The Tears Of Regret

The Tears Of Regret
Kebenaran Yang Diketahui Keanu


__ADS_3

"Keanu!! Lepaskan!!" Cinta menarik paksa tangannya dari Keanu karena tak terima Keanu malah mengusirnya dan malah membela Willona dibanding dengan dirinya.


"Mengapa kamu malah membela gadis menyebalkan itu, Keanu?! Dia yang sudah membuat Sean seperti ini! Dia juga merebut Sean dariku!!" ucap Cinta lagi tak terima.


"Cinta. Mereka dijodohkan. Jadi Willona samansekali tidak pernah merebut Sean dari kamu. Dan tolong kamu jangan terus-terusan menyalahkan Willona seperti ini. Dia adalah gadis yang baik." ucap Keanu membela Willona yang sudah cukup lama dikenal olehnya.


"Cihh ... baik dari mananya? Apa kamu tau, Keanu? Selama ini pernikahan mereka hanyalah sebuah topeng saja!! Sean sudah berjanji akan menceraikan Willona dan akan segera menikahiku! Namun ... namun dia malah merebut Sean dariku!" ucap Cinta begitu ketus dan terlihat begitu membenci Willona.


"Cinta. Apa maksudmu? Pernikahan mereka hanyalah sebuah topeng?" tanya Keanu begitu terkejut.


Cinta tertawa kilas sambil mendengus, "Ya. Pernikahan mereka adalah sebuah drama! Sean sudah berjanji akan segera menikahiku setelah menceraikan Willona. Namun ... dia mengacaukan semuanya!!" geram Cinta sangat kesal.


Keanu terdiam dan mulau memikirkan semua itu. Kalau dipikir-pikir memang ada benarnya ucapan dari Cinta. Karena sejak awal Keanu sudah mencium sesuatu yang sedikit aneh dan tidak wajar antara Sean dan Willona.


Bahkan Keanu juga sempat mengetahui jika Sean dan Willona tidak tidur bersama. Mereka memiliki kamar masing-masing.


"Kenapa? Aku dengar dari seseorang jika kamu menyukai Willona. Apakah itu benar, Keanu?" selidik Cinta memicingkan sepasang matanya menatap Keanu. "Jika mereka benar-benar berpisah. Maka itu akan menguntungkanmu bukan? Jika mereka berpisah, maka itu artinya kamu memiliki sebuah kesempatan untuk bersama Willona bukan?"


Keanu hanya terdiam dan tak menjawab ucapan dari Cinta. Pemuda itu masih saja memikirkan mengenai pernikahan Sean dan Willona.


"Keanu ... mari bekerja sama denganku! Ayo kita buat mereka berpisah! Dengan begitu kamu bisa bersama dengan Willona, dan aku juga bisa bersama dengan Sean." ucap Cinta kembali berusaha untuk menghasut Keanu.


Keanu memang begitu menyukai dan mengharapkan Willona, namun tentunya Keanu tidak mau melakukan hal kotor untuk memisahkan Willona dan Sean.


Baginya melihat Willona bahagia saja sudah cukup. Tidak perlu harus memiliki Willona seutuhnya. Tidak seperti Cinta yang selalu terobsesi ingin menikah dengan Sean.


"Keanu! Kamu mau kan bekerja sama denganku?" ucap Cinta lagi.


"Cinta! Jangan sekali-kali berniat untuk melakukan hal buruk untuk mereka!! Sean adalah saudara sepupuku!! Sementara Willona adalah sahabatku!! Jika sampai kamu berani untuk menyakiti mereka, aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu untukmu!" ucap Keanu mengancam Cinta.

__ADS_1


"Dan sebaiknya kamu urus kehamilanmu ini. Bukankah seharusnya kamu segera menikah dengan Dimas? Mengapa kamu masih saja mengejar Sean?" imbuh Keanu lagi.


TIN ...


TIN ...


Sebuah taxi berwarna biru lembut kini sudahterlihat berhenti tak jauh dari Keanu dan Cinta.


"Taximu sudah datang! Pulanglah! Urus dirimu sendiri dengan baik dan benar. Jangan repot-repot datang dan berniat untuk mengurus Sean lagi!" ucap Keanu menandaskan.


Karena merasa sangat kesal, akhirnya Cinta segera meninggalkan Keanu begitu saja dan segera memasuki taxi itu.


