THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 56


__ADS_3

Kini nampak pemandangan yang sangat mengerikan, berakhir dengan percikan darah disertai dengan kepala yang sudah berpindah dari tempatnya.


"Aku akan membawanya" ucap salah satu dari mereka dengan seringai yang mengerikan.


"Ternyata tak sesulit yang kukira" sahut yang satunya.


"Kita pergi dan menyerahkan kepalanya sebagai bukti kalau pekerjaan kita sudah selesai" perintah salah satu dari mereka.


Berjalan beriringan, mereka membawa kepala yang sudah di masukkan kedalam sebuah tempat, tanpa perduli darah terkadang masih menetes keluar, dan tak tanggung-tanggung mereka juga membakar tubuh tanpa kepala untuk menghilangkan jejaknya.


*


*


Pagi yang cukup melelahkan, Ailina sudah bersiap untuk masuk sekolah walaupun sudah tidak ada lagi mata pelajaran, menunggu pengumuman kelulusan mengharuskan dirinya tetap mengikuti aturan sekolah.


"Aku akan mengantarmu" ucap Ethan.


"Tidak perlu kak, aku akan menyusul Sofia sebelum sampai di sekolah" sahut Ailina yang kini telah bersiap keluar dari pintu utama.


"Baiklah, hati-hati" pesan Ethan yan kini sedang menunggu Evan menyiapkan motor sportnya.


Tak lama Ethan melihat Ailina sudah menaiki taksi yang sudah di pesan, di saat yang sama terlihat Evan sudah mendekat.


"Kita berangkat sekarang kak?" Tanya Evan.


"Hem" jawab Ethan, lalu segera naik dan menerobos jalanan bersama dengan Evan.


Ada kekhawatiran dari Ethan, seolah merasakan apa yang menjadi beban pikiran Ailina, dan Ethan berdoa semoga Ailina tidak pernah tau apa yang terjadi dengan Sky.


Sementara Ailina kini sudah berada satu mobil dengan Sofia.


"Ada apa, kamu bilang ada yang ingin kamu ceritakan" ucap Sofia setelah mobil taksi mulai berjalan kembali.


"Laki-laki itu, aku seperti merasakan sesuatu" ucap Ailina.


"Laki-laki?, Yang mana?" Tanya Sofia mengerutkan alisnya untuk berpikir.


"Sky, masih ingat kan?, Aku pernah menceritakan padamu beberapa waktu lalu" jawab Ailina.


"Oh, iya iya aku ingat, lalu?" Tanya Sofia lagi.


"Aku merasakan terjadi sesuatu dengannya, dan aneh sekali, semalam aku merasa dia nyata berada di kamarku, aku yakin sekali, dia adalah Sky, tapi_"


"Tapi apa?, Tunggu-tunggu, maksudmu semalam dia ada di kamarmu?" tanya Sofia.

__ADS_1


"Sepertinya begitu, itu tampak nyata" jawab Ailina.


"Apa?!, Kamu gak demam kan Ai, mana mungkin Sky ada di kamarmu, bisa jadi perkedel dia kalau melakukan hal itu, gak mungkin kan kakak atau kedua orang tuamu membiarkan begitu saja, mungkin memang mimpi Ai" ucap Sofia.


"Heh..sepertinya memang aku yang sudah mulai gak waras, menyebalkan sekali!" Ucap Ailina lalu bersandar di kursi mobil sambil memejamkan mata dan memijit pelipisnya.


"Sudahlah Ai, jangan terlalu dipikirkan, bagaimana dengan nilai pengajuan mu kemaren, aku dengar sudah mencukupi untuk masuk di universitas London, seperti yang kau inginkan bukan?" tanya Sofia.


"Alhamdulillah, cukup memuaskan" jawab Ailina kini tersenyum dengan bahagia.


"Alhamdulillah, aku masih harus menunggu hasil ujian akhir dulu, nilai ku tidak mencukupi untuk masuk di universitas yang aku inginkan" ucap Sofia dengan wajah yang nampak khawatir.


"Tenang saja, kamu pasti bisa, kenapa juga kamu tidak mengambil modeling?" Tanya Ailina.


"Aku juga ingin mengisi otakku dengan sesuatu yang berbeda, siapa tau dengan isi kepalaku yang pas-pasan ini, nanti bisa diterima menjadi sekretaris kakak mu Ethan" jawab Sofia.


Ailina tertawa, tak menyangka sama sekali, kalau ternyata Sofia masih begitu menaruh harapan akan cinta saudara kembarnya.


"Apapun itu, aku doakan semua usahamu tidak akan sia-sia" ucap Ailina.


"Amin" sahut Sofia.


Rupanya Ailina sudah sampai di tempatnya, dan kali ini Sofia sengaja ingin yang terakhir tiba disekolah untuk mendengarkan apa yang ingin dibicarakan oleh Ailina selama di perjalanan.


