THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 38


__ADS_3

Malam pertunjukan Fashion show akan segera berlangsung, Sofia sudah bersiap untuk menunjukkan kebolehannya melenggang di atas catwalk.


"Semoga malam ini sukses buatmu Sofia, kau sangat cantik" ucap Ailina yang tiba-tiba saja muncul.


"Ai?!" Teriak Sofia begitu senang melihat Ailina sudah ada disana.


"Semangat Sofia, aku pergi dulu"


"Ai, tunggu!" Seru Sofia.


"Ada apa?" Ucap Ailina segera menghentikan langkahnya.


"Kenapa kamu bisa berada di acara seperti ini?" Tanya Sofia yang ingin segera mengobati rasa penasarannya.


"Oh, aku hanya mampir saja, ingin melihatmu diatas panggung tentunya, apa ada masalah?" Tanya Ailina.


"Tidak, hanya aneh saja, masalahnya disini banyak model dengan pakaian minim dan terbuka, yang aku tau hal itu membuatmu tidak suka" jawab Sofia.


"Tenang saja, hari ini juga banyak model memakai rancangan baju yang lumayan tertutup, aku suka melihat hal itu" ucap Ailina, kemudian segera pergi.


Sofia tersenyum menatap kepergian Ailina, lalu kemudian membalikkan badan dan terkejut melihat sosok wanita yang sudah berada dekat di depannya.


"Kak Sarah?"


"Hem, lama juga kita tidak berbincang" ucap Sarah dengan senyum miringnya.


"Itu karena kakak terlalu sibuk hingga jarang pulang ke rumah, bukan begitu?"


"Kau menyindirku?"


"Aku mengatakan kenyataan kak" jawab Sofia yang kini sudah berjalan meninggalkan Sarah sebelum membuat mood nya berantakan.


Seulas senyum licik terlihat dari bibir Sarah, tentu saja dirinya tidak akan membiarkan langkah Sofia berjalan mulus.


"Kita akan melakukan pertunjukan malam ini Sofia, bersiaplah" ucap lirih Sarah dengan senyuman sinis, lalu melangkah pergi.


Sofia tak menduga sama sekali, saat dirinya selesai menampilkan beberapa model gaun dan menuruni tangga catwalk yang masih tampak dari semua penonton pertunjukan.


BRUG


"Akh!" Teriak Sofia terjatuh, saat tubuh seseorang yang sudah sengaja menyenggolnya dengan keras.


"Ups, Sorry adik"


"Kak Sarah!" Teriak Sofia berusaha bangun kembali dengan susah payah.


Sementara banyak orang yang melihat kejadian itu begitu terkejut, terutama Ailina dan dua saudara kembarnya, bahkan seorang wanita cantik dengan pakaian modis yang berada di samping mereka segera berdiri.


"Apa kalian mengenalnya?" Tanya wanita itu.


"Tentu saja Aunty, dia temanku, teman sekolah kak Ethan" Ailina memberikan jawaban sekalian penjelasan ke Model ternama tingkat Dunia yang tak lain adalah KIRANA.

__ADS_1


"Oh, dan wanita satunya lagi?, Sepertinya dia sengaja melakukan hal itu" sahut Kirana.


"Keadaan akan semakin memanas setelah ini, bukan begitu Ai?" Sahut Evan seolah bisa menduga apa yang akan terjadi.


Seperti yang dibicarakan sebelumnya, Sarah kini sengaja menarik baju Sofia agar berantakan, dan diluar dugaan Sofia dengan sigap menghadang gerakan tangan Sarah dengan cepat.


"Aku peringatkan Kak, jangan membuat keributan disini, atau aku tidak akan segan membuatmu malu"


"Apa?!, Kau mengancam ku?, Dasar bre-ng-sek!" Sahut Sarah melakukan serangan ke Sofia.


Namun keadaan berbalik, Sofia dengan cepat melakukan gerakan berputar dan menendang kaki Sarah hingga terjatuh.


"Kau, dasar breng-sek!" teriak Sarah tak terima.


Kembali mencoba berdiri dan dengan cepat gerakan Sofia bersarang kembali, Sarah di buat terjungkal memalukan hingga riasan dan bajunya berantakan.


"Sialan, kamu berani!" Teriak Sarah tak terima.


"Jangan salah menilai ku!" Ucap sinis Sofia, dan Kembali Sarah dengan brutal berusaha menyerang Sofia.


Keadaan semakin kacau, hingga dua petugas keamanan berlari dan melerai mereka.


Terlihat jelas kemenangan ada di pihak siapa, Sofia yang masih bisa mempertahankan riasan dan kerapian bajunya tersenyum puas, bahkan beberapa pemilik Agensi menikmati apa yang di lakukan Sofia hingga kemudian mereka memperbincangkannya.


Sementara Sarah harus menerima kenyataan pahit, di bawa masuk kembali dengan paksa dan mendapat peringatan dari Desainer gaun yang dipakainya karena ada beberapa bagian yg rusak.


