Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Laporan White Zanir


__ADS_3

...~Sudut pandang Reiki~...


Karena tiba-tiba datang, Zanir dan keempat temannya dianggap sebagai penyusup. Beberapa ksatria mengepung mereka dan kelimanya mengangkat tangan mereka. Jika aku menjadi Zanir aku tidak mungkin akan muncul di tempat mencolok seperti ini.


"Siapa kalian?!"


Raja berteriak dengan suara yang menggema di ruangan. Aku berharap ia tidak berteriak karena telingaku jadi sangat sakit.


"Yang bener aja nih? Baru datang langsung dieksekusi." Keluh Glen dengan suara rendah.


"Kalau aku bilang kami adalah orang baik apa raja percaya?"


Mana ada orang baik mengatakan dirinya sendiri baik?! Apakah otakmu bodoh?


"Penjarakan mereka."


Hanya dengan satu perintah, mereka di bawa ke dalam penjara tapi Chelsea dan Dark berhasil menghentikannya.


"Tunggu yang mulia."


"Merekalah yang mengalahkan raja iblis dan mereka juga datang dari dunia lain untuk menjemput tuan Kawaragi dan teman-temannya."


"Lepaskan mereka."


Para penjaga melepaskan mereka berlima dan saat kelimanya mendekat, raja sangat terkejut karena Dark dan White Zanir sangat mirip dalam hal penampilan.


"Oi, beginikah cara kalian berterima kasih?"


White Zanir tampak kesal dan menunjuk raja dengan jarinya. Tidak ada rasa hormat, tidak ada sopan santun, dia telah bersikap tidak sopan pada raja yang membuat orang yang bertugas melindungi raja yang sejak tadi berdiri di samping singgasana menarik pedangnya.


"Tenanglah. Kami tidak bermaksud seperti itu hanya saja kau seharusnya datang dengan lebih baik lagi." Ucap Dark untuk menenangkan suasana.


"Kalau bukan karena para malaikat itu, kami juga tidak akan datang seperti ini."


"Malaikat?"


Banyak yang berbisik karena ucapan White Zanir tidak lebih dari sebuah kebohongan. Orang-orang ini tidak pernah melihat malaikat jadi mereka tidak akan percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


"Memangnya kenapa kalian sangat terburu-buru?" Tanya Chelsea.

__ADS_1


"Saat pertarungan tadi..."


...----------------...


Setelah Reiki dan yang lainnya pergi, Ultra Force bersemangat untuk mengalahkan puluhan malaikat yang terus berdatangan. Satu demi satu para malaikat dikalahkan oleh mereka namun berapa kali pun mereka menyerang, para malaikat terus saja berdatangan.


"Aku punya ide!" Teriak Glen.


"Kuharap itu bukan hal yang bodoh." Sindir Kagami.


Glen berteriak dengan semangat dan api membara di seluruh tubuhnya. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya ke tanah. Seketika ledakan terjadi tanpa henti di langit tapi dampaknya terkena mereka sendiri.


"Oi, Glen sudah kukatakan untuk tidak melakukan hal bodoh bukan?!" Teriak Kagami.


"Memang benar kalau ini ide bagus tapi setidaknya kendalikan kekuatanmu dengan baik, otak api!" Keluh Jean.


"Kita harus pergi dari sini!"


Zanir menggunakan sihir Barrier kepada seluruh temannya untuk melindungi dari ledakan yang disebabkan Glen lalu berlari sekencang mungkin untuk menjauh.


"Seharusnya kau berpikir dulu sebelum bertindak, otak udang!" Sindir Jun yang terus berlari dengan kencang.


"Berhenti bertengkar! Bagaimanapun kita harus pergi atau para bulu angsa itu mengejar kita."


Zanir berhasil menengahi pertengkaran mereka dan terus berlari dari ledakan yang bertubi-tubi.


"Boleh aku mengatakan sesuatu, Zanir?"


"Apa itu?"


"Kenapa kita tidak kabur menggunakan sihir [Gerbang] milikmu?"


"Ah? Bener juga."


Kagami menghela nafas setelah mendengar jawaban Zanir. Terkadang Zanir tidak berguna di saat tertentu. Setelah memfokuskan sihir, sebuah lubang terbentuk di udara. Mereka berlari masuk ke dalam lubang itu dan sampai di istana kerajaan.


