THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 25


__ADS_3

Sarah tertegun mendengar apa yang diucapkan oleh Kekasihnya.


"Apa yang akan kamu lakukan dengan Sofia?" Tanya Sarah melanjutkan makannya.


"Sepertinya adikmu itu masih pera-wan, bukan begitu?"


"Hem, aku tidak tau pasti, tapi sepertinya begitu" sahut Sarah masih dengan menikmati hidangan di atas mejanya.


"Bagus, aku rasa seperti yang aku duga, dan itu sangat menguntungkan kita nantinya" Boy menjelaskan.


"Ck, memangnya apa yang sedang kau rencanakan?" tanya Sarah.


"Tentu saja melelangnya"


"What?!, Apa kau gila!" Sahut Sarah Terkejut.


"Tentu saja tidak Beb, aku justru sangat waras demi mengatasi masalahmu saat ini"


"Apa maksud mu?" tanya Sarah tak mengerti.


"Kita akan mendapat uang yang lebih dari yang kau bayangkan, hanya dalam waktu satu malam, atau kalau ingin lebih banyak lagi, bisa di tambah 3 harian" jawab Boy.


"Ck, apa maksudnya, aku semakin tak mengerti" sahut Sarah.


Kemudian Boy menjelaskan dengan detail, dimana dirinya mempunyai sebuah link, yang biasa di gunakan untuk mencari seorang pera-wan untuk orang-orang Eksklusif yang berani membayar mahal.


"My God, kau sungguh mengerikan Beby" sahut Sarah tak percaya dengan apa yang sudah di rencanakan oleh kekasihnya.


*


*


Sofia masih penasaran dengan apa yang sudah di lihatnya tadi pagi, hingga di jam istirahat kedua, dirinya segera melangkahkan kaki menuju kelas di mana Ivan berada.


"Aku ingin bicara" ucap Sofia yang ini sudah berada di depan meja Ethan.


Masih sibuk merapikan buku yang ada di atas meja, Ethan masih terdiam dan terlihat melakukan aktivitas nya.


"Eth, aku serius" ucap Sofia yang kali ini berakhir dengan duduk di kursi samping.


"Apa kau tidak melihat apa yang sedang aku lakukan" jawab Ethan pada akhirnya.


"Ck, aku hanya butuh waktu 5 menit saja, kau jawab pertanyaanku dan selesai" sahut Sofia.


Ethan menghela nafas, kemudian menyandarkan tubuhnya dan menatap Sofia sejenak.


"Ok, apa yang ingin kau tanyakan?" Ucap Zafian.


"Soal tadi pagi, apa kau satu taksi dengan Ailina?" Tanya Sofia.


Ethan terdiam sesaat, berpikir sejenak karena dirinya dan juga kedua saudara kembarnya masih menyembunyikan identitas.

__ADS_1


"Hem, itu hanya kebetulan"


"Kebetulan bagaimana?, Apa kau mengenalnya?" Tanya Sofia lagi.


"Iya, memangnya kenapa?"


"Aku serius Eth, kalian ada hubungan?"


"Apa itu penting?" Tanya Ethan yang semakin tak suka dengan pertanyaan yang terdengar begitu menekan.


"Tentu saja, penting bagiku"


"Tapi tidak bagiku, kau sudah melewati batasanmu, lima menit sudah berlalu, dan pintu keluar ada di sana, atau kau bisa tetap disini dan aku yang akan keluar dari sini" ucap Ethan yang sebenarnya ingin segera menghindari pertanyaan dan kecurigaan Sofia.


Sofia masih tetap duduk, seolah tak rela pertanyaannya hanya di jawab begitu saja, hingga akhirnya Ethan yang beranjak pergi melangkahkan kaki.


"Tunggu Eth, Dia kekasihmu?" Tanya Sofia.


"Lebih dari itu" jawab Ethan sambil terus berjalan, sontak Sofia terkejut, hatinya terasa nyeri dengan kesimpulannya sendiri.


"Pantas, kau tidak pernah memandangku sama sekali" ucap lirih Sofia dan akhirnya ikut pergi meninggalkan tempatnya.


Tak lama Sofia kini sudah duduk termenung di taman belakang sekolah, waktu istirahat yang tinggal berapa menit lagi, di gunakan untuk menata hati dan pikirannya, hingga sesaat kemudian di kejutkan dengan suara handphone yang terdengar, menandakan ada pesan yang masuk.


Di lihatnya perlahan, kemudian Sofia mengerutkan kening, senyumnya mengembang seketika mendapati undangan resmi dari sebuah acara pesta para model kelas atas malam ini di sebuah Club berkelas yang tentu saja sudah di boking sebelumnya.