"Dasar Bre-ng-sek!, Aku akan membalas mu Sofia, lihat saja!" Teriak Sarah di dalam kamar rias pribadinya.


Justru senyuman mengembang dengan indah setelah Ailina melihat pertunjukkan yang sangat menghibur, hingga saat Sofia tak sengaja menatapnya, acungan kedua jempol di berikan oleh Ailina.


Ethan pun menatap bangga dengan apa yang sudah dilakukan oleh Sofia, hingga Evan yang melihat hal itu ikut tertawa.


"Jangan sampai kakak jatuh cinta padanya" Evan melontarkan kata yang membuat Ethan segera mengakhiri senyumannya.


Ethan menatap tajam Evan lalu segera duduk kembali, sementara Ailina dan Kirana saling pandang lalu tertawa dan duduk kembali ditempatnya.


Kirana bersyukur dalam hati, kedatangannya kali ini di Jakarta bisa melihat bagaimana ketiga keponakan kembar kesayangannya telah tumbuh menjadi sosok remaja yang sangat bertanggung jawab, bahkan tidak berani melanggar perintah kedua orang tuanya untuk tidak berpacaran disaat ini.


*


*


Keesokan harinya, Kania segera mengambil handphone dan menghubungi Sofia untuk mengucapkan selamat, karena Fashion show yang dilakukannya berhasil dengan baik, dan bahkan Sofia kini banyak di perbincangkan di beberapa Media.


Kania baru saja tiba di rumahnya, hari ini sengaja pulang cepat dan tidak ada jadwal latihan dengan Sofia yang rupanya kelelahan karena acara semalam.


"Mama sudah dirumah?" Tanya Kania terkejut melihat Marisa sudah ada di rumah.


"Hari ini Resto sedang di renovasi, satu Minggu ke depan semua pegawai akan pulang lebih awal" Marisa menjelaskan.


"Oh begitu" sahut Kania yang kini sudah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.

__ADS_1


BRAK


Terdengar suara pintu di buka dengan paksaan, tentu saja Marisa sangat terkejut, segera berlari ke depan untuk melihat keadaan.


"Kau!" Teriak Marisa kaget melihat sosok Dika yang sudah masuk ke dalam rumah.


"Berani kau melayangkan gugatan ce-rai tanpa memberitahu ku!" Dika terlihat begitu emosi dan berjalan cepat menghampiri Marisa.


"Aku ingin segera menuntaskan segalanya, dan kamu bisa berbuat semau mu dengan semua perempuan simpananmu" ucap Marisa dengan berani.


"Kalau begitu, tanda tangani surat-surat ini!"


BRUG


Dika sudah melempar surat pelimpahan harta warisan yang tersisa, dan Marisa menggelengkan kepala tak menyangka suaminya akan benar-benar tega.


"Kau Ingin kami tidur di jalanan?" Ucap Marisa.


"Aku tidak peduli, tanda tangani secepatnya dan aku akan menandatangani surat gugatan mu sekarang juga, impas bukan?"


"Kamu benar-benar tidak punya perasaan mas, aku tidak akan menuruti kemauanmu, warisan ini hakku dan akan aku berikan ke Kania, bukan kamu!"


PLAK


Tamparan begitu keras di wajah Marisa, lalu kemudian dari arah belakang seseorang melesat berusaha membalas kelakuan Dika.


"Kau anak durhaka, berani sekali melawanku!' teriak Dika yang hampir saja terkena tendangan anaknya.


"Kamu suami Ja-ha-nam!" Balas Kania yang terus menyerang Dika.


Perkelahian pun terjadi, hingga rumah nampak begitu berantakan, Marisa berlari untuk berlindung, lalu kemudian suara jeritannya terdengar cukup nyaring saat Kania terjungkal karena pukulan Dika.


"Hentikan mas, Kamu menyakiti Kania!" Teriak Marisa sambil berlari mendekati dan berusaha menarik Kaki Dika yang menginjak tangan Kania.


"Tanda tangani, atau aku akan berbuat lebih dari ini"


"Jangan Ma, aku akan bertahan!" Sahut Kania melihat Maria menangis dan berusaha melepaskan dirinya.


"Aku tidak akan melakukan keinginanmu!" Ucap Marisa, dan membuat kemarahan Dika semakin menjadi.


"Kalian berdua benar-benar menghabiskan kesabaran ku, terima ini!" Dika mengangkat sebuah kursi dan bersiap menghantamkan di tubuh Marisa.


"Mama!"


BRAK


Darah segar mengalir dari kepala salah satu wanita yang sudah ambruk tak sadarkan diri.


Dika terkejut melihat hal itu, niat hatinya ingin merebut harta warisan saja, namun berakhir tragis dengan sebuah kejadian yang tak di duganya.


Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.

__ADS_1


Yuk segera mampir ke channel YouTube : SINHO Channel/ SINHO NOVEL untuk mendapat cerita-cerita seru di sana.


Bersambung.


__ADS_2