
TRINGG ...
Sebuah pesan yang berisi dengan sebuah alamat yang dikirimkan oleh Willy mulai diterima oleh Willona. Willona yang saat ini sedang duduk di kursi sebelah Sean di dalam mobilnya, kini segera memperlihatkan alamat itu untuk Sean.
"Kak. Kak Willy sudah mengirimkan alamatnya. Sat ini Cinta sedang dirawat di rumah sakit Elisabeth, Kak." ucap Willona sambil membaca lesan itu.
"Baiklah. Kita akan segera kesana." sahut Sean yang sudah mengemudikan Lexus hitam metalik miliknya itu.
Sean menambah kecepatan laju dari mobilnya dan berharap untuk segera sampai di rumah sakit dimana Cinta dirawat saat ini.
...⚜⚜⚜...
Ruangan perawatan VIP 5-5
Sean mulai memasuki sebuah ruangan rawat dimana Cinta dirawat saat ini. Willona juga masih mengikuti di belakang Sean karena juga ingin mengunjungi Cinta saat ini.
Terlihat Cinta masih terbaring di atas brankar dengan sebuah selang infus yang melilit pergelangan tangan kirinya. Gadis cantik itu kini terlihat sesikit pucat dan murung.
Namun Cinta mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman yang begitu manis ketika menyadari kehadiran Sean saat ini.
"Sean ..." gumam Cinta dengan wajahnya yang begitu berbinar.
Sean mulai duduk di sebuah kursi di samping brankar. Sedangkan Willona masih berdiri di belakang Sean.
"Cinta. Kamu kenapa? Mengapa bisa sampai kecelakaan? Apa kamu baik-baik saja saat ini?" tanya Sean masih terlihat begitu peduli dengan Cinta.
"Aku terjatuh dari tangga dan kakiku terasa sakit. Aku ... juga mengalami sedikit pendarahan." jawab Cinta dengan jujur.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan kandunganmu? Apa anak itu baik-baik saja?" tanya Sean tak bisa menutupi lagi rasa khawatirnya terhadap Cinta.
Apa? Cinta sudah sampai hamil? Dengan kak Sean? Apakah hubungan mereka berdua sudah sangat dekat seperti ini? Aku sungguh tak pernah mengira sebelumnya, jika mereka bisa sampai pada tahap ini. Mengapa Cinta bisa dengan mudahnya melakukan hal seperti itu dengan seorang pria yang sudah berstatus menikah dan memiliki seorang istri? Oh ... bodohnya aku! Lagipula aku kan hanya istri di artas kertasnya. Hanya Cinta yang selalu ada di hati kak Sean. Hanya Cinta yang selama ini dicintainya. Benar ... sepertinya aku benar-benar harus selalu mengingatnya kembali! Jika kelak kita akan segera berpisah ...
Batin Willona berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri.
Selama ini Willona memang menyadari jika pernikahannya adalah sebuah drama, sebuah topeng untuk Sean. Namun melihat semua ini masih saja membuat hatinya menjadi sesak. Dan ini sangatlah manusiawi.
"Ya, Sayang. Bayi ini masih baik-baik saja. Dokter mengatakan jika janin pada rahimku cukup kuat." jawab Cinta yang semakin membuat hati Willona merasa sangat nyeri.
Willona yang sudah merasa tak sanggup lagi untuk menyaksikan sikap manis dari pasangan yang tak pernah bisa dipisahkan itu, kini memutuskan untuk segera meninggalkan ruangan rawat itu begitu saja.
Derap langkah kakinya terdengar cepat dan terburu saat meninggalkan ruangan rawat itu. Willy yang melihat Willona keluar kembali meninggalkan ruangan itu, sebenarnya juga merasa sangat kesal akan sikap Sean yang dianggapnya kurang tegas dan selalu saja membuat Willona bersedih.
"Lagi-lagi Sean yang dingin dan menyebalkan itu membuat Willona terluka. Padahal Cinta sudah mengkhianatinya hingga dia hamil dengan pria lain. Cckk ... dasar!! Sean memang benar-benar pria yang bodoh dan tidak punya pendirian!!" gerutu Willy kesal.
