THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 33


__ADS_3

Sementara itu, hari yang sudah beranjak malam terasa begitu riuh disaat seorang wanita yang baru saja dibicarakan oleh Ailina dan Sofia berada di sebuah tempat hiburan malam.


"Bre-ng-sek, kenapa rencana kita sampai gagal!" Teriak Sarah dengan amarah.


"Hei, Ayolah Beby, kita bersenang-senang dulu saja, tenanglah, aku sudah ada rencana baru, kali ini kita lakukan dengan sangat hati-hati okey?" Sahut laki-laki yang menjadi kekasihnya saat ini.


"Serius lah kali ini Beb, aku mengandalkan mu, ingatlah uang yang sudah kau habiskan, kita akan kekurangan uang kalau kau gagal lagi nanti!" Teriak Sarah dengan kesal.


"Okey, aku siap, dan kali ini tidak akan gagal lagi, sekarang kita nikmati saja dulu malam ini, dan nanti aku sangat ingin kehangatan, sudah lama kita tidak melakukannya bukan?" Ucap Boy dengan tatapan nakalnya.


"Itu bukan masalah, aku akan membuatmu terbakar" sahut Sarah yang kini sudah turun dengan menarik kekasihnya untuk menari dengan pakaian yang sangat se-ksi.


*


*


Berada di sudut dunia yang lain, nampak Ailina melihat dengan serius sebuah rekaman yang ada di handphonenya, lalu tersenyum seolah mendapatkan sebuah ide.


"Ada apa?" Tanya Evan yang melihat aneh tingkah adik nya.


"Ish, kenapa kakak selalu menggangguku?" Protes Ailina saat Evan dengan sengaja duduk sambil memeluk Ailina dan tentu saja membuat Handphone yang dilihatnya menjadi bergoyang tak fokus.


"Karena aku menyayangimu, kamu sedang melihat Video Dewasa Ai?!" Teriak Evan dengan sengaja.


"Kak Evan!!" Teriak Ailina melampiaskan kekesalannya.


Sementara Ethan segera menggerakkan tangan dan membuat Handphone Ailina seketika terbang tertangkap tangannya.


"Kamu merekam apa ini Ai?" Tanya Ethan setelah melihat video yang masih berjalan.


"Bukan video Film dewasa kak?" Tanya Evan mendekati.


"Kau ini Ev, hentikan tingkah jahil mu, sebelum Ailina akan benar-benar menghajar mu dengan kekuatannya" jawab Ethan masih memperhatikan layar handphone.


"Ck, aku kan memang suka bercanda kak" sahut Evan dan kini sudah melihat apa yang juga Ethan lihat.


"What!, Bukannya ini Kania?" Ucap Evan terkejut.


"Siapa Kania?" Tanya Ethan tak mengerti.


"Iya dia Kania dan kedua orang tuanya, kakak bisa lihat kelakuan papanya, sangat keterlaluan" sahut Ailina yang kini ikut mendekat dan menerobos posisi ditengah-tengah.

__ADS_1


"Dia wanita yang selalu menggangguku di sekolah, apa kak Ethan sudah lupa?, dulu pernah aku ceritakan" sahut Ethan.


"Lalu, apa hubungannya dengan mu Ai, jangan ikut campur urusan orang lain" ucap Ethan memperingatkan.


Ethan segera memberikan handphonenya, lalu kemudian duduk di sofa terdekat, diikuti oleh Ailina dan juga Evan.


"Entah ini memang takdir atau bagaimana kak, kedua wanita yang sering menganggu kalian sekarang menjadi temanku dan mereka sangat kasian, punya masalah yang cukup pelik dan semua berhubungan dengan kekerasan dalam kelurga" ucap Ailina yang kini sudah menaruh handphonenya diatas meja yang tak jauh dari sana.


"Maksudnya?" Tanya Evan masih belum mengerti keadaan yang sebenarnya.


Ailina kemudian menceritakan kejadian satu persatu, dari masalah Sofia dan juga Kania, ada rasa terkejut dari kedua kakak kembarnya setelah Ailina menceritakan dengan detail apa yang dilihatnya.


"Jadi sekarang Kania ada di salah satu Apartemen milik kak Aftan?" Tanya Evan.


"Hem, aku sudah meminta ijin, dan kak Aftan tak keberatan, justru senang karena ada yang menempati dan membersihkan" jawab Ailina.


"Aku rasa itu juga tidak masalah, lalu untuk apa rekaman videomu itu Ai?" Tanya Ethan.


