THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 44


__ADS_3

Hampir satu bulan telah berlalu, dan akhirnya Kania dinyatakan telah sembuh, hanya beberapa kali kontrol yang sudah dijadwalkan oleh dokter demi pemulihan sepenuhnya.


Sementara itu, Marisa juga semakin bersemangat bekerja di Resto milik Ratu, rasanya semua beban sudah terangkat, dengan mendengar keadilan untuk dirinya sudah ditegakkan.


"Kini kita harus membuka lembaran baru, Semoga apa yang terjadi dengan Papamu bisa menjadikan semua itu pelajaran yang berharga bagi hidupnya" ucap Marisa sebelum pagi itu berangkat ke tempat kerja bersama Kania naik Taksi.


"Iya Ma, Papa sudah sangat keterlaluan, dan semoga semua ini membawa hikmah kebaikan buat Papa" sahut Kania.


"Amin" jawab Marisa.


*


*


Pagi hari yang begitu padat seperti biasanya, Sofia sedang menaiki sebuah Taksi menuju ke sekolahnya.


"My God, selalu saja macet di mana-mana, semoga aku tidak telat hari ini" ucap lirih Sofia di mana pagi ini sedikit terlambat karena harus berurusan dengan Sarah.


Rupanya Sarah tidak bisa hidup tenang jika melihat Sofia mengalami kemajuan baik karir dan juga kehidupannya, sehingga tadi pagi membuat masalah dengan mengatakan kepada Papanya bahwa Sofia beberapa hari pulang larut malam.


Tak tinggal diam, kali ini Sofia berusaha untuk membela dirinya, beberapa pekerjaan model yang sudah ditawarkan padanya memang sudah sangat menyita waktunya, dan hal itu yang diungkapkan oleh Sofia kepada papanya.


Beberapa bukti foto dan juga kegiatan yang dilakukan oleh Sofia membuat Sarah seketika bungkam, dan tentu saja dalam hati Papanya merasa senang karena Sofia sudah bisa menjaga dirinya.


"Ailina!" Teriak Sofia ketika tak sengaja melihat sahabatnya sedang berada di atas motor sport bersama dengan Evan, ketika berhenti di lampu merah.


"Hai!" Teriak Ailina sambil melambaikan tangan.


Tanpa di sadari, disana juga ada seseorang yang kini tengah memperhatikan.


"Rupanya Sofia sudah menemukan Dunianya, aku tidak suka dengan teman-teman anehnya itu" ucap seorang wanita yang tak lain adalah Sarah sedang berada dalam mobil bersama dengan Boy.


"Tenang saja baby, aku sudah menyiapkan rencana yang cukup menyenangkan, aku rasa itu juga akan menguntungkanmu karena sebentar lagi uang yang dimiliki oleh Sofia akan berpindah ke rekeningmu"


"Apa?!" Sarah terkejut.


"Aku sudah menyiapkan rencana untuk menjebak adikmu itu" ucap Boy dengan santai.


"Maksud mu?" Tanya Sarah masih tidak mengerti.


"Bukankah sekarang Sofia adalah model yang tidak bisa kita remehkan?" Ucap Boy.

__ADS_1


"Ck, aku tahu hal itu, lalu apa maksudmu?" Tanya Sarah kembali.


"Tentunya Sofia saat ini sedang di atas angin bukan, dan itu artinya pundi-pundi uang yang dia kumpulkan juga sangat lumayan"


"Aku tahu, dia bahkan sekarang sudah tidak pernah lagi meminta uang dari papa karena merasa bisa menghidupi dirinya sendiri, lalu Apa hubungan dengan semua itu?" Tanya Sarah.


"Tentu saja aku akan menjebaknya dan membuat uang Sofia akan terkuras dengan cepat" ucap Boy.


"Caranya?"


"Aku sudah menyiapkan semuanya baby, tentu saja dengan bantuanmu semua akan sangat mudah" ucap boy dengan senyum liciknya.


Perbincangan itu akhirnya terhenti karena lampu sudah hijau kembali, bou melajukan mobilnya dengan senyuman misteri yang saat ini masih belum dimengerti oleh Sarah kekasihnya.


Begitu juga dengan Sofia yang kini terlihat lega saat sampai di sekolah dan tidak harus telat.


"My God, Syukurlah" ucap Sophia lirih kemudian segera berlari masuk ke dalam kelasnya.


Sekilas Ethan melihat Apa yang dilakukan Sofia, dirinya hanya tersenyum melihat wanita model itu berlarian hingga berkeringat dan ngos-ngosan.


Pelajaran pagi itu diawali dengan begitu bersemangat, Sofia bisa mengikuti sampai menit terakhir pelajaran sebelum akhirnya bel pulang berbunyi.


"Ada apa?" Ethan segera menghentikan langkahnya.


