THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 29


__ADS_3

Sofia keluar dari ruangan, lalu kemudian memasuki kantin sekolah karena memang masih ada jam istirahat yang tersisa, kali ini dirinya memilih duduk seorang diri di deretan kursi pojok yang nampak tak terlalu ramai.


Pesanan minuman untuk mengobati dahaganya telah datang, bersama pula dengan satu pesan lagi yang berasal dari seseorang masuk ke handphonenya.


"Ethan?" Ucap Sofia dengan senyum yang keluar begitu saja dari bibirnya.


Rupanya Ethan mengirimkan pesan yang kedua, dan kali ini membuat Sofia menghabiskan minumannya dengan cepat, lalu segera melangkah keluar.


"Ada apa Eth?" Tanya Sofia saat sudah berada dekat di samping Ethan yang sudah menunggunya.


Ethan hanya menatap sekilas, lalu mengatakan sesuatu.


"Apa kau sudah melihat rekaman yang aku kirimkan?" Tanya Ethan.


"Sudah, terimakasih" ucap Sofia.


"Hem, aku ingatkan untuk berhati-hati, sepertinya kakakmu terlibat, dan di bantu oleh banyak orang" sahut Ethan.


"Iya, aku tau dan bisa menduga hal itu, tidak aku sangka Kak Sarah tega melakukan itu padaku" Ucap lirih Sofia yang masih bisa di dengar oleh Ethan.


"Terkadang kita harus melawan untuk menunjukkan bahwa kita juga punya hak untuk tidak di remehkan" ucap Ethan membuat Sofia terkejut.


"Maksudmu?" Tanya Sofia.


Masih tidak menatap Sofia sama sekali, Ethan berdiri. "Kuatkan dirimu, melawan tidak harus dengan kekuatan fisik, tapi gunakan otak mu, jangan biarkan kakakmu itu sampai membuat memar lagi tubuhmu, kau tidak lelah di perlakukan seperti itu?"


"Apa?!" Sahut Sofia terkejut.


"Pikirkan saja kata-kata ku, dan kuatkan dirimu, jangan menjadi lemah hanya karena kamu merasa tidak pantas" sahut Ethan, lalu kemudian berjalan pergi meninggalkan Sofia yang masih berdiri.


Tak menyangka Ethan akan memberikan kata-kata yang begitu mengena di hatinya, dan seolah tau apa yang selalu dirasakan oleh Sofia.


Dari kecil Sofia merasa kurang percaya diri jika sudah di hadapkan dengan Mama dan saudara dirinya, itu karena posisinya sebagai anak dari wanita yang bisa di bilang telah merusak rumah tangga orang.


Namun benar apa yang di katakan Ethan, semua itu tidak ada hubungannya dengan dirinya, bagaimana pun Papanya lah yang sudah memutuskan untuk menikahi mamanya, walaupun harus berakhir memilukan, di mana sang Mama pergi meninggalkan dunia di saat usianya masih sangat kecil.


Sofia duduk perlahan di sebuah batu besar di taman, menyingsingkan bajunya dan melihat semua luka memar di tubuhnya satu persatu.


"Aku akan melindungi diriku sendiri" ucapnya lirih dengan tekad yang ada dalam hati.


Ethan masih ke dalam kelas, menatap Sofia dengan rasa kasihan dalam hatinya, namun dirinya tidak ingin menunjukkannya hal itu karena itu malah bisa membuatnya lemah.


"Apa seorang Ethan akhirnya jatuh hati dengan wanita Se-ksi?" Ucap salah satu temannya.


"Ck, aku hanya melihatnya saja" sahut Ethan.


"Oh ya, aku Kira kamu mulai berpikir untuk berpacaran dengannya, dia sangat cantik Eth" sahut teman Ethan.


"Tidak ada dalam kamusku untuk berpacaran saat ini, terlalu membuang waktu" sahut Ethan lalu duduk dengan benar saat terlihat guru yang akan memberikan materi telah datang.

__ADS_1


Hari itu berjalan seperti biasanya, baik Ethan dan kedua saudara kembarnya datang tepat waktu di Mansion.


Seperti biasanya, ketiganya kini sudah berkumpul di balkon yang berhubungan dengan ruang tengah di lantai atas.


"Bagaimana dengan teman kakak?" Tanya Evan.


"Maksudmu Sofia?" Tanya Ethan.


Evan mengangguk, dan Ailina yang mendengarkan perbincangan itu segera bergeser lebih dekat.


"Aku melihat tubuhnya banyak sekali luka memar" sahut Ailina.


"What?, Bagaikan kamu bisa tau Ai?" Tanya Evan.


"Aku tadi satu Taksi dengannya kak" sahut Ailina.


"lalu?" Tanya Evan.


"Kakaknya yang berbuat hal itu" sahut Ethan membuat Evan dan Ailina terkejut.


"Jadi_?" Ucap Evan.


"Kak Ethan menggunakan kekuatan pikiran lagi untuk mengetahui hal itu?" Tanya Ailina.


