THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 21


__ADS_3

Kania terus berbicara, meyakinkan dirinya serta Evan akan sosok wanita yang sedang di bicarakan.


"Sudahlah, aku semakin pusing mendengar ocehan mu" ucap Evan yang di sengaja untuk mengakhiri percakapan.


"Tapi ev!" Teriak Kania yang masih menatap Evan berjalan semakin menjauh darinya. "Dasar, belum selesai aku bicara, sudah pergi begitu saja" gumam Kania kesal sendiri.


*


*


Ailina baru saja sampai di Mansion, hari ini malas kemanapun karena cuaca yang terasa sangat panas menyengat, bahkan beberapa pesan tidak diindahkan karena ingin sampai ke rumah dan segera mandi untuk menyegarkan badannya.


Sebuah peran masuk terdengar kembali, setelah menyelesaikan ritual dikamar mandi, Ailina segera merebahkan tubuhnya di kasur sambil membuka isi pesan di handphonenya.


"Banyak sekali" ucap lirih Ailina melihat beberapa WA group sekolah yang mengunggah kegiatan rutin dan pengumuman.


Matanya menangkap sebuah pesan dari Ethan, mengatakan kalau pulang terlambat dan meminta Ailina untuk nunggunya.


"Telat kak, aku sudah dirumah" ucap lirih Ailina lalu segera mengetik pesan balasan untuk kakaknya.


Seketika terdengar suara panggilan di detik berikutnya.


"Iya kak,sorry, aku baru melihat pesan kak Ethan ini tadi" jawab Ailina yang sudah mendapati teguran dari Ethan.


"Dasar, aku sudah menunggumu di depan sekolahmu Ai!" Teriak Ethan dalam sambungan ponsel.


"Hehe, sorry kak, sekarang pulanglah" sahut Ailina dengan rasa bersalah.


"Tetap di rumah, jangan kemana-mana, ada hal penting yang ingin aku tanyakan!" Ucap Ethan yang masih nampak kesal.


"Iya kak, biasa saja lah ngomongnya"


"Hatiku yang sudah tak biasa, menunggumu disini kepanasan!" Teriak Ethan lalu mengucap salam dan menutup handphonenya.


Ailina terkekeh, membayangkan sang kakak yang pasti sudah menjadi kejahilan anak perempuan yang ada di sekolahnya, mengingat bagaimana wajah tampan Ethan tentu sangat di minati.


Terdengar suara ketukan pintu kamar Ailina, sedikit heran dan mengatakan dalam hati tidak mungkin Ethan datang secepat ini.


"Siapa?" Tanya Ailina.


"Aku Ai, buka, ada yang ingin aku bicarakan"


"Kak Evan?" Ucap Ailina saat membuka pintu dan mendapati sang kakak sudah berada di depannya.


Evan nyelonong masuk begitu saja, Ailina sampai di buat heran, sepertinya ada yang penting akan disampaikan oleh Evan.


"Ada apa sih kak?" Tanya Ailina yang kini sudah duduk di samping Evan.


Bukannya menjawab, Evan malah melihat beberapa barang yang ada di atas meja rias milik adiknya.


"Ini apa Ai?"


"Itu pelembab"

__ADS_1


"Kalau ini?"


"Handbody kak"


"Kalau yang ini?"


"Suncreen, apa sih kak!" Ucap Ailina gemas sendiri.


"Hehe, nggak ada, aku cuma mau berbincang dengan mu saja" sahut Evan yang sebenarnya bingung harus memulai pertanyaannya dari mana.


"Gak usah muter-muter, memangnya kak Evan itu mau bicara apa?" Tanya Ailina.


"Apa kamu kenal dengan wanita yang selalu menggangguku?" Tanya Evan dengan wajah yang tak jelas.


"Wanita?" Tanya Ailina.


"Iya, yang biasa menggangguku, ingat kan?"


"Ingat sih, tapi mana aku tau, kenal saja tidak" sahut Ailina.


"Justru itu yang ingin aku tanyakan Ai, dia sangat mengenalmu dan bahkan mencari keberadaan mu dengan berbagai cara saat ini"


"Apa?!, Hahaha, jangan keterlaluan kalau kak Evan ingin bercanda" Ailina malah tertawa yang menganggap konyol kakaknya.


Tak


"Aw, sakit kak!" Teriak Ailina saat sentilan tangan Evan mendarat di keningnya.


"Serius bagaimana, aku tidak mengenal wanita yang kakak maksud!" teriak Ailina.


"Kania, namanya Kania, bagaimana, apa kau mengenalnya?" sahut Evan.


"Kania?, Aku tidak_, Tunggu, Kania, iya Kania, sepertinya aku pernah mendengar nama itu"


"Ck, dia mengenalmu Ai, aku yakin kalian pernah bertemu" ucap Evan.


