THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 55


__ADS_3

"Sky" jawab Edward yang kini nampak begitu serius.


"Sky?" tanya Alena.


"Hem, beberapa pengawal yang aku suruh menyelidikinya kembali dengan tangan kosong" ucap Edward.


"Mereka tertangkap?" Tanya Ailina nampak khawatir.


"Tidak, tapi juga tidak menemukan hasil apapun dari sosok laki-laki ini, terlepas dia baik atau tidak, tapi dia sudah banyak membantu Ailina, bahkan tanpa menyentuhnya sama sekali" ucap Edward.


"Begitu juga Ethan dan Evan, kita melihat sendiri bagaimana dia membawa mereka kembali kesini tadi bukan?" Sahut Alena.


"Hem, dengan kondisi terluka parah dan menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan Ethan dan Evan" jawab Edward dengan tatapan jauh ke depan.


"Apa tidak sebaiknya kita membantunya?" Tanya Alena.


"Dari pesan yang dia berikan saat kami saling menatap sejenak, dia menginginkan hal sebaliknya, oh my God_, ketajaman matanya luar biasa, dia bahkan mengetahui keberadaan kita mengawasinya tadi" jawab Edward.


"Pemuda yang langka, bagaimana kalau kita meminta bantuan Raka untuk mencari tau siapa dia sebenarnya?" Alena meminta pendapat.


"Jangan terlalu ikut campur urusan pribadi anak-anak kita, mereka akan meminta bantuan kita kalau memang di perlukan, jangan sampai kita menjadi orang tua yang membuat anak-anak merasa tidak nyaman dalam menghadapi masalahnya" sahut Edward.


"Benar juga, lagi pula aku tak merasakan firasat apapun, insyaallah mereka aman honey" ucap Alena.


"Hem, aku juga merasakan hal itu Bee" jawab Edward yang kini sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur dan membawa istrinya kedalam pelukan hangatnya.


Sementara itu di dalam kamar dengan cahaya remang, Ailina masih belum bisa memejamkan matanya, menatap dinding kamar dengan segala pikiran yang ada, dan tentunya sosok Sky tengah mendominasi.


"Oh my God, kenapa aku malah memikirkannya, konyol!" Batin Ailina yang kini berusaha untuk menutup matanya, memenuhi istirahat untuk mengembalikan kesegaran tubuhnya.


Ailina kini bertatapan dengan sosok laki-laki yang membuatnya benci sekaligus merasakan sesuatu yang hakiki.


"Kau?" ucap Ailina melebarkan matanya saat melihat sosok Sky tiba-tiba saja ada di depannya.


"Bagaimana kabar mu?"


"Untuk apa kau tanya kabarku, dan bagaimana bisa kau ada di sini?" Tanya Ailina masih memandang dengan tubuh yang berjarak.


"Aku hanya ingin melihatmu"


"Itu tidak perlu, pergilah" jawab Ailina dengan hati yang masih kesal tentunya.


"Aku akan pergi, semoga kita bertemu lagi" jawab Sky.


Ailina terkejut, bahkan sky hanya tersenyum dan tak berusaha untuk tetap tinggal, hatinya merasakan sedikit nyeri, tidak tau apa yang sebenarnya diinginkan laki-laki yang saat ini ada di depannya dengan tiba-tiba dan seperti biasanya, pergi dengan seenak hatinya.


Sky membalikkan badan, melangkah perlahan menuju pintu kamar Ailina yang masih tertutup rapat.


Sesaat Ailina masih terdiam dan terus menatap mengikuti langkah Sky, namun betapa terkejut di saat terlihat punggung Sky di penuhi darah yang merembes memenuhi bajunya.


"Apa?, tunggu!, Sky!" Teriak Ailina namun tak ada tanggapan sama sekali.

__ADS_1


Ailina semakin panik, tiba-tiba tubuhnya merasa tidak bisa di gerakkan sama sekali, berusaha terus memanggil Sky dengan keras, hingga Sky membuka pintu dan menatapnya kembali.


"Tetaplah berada di tempatmu apapun yang terjadi, aku hanya cukup melihat hatimu yang bersamaku"


Ceklek


Pintu tertutup dan Sky lenyap dari pandangan.


"SKY..!" Teriak Ailina.


Dan, Ethan sudah berada di sisinya menatap dengan aneh.


"Bangunlah, kau bermimpi" ucap Ethan.


"Apa?" Ailina berusaha untuk duduk.


"Tapi aku melihat Sky_" Ailina tertegun menatap ruangan kamarnya, kini posisinya juga berbeda, berada di atas tempat tidur lebih tepatnya.


"Astagfirullah, aku bermimpi buruk" Gumam Ailina lalu mengusap wajahnya perlahan dengan kedua telapak tangannya.


