Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Pemanggilan Sevira


__ADS_3

Setelah beberapa teriakan akhirnya tidak ada suara lagi yang keluar. Gagang pintu bergerak dan Zanir keluar dari sana bersama dengan asap yang mengepul keluar.


"Tenang saja, sekarang dia baik-baik saja. Yang lebih penting bisa bawa dia? Kurasa energi sihirnya habis."


"Ah, ya."


Pasangan suami istri itu bergegas menuju ke dalam ruang kecil itu dan keluar sambil menggendong seorang gadis kecil. Dia memiliki tanduk di kepalanya yang membuat fitur wajahnya yang cantik menjadi sangat lucu.


Mereka membawanya ke dalam rumah sementara aku menatap Zanir dengan dingin.


"Hei, jangan menatapku seperti aku ini penyuka anak kecil. Aku menolongnya! kau tahu, saat ini jika seseorang yang bisa menggunakan sihir mereka akan lepas kendali dan mengamuk."


Aku tidak tahu kalau hal seperti itu bisa terjadi. Tapi Zanir bisa mengatasi masalah seperti ini mungkin dia orang yang dimaksud oleh Sevira.


"Tapi bagaimana kau menolongnya? Dan mengapa kau tidak lakukan di luar?"


"Hah? Bicara apa kau ini? Kalau aku melakukannya di luar berapa banyak kerusakan yang harus aku perbaiki. Saat di dalam ruangan sempit tadi aku bisa mengaktifkan barrier dengan leluasa serta kerusakannya bisa diminimalisir."


Saat aku hendak ingin menanyakan tentang pemanggilan Sevira, kedua suami istri itu memanggil kami untuk makan bersama sebagai ucapan terima kasih.


Aku mengikuti Zanir ke dalam untuk menikmati makanan yang sudah di siapkan. Setelah itu kami diajak oleh sang suami menikmati pemandian air panas yang menjadi salah satu tempat wisata di Dragon Fortress ini.


Aku sangat terkejut melihat sebuah tato naga di bagian leher Zanir. Itu membuat Zanir terkesan seperti penjahat yang selalu dicari oleh hukum.


Aku membasuh tubuhku terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam pemandian. Selesai. Aku masuk ke dalam kolam air panas dan entah kenapa seluruh rasa lelahku menghilang dan rasanya sangat nyaman hingga ke tulangku.


"Oh iya. Tadi apa kau ingin mengatakan sesuatu yang penting, Sora?"


Aku menoleh dengan cepat karena aku tidak percaya bahwa ia mengingat itu. Aku bahkan lupa apa yang ingin kukatakan padanya sebelumnya. Setelah berpikir beberapa detik akhirnya aku mengingatnya.


"Benar. Sebenarnya..."


Aku mengatakan pada Zanir tentang seorang dewi cantik yang datang padaku lewat mimpi dan masih banyak lagi hingga tentang mencari orang yang dapat membantuku memanggil dewi cantik itu.


"Hanya itu?"


"Ya, hanya itu."


"Kupikir apa. Ternyata masalah sepele toh."


Zanir mempercayai ucapanku yang bahkan aku sendiri meragukannya. Dia setuju dan mengatakan akan membantuku memanggil Sevira.


Aku merasa senang dan menikmati waktu mandi ini dengan sebaik mungkin.

__ADS_1


"Ada apa Sora? Apa kau tertarik dengan tato ini?"


"Eh? Tidak..."


Aku tak sadar bahwa aku terus memperhatikan tato naga di lehernya itu. Itu sangat keren sehingga aku tak bisa menahan diriku untuk melihatnya.


"Keren bukan? Yah, lagipula ini bukan tato biasa."


"Apa maksudnya?" Aku mulai penasaran maksudnya.


"Itu adalah lambang yang diberikan oleh kaum kami kepada mereka yang dianggap sebagai tuan."


Itu adalah penjelasan yang dikatakan oleh sang dragonman. Meskipun penjelasannya masih sedikit rumit.


"Hei, Aciel. Katakan dengan kalimat yang simpel."


Zanir menghela nafas setelah menegur Aciel, sang naga. Dia menoleh padaku.


"Ini adalah bukti kalau aku adalah tuan dari para naga yang kau lihat di kota. Lambang ini membuatku memiliki kekuatan layaknya seorang dragonman, juga di mata beberapa naga mungkin aku adalah salah satu dari kaum dragonman."