Sejenak Ailina terdiam, berusaha mengingat kembali kejadian demi kejadian di hari sebelumnya, hingga kemudian _


"Oh, iya, Kania, aku ingat itu, kemaren aku bertemu dengannya, dia yang sempat berkelahi di butik itu, mungkinkah dia yang kak Evan maksud?" Tanya Ailina.


Kemudian Evan menegakkan tubuhnya, memberikan ciri-ciri yang sama dengan apa yang di lihat oleh Ailina.


"Memangnya kenapa dia mencari ku kak?" Tanya Ailina.


"Aku tidak tau, justru hal itu yang ingin aku tanyakan padamu, memangnya apa yang terjadi dengan kalian?" Ucap Evan menginginkan penjelasan.


Ailina kemudian menjelaskan semua yang terjadi, nampak Evan mendengarkan dengan serius, ada rasa kasihan juga melihat kenyataan dimana Kania rupanya mengalami masalah yang serius dengan orang tuanya.


"Aku tidak tau alasan dia mencari mu, tapi sebisa mungkin hindari masalah yang bukan urusanmu Ai, aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu nanti" ucap Evan memberikan saran kepada adiknya.


"Tentu saja kak, aku hanya akan mengikuti arus yang ada, tapi kalau terjadi sesuatu di depan mataku dan aku bis membantu, pasti akan aku lakukan sesuai instingku"


"Heh, itu yang terkadang aku takutkan, menolong adalah kewajiban, tapi terkadang itu juga menjadi bumerang"

__ADS_1


"Yang penting kita punya niatan baik kak, tidak usah terlalu di permasalahkan, pasti kita akan selalu dalam lindungan-NYA kalau apa yang kita lakukan itu benar" ucap Ailina.


"Hem, baiklah, aku rasa tidak perlu khawatir lagi denganmu, pikirkan tindakanmu sebelum melakukannya Ai" ucap Evan lagi.


"Siap kak" jawab Ailina dengan senyuman yang semakin menambah aura kecantikannya.


Kemudian Evan segera berjalan keluar kamar, dan disaat yang sama, Ethan rupanya sudah ada di depan pintu kamar Ailina.


"Kamu dari kamar Ailina?" Tanya Ethan yang merasa heran mendapati Evan masih berpakaian seragam sekolah.


"Iya, Kak Ethan baru datang?" Tanya Evan dan seketika membuat Ethan badmood kembali, mengingat dirinya menunggu Ailina yang sudah berada nyaman di Mansion tanpa sepengetahuannya.


"Hem" sahut Ethan, lalu segera masuk ke dalam kamar Ailina.


Ailina yang ingin merebahkan tubuhnya dengan manja, di kagetkan dengan kedatangan sang kakak dengan sorot mata yang tajam.


"Sorry kak, jangan marah ya?" Ucap Ailina berusaha merayu dan mengembalikan suasana hati kakaknya.


"Kau benar-benar keterlaluan, dengarkan dengan baik kata-kata ku, ada seorang wanita yang selalu menganggu ku dan berbuat ulah di sekolahku"


"Lalu, apa hubungannya denganku?" Sahut Ailina menyela.


"Diam, mangkanya dengarkan dulu" sahut Ethan yang kini sudah duduk di pinggiran tempat tidur dengan wajah seriusnya.


"Okey, lanjut kak" ucap Ailina cepat.


"Wanita itu yang tak lain adalah Sofia sedang mencari mu, aku peringatkan jangan ikut campur urusannya terlalu dalam" ucap Ethan.


"Sofia?, Aku tidak kenal, siapa sih wanita ini, kakak tau seperti apa orangnya?"


"Dia yang kamu tolong tempo hari waktu di cafe mama Ratu, masih ingat?" Tanya Ethan lagi.


Sejenak Ailina mengerutkan kening, sebenarnya merasa kesal juga karena hari ini terasa aneh dengan kedua kakaknya yang memberikan kabar beserta masalah yang sama.


"Tunggu kak, rasanya otakku kelelahan dari tadi harus di paksa mengingat seseorang dalam kejadian" ucap Ailina yang masih terlihat berkonsentrasi.


"Oh iya, wanita se-ksi itu maksud kakak, seumuran kita kan?" Ailina lebih menegaskan.


Ethan menghela nafas panjang, kemudian menganggukkan kepala merasa lega.


"Siap kak, tapi aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan gadis itu saat menatap ku waktu itu" ucap Ailina.


"Hem, tentu saja, dan mata birumu terkadang membuatmu begitu mudah terseret masalah"


"Ck, bukan mataku yang salah, tapi mata mereka yang kadang berlebihan melihat mata biruku kak"


"Kalau kau sudah sadar hal itu, usahakan sembunyikan mata indah mu Ai, setidaknya bisa memberikan rasa aman" sahut Ethan.


"Siap kak, heh_" ucap Ailina sambil menghirup udara panjang.


Yuk jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya iklannya"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2