
Pintu kamar pun terbuka, dan terlihat Pria Kaya yang menjadi incaran Sarah, perbincangan terjadi dan laki-laki itupun bagai binatang buas sudah tidak sabar lagi untuk memakan Sarah malam ini.
"Aku menginginkan pelayanan lebih darimu" ucap laki-laki itu.
"Tentu saja Tuan, apapun akan saya lakukan" jawab Sarah dengan suara dan gestur tubuh yang di buat begitu manja menggoda.
"Sepertinya kau sangat berpengalaman memanjakan has-rat laki-laki?"
"Kita lihat saja nanti Tuan, seberapa hebat saya melayani anda" ucap Sarah yang kini perlahan membuka bajunya satu persatu di hadapan laki-laki yang akan di pu-as kan.
"Tentu saja, separuh uang sudah aku transfer, sekarang lakukan tugasmu, aku tau kalau kau bisa memenuhi keinginanku, dan akan menghubungimu lagi"
Sarah pun tersenyum, malam ini dia akan bekerja keras untuk sejumlah uang yang akan mengalir di rekeningnya, tidak peduli lagi apa yang di lakukan, Dosa atau tidak baginya tak masalah, bahkan resiko terkena penyakit berbahaya pun tidak terlintas di pikirannya, karena Pria Kaya yang menjadi sasarannya dianggap bukan orang sembarangan.
Pria itu benar-benar menikmati tubuh Sarah tanpa ampun, bahkan untuk mencapai Fantasi kepua-sannya, Sarah hampir saja kehilangan nafas karena tercekik dengan kuat saat laki-laki itu melakukan pele-pasannya.
"Sh-it!, Lepaskan Tuan!" Teriak Sofia.
"Sedikit lagi!"
"Akh!" Tangan laki-laki itu terlepas setelah menyemburkan lahar ke dalam milik Sarah.
Sarah segera menarik nafas sedalam-dalamnya, ada rasa nyeri di lehernya yang nampak jejak kemerahan karena sebuah cengkeraman.
"Lakukan tugasmu lagi, aku masih belum puas!" Ucap laki-laki itu tanpa peduli keadaan Sarah yang masih terengah-engah.
Sarah terpaksa mengikuti apa yang diinginkan, membalikkan badan dan menerima penyatuan yang begitu kasar, hingga waktu menunjukkan jam 3 pagi, Sarah benar-benar tidak di beri kesempatan untuk beristirahat.
Kulit mu-lusnya pun tampak penuh bercak bekas gigitan, bahkan cengkraman tangan, jeritan Sarah juga tak di pedulikan, justru laki-laki itu malah semakin menikmati.
Hingga pagi menjelang, Sarah berada di kamar mandi, berjalan tertatih karena hajaran terakhir di lakukan di sana, setelah itu Sarah di tinggalkan begitu saja.
*
*
Sofia Sarapan pagi bersama dengan Papa dan Mama tirinya, sedikit merasa lega karena tidak nampak seseorang yang selalu saja membikin masalah buat dirinya.
"Dimana Sarah, aku tak melihatnya" ucap sang Papa.
"Sarah ada acara penting Pa, biasa dia sangat sibuk akhir-akhir ini, banyak even penting yang menginginkan dirinya hadir" sahut sang Mama.
Sofia hanya terdiam, tidak mau tau dan lebih tepatnya tidak peduli lagi apa yang di lakukan kakaknya di luaran sana, walaupun sebenarnya sering mendengar bagaimana sepak terjangnya.
Selesai melakukan semua aktivitas pagi dirumahnya, Sofia segera pamit untuk berangkat ke Sekolah.
__ADS_1
Seperti biasa, Taksi online yang dipesan sudah datang, perlahan menyusuri jalanan yang tampak mulai padat merayap, dan tak lama Sofia dikejutkan dengan pemandangan Sarah yang keluar dari sebuah hotel bintang lima.
"Kak Sarah?" Ucap Sofia lirih dan masih terus mengamati, namun akhirnya pandangan terhalang karena arus jalan yang semakin ramai.
Kini Sofia terdiam di lampu merah, memikirkan apa yang sudah terjadi dengan Sarah sampai berada di hotel itu sepagi ini, hingga dia di kejutkan dengan suara sang sopir Taksi.
"Maaf Non, di depan ada insiden kecelakaan, sepertinya jalanan macet agak lama, bagaimana?" Tanya sang sopir.
"Apa?, Waduh pak, saya bisa terlambat ke sekolah" jawab Sofia mulai panik.