"Untuk senjata, kalau sewaktu-waktu di butuhkan Kak" jawab Ailina.


"Jangan lewati batasanmu Ai, berhati-hati lah dengan urusan orang lain, apa kamu mengerti?" Ucap Ethan.


"Tidak apa-apa cantik, jangan khawatir, tapi ingat, ada apapun ceritakan pada kami, biarkan kami juga ikut mengawasi, bukan begitu kak Ethan?" Tanya Evan.


"Hem, itu maksudku, karena keselamatanmu adalah tugas kami sebagai kakakmu, aku harap kamu menyadari hal itu" Ucap Ethan mengingatkan.


"Siap kak, jangan khawatir, tidak ada yang aku tutupi dari kalian, sungguh" jawab Ailina.


"Aku rasa cukup membawa dampak positif apa yang Ailina lakukan saat ini kak, dan aku berharap masalah mereka semua akan segera terselesaikan dengan baik" ucap Evan.


"Dan aku merasa sepertinya akan ada campur tangan dari kita, masalah mereka sepertinya sangat serius, tapi kita usahakan berada di belakang layar saja, jangan sampai terlihat begitu nyata, apapun bantuan yang kita berikan" sahut Ethan.


"Iya Kak, aku mengerti" sahut Ailina.


"Aku juga siap membantu" ucap Evan.


"Demi Kania?" Goda Ailina.


"Kalau begitu kak Ethan akan memberikan support demi Sofia juga?" Sahut Evan.


"Ck, kalian ini bicara apa, cepatlah pergi ke kamar dan beristirahat, ini sudah malam" perintah Ethan, dan segera berjalan paling depan menuju kamar masing-masing.

__ADS_1


Selanjutnya apa yang terjadi dengan Ethan yang kini merasa penasaran?, Dirinya menjelajahi dunia digital mencari informasi tentang keluarga Kania dan juga Sofia.


"Bisa membantuku Papa Raka?" Ucap Ethan dalam panggilan handphonenya.


"Hem, tentu saja, jangan khawatir, apa yang kamu kirimkan lewat pesan akan segera terjawab setengah jam lagi, sekarang istirahatlah!" Ucapan Raka terdengar di dalam handphone Ethan.


Setelah mengucapkan terimakasih, Ethan pun segera bersiap untuk tidur, karena hari hampir berada di pertengahan malam.


*


*


Terjadi hal yang sama di pertengahan malam di sebuah Apartemen mewah di kota itu, rupanya Maria begitu resah dan tidak bisa tidur, hingga Kania terbangun dan duduk di atas tempat tidur.


"Ada apa Ma?" Tanya Kania.


"Aku khawatir dengan keadaan kita selanjutnya, Mama tidak punya pekerjaan, dan untuk hidup kita sehari-hari kita butuh uang sayang" ucap Marisa.


Kania terdiam, terasa sangat berat saat masalah yang di hadapi kini semakin bertambah rumit.


"Aku akan mencari pekerjaan Ma, bagaimana menurut mama?" Tanya Kania membuat Marisa sangat terkejut.


"Tidak-tidak, mama tidak setuju Kania, kamu tidak pernah bekerja sebelumnya, itu tugas mama mencari nafkah untuk kita mulai sekarang"


"Tapi Ma, bagaimana bisa mama melakukan itu semua, Kania tau mama tidak pernah bekerja, dan_"


"Mama sangat suka memasak, dan mungkin itu bisa mama gunakan untuk mencari uang, bagaimana menurutmu sayang?" Tanya Marisa.


"Ma, maafkan Kania, tidak bisa membantu banyak, Kania bingung ma, selama ini kita terlalu tergantung dengan uang dari Papa, Kania tidak memikirkan hal ini sebelum pergi" ucap Kania lirih, seolah menyesali apa yang sudah terjadi.


"Tidak, kamu sudah benar sayang, mama bangga padamu, sekarang ini yang terpenting kita harus saling support, Mama bisa melakukan apapun demi kamu sayang"


"Ma_, terimakasih " ucap lirih Kania yang kini sudah memeluk mamanya dengan deraian air mata, lalu keduanya tertidur dalam satu tempat tidur yang sama, membawa semua harapan yang baru dan berharap akan tercapai.


Telah Hadir Cerita Seru Keluarga Nugraha di Channel YouTube: ketik Sinho Channel/Sinho Novel untuk segera mampir dan menikmati kisahnya.


Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.


Untuk Novel ACCIDENT IN LOVE, Masih bersambung Bonus Episode kisah Firman dan Naura yang pasti tak kalah seru.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2