THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 39


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan!, Tidak!, Kania Bangun nak!' teriak Marisa begitu histeris melihat Kania sudah terkapar tak berdaya.


"A aku, tidak sengaja melakukan hal ini, aku, akh, Sial!" Teriak Dika segera berlalu pergi bukannya membantu anaknya yang kini sudah tak sadarkan diri.


Marisa begitu kalut dan bingung, letak rumahnya yang sedikit berjauhan dari tetangga membuat teriakan minta tolong tak menghasilkan apapun, hingga kemudian mengingat Ailina dan menelponnya.


Seakan langit tak berpihak, di tengah darah yang terus keluar dari kepala anaknya, sambungan telpon tak menghasilkan apapun, hingga kemudian mencari nomer Sofia, beruntung panggilan segera terjawab.


*


*


Sofia yang sedang mencari beberapa buku di sebuah toko segera melesat pergi setelah menerima panggilan di ponselnya, hingga tak sengaja menabrak seseorang cukup keras saat berada di pintu keluar.


"Sofia?!"


"Ethan?"


"Ikut aku dan jangan membantah, aku butuh pertolongan, cepat!" Sofia tak berpikir panjang dan segera menyeret tangan Ethan sambil berlari.


"What!, Hentikan Sofia!" Terik Ethan segera menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan Sofia.


"Ada apa?" Tanya Ethan terheran.


"Kania, dia diserang papanya dan kepalanya mengeluarkan banyak darah tak sadarkan diri dirumahnya!"


"Apa?!" Shut Ethan sangat terkejut.


"Ayo!' Ethan segera berlari mendahului Sofia.


"Ethan tunggu!" teriak Sofia yang kini malah ketinggalan langkah Ethan yang sudah menelpon seseorang sambil menuju ke tempat parkir.


Terlihat mobil sport yang sangat mewah tentunya telah datang tepat disaat Ethan sudah ada di basemen.


"Cepatlah Sof, kau ini lemot sekali!" Seru Ethan menunggu Sofia sampai di mobilnya.


"Apa?!, kau ini larinya terlalu cepat dan aku ini seorang wanita" teriak Sofia sambil mengatur nafasnya.


"Diamlah, berisik, ayo masuk!" Perintah Ethan yang tentu saja membuat Sofia terheran.


"Ini mobil siapa?" Tanya Sofia setelah masuk.


"Tidak penting untuk di bahas, cukup berikan arahan jalan agar kita cepat sampai" jawab Ethan yang kini sudah memberikan perintah untuk segera melajukan mobilnya.


*


*


Sementara itu Ailina yang baru saja sampai di Mansion segera berlari menuju kamarnya untuk memeriksa Handphone yang sedari pagi tertinggal.


Tiga kali panggilan dari nomer Kania menarik perhatiannya, lalu segera menghubungi balik, seketika Ailina terkejut dengan suara jeritan dan tangisan dari ibu Kania.


"Tunggu, saya kesana Bu!" Ucap Ailina yang kini sedang berlari tanpa mengganti pakaian sekolahnya.


Kebetulan sekali Evan Baru saja sampai, saat akan mengangkat panggilan dari Ethan, dia dikejutkan saat melihat Ailina sudah berlarian ke arahnya.


"Ikut aku kak, cepat!" Ailina langsung melompat diatas motor sport dan membuat Evan melongo tak percaya.


"Apa yang Kau_?"

__ADS_1


"Kepala Kania mengeluarkan banyak darah karena pukulan Papanya" sahut Ailina dengan cepat.


"Apa?!"


"Cepat kak, aku jelaskan di jalan!' teriak Ailina sambil menyambar tangan Evan.


"Okey, wait!' terik Evan yang mulai mengerti keadaannya.


Motor sport melaju cukup kencang, namun tak juga membuat Ailina puas.


"Lebih cepat kak, atau kita pakai kekuatan teleportasi kakak saja?"


"Jangan aneh-aneh, kamu ingin menambah satu orang lagi pingsan setelah Kania?" Sahut Evan menambah laju motornya.


"Oh God, ini sangat menyebalkan!" Teriak Ailina yang masih dalam kepanikan.


Dan hampir saja Evan menabrak mobil mewah yang ada di sampingnya karena melaju begitu cepat.


"Awas kak?!'


"Sh-it!" Sahut Evan segera mengerem dengan cepat, beruntung keahliannya dalam mengendalikan motor sportnya tidak di ragukan lagi.


"Sorry!!" Terik Evan dan Ailina saat mobil itu membuka kaca karena jengkel dengan kejadian yang hampir saja membuat celaka.


Namun orang itu segera terbungkam saat sekilas menatap mata biru Ailina.


"Bukankah itu Ailina honey?" Ucap laki-laki tampan yang tak lain adalah Alfaro.


"Tidak salah lagi, kita ikuti honey!" Sahut Kirana dan dengan cepat Alfaro melajukan mobilnya mengikuti motor yang sudah melesat pergi.


