
"Bagaimana mungkin panitia acara ini mengganti tema model baju yang akan dikenakan modelnya begitu saja" protes Bianca.
"Aku tidak mengerti apa maksudnya Kak?" Tanya Sofia lagi.
"Penampilan kedua adalah dengan menggunakan pakaian seperti ini!" Bianca melempar baju tidur yang sangat se-ksi dan sangat minim di atas sebuah kursi.
"Apa?!" Sontak Sofia terkejut dan membelalakkan mata.
"Siapapun yang melakukan hal ini, mereka benar-benar Ba-ji-ngan!" Teriak Bianca lagi.
"Aku tidak mungkin memakainya Kak, bukankah sudah sangat jelas aku tegaskan, Aku tidak akan lagi mau menerima job menampilkan pakaian malam seperti ini" ucap Sofia.
"Aku tahu, untuk itu aku sudah bertengkar hebat dengan mereka tadi, hanya saja aku saat ini bingung Sofia" ucap Bianca.
"Apa yang membuat Kak Bianca bingung, bukankah kita hanya tinggal pergi saja dari tempat ini?" Tanya Sofia.
"Tidak semudah itu sayang, ingat selembar kontrak yang sudah kamu tanda tangani ini?" Bianca menunjukkan selembar kertas.
"Maaf Aku kurang teliti membacanya, dan aku kira seperti biasanya bunyi kontrak itu hanya sebatas kontrak kerja biasa, rupanya di akhir tulisan tertera bahwa saat kamu menolak kerjasama di tengah pekerjaan masih berlangsung, kita akan dikenakan biaya ganti rugi yang cukup besar" Bianca memberikan penjelasan.
"Apa?!"
Sofia terkejut, lalu kemudian segera menyambar surat kontrak kerja yang sudah berada di tangan Bianca sejak tadi untuk dibaca kembali.
"My God, 400 juta bukan nilai yang sedikit Kak, semua tabunganku bisa terkuras karena hal ini, Bagaimana Kak?" Silvia sangat terkejut dan merasa tubuhnya lemas tiba-tiba.
"Aku juga bingung Sofia, kalau kamu tidak menerima job ini, tentunya harus persiapkan uang dengan total nilai yang tidak sedikit, Maafkan Aku, baru kali ini aku benar-benar teledor"
Sofia terdiam, saling menyalahkan dalam situasi saat ini tidak ada gunanya sama sekali, mengingat pesan dan pembicaraan yang sebelumnya pernah dilakukan dengan kedua sahabatnya, Sofia percaya bahwa tetap berada di jalan Sang Maha Pencipta tidak akan pernah membuatnya menyesal.
"Aku yakin akan pertolongan-Nya, maaf Kak, Aku akan pergi dari sini, soal kontrak itu Aku tidak akan lari dari tanggung jawab, besok akan aku urus semuanya" ucap Sofia dengan keputusan yang mantap.
"Apa kau yakin?, Jumlah itu cukup besar Sofia, dan pasti menguras hampir semua tabunganmu" jawab Bianca.
Sofia hanya tersenyum, dia lebih percaya dengan ketetapan hatinya, bahwa akan ada kebahagiaan saat berjuang di jalan-Nya.
Ketakutan tentu pasti ada di hati Sofia, susah payah dia mengumpulkan uang agar terbebas dari ketergantungannya akan harta keluarga kini akhirnya harus terjadi.
__ADS_1
*
*
Tawa dari kedua orang yang merasa rencananya telah berhasil terdengar begitu keras dalam tempat hiburan malam.
"Jangan terlalu banyak minum hari ini Baby, jaga kondisi mu, walaupun sebentar lagi kita akan mendapatkan uang dari Sofia, bagiku itu hanya nilai yang kurang menjanjikan" ucap Boy.
"Tentu saja aku tahu akan hal itu, hanya aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Sofia, dia terlalu naif" jawab Sarah.
Boy hanya tersenyum, diam-diam dalam hatinya mengagumi Sofia karena harga dirinya tidak ada yang menandingi saat ini, bahkan banyak model yang sudah dikenalnya, tidak akan berpikir panjang dan memilih jalan yang ditempuh oleh Sofia.
"Wanita yang sangat istimewa" batin Boy sambil menikmati minuman yang ada di tangannya.
Sarah kini telah berjalan ke arena di mana hampir semua model yang akhirnya mampir ke tempat hiburan untuk beristirahat setelah melakukan pekerjaannya.
Namun tidak bagi Sofia, dirinya gini duduk termenung di sebuah taman yang tak jauh dari rumahnya, seolah sedang berbicara dengan malam yang begitu gelap, dirinya berusaha untuk ikhlas dan menerima. semuanya.
"Aku yakin di balik ini semua ada hikmah yang besar dan sudah Tuhan siapkan untukku" ucap lirik Sofia sambil terus menatap langit dan bintang yang bertebaran di atas sana.
