja Willona tak menemukan jawabannya.


Karena Willona hanya beberapa kali saja melihat Sean saat tidur. Dan seingatnya Sean memang tidak pernah mendengkur saat tidur. Hingga akhirnya Willona mulai mengangguk pelan meskipun masih terlihat sangat ragu-ragu.


"Ya, Keanu. Aku sangat yakin." jawab Willona seadanya.


"Lalu? Mengapa sampai tidak bisa tidur? Tidak biasanya kamu seperti ini, Willona. Seingatku kamu selalu disiplin dan menjaga waktu untuk beristirahat dan tidur tepat waktu. Kamu bisa bercerita kepadaku jika memang memiliki masalah. Barangkali aku bisa membantumu." ucap Keanu yang sebenarnya cukup peduli dengan Willona.


"Uhm ... aku tidak sedang punya masalah kok. Ini hanya insomnia saja. Dan ini juga tidak selalu terjadi kok. Tenang saja, Keanu. Hehe ..." ucap Willona berusaha untuk bersikap wajar, karena Willona tak ingin orang lain mengetahui problem rumah tangganya. "Ya sudah aku akan segera kembali. Mudah-mudahan aku bisa tidur nyenyak! Kamu juga segeralah tidur!! Bukankah kamu ingin pergi ke kampusku?" imbuh Willona mulai bangkit dan bersiap untuk kembali ke kamarnya.


"Oh ... iya. Aku akan segera tidur kok." sahut Keanu.


"Okay!! Sampai jumpa besok, Keanu!" sahut Willona mulai meninggalkan Keanu.


Willona segera kembali ke kamar Sean lagi dan mulai berusaha untuk segera tidur. Sedangkan Sean masih saja terlihat sangat pulas dan tidak menyadari jika beberapa saat yang lalu Willona sempat meninggalkan kamar ini.

__ADS_1


Setelah mencoba beberapa saat untuk tidur, akhirnya Willona mulai terlelap, mekipun saat ini waktu sudah menunjukkan hampir jam 3 dini hari.


__ADS_2