"Apa kalian akan berkumpul di Resto?" Tanya Sofia.


"Tidak, aku akan segera pulang, memangnya kenapa?" Tanya Ethan.


"Tidak ada, aku sudah beberapa hari tidak bisa berkumpul dengan Ailina dan juga Kania, acara Fashion show ku sangat padat akhir-akhir ini, kalau kalian berkumpul disana aku pengen ikut juga, begitu maksudku" Sofia menjelaskan.


"Oh, coba kamu hubungi Ailina, mungkin punya acara yang lain" ucap Ethan.


Baru saja Sofia mengangguk dan ingin membuka handphonenya, tiba-tiba saja ada seseorang yang mendekat dan memanggil Sofia.


"Oh iya kak, ada apa sampai kakak kemari?" Tanya Sofia yang sepertinya sudah sangat mengenal wanita dengan pakaian sangat se-ksi.


"Aku memberikan tawaran yang bagus sayang, pekerjaan ini tidak butuh waktu panjang, hanya satu malam saja, tapi nilai bayarannya cukup tinggi" ucapnya.


"Benarkah kak?, Fashion show dimana?, Luar kota?" Tanya Sofia.


"Tidak, di sekitaran ibu kota saja, dan hanya satu malam sayang, bagaimana?"

__ADS_1


"Okey, atur saja kak, aku ikut, asal tidak terlalu memakan waktuku" jawab Sofia.


"Oh Sweety, kau memang yang terbaik, tanda tangani kontaknya dulu ya?" ucap wanita itu yang nampak tak biasa di mata Ethan yang kebetulan masih ada di dekat Sofia.


"Sebaiknya kamu baca dulu isi kontraknya Sofia, tidak baik terlalu terburu-buru" ucap Ethan memperingatkan.


"Tidak perlu Eth, ini hanya kontrak Fashion show saja, seperti biasanya, lagi pula Aku sudah di tunggu Ailina dan Kania, lihatlah!" Kania menyodorkan Handphone dan menunda tanda tangannya.


"Ayolah baby, tanda tangani dulu, lalu kamu boleh berbincang okey, aku masih banyak urusan" ucap wanita itu merayu.


"Oh iya kak, maaf" jawab Kania lalu segera bertanda tangan.


"Okey Baby, aku pergi dulu dan jaga dirimu, ingat, dua hari lagi acara ini akan dimulai, jangan sampai telat dan terlambat, aku akan mengirimkan alamat dan jadwalnya, bye!" Teriak wanita se-ksi itu sambil berlalu pergi.


"Mereka sudah mengirimi ku pesan, kamu mau ikut?" Sofia begitu senang karena hari ini bisa berkumpul lagi dengan kedua sahabatnya.


"Heh, kamu pergi saja sendiri" ucap Ethan melihat tidak suka ke Sofia yang begitu sembrono.


"Kamu kenapa?" Tanya Sofia merasa aneh dengan perubahan wajah Ethan.


"Aku sudah memperingatkan mu, hati-hati berada di lingkungan dunia model seperti mu!" Teriak Ethan kini berlalu begitu saja.


"Apa maksud Ethan, aku tidak mengerti" gumam Sofia yang kini sudah mencari taksi di pinggir jalan.


Sementara, seseorang sudah tersenyum senang karena langkah awal rencananya telah berhasil dengan sempurna.


"Terimakasih kamu sudah membantuku" ucap seorang laki-laki.


"Aku bukan membantumu, tapi mencarikan pekerjaan dan membuat anak buahku seperti Sofia itu akan semakin melesat menjadi model yang terkenal, aku sangat menyukainya dan dia wanita yang langka, aku sangat suka" ucap wanita se-ksi yang tak lain adalah BIANCA, Manajer dari Sofia dan beberapa model yang lain.


"Terserah, tapi aku senang model mu itu sudah setuju dan bertanda tangan, itu artinya dia harus melakukan tugasnya sesuai kontak kerja"


"Tentu saja, Sofia sangat profesional, dia tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya begitu saja, itu belum pernah terjadi dalam kamusnya, dan hal itu yang membuatku akan membelanya jika ada yang macam-macam padanya" ucap Bianca.


"Oh ya, kamu Manajer yang lumayan juga, sayang, kadang bodoh"


"Hei!, Jaga ucapanmu, kata itu pantas untukmu yang mau saja menjadi kekasih wanita bekas" teriak Bianca tak terima.


"Aku tidak sebodoh itu, hanya kenikmatan tubuhnya dan uang saja yang aku butuhkan dari nya"


"Dasar kau, masih saja bre-ng-sek!" Ucap Bianca yang kini sudah pergi meninggalkan laki-laki yang ingin bekerja sama dalam bisnis modelnya.

__ADS_1


__ADS_2