"Aku akan lebih hemat lagi, dan mudah-mudahan untuk biaya kuliah, aku masih bisa mencari dan mempersiapkannya lagi" batin Sofia berdoa di dalam hatinya.
*
*
"Aku benar-benar ingin membu-nuh laki-laki itu" ucap Bianca lirih.
"Tenanglah Kak, kita akan mengatasinya bersama" jawab Sofia.
Tak berapa lama akhirnya seseorang yang telah ditunggu pun datang, nampak Sarah berjalan sambil dirangkul oleh Boy menuju ke tempat Sofia.
Senyuman keduanya melebar tatkala Sofia dan Bianca kini sudah berada dekat di depannya.
"Bagaimana kabarmu Sofia?" Siapa Sarah begitu saja seolah sedang mengejek Sofia.
"Tentu saja aku baik, dan kuharap setelah apa yang kakak lakukan padaku tidak ada karma yang akan menghampirimu" jawab Sofia dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Oh Ayolah, seolah-olah semuanya adalah salahku, bukankah aku yang terjadi karena keteledoranmu?, Dan aku adalah orang yang kebetulan menikmati hasil jerih payahmu" ucap Sarah tidak tahu malu.
"Seebaiknya kalian lanjutkan nanti, dan aku ke sini hanya untuk memastikan apakah kamu sudah memenuhi kewajibanmu sesuai dengan kesepakatan kontrak itu Sofia"
Sofia tersenyum miring, melemparkan sebuah catatan kecil tepat di depan Boy, lalu kemudian seringai Boy segera mengembang saat melihat nilai uang 400 juta telah dikirim ke rekeningnya.
"Bagus, aku ucapkan terima kasih sofia, hanya saja aku beri saran untukmu, baju itu sangat cocok di tubuhmu, sayang sekali kau tidak ingin memakainya malam tadi" sahur sambil tertawa lirih.
"Kau benar-benar Ba-ji-ngan Boy, aku tidak menyangka kamu akan setega itu padaku dan menjebak Sofia menggunakan diriku, mulai sekarang dan detik ini juga aku tidak akan pernah mau lagi bekerja sama dengan mu" sahut Bianca yang sudah merasa cukup untuk menahan emosinya.
"Kau adalah manajer yang sangat bodoh Bianca, seharusnya kau bisa meyakinkan Sofia untuk memakai bikini itu, dan Aku pastikan nama Sofia akan semakin melambung tinggi" jawab Boy.
"Melambung tinggi menjadi model yang bisa kau lecehkan, itukah maksudmu?" sahut Bianca
"Hahaha, setidaknya harga tubuh Sofia lebih dari 2 M, jika aku yang menawarkannya, dan kamu bisa menikmati uang itu juga bukan?, Bagian mana yang aku lecehkan, justru aku sangat menguntungkan bagi kalian" jawab Boy dan membuat Bianca langsung maju untuk menghajarnya.
"Hentikan Kak, percuma kita membuang tenaga untuk manusia seperti dia, sebaiknya kita pergi dan jangan pernah berurusan lagi dengan mereka" Sofia sengaja menahan tangan Bianca untuk mundur.
"Kau berani merendahkan ku Sofia?" Sahut Sarah dengan mata yang tak ramah.
"Tidak usah aku merendahkan mu, perbuatan kalian sudah memperlihatkan bahwa kalian tidak lebih baik dari seorang pencuri"
"Kurang ajar, kau berani menghina aku ha!" Kali ini tersulut oleh emosi.
Begitu juga dengan Sarah, dengan cepat kedua tangan Sarah berniat untuk menyambar dan menampar Sofia, namun hal itu tentu saja sudah tidak bisa dilakukan karena Sofia dengan cepat menangkap tangan Sarah, memelintir dan mendorong dengan kuat hingga terjatuh.
"Kau keterlaluan Sofia, aku melihatmu semakin sombong!" Teriak Boy yang tidak terima dengan apa yang terjadi kepada Sarah.
Gue berusaha menyerang Sofia, namun dengan gerakan yang cukup cepat Sofia menangis lalu kemudian menyerang dengan cepat hingga membuat Boy tercengkang ke belakang.
"Sh-itt!, Kau sengaja mempermalukanku ha!" Teriak boleh tidak terima.
"Aku bahkan tidak pernah menyangka kau masih punya malu!" Jawab Sofia yang kini sudah berdiri dan segera menggandeng Bianca.
lalu kemudian keduanya segera pergi dari hadapan Sarah dan juga Boy.
"Kenapa kau tidak mengizinkanku untuk menghajar Ba-ji-ngan itu Sofia?" Ucapkan yang kini berjalan dengan keadaan sangat kesal.
__ADS_1
"Karena mereka bisa menggunakan hari itu untuk menyerang kita lagi Kak, cukup satu kali kita telah ditipu dan dirugikan oleh mereka" jawab Sofia.