"Kalau Nona ganti naik ojek saja bagaimana, sepertinya kalau sepeda motor masih bisa masuk dan terus berjalan"
"Oh, okey pak"
"Itu ada teman saya Non, duduk disini saja, biar saya yang memanggilkan" sahut pak sopir yang kemudian turun dan berbicara dengan temannya yang berprofesi sebagai supir ojek.
Beruntung sekali Sofia segera mendapat Solusi, dirinya segera keluar dan saat kakinya hampir menempatkan diri di kendaraan bermotor, tiba-tiba saja sebuah suara menyapa.
"Sofia?" Suara seseorang membuat Sofia segera berbalik.
"Kak Boy" jawab Sofia terkejut melihat sosok yang lama tak di temuinya, dan kini sedang membawa sepeda sport berada tepat di belakangnya.
"Kamu mau berangkat Sekolah?" Tanya Boy.
"Iya kak, aku duluan" segera Sofia naik ke atas motor dan memberikan perintah untuk segera melaju agar tidak terlambat.
Sebagai seorang agen yang bisa mencari calon-calon model berbakat dengan tubuh yang se-ksi dan menarik, Boy sebenarnya bis melihat kelebihan yang sempurna pada Sofia, namun sayang, begitu sulit membujuk Sofia untuk bergabung dengan Agensinya dengan iming-iming apapun.
Berbeda dengan Sarah, yang langsung menerima semua Job asalkan berbuntut masalah uang dan kekuasaan.
*
Sofia tiba di Sekolah dengan berlarian, beruntung bel berbunyi masih memberikan kesempatan dirinya sudah berada di dalam pagar sekolah.
"Untung saja" ucap Sofia menarik nafas panjangnya.
Belum genap nyawanya terkumpul kembali setelah berlarian penuh keringat, tiba-tiba saya Sofia di kejutkan dengan sosok wanita yang melambai dan tersenyum, saat jendela taksi yang di tumpangi sengaja di buka.
"Ailina, Ai!" Teriak Sofia begitu terkejut, melihat si mata biru dengan tiba-tiba.
"Kau kenapa?, Bel baru saja berbunyi, mau bolos lagi?" Tanya seseorang yang sudah melewati dirinya.
"Ethan?" Ucap Sofia semakin terkejut, Ethan baru saja turun dari Taksi yang sama dinaiki Ailina, dan Sofia yakin akan hal itu.
"Tunggu Eth!" Seru Sofia lagi, dan kini mengejar langkah Ethan.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Itu, kamu turun dari taksi tadi?"
"Memangnya kenapa?, Aneh" sahut Ethan terus berjalan cepat dan diikuti oleh Sofia.
"Berarti kamu satu mobil dengan Ailina?" Ucap Sofia dengan keras dan membuat Ethan segera menghentikan langkahnya.
Namun lagi-lagi sebuah suara membuyarkan komunikasi keduanya.
"Sudah waktunya jam pertama, cepat kalian masuk kelas!" Seru salah satu gurunya dari belakang.
"Iya pak" jawab Ethan dan Sofia hampir bersamaan, seketika keduanya segera berpisah menuju ke kelas masing-masing.
*
*
Berbeda dengan Boy yang kini tengah menunggu sang kekasih di tempat parkir hotel mewah milik kekasihnya.
"Kenapa membawa motor?" Tanya Wanita yang di nantinya.
"Kondisi sangat ramai dan Macet, aku tidak ingin telat menjemputmu" sahut Boy.
"Tapi, kulitku kepanasan kalau harus menaiki sepeda motor ini"
"Tenang saja Beby" ucap Boy yang kini sudah mengeluarkan jaket hitam.
"Kamu memang selalu bisa aku andalkan Beb" sahut Sarah yang kini sudah tersenyum senang.
Keduanya segera melaju di jalanan, seperti yang dikatakan kendaraan begitu padat, hingga semua berjalan cukup pelan.
Lalu Boy mengajak Sofia untuk mencari sarapan, karena masih belum terisi oleh apapun, dan kini mereka sudah duduk di sebuah Restoran menunggu pesanan datang.
"Bagaimana, apa bos itu sudah membayar sisanya?" Tanya Boy sambil menikmati makanan yang baru saja datang.
"Sudah, hanya 300 juta, ini masih terlalu sedikit Beb" jawab Sarah.
"Kalau pengen cepat, aku tu caranya" sahut Boy dengan penuh semangat.
"Maksud mu?" Tanya Sarah.
"SOFIA" Ucap Boy di akhir kata.
Jangan lupa HADIAH VOTE LIKE KOMEN dan Tonton IKLANnya.
__ADS_1
Bersambung.