THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 47


__ADS_3

Kabar tentang Sofia yang menggagalkan pertunjukannya di malam itu beredar marak di media, namun sebagian besar Fansnya membenarkan dan mendukung apa yang menjadi keputusan Sofia.


Justru hal yang tak terduga terjadi, di mana banyak pembisnis di dunia model mulai melirik Sofia, mereka semua tertarik dengan kepribadiannya yang kuat dan berbeda dengan model yang lain.


"Wow, lihatlah ini, tawaran pekerjaan banjiri handphone-ku" ucap Bianca.


Sofia yang saat itu bersama dengan Bianca merasa sangat bersyukur.


"Alhamdulillah, dan aku harap Kak Bianca lebih berhati-hati memilih pekerjaan untukku" ucap Sofia.


"Aku tahu sayang, tentu saja mulai sekarang akan aku seleksi dengan teliti, peraturanmu tidak berubah bukan?" Tanya Bianca.


"Tentu saja tidak Kak, jadikan aku model dengan kualitas yang baik tanpa harus mengumbar tubuhku diatas catwalk" jawab Sofia.


"Aku tahu, dan itulah daya tarik mu sayang, kamu mempunyai pribadi yang kuat dan hal itu yang membuat banyak kalangan bisnis dunia modal mulai melirikmu" ucap Bianca.


Sofia tersenyum, lalu kemudian keduanya membahas masalah pekerjaan, memilih dan memilah mana yang akan diambil dengan risiko yang tidak terlalu berat.


Sofia sengaja mengurangi jadwal untuk menjaga kondisi tubuhnya sesuai dengan apa yang pernah disarankan oleh Ailina.


Sementara Kania masih tetap rutin melakukan olahraga beladirinya bersama dengan Sofia paling tidak satu minggu sekali, begitulah ketiganya saling berhubungan.


Ailina juga selalu menyempatkan waktu untuk ikut berlatih bersama, terkadang ke tiga sahabat itu berkumpul di Resto bersama dengan Ethan dan juga Evan.


*


*


Waktu terus berlalu, kini satu bulan sudah semenjak Sarah berhasil merampas uang Sofia dengan cara yang licik bersama dengan Boy kekasihnya.


Berada di klub malam seperti biasanya, Sarah nampak begitu galau, hingga kemudian Boy mendekati dan menci-um bibirnya begitu saja.


"Ada apa, Hem?" Tanya Boy.


"Keuanganku semakin menipis Boy" jawab Sarah.


"Lalu apa rencanamu?" Tanya Boy mulai memutar otak untuk memanfaatkan Sarah.


"Aku tidak tahu, job kerja ku juga semakin jarang, Aku tidak mengerti kenapa justru Sofia yang banyak dilirik oleh bisnis model saat ini, padahal jelas sekali dia begitu naif dan membatasi jenis gaun yang akan dipakainya saat di atas catwalk" jawab Sarah.


"Aku juga tidak tahu, mungkin dunia fashion sedikit bergeser saat ini" ucap Boy.


"Ck, aku tidak peduli, hanya saja aku tidak bisa hidup tanpa uang dan juga kemewahan, itu terlalu menyiksaku Boy" ucap Sarah.


Boy tersenyum miring, merasa inilah saatnya mengajak Sarah untuk masuk ke dalam dunia yang belum pernah dikenalkannya.


"Jadi tujuan utamamu adalah uang bukan?"ucap Boy.

__ADS_1


"Tentu saja, hanya itu yang aku pikirkan saat ini, Apa kau punya solusinya?" tanya Sarah.


"Tentu saja ada baby, tapi semua terserah padamu, karena resiko ini juga sangat besar dengan hasil yang juga besar" jawab Boy.


"Apa maksudmu, jangan bilang kalau kau terlibat dengan jual beli barang-barang terlarang" jawab Sarah.


Boy tertawa, lalu kemudian menarik tubuh Sarah dan melu-mat bibirnya dengan rakus, bahkan tangan boy dengan cepat mere-mas kedua bukit kembar Sarah di tempat umum tanpa canggung.


"Bisnis ini sangat nikmat Sayang, tapi kau harus menyiapkan tubuhmu, dan aku yang akan mencarikan orang-orang kaya yang menginginkan kehangatan yang tidak biasa" ucap Boy yang tentu saja membuat Sarah terkejut dan membelalakkan mata.


"Apa sebenarnya maksudmu, kau ingin menjualku?, dengan kata lain menjadikanku wanita pemuas nafsu semua pria?" tanya Sarah menduga.


"Bukankah uang saat ini yang kamu pikirkan?" kembali Boy menginginkan.


"Tapi tawaranmu itu sangat menji-jikkan, oke aku pernah melakukannya, tapi tidak menjajakan diriku begitu saja dan aku sangat membatasi dengan orang-orang tertentu" sahut Sarah.


"Itu sama saja, hanya saat kau menginginkan pekerjaan yang aku tawarkan tubuhmu akan bekerja lebih keras dari biasanya, Tapi tentu saja uang yang kamu dapat juga akan memuaskan, kau tidak akan kekurangan apapun lagi Sarah" jawab Boy.


"Tapi Boy, kamu benar-benar tega melakukan hal itu padaku?, Aku masih kekasihmu bukan?" Ucap Sarah menatap mata Boy yang ada di depannya.


