
Evan yang sudah begitu emosi, memaksa Ethan untuk mengejar mobil yang hampir saja membuat celaka, hingga tak lama kemudian berhasil menghentikan mobil itu dengan paksa.
"Keluar!" Seru Evan dengan mengetok jendela pintu mobil.
Tak ada jendela yang terbuka, Evan terpancing emosi dan mengetuk kaca jendela mobil semakin keras, hingga akhirnya terbuka sebagian saja.
"Ada urusan apa?" Tanya seseorang itu, dan membuat Evan semakin ingin meninjunya.
"Kau masih bertanya, lihat jidatku, merah terpentok gara-gara mobil sialan ini yang nyelonong begitu saja" ucap Evan makin kesal.
"Minggir, hanya begitu saja di permasalahkan, kami ada urusan penting!" Bentak sopir mobil itu dengan sinis dan tatapan tajam.
"Kau ini kurang ajar sekali, setidaknya tunjukkan rasa bersalah mu dengan meminta maaf, bukan malah membentak!" Ucap Evan sedikit teriak.
Ethan masih mengawasi dari dalam mobil, merasa apa yang di lakukan Evan terlalu lama, dirinya berniat untuk turun, hingga kemudian di kejutkan dengan pergerakan aneh dari mobil itu yang nampak bergoyang, seolah ada sesuatu terjadi di dalam sana.
"Ada apa di dalam mobil itu, dan kenapa Evan lama sekali?" Ucap lirih Ethan sambil terus melangkah dan mengamati
Tiba-tiba saja, nampak sebuah keributan antara Evan dan orang-orang di dalam mobil itu, hingga dua orang kini sudah keluar dari mobil dan bersiap melawan Evan.
"Tunggu, kalian ini kenapa?" Tanya Ethan yang awalnya ingin menengahi.
"Jangan ikut campur bre-ng-sek!" Ucap salah satu dari orang-orang bayaran itu.
"Kau_, benar-benar minta di hajar, aku serahkan padamu Ev, terserah mau kau apakan" sahut Ethan yang kini melangkah pergi dan ingin menyaksikan olah raga malam yang akan di lakukan oleh Evan.
Sebuah perintah yang menyenangkan bagi Evan yang sedari tadi tangannya sudah gatal ingin memberikan pelajaran, hingga menit berikutnya terjadi baku han-tam. Bukan hal sulit kalau hanya melawan dua orang, Evan ingin bersenang-senang sebelum semuanya di selesaikan.
Sementara Ethan terkejut saat terlihat bayangan orang meronta dan melakukan gerakan berulang kali di jok belakang mobil yang ada di belakangnya.
Ethan menghentikan langkah, lalu kembali mendekati mobil itu kembali, hingga kemudian di kejutkan dengan dua orang laki-laki yang tengah membekap dan memaksa seorang wanita yang tengah meronta-ronta.
Evan sudah bisa memenangkan keadaan, dua orang itu di buat tidak berkutik, dan Ethan segera membuka pintu samping, lalu menyeret satu orang hingga terlempar keluar.
"Ada apa kak?" Tanya Evan terkejut, melihat apa yang di lakukan Ethan.
"Ada wanita yang sedang mereka sekap" jawab Ethan, dan dengan cepat Evan membuka pintu sampingnya lagi, lalu memaksa seseorang keluar dari sana.
Namun beberapa detik kemudian seorang wanita melesat keluar, memegangi kepalanya dan berusaha berjalan menjauh tanpa menolehkan wajahnya.
Ethan terkejut, melihat sosok yang ternyata di kenalnya, hingga kemudian segera menyusul langkah sang wanita yang terlihat sempoyongan menahan berat kepalanya.
__ADS_1
"Sofia, tunggu!" Teriak Ethan.
Sementara Evan masih melongo di tempatnya, tak menyangka kalau sang kakak mengenal wanita yang baru saja di selamatkan.
Wanita itu akhirnya berhenti, memfokuskan pandangan dan sangat terkejut melihat wajah Ethan sudah ada di depannya.
"Ethan?" Tanya Sofia lirih, seolah merasa lepas dari kekhawatiran.
"Apa yang terjadi?" Tanya Ethan lagi.
"Tolong aku Eth, aku_"
BRUG.
Sofia terjatuh, beruntung Ethan melesat cepat menahan tubuh Sofia lalu menggendong dan membawanya ke dalam mobil.
"Ada apa ini kak?" Tanya Evan bingung sendiri sambil mengikuti langkah Ethan.
