
Keduanya masih terpaku ditempat yang sama, berusaha mengatur nafas setenang mungkin untuk mengamati keadaan, dan tak lama kemudian salah satu dari sepuluh orang itu menghentakkan tangganya dan memporak porandakan pintu gudang.
Disaat yang bersamaan, keluarlah sosok laki-laki dari dalam yang tak lain adalah Sky, perlahan berjalan dengan sorot mata yang tajam dan penuh dengan keseriusan.
"Bagus, akhirnya kau keluar juga Tuan Muda" ucap salah satu dari musuhnya.
"Hem, aku tidak ingin merepotkan kalian" sahut Sky dengan senyum miringnya.
"Kami tidak ingin bermain kasar ataupun melukaimu Tuan Sky, tapi apa boleh buat, terpaksa kami harus melakukan tindakan kekerasan dan melukaimu karena keras kepalamu sendiri"
"Keputusan ku tidak bisa diubah dengan apapun juga, sudah kukatakan berkali-kali bukan?" ucap Sky mengingatkan.
"Bre-ng-sek!, Kau benar-benar keras kepala!" Teriak salah satu dari mereka.
"Dan itu tidak akan merubah apapun" sahut Sky dengan tenang.
"Kau hanya butuh membubuhkan tanda tanganmu di selembar kertas ini, setelah itu kami akan membiarkanmu pergi dan tak lagi memburu mu, apa itu terlalu sulit?, Merepotkan saja!" Ucap salah satu dari mereka lagi sambil menunjukkan selembar kertas ditangannya.
"Kau kira aku bodoh, saat tanda tanganku ada disana, maka semua kekuasaan dan kekayaan akan beralih ke saudara bre-ng-sek ku itu, dan jangan kalian kira aku tidak mengerti misi kalian yang terakhir, melenyapkan ku dari dunia ini bukan?" Sahut Sky.
"Ck, sudahlah, tidak perlu kita basa basi lagi, ini memuakkan, selesaikan misi, kita kembali dan menerima bayaran sesuai perjanjian!" Teriak salah satu nya lagi.
"Kalian manusia bodoh yang hanya haus akan harta, tidak sadar diri kalau hanya dimanfaatkan olehnya saja!" Sahut Sky kini kembali bersiap.
Sementara Ethan dan Evan masih terdiam, mendengarkan dengan jelas setiap ucapan dari percakapan.
"Rupanya laki-laki itu bukan orang sembarangan kak" ucap Evan.
"Hem, sepertinya perebutan kekuasaan di dalam keluarga sendiri" jawab Ethan.
"Keterlaluan, bagaimana mungkin saudara sendiri bisa se ke-ji itu, bukannya saling melindungi" ucap Evan.
"Kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi Ev, tapi yang bisa kita mengerti saat ini, Sky dalam bahaya, dan musuh-musuhnya adalah orang-orang yang berkekuatan supranatural juga, ini sangat mengerikan, bahkan kekuatan hitam mereka bisa kita rasakan" sahut Ethan.
"Iya kak, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Evan ikut cemas.
"Kita lihat saja dulu" jawab Ethan.
Tak menunggu waktu lama, salah satu dari musuh Sky langsung menyerang, dengan cepat Sky bisa menghindar dan menyerang balik, namun sayang mereka akhirnya menyerang bersamaan.
Sky melompat lebih cepat untuk menghindari semua serangan yang datang bertubi-tubi dan hampir bersamaan, dalam keadaan yang masih terluka membuat Sky harus mengatur kekuatan dan tenaganya.
Kesempatan itu tentunya tidak di sia-siakan oleh mereka, dan di saat mendapat kesempatan yang ada, akhirnya Sky berhasil roboh karena tendangan yang sudah mendarat di dadanya.
Bukan hanya itu, satu luka senjata taj-am berhasil merobek perutnya walaupun tak terlalu dalam.
"****!, Kali ini mereka tidak memberikan jeda sama sekali, rupanya mereka ingin segera melenyapkan ku" batin Sky yang kini berjongkok di tanah sambil memegangi lukanya.
"Sepertinya ini adalah waktumu untuk pergi ke alam baka" ucap salah satu dari mereka.
Sky berusaha untuk bangkit, menahan rasa nyeri di dada dan perutnya, disaat itu juga mereka menyerang kembali.
__ADS_1
Kali ini Sky memejamkan mata, berkonsentrasi mengeluarkan kekuatan Apinya, membuat para musuhnya terkejut dan mundur mengambil jarak.
"Bre-ng-sek!, Berapa kekuatan yang dimiliki Ba-ji-ngan muda ini?" Ucap salah satu dari mereka.
"Sial, Tuan muda ini berkekuatan di luar batas kita, tak heran kalau saudaranya menyerahkan tugas melenyapkannya kepada sepuluh orang bayaran berkekuatan supranatural seperti kita" sahut temannya.
"Hati-hatilah, kita tadi sudah hampir membunuhnya dan beberapa jam saja dia sudah bisa menyembuhkan lukanya sendiri"
"Kita serang bersama, jangan diberi kesempatan untuk beristirahat, dan langsung saja kita peng-gal kepalanya"
Begitulah rencana mereka semua, dan kini mereka sudah bersiap menyerang Sky kembali bersama-sama.
Rencana mereka berhasil, Sky yang tengah terluka dengan kekuatan yang terbatas, tak bisa lagi menggunakan kekuatan supranaturalnya secara bersamaan.