"Dan begitulah kami bisa di sini."


Baik raja maupun orang-orang istana masih tidak mempercayai cerita mereka tapi Dark dan yang lainnya adalah saksi dan cerita itu benar adanya. Mau tidak mau mereka mempercayai cerita tersebut dan raja kembali duduk dengan mengusap pelipisnya.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong soal kami, bukankah sebagai raja kau harusnya meminta maaf pada kami?"


Tangan kanan raja, orang yang betugas melindungi serta membantu raja menatap dengan kesal. Meskipun itu adalah kesalahan tapi tidak seharusnya raja yang merupakan pemimpin tertinggi menundukkan kepalanya kepada mereka yang lebih rendah. Namun, hal itu tidak berlaku di hadapan Zanir.


Di mata orang bernama White Zanir, gelar hanyalah sebuah nama dan bangsawan tidak lebih omong kosong. Setinggi apapun kastamu, itu tidak dapat menolongmu dari kematian.


"Jadi... Kau mau minta maaf atau tidak?"


Dalam sekejap mata, White Zanir sudah berada di depan raja. Wajahnya sangat dekat dan aura intimidasi keluar dari mata Zanir. Pedang diayunkan dan menebas kepala White Zanir namun pedang itu hanya menebas angin. Tanpa mereka sadari, Zanir berada di belakang sang tangan kanan raja yang baru saja mengayunkan pedangnya.


"Oi, oi. Beginikah caramu meminta maaf?"


Dengan reflek dia berputar namun gerakannya langsung berhenti karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Semua orang terkejut dengan kejadian itu. Sang tangan kanan raja adalah seorang ksatria yang pernah menghabisi naga seorang diri dan kemampuannya sudah diketahui oleh seluruh kerajaan. Namun di depan banyak orang, dia tidak bisa bergerak sama sekali seperti ada sesuatu yang kuat telah menahannya.


"Tenanglah, aku hanya bertanya kenapa kau malah marah?"


"Apa yang... Kau lakukan?"


"Hah? Lihat ke bawahmu."


Semua melihat ke arah kaki sang tangan kanan raja. Sebuah pisau biasa tertancap di dekat kakinya. Tidak ada yang tahu antara pisau itu dengan tubuhnya yang tidak bisa digerakkan.


"Pisau itu menancap pada bayangan sehingga seluruh gerakannya terhenti?"


Benar!"


Mendengar itu mereka terkejut karena mengunci pergerakan dengan menyerang bayangannya saja adalah hal yang tidak mungkin. Raja tidak bisa melakukan apapun selain mendengarkan kata-kata Zanir. Jika orang yang di depannya adalah orang yang mengalahkan raja iblis itu artinya menghancurkan kerajaan bukanlah hal yang sulit.


"Baiklah, aku minta maaf atas ketidaknyamanannya."


Setelah berpikir sejenak raja membungkuk dan meminta maaf. Tidak ada satupun yang memprotes tentang itu. Zanir menyeringai lalu berjalan ke tempat teman-temannya. Pisau yang mengikat bayangan pun sudah menghilang dan dia bisa bergerak lagi dengan bebas.


"Hal seperti ini tidak akan terjadi jika kalian tenang sejak awal."


Setelah itu White Zanir dan lainnya memberikan laporan kepada raja tanpa ada yang di sembunyikan. Raja menerima laporan dengan tenang dan memahami situasinya.


Setelah melaporkan banyak hal semua kembali ke rumah masing-masing. Reiki, Sora, Akiko dan Sevira pergi ke mansion yang sudah di siapkan oleh raja, Chelsea kembali ke kediamannya sementara White Zanir dan kelompoknya mengikuti Dark Zanir ke tempat tinggalnya. Meskipun Dark Zanir sudah menyuruh mereka untuk pergi dan tidak mengikutinya, mereka tetap mengikuti hingga sampai di depan rumah.


"Kenapa diriku dari dunia lain ini sangat menyebalkan?"

__ADS_1


Dark Zanir lelah dengan sikap mereka dan tidak bisa mengeluh apapun.


__ADS_2