Ailina mengangguk dan membalas senyumannya, lalu berjalan masuk melewati pintu gerbang, tak lupa menyapa penjaga sekolah seperti biasanya.


Seperti biasanya, hari itu semua berjalan normal apa adanya, hingga saat Ailina pergi ke kantin untuk membeli air minum di jam istirahat pertama, terjadi sesuatu yang membuatnya tersentak.


"Dia_" Gumamnya lirih dengan mata menatap lurus tak berkedip.


Tepatnya di bawah pohon rindang yang berada di pinggir jalan depan sekolah, Ailina seperti melihat seseorang tengah melihat dirinya, begitu jauh pandangan, tapi Ailina yakin kalau itu adalah SKY.


Ailina segera melangkahkan kaki untuk mendekat, semakin lama langkahnya kian cepat, namun sayang, bersamaan dengan itu, sosok Sky yang dilihatnya berjalan menjauh dan menghilang meninggalkan satu senyuman.


"SKY!" Teriak Ailina terus berlari, seolah tak rela kalau harus melihatnya hilang kembali.


"Sial!" Dengan nafas yang masih terengah-engah, akhirnya Ailina menghentikan langkahnya.


Berusaha untuk tenang dan mengatur nafas, Ailina masih mencari sosok Sky, namun tak ada siapapun disana, bahkan pandangan yang beredar ke setiap sudut tetap tak mendapati sosok yang dicari.


"Bre-ng-sek, apa Sky mempermainkan ku, kenapa dia harus muncul kalau hanya ingin menghilang" batin Ailina.


"MENYEBALKAN!!" Teriak Ailina kencang begitu emosi.


"Astagfirullah Neng, mamang sampai kaget!" Ucap penjaga sekolah saking terkejut dengan teriakan Ailina.

__ADS_1


Ailina merasa seperti orang bodoh, dan meminta maaf, lalu berbalik dan melanjutkan langkah kembali ke Kantin yang dituju, membeli minuman dingin dan melibasnya sampai kandas.


*


*


Apa yang terjadi di belahan bumi yang lain tak kalah panasnya, nampak laki-laki tengah emosi dan menghajar orang-orang bayarannya karena suatu kesalahan yang fatal dan sangat memalukan.


"Bagaimana bisa ini terjadi ha!" Bentaknya dengan tatapan yang nyalang.


Disana sudah ada kepala tanpa tubuhnya dan terpampang diatas meja, tak ada yang salah dengan hal itu, karena memang perintahnya adalah memeng-gal kepala saudaranya sebagai bukti misi telah berhasil.


Tapi sayang, tidak semudah yang dibayangkan, bahkan sepuluh orang bayaran dengan kekuatan supranatural yang tinggi masih bisa di kelabuhi.


"Ampun Tuan Muda, tapi kita yakin kalau kemaren yang kita peng-gal adalah kepala tuan muda Sky, bahkan kami sudah melumpuhkannya hingga tak bisa apa-apa, tapi ini_"


"Buka matamu lebar-lebar!, Ini adalah kepala Rusa bre-ng-sek!" teriaknya lagi.


"Iya, tapi kami_"


"Keluar dari ruangan ini, jangan kembali sebelum misi kalian berhasil, dan jangan berani meminta apapun dariku, cari dia sampai keujung Dunia!" Teriaknya dengan murka.


Gedung itu seketika bergetar, rupanya ditengah kemurkaannya, kekuatannya terlepas dan membuat orang-orang bayarannya segera keluar tanpa protes apapun lagi.


"Jangan harap kau bisa mendekat dan mengacaukan rencana ku Sky, kau akan tetap menjadi yang terbuang, dan aku adalah penguasa segalanya" ucap lirih penuh amarah dan juga dendam.


Ceklek.


"Kakek?"


"Berani kau keluarkan kekuatan mu di perusahaan ini, aku sendiri yang akan mencabut semua kekuatan supranatural mu, ingat itu!" Ucap sang Kakek.


"Ma maaf kek, aku hanya emosi dengan orang-orang suruhanku yang masih belum juga menemukan saudaraku" ucap laki-laki itu.


"Tidak akan terjadi apapun dengan Sky, karena dia yang terkuat, kakek yakin itu, dan selama Sky belum di temukan baik hidup atau mati, kau hanya pemegang sementara perusahan ini, bukan yang lainnya" ucap sang kakek, lalu berjalan keluar begitu saja.


Sementara laki-laki itu terdiam, mengeratkan rahang dan menggenggam erat tangannya sendiri penuh dendam.


Yang makin penasaran, yuk jangan lupa memberi HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya ya.


Bersambung.


Kania yang berpamitan ingin pindah tempat di karenakan neneknya yang sakit2an di kampung halaman,


Melanjutkan kuliah di kota terdekat dengan kampungnya yang berada di luar Jawa, tepatnya di Kalimantan.

__ADS_1


__ADS_2