Aku sangat memahami apa yang dikatakan oleh Zanir, kurasa dia memang sangat pandai mengajari orang lain. Tapi, aku tidak pernah menduganya. Dikatakan kalau kaum dragonman memiliki kekuatan yang tidak masuk akal dan mereka juga sangat sombong akan kekuatan mereka tapi menjadikan Zanir sebagai tuan mereka...


Kurasa aku tidak perlu membayangkan Zanir menjadi makhluk paling kejam. Setelah selesai berendam begitu lama, rasanya sangat menyegarkan. Aku memakai pakaianku dan aku terkejut dengan Zanir yang mengenakan pakaian aneh.


"Ah segarnya." Hanya dalam satu tegukan susu di dalam botol kecil diminum habis oleh Zanir hingga tak tersisa.


"Zanir, ayo bertanding!" Aciel menantang Zanir dengan senyum penuh semangat.


"Menarik. Sombong sekali dirimu menantangku."


Aku bisa merasakan aura persaingan mereka.


Keduanya bersiap di posisi. Di tangan kanan mereka berdua memegang semacam pemukul kecil dan di tangan kiri Aciel memantul-mantulkan bola kecil berwarna putih.


Di tengahnya ada meja kecil berbentuk persegi panjang dan ditengahnya ada sebuah jaring panjang.


Aciel memantulkannya lalu memukulnya ke depan. Bola melewati jaring dan memantul di meja bagian Zanir. Dengan cepat Zanir memukul kembali bolanya agar dikembalikan ke Aciel.


Pukulan mereka semakin kuat dan gerakan mereka menjadi sangat cepat sehingga aku tidak bisa melihat mereka berdua bergerak atau pun bolanya. Aku hanya bisa mendengar suara yang dihasilkan dari pantulan bola dan teriakan semangat keduanya.


Aku akhirnya bisa melihat keduanya. Zanir memukul bola dan boom! Bola melewati kepala Aciel dan menghancurkan tembok yang ada di belakang Aciel.


Itu berubah menjadi lubang besar sehingga orang-orang di luar terdiam dan memperhatikan kami.

__ADS_1


"Aku kalah lagi." Aciel jatuh karena tidak bisa menerima kekalahannya. Cahaya di matanya menghilang dan air matanya hampir turun.


"Kau pikir bisa mengalahkanku? Tidak dalam 20.000 tahun." Ucap Zanir sambil mengacungkan tanda peace.


Zanir pergi ke pintu dan meninggalkan Aciel begitu saja.


"Uh... Zanir."


"Biarkan saja. Ayo pergi, bukankah kau ingin memanggil Dewi Setrika atau apalah."


"Sevira!"


Aku pergi keluar dan berada di lapangan luas. Zanir menutup matanya dan lingkaran sihir yang sangat besar muncul di bawah kaki kami.


"Teteskan darahmu ke dalam lingkaran sihir."


"Eh, ah. Baik!"


Aku menggigit kulit di ibu jariku dan darah menetes dari sana. Lingkaran sihir berubah warna dari merah crimson menjadi perak.


"Aku Zanir, dengan jiwa dan darahku. Aku memanggilmu. Datang. Dan patuhi aku."


Zanir membaca mantra sehingga tulisan-tulisan kuno berterbangan di udara.


"Atas nama keluarga White, aku memanggil. Summon!"


Tulisan kuno yang berterbangan di udara berkumpul di telapak tangan Zanir lalu menepuk tanah. Lingkaran sihir bersinar terang dan di tengah lingkaran muncul seorang gadis cantik yang berbaring.


Dia memiliki rambut cokelat dengan panjang mencapai bahu. Kulitnya putih dan sangat cantik. Dia lebih dari sekedar "Manis" seperti putri bangsawan — Tidak ada manusia yang bisa menandingi kecantikannya.


Gadis itu membuka matanya dan langsung memelukku setelah ia melihatku.


"Kau berhasil, Sora!"


"Ya."


Zanir berjalan mendekati kami dengan seringai mengerikan. Dia tampak seperti sedang marah, meskipun tersenyum ada aura jahat disekitarnya.


"Sepertinya kau memanfaatkanku hanya agar kau bisa bertemu dengan cintamu ya, Sevira?"


"Hmm... lihat, siapa yang bicara? Dewa kematian yang berbagi tubuh dengan seorang bocah."


Entah apa yang terjadi tapi aku merasakan kebencian diantara mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2