
Tiba ditempat yang dituju, Ethan kembali menopang tubuh laki-laki itu untuk segera masuk ke dalam gudang kosong yang terletak dipinggiran kota, Sementara Evan masuk lebih dulu untuk memastikan tempat itu masih layak.
"Ada tempat untukmu istirahat didalam, aku sudah membersihkannya" ucap Evan lalu segera membantu Ethan.
Laki-laki itu dimasukkan ke dalam gudang kosong dan di rebahkan diatas tempat tidur kecil yang kebetulan ada di dalam salah satu ruangan.
"Tenanglah, aku akan membantumu" ucap Ethan yang entah mengapa merasa tak tega melihat penderitaan laki-laki itu.
Dengan menggunakan sedikit kekuatannya, Ethan dan Evan memberikan kekuatan penyembuhnya, darah yang merembes keluar perlahan sudah tertahan, laki-laki itu hanya memejamkan matanya.
Namun yang terjadi berikutnya diluar dugaan, Ethan merasakan kekuatannya tersedot dengan cepat, begitu juga Evan.
"Kak?" Evan berusaha melepaskan kekuatannya namun tidak bisa.
"****!, Apa yang terjadi?" Gumam Ethan berusaha tenang dan sekuat tenaga berusaha melepaskan kekuatannya.
Laki-laki itu tiba-tiba membuka matanya, lalu sedikit mendorong tubuh Ethan dan Evan hingga terlepas dari tubuhnya.
"Maaf, dan terimakasih untuk semuanya" ucap laki-laki itu yang kini perlahan duduk dan tersenyum.
Nampak masih begitu pucat, namun seolah tenaganya sudah kembali, walaupun luka di dadanya terlihat masih menganga.
"Apa yang terjadi?" Ucap Ethan seolah ingin meminta penjelasan.
"Kalau yang kau tanyakan tentang lukaku?, Aku hanya bisa menjelaskan kalau ada orang yang memburuku dan tentu saja ingin menghabisi ku, tapi kalau yang kau ingin tau tentang kekuatan supranatural mu yang tersedot olehku, aku minta maaf, kita sama-sama mempunyai kekuatan seperti itu dan tubuhku membutuhkan tenaga dalam kalian untuk memperbaiki keadaanku"
"Apa?!, Jadi kau juga mempunyai kekuatan Supranatural?" Tanya Evan terkejut.
"Tentu saja, kalau dia orang biasa, pasti sudah tak bernyawa sejak tadi dengan luka seperti itu" sahut Ethan dengan tatapan tajamnya.
"Jangan menatapku untuk membaca pikiranku, hal itu tidak akan mempan padaku" ucap Laki-laki itu sambil tersenyum dan membenahi posisinya untuk duduk bersila.
"Kau tau hal itu?" Tanya Ethan kaget.
"Hem, kekuatan kalian luar biasa, tapi sayang_"
"Maksud mu?" Sahut Evan.
"Kekuatan kalian terkunci dengan rapat, sepertinya ada yang mengkhawatirkan kedahsyatan kekuatan kalian, dia pasti orang hebat, bahkan aku tak bisa menyentuh segel kekuatan dalam tubuh kalian"
"Siapa namamu?" Ucap Ethan yang masih berdiri dan menatap laki-laki itu.
"Perlukah kita berkenalan?" Tanya laki-laki itu.
"Setidaknya tunjukkan rasa terimakasih mu dengan hal itu" sahut Ethan.
"Oh, sorry, aku bukan_"
__ADS_1
"Aku tau, dari wajah dan perawakan mu, kau bukan orang asli pribumi" sahut Evan.
"Kau cukup jeli, saudara kembar memang sangat langka, wajah kalian juga hampir sama, kekuatan kalian unik, dan aku bisa kalian panggil Sky"
"Sky?" Ucap Ethan dan Evan hampir bersamaan.
Sejenak ketiganya saling melempar pandang satu sama lain, Ethan merasa nama itu tidak asing begitu juga dengan Evan, dan Sky merasa wajah kedua saudara kembar itu juga tak jauh beda dengan seorang gadis yang selalu ada dalam pikirannya.
Namun tiba-tiba saja, Sky memejamkan matanya, nampak sekali kecemasan disana, membuat Ethan dan Evan terkejut melihat perubahan wajah menegangkan dari Sky.
"Kalian cepat pergi dari sini!" Ucap Sky membuat Ethan dan Evan terkejut.
"Ada apa?" Tanya Ethan.
Sky tak mengatakan apapun lagi, segera berdiri dengan sedikit susah dan mendorong keduanya untuk segera keluar dari gudang itu.
"Hei, tunggu, ada apa?, Kenapa kau mengusir kami?" Ucap Evan tak terima.