"Cih ... dasar menyebalkan!!" sungut Cinta sebelum Cinta memasuki taxi itu.


BLAMM ...


"Hufft ... apa yang sebenarnya terjadi antara Sean dan Willona? Mengapa Cinta mengatakan jika pernikahan mereka hanyalah sebuah drama? Apakah selama ini mereka berdua benar-benar sudah menipu semua orang? Lalu kenapa? Mengapa Sean dan Willona melakukan semua ini?" gumam Keanu tak mengerti dan merasa sangat kebingungan.


Karena tak menemukan jawaban dari segala pertanyaannya itu akhirnya Keanu mulai memutuskan untuk segera kembali ke ruangan rawat dimana Sean di rawat.


CEKLEKK ...


Keanu mulai memasuki ruangan rawat Sean dan mulai melepaskan topi putih dan masker putihnya.


Terlihat Willona masih saja duduk di kursi samping Sean. Willona terlihat sedang mengajak Sean berbincang dan kembali menceritakan beberapa hal yang baru saja dilaluinya saat di kampus.


Pemandangan ini sebenarnya cukup membuat Keanu merasa sesak. Bukan karena Keanu merasa cemburu atau iri karena melihat Willona yang begitu mengkhawatirkan Sean dan dengan setia menemani Sean.


Namun Keanu merasa sesak dan bersedih karena Keanu melihat Willona yang sedang mengalami hal seperti ini, yang pasti membuat Willona juga merasa sangat terpukul atas kejadian yang menimpa Sean.

__ADS_1


Dan kesedihan Willona seolah juha dirasakan oleh Keanu saat ini. Perlahan Keanu mulai melenggang mendekati brankar dan menatap nanar mereka berdua.


"Willona ..." ucap Keanu. "Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Eh? Iya ... tunggu sebentar." ucap Willona lalu melepaskan genggamannya dan segera bangkit berdiri.


Mereka berdua tetap berada di ruangan ini dan mulai duduk di sebuah sofa dalam ruangan rawat dengan kelas president suites ini.


"Ada apa, Keanu?" tanya Willona sedikit penasaran. "Maaf, tapi kita berbincang disini saja ya. Aku tak bisa meninggalkan kak Sean seorang diri. Karena biasanya kami menjaganya dengam bergantian."


"Oh iya. Tidak masalah kok. Disini juga tidak masalah." sahut Keanu yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu. "Uhm. Willona ... ada yang ingin aku tanyakan padamu, Willona." ucap Keanu dengan pelan dan hati-hati.


"Hhm? Apa itu? Katakan saja, Keanu." ucap Willona yang masih saja terlihat begitu sembab karena terlalu banyak menangis.


"Apa yang dikatakan Cinta itu adalah benar? Apa pernikahan kamu dan Sean adalah sebuah kebohongan?" tanya Keanu dengan hati-hati.


Mendengar pertanyaan dari Keanu cukup membuat Willona merasa terkejut. Hingga seketika membuat Willona membeku dan terpaku hingga tak bisa berkata-kata selama beberapa saat.


"Willona ... apakah semua itu benar?" tanya Keanu kembali membuyarkan angan dari Willona.


"Uhm ... itu ... sebenarnya ... semua itu adalah benar ..." ucap Willona dengan jujur namun terlihat begitu ragu-ragu. "Namun ... itu hanya pada awalnya saja kok, Keanu. Karena saat ini kami sudah berubah pikiran. Dan kami tak akan pernah berpisah." ucap Willona dengan cepat agar masalah ini tak menjadi semakin runyam dan tak sampai terdengar hingga kedua orang tua dan mertuanya.


"Hhm. Begitu ya. Baguslah ... memang seharusnya tidak bermain-main dengan pernikahan. Uhm ... oh iya ... aku mau bertanya satu hal lagi kepadamu." ucap Keanu masih dengan ekspresi yang begitu tenang.


"Ya? Katakan saja padaku, Keanu."


"Apakah kamu bahagia bukan saat bersama dengan Sean?" tanya Keanu dengan hati-hati.


"Eh? Tentu saja aku sangat bahagia. Kak Sean sangat baik dan suka membantuku mengerjakan beberapa tugasku. Kak Sean juga pernah memasak sesuatu untukku. Dan dia tidak akan pernah memasak untuk sembarangan orang." ucap Willona tersenyum tipis dan kembali mengingat saat-saat itu.

__ADS_1


__ADS_2