Kita bawa ke Rumah Sakit, sepertinya ada yang tidak beres dengan Sofia " ucap Ethan sambil perlahan meletakkan tubuh Sofia.
Evan tak bertanya-tanya lagi, tau kalau situasi saat ini tidak mendukung sama sekali, yang jelas, kakaknya sangat mengenal Wanita yang tengah di tolongnya.
"Rumah Sakit"
"Tidak, bawa aku ke hotel terdekat, aku hanya butuh mengguyur tubuh ku, mereka memasukan obat pera-ng--sang ke dalam tubuhku lewat minuman, jangan bawa aku pulang" ucap Naura membuat Ethan dan Evan saling pandang.
Tak lama kemudian Evan segera melajukan mobilnya, memasuki hotel besar dan nyaman sambil membawa kakaknya, lalu mengantarkan kunci kamar dan segera membawa Sofia untuk masuk kedalam kamar yang sudah di pesan.
"Jadi kakak mengenalnya" Evan mulai bertanya.
"Dia Sofia, wanita yang dulu selalu menggangguku" jawab Ethan sambil memapah Sofia ,dan tak lama pintu kamar hotel terbuka, mereka pun segera masuk.
"Sorry kalau aku dulu begitu merepotkan mu Eth" ucap Sofia lalu segera masuk perlahan ke dalam kamar mandi.
Ethan mulai cemas, mendapati Sofia masih belum keluar setelah satu jam lebih, hingga memberanikan diri untuk mengetuk, tak ada satu suara pun terdengar dari dalam sana.
"Aku akan masuk ke dalam, takut terjadi sesuatu dengannya" ucap Ethan beroamit pada Evan.
Pintu kamar mandi akhirnya terbuka, Ethan terkejut mendapati Sofia yang terus mengguyur tubuhnya dengan air dingin di bawah Shower yang masih lengkap menggunakan bajunya.
"Apa yang kamu lakukan Sofia, kau bisa pingsan kedinginan kalau seperti itu" seru Ethan.
__ADS_1
"Keluar Eth, aku masih belum bisa mengontrol has-rat ku!" Teriak Sofia.
Ethan tak menjawab, semakin berjalan maju dan dengan gerakan cepat, menotok titik syaraf hingga Sofia tak sadarkan diri.
"Evan bantu aku!" Teriak Ethan yang berjaga di depan pintu kamar mandi.
Evan segera masuk, "ada apa kak?"
"Bantu aku, Sofia menyakiti dirinya sendiri, dia bisa mati kedinginan kalau seperti ini terus"
"Tapi kak, jangan bilang kakak melimpahkan pekerjaan mengganti bajunya padaku" ucap Evan dengan kerlingan matanya.
"Ck, bukan itu maksudku, panggil petugas hotel yang perempuan dan minta tolong padanya" perintah Ethan, dan Evan segera melesat untuk mencari seseorang yang diinginkan.
Tak lama kemudian, seorang perempuan yang di cari sudah dipersilahkan masuk ke dalam kamar, lalu Evan dan Ethan keluar, tidak mau sampai matanya melihat tubuh polos Sofia.
Beberapa menit pegawai hotel yang menolong tadi sudah keluar karena sudah menyelesaikan pekerjaannya, lalu kemudian Ethan memberikan tips, dan kembali bersama Evan masuk kedalam kamar di mana ada seorang Sofia yang masih terpejam dalam tidur nyenyak nya.
"Apa dia baik-baik saja kak?" Tanya Evan nampak sedikit cemas.
"Hem, sebentar lagi dia akan siuman" Ucap Ethan yang kini tengah memeriksa keadaan Sofia.
*
*
Sementara itu, di tempat yang lain, rupanya ada yang merasa kecewa karena laporan anak buahnya telah mengalami kegagalan dalam menjalankan tugasnya.
"Bre-ng-sek!, Bagaimana mungkin kalian tidak becus sama sekali" ucap Boy yang kini sedang menangani amarah dalam dirinya.
"Maaf Pak, mereka bukan orang sembarangan, dan kami kewalahan melawan mereka, kekuatannya lebih dari yang aku bayangkan" Salah satu anak buah Boy memberikan pernyataan.
"Pergi sekarang juga, kalian membuatku tambah pusing!" teriak Boy yang kini sudah duduk kembali sambil menahan emosi.
Sementara Sarah telah pergi begitu saja, ikut merasakan kesal karena rencananya kali ini gagal total dan tentu saja uang yang di bayangkan tidak di dapatkan.
Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.
Bersambung.
.
__ADS_1