THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 32


__ADS_3

Mama Kania menatap Ailina tak percaya, dirinya tidak mungkin lupa akan mata biru itu dimana pernah membantunya.


"Sebaiknya kita pergi dari sini dulu, ibu dan Kania butuh istirahat dan berpikir dengan tenang" ucap Ailina.


Kania mengangguk dan kemudian memeluk mamanya, lalu pergi dari tempat itu, melihat sejenak ke arah Papanya yang masih berusaha untuk berdiri dengan baik.


"Bagus, akhirnya kalian pergi juga, dasar istri dan anak Sia-lan!" Teriak Dika masih berani bersuara lantang.


"Jangan pedulikan Ma, kita pergi" Ucap Kania menggandeng mamanya dan membawa masuk ke Taksi yang tadinya masih menunggu Ailina dan Sofia.


"Mari Bu" ucap Sofia yang masih shock dengan apa yang telah dilihatnya.


Semuanya sudah berada dalam Taksi, Ailina menyebutkan salah satu tempat dimana harus dituju saat ini, sejenak suasana sepi seolah semua sedang bicara dengan dirinya masing-masing, lalu kemudian Mama Kania yang biasa di panggil Marisa mulai membuka percakapan.


"Kita kan kemana?" Tanya Marisa.


"Ke Apartemen kosong milik salah satu saudara saya dulu Bu, saya rasa itu tempat yang paling baik untuk saat ini, apa ibu tidak keberatan?" Tanya Ailina.


"Tapi Ai, kita malah merepotkan mu, sebaiknya kita ke hotel saja" sahut Kania.


"Mama tidak punya uang Kania" ucap lirih Marisa.


"Tenang lah Ma, aku bisa menjual kalung ini" ucap Kania.


"Jangan, itu satu-satunya peninggalan almarhum nenekmu" sahut Marisa tak setuju.


"Tapi Ma, kita _"


"Tidak ada yang akan menjual apapun, dan kamu bisa tinggal sementara di Apartemen kosong milik saudara ku Kania, lagi pula Apartemen itu lama tidak di tempati, saudara jauhku pasti akan sangat berterimakasih" sahut Ailina.


"Benarkah, kami tidak merepotkan mu Nak?" Tanya Marisa memastikan lagi.


"Sungguh Bu, tidak ada yang Ibu repot kan, saudara saya justru sangat senang mendengarnya" jawab Ailina.


Kania dan Mamanya saling pandang, lalu mengangguk bersama, tanda setuju dengan apa yang di bicarakan oleh Ailina, dan tak lama setelah itu tiba ditempat yang dituju.


Baik Maria, Kania dan juga Sofia di buat terkejut dengan Apartemen yang dimaksud oleh Ailina, rupanya bukan Apartemen biasa seperti yang mereka bayangkan, tapi sebuah unit Apartemen mewah dan cukup terkenal.


"Maaf Ai, ini tidak salah kan?" Tanya Sofia masih tak percaya.


"Iya Ai, mungkin kita salah masuk area Apartemen" sahut Kania merasa tak enak.


"Ck, kalian diamlah, aku masih sehat dan tidak pernah mengalami trauma yang bisa mengakibatkan Amnesia" jawab Ailina masih terus melangkah menuju lif.


Marisa juga di buat terkejut, bahkan beberapa kali mengerutkan kening disaat Ailina mendapatkan salam hormat dari beberapa petugas keamanan yang ada disana dan kebetulan berpapasan.

__ADS_1


"Ya Tuhan, siapa gadis ini?" Batin Marisa masih berjalan di belakang dan mengamati keadaan sekitar.


Masuk ke dalam lif dan mereka akhirnya menuju ke lantai 5.


TING..


Lif terbuka dan Ailina melanjutkan langkahnya diikuti oleh yang lain.


Tiba di sebuah pintu salah satu kamar Apartemen, Ailina segera membuka dengan akses Kornea matanya.


Maria, Kania dan Sofia saling pandang, terkejut betapa canggihnya pintu utama dari Apartemen yang akan di masuki.


Pintu terbuka, dan semuanya segera masuk, entah untuk yang keberapa, mereka semua terkejut melihat mewahnya isi Apartemen itu, kecuali Ailina yang nampak biasa saja.


"Kita ganti kode masuk Apartemen ini dulu, Ibu dan Kania bisa menggunakannya bersamaan" ucap Ailina.


"Tunggu-tunggu Ai, ini terlalu canggih, dan kami tidak biasa menggunakannya, Fix aku menolak semuanya Ai, kita cari tempat lain saja, please?!" Ucap Kania sedikit memaksa.