Sementara itu ...
"Sayang ... tolong maafkan aku dan kembalilah padaku ..." pinta Cinta penuh dengan harap dan menggenggam jemari Sean.
"Cinta ... kamu sangat mengenaliku dengan baik bukan? Kepercayaan adalah paling utama untukku. Aku bisa saja memaafkanmu dan aku tetap bisa menjadi temanmu. Namun untuk kembali lagi seperti dulu, aku tidak bisa ... maafkan aku ..." ucap Sean begitu lirih.
"Sean ... aku hanya menyukaimu saja. Hanya kamu yang aku mau ... aku mohon jangan seperti ini, Sean." ucap Cinta semakin terisak.
"Maaf, Cinta. Aku tidak bisa. Aku sangat mempercayaimu dan aku selalu mementingkanmu selama ini. Namun kamu malah menghancurkan kepercayaanku begitu saja. Kamu harus melanjutkan hidupmu dengan baik tanpaku. Pria itu ..."
Belum sempat Sean melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja pintu kembali terbuka tanpa ada sebuah kata permisi atau ketukan terlebih dulu.
__ADS_1
CEKLEKK ...
Seorang pria kini mulai memasuki ruangan rawat ini. Dan rupanya dia adalah Dimas, pria yang sudah menghamili Cinta.
"Aku harus segera pergi. Kamu cepatlah sembuh. Dan lain kali kamu harus lebih berhati-hati ..." ucap Sean mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai berbalik dan melenggang, hingga akhirnya berpapasan dengan pria bernama Dimas yang juga sedang menggeluti dunia hiburan sebagai seorang aktor.
"Sean ..." Cinta masih berusaha untuk memanggil Sean, namun Sean tak menghiraukannya dan terus melenggang begitu saja.
"Cinta ... mengapa kamu masih saja mengharapkan pria itu?! Pria itu bahkan sudah memiliki seorang istri! Dia meninggalkanmu dan menikahi gadis lain! Apa kamu buta, Cinta?!" kali ini Dimas tak terima saat melihat Cinta yang sangat terlihat masih saja mengharapkan Sean.
Cinta tak menjawab ucapan dari Dimas dan hanya menangisi kepergian Sean. Selama ini Cinta memang sangat mencintai Sean, namun sebenarnya model cantik ini juga cukup dekat dengan Dimas.
Hingga akhirnya mereka berdua malah melakukan sebuah kesalahan yang membuat hubungan Cinta dan Sean kandas begitu saja. Dan tentu saja semua itu sangat tak terbayangkan oleh Cinta sebelumnya.
"Cinta. Janganlah bersedih lagi ... aku akan selalu ada untukmu. Aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia dan memberikan yang terbaik untukmu. Jangan bersedih lagi ..." ucap Dimas berusaha untuk menghibur Cinta, gadis yang memang sudah lama disukai oleh Dimas.
Dan mungkin saja sebuah kesalahan itu memang disengaja oleh Dimas untuk mendapatkan Cinta seutuhnya.
Dimas mulai meraih dan memeluk Cinta berharap gadis cantil itu bisa sedikit lebih tenang.
...⚜⚜⚜...
"Willy! Dimana Willona?" tanya Sean ketika bertemu dengan Willy yang masih duduk di sebuah bangku panjang di depan ruangan rawat.
"Aku melihatnya pergi ke arah sana ..." ucap Willy sambil menuding ke arah koridor di sebelah kiri dengan jari telunjuknya.
Tanpa menjawab ucapan dari Willy, kini Sean mulai melenggang menuju koridor rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh Willy.
__ADS_1
Sean mulai mencari Willona dengan menyisiri koridor yang tidak terlalu ramai itu. Namun sampai saat ini Sean masih saja belum menemukan sosok Willona. Hingga akhirnya Sean mulai mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Willona.
"Pergi kemana gadis itu ya? Padahal dia yang mengatakan ingin melihat Cinta. Namun malah pergi begitu saja." gumam Sean sambil menunggu panggilannya diangkat oleh Willona.