THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 22


__ADS_3

Malam seperti biasanya, Sofia ikut makan malam dengan keluarganya, masih terdiam dirinya memasukkan suap demi suap makanan kedalam mulutnya.


"Siapa yang mengantarmu tadi siang?" Tanya Maria sang mama sambung.


"Teman" jawab Sofia singkat.


"Teman yang berhasil membuat semua kancing bajumu lepas?" Sahut Sarah.


"Apa maksud kakak?!" Ucap Sofia terkejut dan tak terima.


"Halah, tidak usah menutupi" sahut Sarah.


Sontak saja Prasetyo sangat terkejut mendengar apa yang dibicarakan oleh Sarah, lalu menatap tajam Sofia dengan sorot mata yang ingin penjelasan.


"Katakan siapa laki-laki itu, kekasihmu?" Ucap Prasetyo dengan sedikit kasar.


"Bukan, hanya teman pa" sahut Sofia.


"Kalau hanya teman kenapa sampai kau membawa jaketnya pulang, dengan baju yang sudah tidak karuan" Sarah menyela.


"Sofia!" Teriak Sang Papa.


"Pa, demi Tuhan, kita hanya berteman, dan siang tadi ada kejadian dimana Ethan menyelamatkanku dari beran-dalan yang ada di jalanan dan ingin berbuat kurang ajar padaku" sahut Sofia yang sudah tak tahan lagi dengan tuduhan saudara dan juga papanya.


"Oh, jadi laki-laki itu bernama Ethan, bagus aku akan mencari tau tentang laki-laki itu, kalau sampai aku tau dia hanya laki-laki beran-dalan dari keluarga yang tidak terpandang, jangan harap kau berteman lagi dengannya, papa tidak suka kau berteman dengan orang sembarangan!" Ucap Prasetyo.


"Dari awal memang terlihat, kalau anak papa satu itu tidak berkelas sama sekali dalam berteman" sahut Sarah.


"Diam lah Sarah, Sofia mungkin hanya salah pergaulan saja, maklum tidak ada yang menyukai wanita dengan gaya yang tidak menarik sama sekali" mama sambungnya menimpali.


Sofia hanya terdiam, tidak ingin lagi berdebat di meja makan, hatinya sebenarnya tidak terima, mendengar Ethan begitu direndahkan di mata keluarganya, tapi Sofia tidak bisa berbuat apapun saat ini.


Selesai makan malam, Sofia segera membereskan meja, lalu berjalan masuk kembali ke kamar seperti biasanya, namun baru saja dirinya membuka pintu, terdengar seseorang tengah berbicara.


Suara itu lumayan cukup terdengar, Rupanya Sarah sang kakak lupa menutup pintu kamarnya.


"Ayolah sayang, kembalikan uangku, jangan bercanda" ucap Sarah begitu jelas di dengar oleh Sofia.


Sofia hanya tersenyum miring,


"Dasar wanita tak punya otak, bahkan sekarang uangnya pun bisa diambil alih oleh kekasihnya yang hanya butuh uangnya saja" batin Sofia lalu kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sofia menatap cermin, tersenyum kembali saat mengingat bagaimana Ethan membantunya, walaupun begitu dingin dan terkesan biasa saja.


"Aku tidak tau hatimu seperti apa Eth, tapi aku ucapkan terimakasih" gumam Sofia dengan senyuman yang nampak dalam pantulan dirinya di cermin.


Hingga kemudian sebuah agensi model menghubunginya, Sofia segera menjawabnya karena saat ini dirinya juga butuh uang untuk melakukan semua yang dia inginkan.

__ADS_1


*


*


Hari berganti pagi dan Sofia masih terbangun dengan senyuman, dimana misi hari ini masih tetap sama, berharap si mata biru bisa di temukannya.


Memilih seragam sekolah di dalam lemari, entah kenapa Sofia memilih sebuah rok yang sudah lama tidak terpakai karena dulu dianggapnya terlalu panjang, dan saat di cobanya kali ini malah merasa nyaman.


"Sepertinya ini lebih bisa menutupi kaki atasku" gumam Sofia lalu segera memakai seragamnya dengan lengkap.


Berjalan menyusuri pinggiran jalan, Sofia mencari Taksi, pagi itu begitu ramai, hingga sedikit lama menunggu.


Senyumnya segera mengembang, tangan Sofia memberikan tanda untuk menghentikan sebuah taksi yang hampir melintas mendekat padanya, dan dirinya sangat terkejut saat taksi itu tetap meluncur pelan tidak berhenti di tambah dengan kilatan mata biru terlihat di dalamnya.


"Oh God, itu dia!" Teriak Sofia segera mengejar taksi yang berjalan pelan di keramaian jalan.