"Tidak ada waktu lagi, cepatlah kalian pergi!" Ucap Sky makin keras dan kini kembali ke atas tempat tidur, duduk bersila memejamkan mata dan berkonsentrasi.
Ethan dan Evan masih enggan beranjak, keduanya hanya memperhatikan apa yang tengah dilakukan oleh Sky.
Dan sesuatu telah terjadi, membuat Ethan dan Evan membelalakkan mata tak percaya, dimana luka di tubuh Sky berangsur membaik dan hilang tanpa bekas sedikitpun.
"Kak, apa yang terjadi?" Tanya Evan terheran.
Sementara Sky semakin banyak mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya untuk menyembuhkan luka di tubuhnya, hingga dia terpaksa mengakhiri karena tubuhnya tak kuat lagi.
BRUG
"Hei, kau baik-baik saja?" Evan bergerak cepat membantu Sky sebelum benar-benar roboh.
"Sorry, kekuatan tenaga dalam ku benar-benar terforsir habis" ucap lirih Sky.
Kembali tanpa di minta Ethan memberikan bantuan tenaga dalam, namun ditengah perjalanan, Sky segera menyudahi.
"Kekuatan kalian akan habis terserap tubuhku, ini sudah cukup, terimakasih, dan kalian cepat lah pergi dari sini" ucap Sky.
"Kenapa kau senang sekali mengusir kami?" ucap Evan.
"Orang-orang yang memburuku semakin dekat, mereka berbahaya, jadi tolong, segera pergi dari sini" ucap Sky.
"Lalu, bagaimana dengan mu?" Tanya Ethan.
"Aku bisa mengatasinya, mereka hanya menginginkan ku, jangan sampai kalian terlibat, pergilah!" Jawab Sky.
"Tapi keadaan mu masih lemah, kami bisa membantumu, bagaimana?"
__ADS_1
"Kekuatan kalian tidak sebanding dengan mereka, jangan melibatkan diri, ini bukan main-main, mereka tidak akan segan menghabisi kalian, jadi pergilah" jawab Sky kini berdiri dan membawa Ethan dan Evan untuk melewati pintu keluar.
"Tapi_"
"Pergilah, jangan membantah, aku tidak ingin membahayakan nyawa kalian!" Ucap Sky.
Ethan dan Evan tidak bisa berbuat apapun, dengan semua penjelasan dari Sky, mereka berdua berharap kalau Sky bisa mengukur kemampuannya sendiri walaupun dalam hati tidak yakin.
Keduanya menuruti apa yang diinginkan Sky, berjalan cepat dan menghampiri motornya, lalu segera pergi menjauh dari sana.
Saat Ethan dan Evan berada sudah sangat jauh dari tempat itu, tiba-tiba saja Ethan merasakan sesuatu, yaitu hawa yang sangat dingin dan mencekam begitu juga malam yang kelihatan berbeda.
"Apa kamu merasakannya Ev?" Ucap Ethan.
"Hem, suasana ini sangat mengerikan" jawab Evan terus melajukan motornya.
Dan Ethan kemudian terdiam, merasakan ada bahaya besar yang mendekat dan tak jauh dari sana, mungkin apa yang dikatakan Sky telah terjadi saat ini.
Entah kenapa Evan merasa tidak enak dan segera menghentikan motornya.
"Ada Apa?" Tanya Ethan.
"Kak, aku_"
"Oh my_, kita kembali!" Sahut Ethan yang juga merasakan khawatir akan Sky.
Evan segera memutar motornya, melaju kencang membelah malam yang terasa begitu dingin dan berbeda, sementara Ethan berharap disana Sky dalam keadaan baik-baik saja.
Saat tempat yang dituju semakin dekat, terlihat gumpalan awan hitam menyelimuti malam dan menganggu pandangan.
"Apa ini?" Gumam Evan.
"Hati-hatilah Ev, jarak pandang hampir tak terlihat" Ethan memperingatkan.
"Iya kak" jawab Evan yang merasa sedikit kesal tidak bisa menggunakan kekuatan supranatural dengan sempurna karena tenaga dalam yang sudah hampir habis saat menolong Sky.
Ethan memberi kode ke Evan untuk menghentikan motornya, dan melanjutkan dengan berjalan kaki agar tidak menarik perhatian.
Benar saja, saat keduanya berhasil menembus awan hitam itu, kini terlihat sepuluh orang dengan wajah dan pakaian aneh sedang berada di depan pintu gudang.
Evan hampir saja berlari mendekat, namun Ethan segera menghalanginya.
"Tunggu Ev, jangan gegabah" ucap lirih Ethan memperingatkan.
Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya ya.
Bersambung.
__ADS_1