"Gunakan kekuatan mata batinmu honey" ucap Kirana.


*


*


Ethan dan Sofia sudah berada disana, keduanya berlari masuk tanpa permisi lagi karena pintu terbuka lebar.


"Ya Allah, apa yang terjadi Bu?" Jerit Sofia begitu Shock saat melihat keadaan Kania dengan berlumuran darah dan berada dalam pangkuan mamanya.


Ethan segera mendekati dan memeriksa denyut jantungnya, sementara Sofia sudah ambruk terduduk lemas tanpa bisa lagi membendung air matanya.


Ditengah kepanikan semua orang, Ethan menggunakan kesempatan itu dengan menggunakan kekuatannya untuk memberikan pertolongan sementara ke Kania.


Saat yang bersamaan, terdengar deru motor sport mendekat. Tampak kedua remaja itu berlarian seolah tampak berkejaran.


"Kania!" Teriak Ailina segera mendekat dan membantu Ethan melihat keadaan.


"My God!" Evan tak kalah terkejut.


"Kita harus segera membawa Kania ke Rumah Sakit!" Ucap Ailina setelah memeriksa keadaan Kania.


Ethan, Evan dan Ailina saling pandang, seolah berbicara lewat hati untuk segera mengambil keputusan yang sama.


"Baiklah, aku akan mencobanya" sahut Evan yang akhirnya harus menggunakan kekuatan teleportasinya.


"Biar aku yang mengatasi Sofia dan Bu Marisa" ucap Ailina, begitu juga Ethan yang sudah siap membantu.


Dengan gerakan tangan yang begitu cepat, Ethan segera menotok bagian tertentu dari tubuh Marisa hingga tak sadarkan diri, begitu juga dengan Ailina yang melakukan hal sama kepada Sofia.

__ADS_1


Detik berikutnya Evan segera menghilang bersama dengan Kania.


"Ada apa ini?!" Seru suara seseorang mengagetkan Ailina dan juga Ethan.


"Aunty?"


"Apa yang Kalian lakukan!" Teriak Kirana semakin histeris disaat nampak dalam pandangannya darah yang sudah berceceran di lantai.


"Oh my God, ada apa ini?" Tak berselang lama Alfaro muncul dari belakang Kirana.


"Akan kami jelaskan Aunty, ini tidak seperti yang kalian bayangkan, bukan kami pelakunya dan kami sedang berusaha membantu, sungguh Aunty!' ucap Ethan berusaha untuk memberikan pengertian.


"Jelaskan pada kami" sahut Alfaro.


"Nanti, kita ke rumah sakit dulu, bagaimana?" Ucap Ailina.


"Rumah Sakit?, Maksudnya?" Tanya Kirana tak mengerti.


"Ish kelamaan Aunty, ayo!!' teriak Ailina yang sudah menyeret Kirana dan juga Alfaro bersamaan, sedangkan Ethan merasa tertahan karena dua orang yang belum siuman.


"Bagaimana dengan ku Ai?!" Teriak Ethan.


"Mereka berdua tugas kakak menjaganya!" Teriak Ailina.


"Apa?!, Oh my_" sahut Ethan menatap tak percaya, dan terpaksa harus tetap tinggal disana, setidaknya sampai Sofia dan Marisa di sadarkan kembali.


Ailina sudah melesat pergi, penjelasan di berikan dengan cepat di dalam perjalanan yang lumayan membuat heboh, dikarenakan Ailina membuat Alfaro harus menginjak Gas lebih dalam.


"Honey hati-hatilah, kau bisa membu-nuh kami!" Teriak Kirana.


"Kau tidak lihat, keponakan mu itu akan mengeluarkan kekuatannya untuk mendorong mobil ini jika aku tak melakukannya" sahut Alfaro.


"Oh my_, pelan kan lajunya honey!" Teriak Kirana.


"Ngebut aja Uncle!" Seru Ailina.


"Ailina, jangan macam-macam!" Teriak Kirana lagi.


"My God, tidak bisakah kalian berdua diam!" Teriak Alfaro pada akhirnya.


"SORRY " ucapan yang sama akhirnya keluar dari mulut Kirana dan Ailina, setelah itu perjalanan kembali tenang karena keduanya kini sudah terdiam hingga sampai di tempat tujuan.


"Aku minta maaf karena telah membentak kalian" ucap Alfaro menyesal.


"Kamu keterlaluan" sahut Kirana nyelonong turun begitu saja.


"Ai, uncle minta maaf"


"Uncle sungguh tega" sahut Ailina.


Mata Alfaro seketika melebar, tak percaya justru kini dirinya yang di per salahkan, padahal jelas sekali kelakuan dua wanita di dalam mobilnya yang membuat keadaan sangat membahayakan.


"Heeh, ya sudahlah, perempuan memang selalu benar" gumam Alfaro yang kini berjalan menyusul Kirana.


Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.


Yuk segera mampir ke channel YouTube : SINHO Channel/ SINHO NOVEL untuk mendapat cerita-cerita seru di sana.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2