Brak Brak Brak


Sofia berhasil memukul bagian samping Taksi yang kini berhenti di lampu merah.


Sontak sang supir taksi terkejut, lalu mengeluarkan kepalanya saja.


"Hei, apa yang kau lakukan!" Teriaknya.


"Ijinkan aku ikut pak, sekolahku searah!" Ucap Sofia dengan nafas yang masih terengah-engah.


"Gak apa-apa pak, saya ikut juga!" Jawab Sofia begitu memaksa.


"Tudak_" ucapan sang sopir terhenti saat mendengar suara dari dalam yang mengijinkan Sofia ikut mobil taksinya.


"Baik, masuklah!" Perintah sopir taksi setelah membuka kunci otomatis pintu mobilnya.


Dan seperti yang di duga, didalam sudah ada wanita yang dicarinya beberapa hari ini.


"Kita bertemu lagi" ucap Sofia terlihat begitu senang dengan senyuman yang terbit di bibirnya.


"Hai, masuklah" ucap seseorang yang tak lain adalah Ailina.


"Maaf menganggu perjalananmu" ucap Sofia.


"Tidak juga, sekolah kita searah, nanti kamu bisa turun dulu"


"Kamu tau tempatku sekolah?" Tanya Sofia heran.


Ailina tersenyum, merasa pertanyaan Sofia terlalu konyol untuknya, "Nama sekolahmu ada di almamater bajumu, kamu lupa?" Jawab Ailina.


"Oh, iya, maaf, aku lupa" sahut Sofia merasa terlalu bodoh di depan Ailina.

__ADS_1


"Aku ucapkan terimakasih waktu itu, maaf baru bisa mengatakan itu sekarang, boleh aku berkenalan?" Sofia segera mengulurkan tangannya.


Keduanya kini sudah berjabat tangan.


"Aku Sofia" ucapnya.


"Aku Ailina"


"Em, bolehkan kita berteman?" Tanya Sofia lagi.


Ailina hanya tersenyum, lalu terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu, lalu tak lama kemudian mengangguk perlahan.


"Terimakasih Ailina, bisakah aku meminta nomer kontak mu?" Tanya Sofia lagi.


"Sudah sampai, sebaiknya kamu segera masuk, biar aku juga segera berangkat, waktunya semakin mepet" ucap Ailina.


"Oh iya maaf, eh tunggu, bagaimana aku bisa bertemu dengan mu lagi?" Tanya Sofia menahan pintu yang tadinya mau di tutup kembali.


"Nanti aku ke restoran kemaren yg kita ketemu" ucap Ailin dan segera menutup pintu taksi untuk pergi menuju sekolahnya.


"Oh ya, baik, terimakasih Ailina!" Seru Sofia dengan senyuman lebar yang menggambarkan kebahagiaan hatinya.


Sementara Ailina hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Sofia, rupanya benar apa yang di ceritakan oleh Ethan, "Untung saja pagi ini Kak Evan mengajak Kak Ethan untuk berangkat bersama menaiki motornya, seandainya tadi bersama, pasti ceritanya akan semakin seru" batin Ailina tertawa kecil sebelum akhirnya segera berlari masuk kedalam sekolah setelah taksi berhenti.


*


*


Sementara itu di tempat kerja sebuah agensi, nampak Sarah sedang di buat murka oleh tingkah kekasihnya.


"Apa maksud mu?"


"Maaf baby, uang itu di bawa lari oleh temanku dan aku bahkan belum memakainya sama sekali"


"Bre-ng-sek, bagaimana mungkin itu bisa terjadi, kau gila!"


"Aku mohon maaf kan aku"


"Bukan masalah maaf atau tidak, tapi itu uang terakhir yang aku ambil di tabunganku, dan aku sekarang tidak punya apa-apa lagi, hanya tersisa seratus juta saja yang kini aku miliki" Ucap Sarah begitu marah dengan sang kekasih yang telah melenyapkan uang 3 M nya.


Perbincangan yang cukup menegangkan terjadi antara dua orang itu, dan Sarah meninggalkan kekasihnya begitu saja, dia merasa sangat bodoh sudah percaya dengan laki-laki yang dianggapnya bersungguh-sungguh akan membangun kerajaan bisnis bersama.


Sarah kini berada di dalam ruangannya, tak mau diganggu siapapun, hingga akhirnya dia memutuskan untuk melakukan pekerjaan lamanya, yaitu mencari sumber keuangan dengan cepat, karena tidak mungkin saat ini gaya hidupnya yang glamor harus berhenti begitu saja.


Tak butuh waktu lama, karena Sarah seorang model yang namanya makin dikenal, mencari uang dengan mengencani beberapa Pria Kaya cukup mudah baginya.


Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN dan Tonton IKLANnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2