"Ini Kesempatan ku untuk mengembangkan bakat Model ku" batin Sofia dengan senyuman yang masih mengembang.


Tak ada lagi urusan Ethan dalam kepalanya, Sofia kini Fokus ke karir di saat ada kesempatan emas yang di dapatkan.


Kepulangan dari sekolah, Sofia langsung ke tempat butik langganan yang sudah bekerjasama untuk fitting gaun yang akan di kenakan malam ini di Pesta.


"Wow, kau sangat Se-ksi Sofia, tampak Anggun, menawan dan juga berkelas" ucap pemilik butik sekaligus penata gaunnya.


"Terimakasih, gaun ini sangat sempurna di tubuhku, tapi_"


"Ada apa?" Tanya penata gaunnya.


"Kenapa aku merasa risih kalau begitu terbuka seperti ini ya?" Ucap Sofia sambil menaikkan bagian dada yang nampak menonjolkan kedua bukit kembarnya.


"Oh my God sayang, apa kepalamu baru saja terbentur?, Biasanya kau paling suka dengan jenis baju yang terbuka dan menantang, bahkan lebih dari ini"


"Entahlah, aku merasa seperti itu saja, tapi ini okey, aku akan memakainya nanti malam”


"Good, kau yang terbaik sayang"


Sofia segera pamit pulang untuk menyiapkan segalanya, sementara itu juga terjadi hal yang sama di sebuah Mansion mewah di mana Ailina sedang memarahi kakaknya.


"Kak, jangan mengacak-acak lemari bajuku, memangnya apa yang kakak cari?!" Ucap Aina.


"Diamlah Ai, Aku sedang kehilangan sesuatu, dan kuharap bisa menemukannya di tempatmu"

__ADS_1


"What!, Kakak kira aku mencuri barangmu!"


"Ck, diamlah, kau ini berisik sekali"


"Hentikan kak Evan, lemari bajuku jadi berantakan!" Teriak Ailin yang semakin kesal.


"Ah, ini dia, aku menemukan warna yang cocok" ucap Evan dengan senyum lebarnya.


Ailina melebarkan mata tak percaya, karena syal warna nude miliknya, kini sudah berada di tangan Evan.


Cup


"Aku pinjam yang ini sweetie" ucap Evan segera berlari pergi.


"Kak Evan!, Awas kau!" Teriak Ailina yang kini sudah mengusap pipinya bekas ciuman Evan, lalu segera berlari menyusul Evan yang kini sudah berada di kamarnya.


Ailina jadi tidak tega melakukan niat untuk merebut barang miliknya kembali, saat melihat Evan tengah sibuk mencocokkan pakaian hingga kamarnya terlihat berantakan.


"Apa-apaan sih kak, berantakan begini?" Ucap Ailina sambil memunguti baju yang berserakan.


"Nanti malam ada pesta penting para model kelas atas, dan aku menjadi tamu kehormatan untuk menyanyikan beberapa lagu"


Ailina mencebik, lalu duduk di pinggiran tempat tidur Evan.


"Terus Kak Evan lagi bingung mau pakai pakaian seperti apa, begitu?"


"Yap cantik, kau memang selalu tau apa isi hatiku" ucap Evan yang kini sudah mendekat dan seolah bersiap untuk mencium Ailina kembali.


"Jangan berani lagi kak, atau aku akan menghajar mu!" Ailina memperingati, sedangkan Evan bukannya takut, malah semakin tertawa.


Namun begitulah Ailina, tidak akan mungkin tega melihat kakak tersayangnya bingung sendiri, akhirnya membantu memadu padankan gaun yang akan di pakai untuk pergi ke pesta malam nanti.


Kemampuan si mata biru memang tidak diragukan lagi, dengan telaten dan juga teliti, akhirnya berhasil memilih paduan baju yang akan di pakai Evan dengan Sempurna.


"Kau memang terbaik, adik ku tersayang, sini aku akan mencium pipimu" ucap Evan bersiap mendekat.


"Kakak mau aku tendang beneran?!" Sahut Ailina menyiapkan serangan dirinya.


Evan tertawa melihat apa yang dilakukan Ailina, lalu kemudian sengaja menyerang dengan cepat dan memeluk adik tercinta, dan tanpa Ciuman tentunya, karena dirinya tidak ingin berakhir babak belur.


*


*


Sementara itu, ditempat yang lain, terlihat seorang laki-laki tengah berbincang di dalam ponselnya.


"Kerjamu cukup bagus, aku akan memberimu bagian nanti, jangan khawatir" ucap Boy yang kini sudah menutup ponselnya sambil menyesap ro-kok yang ada ditangannya.


Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2