"Hem, aku penasaran dengan apa yang terjadi dengannya, dan aku yakin dia tidak akan mungkin mau bercerita yang sesungguhnya, jadi terpaksa aku mencari jalan untuk mengetahuinya sendiri" sahut Ethan.


"Tentu saja itu mudah bagi kak Ethan " sahut Evan.


"What!!" Sahut Evan dan Ailina hampir bersamaan.


Ethan lalu memberitahu semua yang dia lihat saat menatap mata Sofia sejenak dan membuka kekuatannya.


"Seperti yang aku duga, dan aku punya sesuatu untuknya" ucap Ailina membuat kedua kakaknya saling menatap untuk mencoba mengerti perkataannya.


"Sudahlah, kalian tidak akan mengerti maksudku, nanti kalau sudah berhasil akan aku beritahu" sahut Ailina yang kini beranjak menuju kamarnya.


"Ini hampir sore, jangan tiduran!" Ucap Ethan sebelum Ailina masuk kedalam kamarnya.


"Oke kak" jawab Ailina, namun kemudian terdengar lagi teriakannya.


"Kak Evan!" Seru Ailina murka, karena Evan sudah menggunakan teleportasi untuk berada dalam kamarnya


"Hentikan ulahmu Ev!" Teriak Ethan.


"Aku hanya sebentar kak, ada perlu dengan Ailina, hahaha" terdengar suara tawa Evan dan juga peringatan Ailina yang berusaha membuat Evan keluar dari kamarnya karena sengaja menghabiskan cemilan milik Adiknya.


Ethan hanya tersenyum, melangkah pergi setelah keadaan sedikit tenang, setidaknya Ailina berakhir pasrah dengan tingkah kakaknya.


*

__ADS_1


*


Hari ke tiga dimana ketiga saudara kembar itu berada di Mansion tanpa kedua orang tuanya.


"Sudah bersiap Ai, mau kemana?" Tanya Evan.


"Mau jalan kak, mumpung hari libur, cari udara segar" sahut Ailina.


"Boleh ikut nih?" Sahut Evan berharap.


"Jangan ganggu Ailina Ev" sahut Ethan.


"Iya tu, dengar kata kak Ethan" ucap Ailina merd memang ada yang membela.


"AKu kan hanya bercanda Kak, lagian hari ini aku juga ada acara dengan kelompok band, membicarakan masalah tour yang akan kita kerjakan di akhir tahun ini" sahut Evan.


"Baguslah, dan ingat, jangan sampai acara artis mu itu mengalahkan hal penting seperti pendidikan mu, Mommy bisa menghajar mu kalau sampai hal itu terjadi" Ethan mengingatkan.


"Siap kak, jangan khawatir, aku tidak akan mungkin mengecewakan Mommy" jawab Evan.


Sementara Ailina sudah mengucap salam dan pamit pergi, segera menaiki Taksi menuju ke Cafe yang menjadi favoritnya, dimana lagi kalau bukan Cafe milik mama Ratu tercinta.


Hari libur keadaan Cafe Cukup ramai, dan Ailina tersenyum disaat matanya menangkap sosok yang rupanya sudah menunggunya di sana.


"Sudah dari tadi?" Tanya Ailina.


"Baru saja, duduklah Ai, beruntung kita masih kebagian tempat" sahut Sofia yang rupanya sudah berada disana terlebih dahulu.


"Hem, terimakasih, sudah pesan minuman?" Tanya Ailina yang kemudian melambaikan tangan dan mendapat sambutan dari pegawai di Resto itu.


"Seperti biasanya ya, kali ini jangan terlalu banyak, aku mau keluar dari cafe ini sesaat nanti" Ucap Ailina membuat Sofa terkejut.


"Kita mu jalan lagi?" Tanya Sofia.


"Tentu saja, weekend jangan di sia-siakan, aku akan mengajakmu ke tempat yang menyenangkan" jawab Ailina sambil tersenyum penuh maksud.


"Siap, mari kita nikmati weekend ini" ucap Sofia lalu memakan es cream nya kembali disusul dengan Ailina setelah pesanan datang.


Tak lama setelah itu Ailina sudah berjalan di pinggiran jalan, tentunya bersama dengan Sofa yang masih penasaran akan di bawa kemana olehnya.


Hingga kemudian Ailina tersenyum di depan sebuah bangunan di mana banyak orang keluar masuk dengan menggunakan baju aneh menurut Sofia.


"Tunggu, kita kesini?" Tanya Sofia merasa ngeri.


"Iya, ayo masuk, tunggu apa lagi" ucap Ailina.


"Tapi Ai, ini tempat _"


"Ck, jangan khawatir, disini justru lebih aman, gak akan ada yang berani macam-macam" ucap Ailina meyakinkan langkah Sofia yang terpaksa juga ikut masuk kesana.

__ADS_1


Jangan lupa HADIAH VOTE LIKE KOMEN dan Tonton IKLANnya.


Bersambung.


__ADS_2