BUM
Terdengar kekuatan dahsyat menghantam Sky dan membuat tubuhnya terpental dan mendarat tepat di depan Ethan dan Evan yang masih berdiri terpaku dengan semua kekuatan supranatural yang beradu.
"Kalian?" Ucap lirih Sky sangat terkejut dan berusaha untuk bangkit.
Saat Evan ingin menjulurkan tangan, tiba-tiba saja Sky menggunakan kekuatannya mendorong Evan agar tetap di tempatnya.
"Diamlah kalian, jangan memperlihatkan diri, mengerti!" Ucap Sky yang kini sudah bangkit menahan sakit.
Ethan menahan Evan untuk menuruti keinginan Sky, baginya perintah Sky harus di lakukan karena tidak mungkin Sky terlihat se cemas itu kalau keadaan memang benar-benar tak membahayakan.
"Kak?" Ucap lirih Evan.
"Tunggu" jawab Ethan sambil menggelengkan kepala.
"Kau sangat mengenaskan, dan terima ini!" Salah satu musuhnya menyerang dan berhasil menancapkan jarum beracun di tubuh Sky.
BRUG
Sky seketika ambruk terduduk di tanah tidak kuat lagi menahan tubuhnya.
"Bunuh aku, dan lakukan apa yang kalian mau, tapi sampai mati pun, aku tidak akan pernah menandatangani surat itu" ucap Sky dengan keadaan mengenaskan namun terlihat senyum kemenangan.
"Bre-ng-sek!" Teriak salah satu dari mereka saat melihat Sky dengan sengaja membakar ujung jari-jarinya sendiri untuk menghapus sidik jarinya.
"Peng-gal kepalanya!"
"Dengan senang hati" ucap salah satu dari mereka.
Sebuah senjata keluar dari tangannya, bersiap memeng-gal kepala Sky yang sudah pasrah dan dengan tatapan tajam tanpa takut sama sekali.
Namun yang terjadi diluar dugaan mereka, sebuah perisai menyelimuti tubuh Sky dan tidak bisa di tembus oleh senjata dan kekuatan mereka semua, disaat yang sama pula, keluar Evan dan Ethan dari tempatnya dan terus menggunakan kekuatannya mendekati Sky yang kini menatapnya dengan wajah terkejutnya.
"Kenapa kalian tak mendengarkan ku!" Ucap Sky.
"Kami tidak bisa melihat kejahatan di depan mata tanpa berbuat apapun" ucap Ethan.
__ADS_1
"Kalian bodoh, mereka bukan tandingan kalian, cepat pergi!" Ucap Sky.
"Setidaknya tunjukkan rasa terimakasih mu, suka sekali kau mengusir kami!" Jawab Evan tak terima dan merasa kesal sendiri.
"Ini bukan permainan, nyawa kalian akan_"
Habisi bocah-bocah ini, merepotkan!" Teriak salah satu dari mereka.
Selanjutnya terjadi pertarungan yang dahsyat, di mana tiga orang melawan sepuluh orang dengan kekuatan supranatural nya.
Sky sekuat tenaga kembali untuk bergabung, sesekali Ethan dan Evan menempelkan tangannya untuk memberikan kekuatan tenaga dalamnya dikesempatan yang ada walaupun sangat sedikit di tengah-tengah pertarungan.
Semuanya sangat terkejut, tak menyangka kekuatan Ethan dan Evan tidak bisa di anggap remeh begitu saja.
"Siapa bocah-bocah ini?" Ucap salah satu dari mereka.
"Perlu kah aku tembus isi ot-aknya?" Sahut teman satunya.
"Kau bisa membunuhnya saat melakukan hal itu"
"Itu lebih baik bukan, kedua bocah itu mempunyai kekuatan Supranatural yang luar biasa, dan aku bisa merasa kekuatannya masih tersegel"
"Hem, apa kau tertarik dengan kedua bocah itu?"
"Lumayan, bagaimana kalau aku rusak isi otaknya dan menjadikannya budakku?"
"Kau lupa ada Sky yang sepertinya mati-matian melindunginya?"
"Benar juga, kita selesaikan saja misi kita, setelah itu, kedua Ba-ji-ngan kecil itu milikku"
"Terserah!"
Begitulah perbincangan para musuh di tengah pertarungan yang masih terus terjadi, mereka tidak menyadari bahwa Sky juga sebenarnya mempunyai kekuatan telepati yang bisa menembus isi pikiran dan perasaan musuh-musuhnya.
"Aku harus menyelamatkan mereka, sebelum terlambat" batin Sky.
Di kesempatan yang ada, dengan segenap kekuatan yang tersisa dalam tubuhnya, Sky menggunakan kekuatan sinar matanya yang membuat Ethan dan Evan sangat terkejut, semuanya kini berhenti seketika.
"Sky memiliki kekuatan seperti Ailina?" Ucap Evan di tengah keterkejutannya.
"Dia memiliki banyak kekuatan dalam tubuhnya, ini luar biasa" sahut Ethan.
Namun tidak dengan Sky yang kini langsung menyambar salah satu tangan Ethan dan Evan.
"Aku akan membawa kalian pergi dari sini dengan cepat, sebelum mereka bisa bergerak dan menembus kekuatan ku" ucap Sky.
"Apa?!" Ethan dan Evan terkejut.
"Teleportasi?" Tanya Evan.
"Diamlah kalian, jangan lagi membantahku kali ini!" Sahut Sky.
__ADS_1
Hari Senin saatnya memberikan VOTE ya, jangan lupa dukungannya dan Tonton IKLANnya.
Bersambung.