"Ada apa?" Pintu terbuka dan terlihat Evan berlari kearah Ailina dan Ethan.


"Tidak ada, Ailina mengigau" jawab Ethan.


"My God, teriakan Ailina kencang sekali, kau meneriakkan Sky" ucap Evan yang kini malah meminum air yang dibawa Ethan untuk Ailina.


"Ck,kau ini" ucap Ethan.


"Dasar!" Ailina merengut dan menyambar sisa air yang di minum Evan, lalu meminumnya sampai habis.


"Apa yang kamu mimpikan, sampai meneriakkan nama Sky begitu kencang" tanya Ethan.


"Aku melihatnya dikamar ini kak, begitu jelas, seperti bukan mimpi, dia hanya ingin melihatku dan pergi begitu saja dengan_"


"Dengan apa?" Tanya Evan penasaran saat Ailina menunduk dan menampakkan wajah cemasnya.


"Dengan punggung yang berlumuran darah, dan semakin banyak, hingga _" Ailina tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, terdiam dan menahan sesak di dadanya.


"Hei, sudahlah, itu hanya mimpi, lagi pula kamu sendiri yang mengatakan kalian tidak ada hubungan apapun bukan?" Ucap Evan berusaha untuk mengalihkan kekhawatiran Ailina.


Ailina menatap mata Evan, lalu tersenyum.


"Iya juga sih kak, itu hanya mimpi, dan aku tidak ada hubungan apapun dengan laki-laki itu, ya sudah, sepertinya aku hanya mimpi buruk saja, mungkin karena dia sangat menjengkelkan, jadi sampai terbawa mimpi" Jawab Ailina berusaha untuk berpikir realistis.


Ethan tersenyum, lalu memeluk Ailina sebelum beranjak dari tempatnya.


"Tidurlah, masih ada waktu untuk beristirahat sebelum subuh" ucap Ethan melepas pelukan dan berganti dengan Evan.


"Jangan terlalu banyak pikiran, nanti mengurangi aura kecantikan mu, jangan sampai terlihat tua sebelum waktunya" Evan sengaja menggoda.


"Kak!" Teriak Ailina kesal.

__ADS_1


"Hahaha, aku hanya bercanda, sudah, istirahat yang benar, semua baik-baik saja okey?" ucap Evan.


"Siap kak, makasih" ucap Ailina setelah mendapat pelukan hangat dan merasakan lebih tenang.


Ethan melangkah lebih dulu keluar dari pintu kamar Ailina, disusul dengan Evan yang kini sudah berada di sampingnya.


"Apa kak Ethan merasakan sesuatu?" ucap Evan.


"Hem, apa mungkin Sky_"


"Terjadi hal buruk dengannya?" Sahut Evan nampak khawatir.


"Oh my_, entahlah, kita tidak bisa berbuat apapun saat ini, hanya berharap dalam Doa, semoga dia baik-baik saja" jawab Ethan.


"Amin.." sahut Evan tak kalah cemasnya.


"Apa mungkin Sky mempunyai kekuatan batin dan sengaja berpamitan dengan Ailina?" Ethan menghentikan langkah sebelum membuka pintu kamarnya.


"Bisa saja kak, kita juga tidak tau kemampuan supranatural apa saja yang dimiliki oleh Sky" jawab Evan.


"Oh my_, semakin aku membicarakannya, semakin membuatku khawatir saja" ucap Ethan.


"Sebaiknya kita beristirahat saja kak, tidak ada yang bisa kita lakukan saat ini" jawab Evan.


"Hem, istirahatlah, aku masuk dulu" Ethan membuka pintu dan masuk ke dalam kamarnya, begitu juga dengan Evan.


*


*


BLAM


Terdengar suara begitu keras menghantam seseorang, gabungan beberapa kekuatan supranatural tentunya membawa dampak yang luar biasa jika digunakan menjadi satu untuk menyerang.


"Tamatlah riwayat mu!" Teriak salah satu dari mereka.


Nampak suasana begitu mencekam, dengan kepulan asap tebal yang memenuhi pandangan.


Lalu sejenak terdengar suara tawa puas, menganggap apa yang diinginkan sudah terwujud saat melihat dengan jelas tubuh tergeletak berlu-muran da-rah seolah tak ada hembusan nafas.


Mereka semua mendekat, tentu saja dengan satu tujuan yang sama, memastikan lawannya kali ini benar-benar MA-TI.


"Peng-gal kepalanya sekarang juga" ucap salah satu dari mereka.


Dan sebuah pedang yang keluar dengan kekuatan supranatural sudah bersiap melakukan tugasnya, satu kali teba-san bisa dipastikan apapun akan terbelah.


DAN_


Mohon bersabar, ayo berikan Komennya, jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, dan lihat IKLANnya ya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2