"Kau selalu menjadi kekasihku baby" ucanya langsung menyeret Sarah ke sebuah tempat yang lebih privat.


Mendorong Sarah dengan cepat menghadap ke dinding yang ada di dekatnya, tangan boy segera bergerak membebaskan aset Sarah dari kain yang menempel.


Dengan posisi membelakangi, Boy tersenyum dan memberikan ra-ngsa-ngan gigitan di telinga dan leher Sarah hingga terdengar suara de-sa-han.


Detik berikutnya boy berhasil menyatukan miliknya dari belakang, dengan posisi yang masih sama-sama berdiri, Sarah di buat berteriak nikmat dengan gerakan Boy yang semakin cepat.


"Apa kau ingin aku kenalkan dengan sesuatu yang lebih Nik-mat lagi?" Tanya Boy yang masih membuat senjatanya terus keluar masuk ke dalam milik Sarah.


"Oh ya, apa itu?" Tanya Sarah masih begitu menikmati.


Boy melepas sesuatu untuk menutup mata Sarah, lalu berbisik di telinga Sarah.


"Kau mau uang saat menikmati kenik-matan seperti ini?" tanya Boy.


"Yes Baby, tentu saja" jawab Sarah.


"Aku akan mengabulkan permintaanmu malam ini" ucap Boy yang masih belum di mengerti oleh Sarah.


Kemudian terdengar pintu ruang privat itu terbuka, Sarah nampak terkejut, namun tak bisa melihat apapun lagi saat matanya sudah di tutup dengan sempurna oleh kekasihnya.


Detik berikutnya.


"Akh!, Boy, apa ini?!" Teriak Sarah yang merasa kan tangannya di ikat oleh sebuah tali.


Tak hanya itu, Sarah semakin panik saat merasakan bukan hanya dua tangan yang mulai menja-mah tubuhnya.

__ADS_1


"Boy!, Akh!, Emh.." teriakan Sarah kini bercampur len-guhan begitu keras saat kedua bukit kembar dan area bawahnya digigit dan di sentuh dengan mulut seseorang secara bersamaan.


Sarah berusaha meronta, namun percuma, bahkan berikutnya merasa ada seseorang lagi yang menyen-tuhi tubuhnya dengan kasar.


"Puaskan kami Ja-la-ng!" Teriak suara seseorang yang tidak di kenal Sarah sama sekali.


Sarah menjerit, namun semua itu justru membuat orang-orang yang menik-matinya semakin suka dan menghajar tubuhnya tanpa ampun.


"Boy, tolong, hentikan, sakit!" Teriak Sarah yang tidak berarti apapun lagi.


Hampir dua jam Sarah melayani, tubuhnya terasa sakit dan begitu nyeri, matanya masih tertutup rapat dan tangannya juga terikat saat beberapa orang itu akhirnya pergi setelah terpu-askan.


Sarah meringkuk diatas sofa dan menangis, lalu sentuhan tangan mulai di rasakan kembali.


"Jangan sentuh aku!" Teriak Sarah histeris.


"Ini aku" suara yang tak asing terdengar.


"Boy?" Ucap Sarah.


Perlahan penutup mata di buka, berikutnya tali di tangan Sarah juga terlepas.


PLAK


Sarah langsung menampar Boy cukup keras.


"Apa yang sudah kau lakukan padaku bre-ng-sek!!" Teriak Sarah dalam kondisi polos tanpa busana sama sekali.


"Aku hanya membantumu, tenanglah!" Ucap Boy sengaja menghindari pukulan Sarah yang bertubi-tubi.


"Kau menjualku dan menyuruhku melayani banyak laki-laki Ba-ji-ngan!!, Aku akan membu-nuhmu Boy!!" Teriak Sarah terus meronta dan menyerang Boy.


"Diam dan lihat ini!" Teriak Boy dan menunjukkan saldo rekening di handphonenya.


Nilai 1,5 Milyar nampak di sana, dan tentu saja Sarah sangat terkejut melihatnya.


"Apa ini?" Tanya Sarah masih sangat bingung.


"Mereka bertiga yang sudah menik-mati mu tadi mengirim masing-masing 500 juta, karena merasa puas dengan tubuhmu"


"Apa?, Siapa mereka?" Tanya Sarah terkejut.


"Tidak perlu kau tau, kamu harus memulihkan tubuhmu dan merawat nya dengan baik, mereka lumayan melukai tubuhmu tadi, tapi tidak masalah" ucap Boy yang kini sudah membantu mengenakan baju Sarah.


"Kau gila!" Ucap Sarah yang masih merasakan perih dan bahkan terasa tidak mampu untuk berdiri dengan benar.


"Aku hanya ingin kau kaya raya, bukankah itu yang kamu mau, cara ini akan membuat keinginanmu itu terkabul dengan cepat" ucap Boy yang kini sudah menggendong Sarah menuju mobilnya.

__ADS_1


"Bagaimana, kau mau menerima pekerjaan ini?, Mereka sangat ekstrim saat ber cinta, tapi di balik itu ada yang yang mengalir cukup besar juga" ucap Boy sebelum melajukan mobilnya menuju ke Apartemen mewah miliknya.


"Aku lelah, akan aku pikirkan lagi" ucap Sarah tidak punya tenaga lagi merasakan tubuhnya terasa hancur.


__ADS_2