
Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Willona masih selalu saja mengunjungi Sean dan menemaninya. Bahkan Willona juga sering sekali tidur di rumah sakit untuk menemani Sean yang sampai saat ini belum sadarkan diri.
"Kak Sean. Bangunlah ... akhir pekan hanya tingga lusa, Kak. Bukankah kita harus membicarakan sesuatu bersama di hari itu, Kak? Aku sudah tidak sabar ingin segera mengatakan semuanya kepada kakak. Jadi kakak harus segera bangun ya ..." ucap Willona yang masih menggenggam jemari hangat yang masih terlilit dengan selang infus itu.
"Sekali lagi aku juga minta maaf, Kak. Karena saat itu ... aku tidak mengangkat panggilan dari kakak. Aku minta maaf, saat itu aku sama sekali tidak mengetahui jika kakak menelponku saat itu." ucap Willona begitu menyesal.
"Aku juga minta maaf, Kak ... jika selama ini aku tidak bisa menjadi seorang istri yang baik untukmu. Aku sering sekali tidak patuh kepadamu. Aku sering sekali mengabaikan semuanya dan malah sibuk dengan duniaku sendiri. Aku minta maaf, Kak ..." kali ini Willona sudah tidak bisa menahan kembali air matanya hingga mereka mulai terjatuh dan membasahi pipinya.
"Aku ingin sekali memperbaiki semuanya. Aku ingin menjadi istri yang baik untuk kakak. Hiks ... bangunlah, Kak." ucap Willona dalam isak tangisnya dan memberanikan dirinya untuk memeluk tubuh Sean dan menaratkan kepalanya di atas brankar.
Tetap tak ada reaksi apapun. Sean masih saja terlihat seperti seseorang yang sedang tertidur dengan sangat pulas. Seluruh bagian tubuhnya juga masih terlihat begitu tenang, dan tidak ada tanda-tanda kemajuan lainnya.
Seumur menjadi istri, baru pertama kali ini Willona bisa memeluk suaminya. Dan itupun dia lakukan saat sang suami sedang dalam keadaan koma, dan tidak ada yang pernah tau, kapan Sean bisa bangun dan membuka matanya kembali. Bahkan medis juga tak bisa memastikannya saat ini.
Rasanya begitu menyesakkan saat Willona terlambat mengetahui semua kebenaran disaat Sean sudah terbaring dan tak sadarkan diri. Setelah kecelakaan itu terjadi, Willona terus saja menjalani hidupnya dalam rasa bersalah dan tidak tenang.
"Kak Sean ... suamiku ... bangulah ... hiks ... kakak harus segera bangun." ucapan Willona terdengar sudah semakin parau, bahkan hampir saja tak terdengar saking lirihnya.
CEKLEKK ...
Tiba-tiba saja pintu ruangan ini mulai terbuka tanpa ada ketukan atau sebuah kata permisi terlebih dahulu. Setelah beberapa saat mulai terdengar ritme teratur dari sepasang sepatu hak tinggi yang sudah berjalan semakin mendekati brankar.
__ADS_1
Namun Willona tidak menghiraukan sang tamu dan masih saja dalam posisi yang sama, memeluk tubuh Sean dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih menggenggam jemari Sean.
"Ini semua gara-gara kamu, Willona!! Gara-gara kamu Sean seperti ini!!" tandas seorang gadis dengan suaranya yang begitu tegas dan melengking, dan tentu saja begitu tajam dan menusuk.
"Sean berusaha mengambil cincin pernikahan kalian hingga dia malah tertabrak sebuah mobil!! Ini semua gara-gara kamu!! Dia bahkan juga mencampakkan aku begitu saja karena kamu!!" ucap gadis itu begitu frusrasi.
Willona yang mendengar semua itu kini dengan cepat segera duduk dan mengusap air matanya. Setelah itu Willona segera bangkit dari duduknya dan mulai mendekati gadia yang tak lain adalah Cinta.
Willona segera meraih tangan Cinta dan berusaha untuk segera mengajaknya keluar dari ruangan rawat ini karena khawatir malah akan mengganggu kondisi Sean.
