THE TRIPLETS

THE TRIPLETS
Episode 41


__ADS_3

Ailina segera berlari mendekati, seolah tak sadar apa yang sudah dilakukan, saat ini di hatinya hanya ada bayangan laki-laki misterius yang sering datang dan pergi membantunya.


"Tunggu, ada apa ini?!" Tanya Ailina.


Namun salah satu bodyguard itu sudah menghadangnya.


"Maaf Nona, silahkan menjauh dari area ini" ucap salah satu bodyguard dengan wajah begitu serius.


"Aku hanya ingin tau, apa yang terjadi dengannya?" Tanya Ailina.


"Apa anda mengenal Tuan kami?"


"Iya aku, oh tidak aku tidak mengenalnya, tapi beberapa kali kita bertemu, dan dia juga pernah_"


"Tolong Nona jangan mendekat, mungkin Nona salah Lihat, dan kami tidak mengijinkan anda untuk berada di sini"


"Apa?!, Kau!"


Disaat yang sama, terdengar suara deringan telepon yang tak juga kunjung berhenti, hingga membuat Ailina memutuskan percakapannya.


Rasanya ingin sekali Ailina menerjang sekumpulan orang yang membuat pagar di area laki-laki misterius yang kini sedang berbaring bersimbah darah diruang tindakan, namun tidak mungkin juga dilakukan karena Taksi online yang di pesannya sudah datang.


Hingga dirinya bisa bernafas lega saat seorang dokter spesialis bedah senior yang tentu saja mengenalnya melintas.


"Dokter!" Terlihat Ailina tergesa-gesa.


"Oh, Nona Ailina, ada apa?" Tanya sang Dokter.


"Apa Dokter menangani Pasien yang baru saja masuk?" Tanya Ailina.


"Iya, ada apa Nona?" Tanya Dokter.


"Bisa jelaskan sedikit saja apa yang terjadi dengannya?" ucap Ailina.


"Oh sayang sekali Nona Ailina yang cantik, itu tidak bisa saya lakukan, Karena melanggar kode etik tugas seorang dokter, kecuali anda salah satu keluarga dekatnya" Dokter menjelaskan keberatannya.


"Ck, rumit sekali, baiklah Dokter, kalau begitu apa dia bisa ditangani dengan baik?" Tanya Ailina.


"Maksudnya?"


"Maksudku, apa dia akan hidup?" Tanya Ailina yang sudah tak tau lagi harus bertanya seperti apa.


Dokter itu tersenyum, lalu mengangguk, dan entah kenapa Ailina bisa bernafas dengan lega, "Terimakasih Dokter, saya pamit dulu" ucap Ailina.


"Iya Nona Ailina, hati-hati!" Pesan dokter itu sebelum Ailina masuk ke dalam Taksi dan segera pergi.


Berkali-kali bertemu dengan laki-laki misterius itu, selalu Ailina yang mendapatkan bantuan, dan kali ini Ailina merasa tak bisa melakukan apapun untuk membantu Laki-laki itu walaupun hanya sekedar tau keadaannya.


Datang tepat di jam sebelas lebih Lima belas menit, Ailina mendapat sambutan dari Ethan.


"Baru datang Ai?" Tanya Ethan.


"Hem" sahut Ailina tampak lemas dan tak ada semangat sama sekali.


"Istirahatlah, kamu tampak sangat lelah" sahut Ethan.


"Hem" sekali lagi Ailina menjawab dengan nada yang sama.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saya Ai?" tanya Ethan lagi.


"Hem" jawab Ailina yang kini sudah duduk dan merebahkan kepalanya di sandaran sofa.


Ethan mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamarnya, berbalik dan duduk di dekat Ailina lalu memegang keningnya.


"Aku baik-baik saja kak" ucap Ailina sambil memejamkan mata dan menghalau tangan Ethan yang berada di wajahnya.


"Aku kira kau demam" jawab Ethan, lalu menurunkan tangannya, "Ada Masalah?" Tanya Ethan lagi.


Ailina menggeleng sebentar, lalu mengangguk, tentu saja Ethan semakin tidak bisa memahami.


"Mau cerita?" Tanya Ethan lagi.


"Besok saja" sahut Ailina.


Ethan menggelengkan kepala, lalu tanpa di minta langsung menyambar tubuh Ailina dan menggendongnya seperti Koala.


Ailina tersenyum,"Terimakasih kak Ethan" ucap Ailina.


"Kau ini manja sekali"


BRUG


"Ish, pelan dong kak!" Teriak Ailina saat Ethan sengaja menghempaskan dirinya di atas tempat tidur cukup keras.


Ethan tertawa, melihat Ailina sudah bisa mengomel membuat dirinya merasa lega, lalu memberikan pesan untuk segera istirahat dan pelukan kepada Ailina sebelum menutup pintu kamar adiknya.


*


*


"Syukurlah Tuan muda sudah sadar, dan peluru itu hanya mengenai bahu tuan saja"


"Mereka mengirim pembunuh bayaran dengan kekuatan supranatural untuk menghabisi ku" ucap Laki-laki itu.