"Oh my_, ini hanya sementara saja Kania, nanti terserah kalian, bagaimana?" Paksa Ailina yang merasa sudah cukup lelah.


Marisa tidak enak hati, akhirnya tersenyum dan menyetujui.


"Baiklah, maafkan kami kalau merepotkan mu Nak" ucap Marisa.


"Ini lebih dari cukup nak, dan bahkan sangat berlebihan bagi ibu" ucap Marisa merasa sangat berterima kasih.


Ailina hanya tersenyum, lalu segera mengenalkan semua ruangan yang ada disana, bahkan beberapa cara mengunakan alat-alat canggih yang ada, setelah itu berpamitan pergi bersama dengan Sofia.


"My God, aku tidak pernah membayangkan kalau kamu mempunyai saudara sekaya ini Ai, pasti seorang milyarder kan?" Tanya Sofia saat berada di dalam lif.


"Begitulah, hehe" jawab Ailina.


"Siapa saudaramu itu?, Pasti sangat terkenal bukan?" Ucap Sofia membuat Ailina seketika gugup.


"Oh itu, dia, apa ya, maaf Sofia, aku sudah berjanji untuk merahasiakannya, tau kan masalahnya?"


"Oh, iya-iya, maaf, itu privasi bukan?"


"Hem, yes" sahut Ailina merasa lega, karena tidak mungkin mengatakan dengan terus terang kalau sebenarnya keluarga besarnya pemilik gedung Apartemen mewah yang saat ini sedang di bicarakan.


Ailina tidak langsung pergi, berjalan menyusuri jalanan di sekitar Apartemen dan menemukan sebuah restoran kecil untuk mengisi perutnya bersama dengan Sofia.


"Kapan aku bisa belajar bela diri?" Tanya Sofia di saat menunggu pesanan datang.


Ailina terdiam, terkejut melihat sorot mata Sofia yang penuh dengan semangat dan harapan.

__ADS_1


"Kenapa kamu memutuskan ingin belajar hal itu secepat ini?" Tanya Ailina.


"Aku ingin membalaskan sakit hatiku" jawab Sofia.


"Kalau itu tujuanmu, lebih baik tidak perlu"


"Apa maksudmu, bukankah kamu sendiri yang menyarankan hal itu Ai?"


Ailina terdiam, menghela nafas lalu menatap mata Sofia.


"Aku menginginkan mu menjadi wanita yang kuat, bukan wanita pendendam, itu akan merusak pikiran dan jiwamu" ucap Ailina.


"Maksud mu?" Tanya Sofia.


"Bela diri hanya untuk membela dirimu saja disaat yang di butuhkan, melindungi orang-orang di sekitarmu yang membutuhkan pertolongan, tanggung jawab di sana cukup besar, bukan seenaknya kau jadikan alat untuk membalaskan sakit hatimu, dari sini apa kamu mengerti?" Tanya Ailina.


Sofia terdiam, kemudian menunduk merasa bersalah dengan niat dan tujuannya, ada rasa malu di hatinya, ternyata pikirannya terlalu egois.


"Kania akan mengajarimu, aku sudah berkirim pesan padanya dan dia setuju, kalian bisa berlatih di Apartemen itu, ada Rungan yang cukup besar, bisa kalian gunakan disana" ucap Ailina kemudian.


"Apa?, Kamu tidak keberatan?" Tanya Sofia terkejut.


"Tentu saja tidak, setelah perbincangan ini, aku tau kau pasti mengerti, belajarlah bersikap dewasa dan berhati-hati, kita hampir saja Kuliah beberapa bulan lagi setelah kelulusan bukan?"


"Hem, itu benar sekali"


"Dan itu tandanya kita sudah bukan anak remaja lagi nantinya" ucap Ailina.


Sofia tersenyum, menatap Ailina lekat.


"Kanapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Ailina merasa aneh.


"Kau sangat cantik, bukan hanya parasmu tapi juga hatimu, seandainya aku punya kakak laki-laki, aku akan memohon padanya untuk mengambil mu sebagai istrinya nanti" ucap Sofia konyol.


"Dan aku pastikan aku akan menghajar kakakmu sebelum melakukan itu, Karena sikapnya seperti kakakmu Sarah itu bukan?"


Hahaha


Keduanya langsung tertawa, entah kenapa saat bersama teman bermata birunya ini Sofia selalu merasa nyaman dan aman, bahkan saat terucap nama sang kakak yang biasanya membuat batinnya tertekan, justru sekarang tak merasakan apapun juga.


Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.


Untuk Novel ACCIDENT IN LOVE, Masih bersambung Bonus Episode kisah Firman dan Naura yang pasti tak kalah seru.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2