Namun belum sempat membawa Cinta keluar dari tempat ini, Cinta malah menghempaskan tangan Willona dengan cukup kasar.
"Lepaskan aku, Wanita tidak tau diri!! Gara-gara kamu Sean meninggalkanku!! Gara-gara kamu Sean mengalami ini semua!!" tuduh Cinta kembali.
"Jangan berpura-pura kamu peduli kepadanya!!" tandas Cinta begitu tajam. "Apa kamu tidak melihat?! Aku sudah mengandung anaknya? Lihatlah!! Apa kamu tidak punya hati?! Anak ini butuh seorang ayah!!"
"Untuk soal itu kamu bisa membicarakannya kembali bersama kak Sean setelah dia sadar kembali. Tapi tolong jangan buat kericuhan disini, Cinta." pinta Willona kembali.
"Semua kericuhan ini tak akan terjadi jika kamu tidak ada disini! Lebih baik kamu keluar!! Kamu tidak pantas untuk selalu dekat dan bersama dengan Sean!!" ucap Cinta semakin emosi dan segera menarik handle pintu untuk membukanya lalu segera mendorong Willona agar keluar dari ruangan rawat ini.
BRUGGHH ...
__ADS_1
Willona terjatuh di atas lantai di luar ruangan. Namun rupanya Keanu yang sedang berniat untuk menjenguk Sean malah melihat semua kejadian ini. Dengan cepat Keanu segera membantu Willona untuk segera berdiri kembali.
"Willona. Bangunlah ... apa kamu baik-baik saja?" ucap Keanu sambil membantu Willona untuk segera bangun kembali.
"Iya, Keanu. Aku baik-baik saja. Terima kasih." ucap Willona dengan tulus.
"Keanu! Dia itu sudah menyebabkan Sean menjadi seperti ini! Sebaiknya jangan biarkan dia dekat-dekat dengan Sean! Bisa-bisa gadis itu malah akan berusaha untuk mencelakai Sean lagi! Suruh dia pergi, Keanu!" ucap Cinta masih begitu dipenuhi oleh amarah.
"Cinta! Apa yang sedang kamu bicarakan? Willona adalah istri sah dari Sean. Dia berhak untuk selalu menjaga dan menemani Sean! Lagipula jika dibanding dengan kamu, Willona-lah yang lebih pantas untuk menjaga Sean. Karena dia adalah istri dari sepupuku." ucap Keanu masih memegangi kedua bahu Willona karena membantu Willona untuk berdiri.
"Keanu!! Hubungan mereka selama ini hanyalah ..." ucap Cinta hampir saja membocorkan drama antara Sean dan Willona kepada Keanu.
Jujur saja Willona merasa begitu khawatir jika sampai Cinta mengungkapkan semua itu kepada Keanu maupun orang-orang. Semua itu mungkin memang berasal dari drama dan sebuah pernikahan di atas kertas. Namun kini semua sudah berubah!
"Cinta!! Sudah cukup! Kak Sean sedang sakit! Jadi aku mohon padamu jangan membuat keributan disini!" ucap Willona memberanikan diri memotong ucapan Cinta, agar Cinta menghentikan ucapannya.
"Willona benar, Cinta. Sebaiknya kamu pulang saja! Kami akan selalu menjaga Sean dengan baik. Jangan khawatir. Lebih baik kamu beristirahat, karena kamu sedang hamil bukan?" ucap Keanu membela Willona. "Ayo, Willona. Masuklah dan temani Sean! Aku akan mengantarkan Cinta dulu untuk mencarikan sebuah taxi." imbuhnya sambil sedikit menuntun Willona untuk memasuki ruangan rawat itu kembali.
"Tapi, Keanu ..." sergah Cinta terlihat tak terima.
"Sudahlah. Ayo!! Kasihan Sean jika kamu malah membuat keributan disini." kali ini Keanu mulai mengenakan kembali masker dan topinya lalu segera menarik tangan Cinta dan menggiringnya melewati sebuah lorong panjang di rumah sakit.
__ADS_1
Sementara Willona terlihat menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan segera memasuki kamar rawat itu lagi.