"Iya tuan, dan saya harap mulai detik ini, anda jangan terlalu nampak di luar, di Negara ini keberadaan Tuan sudah tidak aman lagi"


"Aku tau, persiapkan perjalanan Rahasia keluar dari Negara ini secepatnya"


"Baik Tuan, apa kita akan kembali lagi ke tempat asal anda?" Tanya Salah satu orang kepercayaannya.


"Belum saatnya, cari negara lain saja, yang tidak jauh dari negara ini"


"Maksud Tuan?"


"Cari negara tetangga saja, seperti itu saja kau tidak mengerti" ucap laki-laki itu sedikit kesal.


"Apa Tuan Muda sedang jatuh cinta?" Sahut suara seorang laki-laki setengah baya yang merupakan jajaran orang penting dalam pengawalannya.


"Paman?" Sapa Laki-laki misterius itu.


Laki-laki setengah baya itu hanya tersenyum dan menunduk memberi hormat, lalu memberikan sebuah berkas kepada salah satu orang kepercayaannya untuk mengurus kepergian Tuan mudanya.


*


*

__ADS_1


Pagi hari tak seperti biasanya, Ailina bergegas lebih pagi keluar Mansion karena rasa penasaran yang tak bisa di tahan lagi.


"Ailina sudah berangkat?" Tanya Ethan yang merasa heran di pagi hari sudah mendengar teriak Evan memberi pesan hati-hati.


"Iya kak, baru saja pergi?" Jawab Evan.


"Sepagi ini?" Tanya Ethan lagi.


"Begitulah, ada kepentingan katanya, mau ke Rumah Sakit dulu"


"Oh, apa gadis itu sudah sadar?"


"Aku dengar sih begitu" jawab Evan.


"Nanti siang sebaiknya kita kesana, bagaimana pun Bu Marisa adalah pegawai di tempat mama Ratu, kita harus menghormatinya" ucap Ethan.


"Siap kak, Kania juga teman satu sekolah, mungkin nanti aku ke sana bersama perwakilan sekolah, kalau kak Ethan mau gabung boleh"


"Lihat saja nanti" jawab Ethan.


Ailina sudah sampai di Rumah sakit, sedikit memutar otak untuk menanyakan keberadaan seseorang ke resepsionis.


"Oh Tuan SKY?, maaf Nona Ailina, pasien yang anda tanyakan segera di pindahkan ke Rumah Sakit di luar negeri, tapi sangat dirahasiakan" ucap sang resepsionis sedikit berbisik.


"Apa?!, Rahasia?, Jadi dia bernama Sky?" Tanya Ailina.


"Iya, hanya itu yang kami tau, sepertinya dia Pasien VVIP dan orang yang sangat penting, kami bahkan dilarang untuk memberikan informasi apapun, berhubung anda yang minta, saya hanya bisa memberikan sebatas itu saja Nona" ucap Sang Resepsionis dengan cemas.


"Oke baiklah, terimakasih" ucap Ailina setelah mendapat nomer kamar perawatan yang di harapkan.


Namun lagi-lagi dirinya mendapati situasi yang tak diinginkan, disaat Ailina hampir saja tiba, nampak beberapa bodyguard sudah memblokir area, dan terlihat Laki-laki misterius itu didorong keluar berada diatas kursi Roda.


Ailina hanya tertegun melihatnya, nampak sekali Aura kepemimpinan dan wajah yang begitu tampan dengan rahang yang kuat, menunjukkan betapa sangat berkuasa.


Entah keberanian dari mana, tiba-tiba saja Ailina berteriak. "Aku ucapkan terimakasih banyak sebelum kau pergi!"


Tanpa di duga, semua bodyguard itu berhenti mengikuti instruksi dari sang Tuannya. Laki-laki muda yang berada diatas kursi tidak segera berbalik dan menatap Ailina dari kejauhan.


"Bisakah aku mendekatinya Paman?" Tanya laki-laki yang hanya dikenal dengan nama Sky.


"Apa Tuan muda tidak khawatir, Wanita anda itu bisa jadi sasaran selanjutnya?" Ucap sang Paman.


Sky akhirnya terdiam, walaupun hatinya begitu menjerit dan ingin sekali memeluk wanita yang sudah di klaim nya sebelum pergi meninggalkannya, namun keselamatan wanitanya adalah segalanya.


Hanya Senyuman tipis yang bisa Sky berikan ke Ailina yang masih menatapnya dari kejauhan.


"Kita lanjutkan perjalanan, pastikan wanita itu jauh dari rombongan kita" perintah Sky dan tentu saja segera di lakukan.


Bagaimana dengan Ailina?, tentu saja sangat kecewa, begitu kejam perlakuan yang dirasakan, bahkan menyapa saja, seolah laki-laki itu tak peduli.


"Tidak usah menghalangiku!, Aku tidak akan mengikuti kalian!" Teriak Ailina penuh emosi.


Kedua bodyguard itu begitu terkejut ketika mata Ailina memancarkan sinar biru yang begitu indah.


"Sh-it!, Apa ini" ucap bodyguard itu yang tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.


Namun ada sesuatu yang aneh ketika tatapan Sky kembali mengamati, dengan gerakan tangan saja, kekuatan Ailina bisa dihentikan, dan pengawal itupun segera berlari kembali ke barisan atas perintah sang Tuan.

__ADS_1


__ADS_2