Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Pelintas ruang waktu


__ADS_3

Saat Zanir mencoba mendekati Chelsea dengan wajah yang penuh air mata seketika ia berhenti dan memukul kedua pipinya sendiri dengan keras.


"Zanir!?"


Kami terkejut dengan tindakan Zanir kecuali para Ultra Force dan Sevira. Ia seolah menguatkan dirinya untuk sadar pada kenyataan.


"Maaf, aku terbawa emosi. Kau sangat mirip dengan orang yang ku kenal jadi maafkan aku... Lalu kau, diriku yang dari dunia ini."


(Dark) Zanir terkejut saat ia dipanggil. Dia merasakan dingin di punggungnya saat melihat dirinya sendiri tersenyum cerah padanya. Ia merasa jijik saat melihat White Zanir.


"Terima kasih sudah menjaga teman-temanku."


Dark Zanir benar-benar tidak tahu bagaimana ia harus bersikap saat White Zanir membungkuk untuk berterima kasih kepadanya.


"Itu bukan masalah, ngomong-ngomong kau terlihat sedih saat berhasil mengalahkan raja iblis. Apakah kalian memiliki semacam hubungan?"


White Zanir tidak langsung menjawabnya, dia menatap ke langit dengan senyum yang dipaksakan. Setelah beberapa detik dalam keheningan akhirnya dia berbicara.


"Maaf, aku tidak bisa mengatakannya sekarang."


Kata-kata itu membuat Dark dan yang lainnya tidak menanyakannya lebih jauh. Ada semacam hal yang tidak bisa ia ceritakan sekarang. Saat semuanya diam tak mengatakan apapun, keheningan di hancurkan oleh Chelsea.


"Untuk sekarang kita harus segera kembali melaporkan kepada raja bahwa raja iblis Belial telah dikalahkan."


"Kau benar."


White Zanir dan Ultra Force berbalik untuk pergi, mereka di tahan oleh Akiko.


"Kalian mau kemana di saat seperti ini?"


"Kau tahu Akiko, ada hal yang harus kami urus."


Jawaban White Zanir terdengar kaku dan gemetar. Ada hawa dingin yang menjalar di punggungnya saat menatap mata Akiko.


"Kalian tidak pergi karena tidak ingin bertemu raja bukan?"


Satu pertanyaan itu adalah pukulan telak bagi White Zanir dan Ultra Force. Memang benar mereka tidak ingin bertemu dengan raja karena itu akan menjadi merepotkan.


"T-Tenang saja. Kami hanya pergi sebentar."


"Glen suaramu gemetaran tuh."


White Zanir dan Glen tumbang karena tidak bisa melawan Akiko, wajah Jean dan Jun pun menjadi pucat sementara Kagami yang masih dalam ketenangannya menghela nafas.


"Hah... kami tidak mencoba pergi atau semacamnya Aoi."


"Lalu?"


"Lihat di sana."


Kagami menunjuk ke langit. Retakan muncul di langit dan muncul puluhan malaikat yang siap membunuh. Akiko tidak tahu apa yang sedang terjadi tapi dia tahu bahwa mereka itu berbahaya.

__ADS_1


"Siapa mereka?"


Semua terkejut tapi tidak dengan Kagami. Akiko yang merasa bahwa teman-temannya akan kabur tapi dia ternyata salah.


"Penjaga ruang waktu."


Semua berada dalam posisi siap bertarung setelah melihat jumlah tidak masuk akal yang ada di langit.


"Kalian pergilah saja. Bagaimanapun mereka hanya mengincar kami."


Setelah mendengar penjelasan Kagami, semuanya pergi kembali ke kerajaan untuk melapor sementara Ultra Force mengurus masalah mereka.


"Zanir, sekarang bagaimana? Haruskah kita menahan diri?"


Suara Jean membuat Zanir kembali ke kenyataan.


"Hm? Woi! Kapan mereka muncul?!"


"Baru saja." Jawaban cepat Kagami.


"Padahal aku ingin bersantai."


Tanpa menunggu para malaikat melemparkan tombak cahaya yang mampu melenyapkan apapun. Sinar panas hampir terkena kaki Glen namun itu meleset.


"Woi! Ntar kakiku hilang gimana?!


Dengan penuh emosi, Glen berdiri sambil mengacungkan jari tengahnya. Tapi malaikat itu tidak mempedulikannya dan menembak tombak cahaya yang melewati pipi Glen.


Para Ultra Force lari berpencar ke berbagai arah dan menghindari setiap serangan yang datang secara beruntun. Api hitam membentuk sebuah busur dan panah di tangan Zanir, dengan satu tembakan panah itu menembus beberapa perut malaikat yang terbang dan terbakar. Api hitam itu menyebar ke setiap malaikat di dekatnya saat malaikat yang terbakar sudah berubah menjadi abu.


"Mirror Shuriken ."


Kaca berbentuk seperti bintang di lempar oleh Kagami dan merobek sayap beberapa malaikat sehingga mereka terjatuh ke tanah dengan keras. Jean dan Jun memanfaatkan kesempatan itu dan menebas malaikat yang jatuh dengan kapak.


Glen yang penuh emosi terus menyerang dengan api yang keluar dari kakinya. Seolah seperti menendang bola ke atas. Setiap bola api tidak ada yang meleset dan terus mengenai malaikat yang panik akibat serangan Zanir.


"Mereka tidak ada habisnya!" Keluh Glen.


"Tenanglah kepala api." Saut Kagami yang ada didekatnya.


...----------------...


Dari kejauhan, Aku dan yang lainnya belum pergi ke istana. Kami bersembunyi di belakang batu dan melihat Ultra Force bertarung dengan hebat.


"Keren. Tidak kusangka mereka sekuat itu." Kataku tanpa sadar.


"Padahal aku tidak melihat adanya kerja sama diantara mereka. Mereka seperti melakukan tugas mereka saja namun itu terlihat mereka seperti kerja sama." Kata Sora.


"Sudah saatnya kita kembali Reiki, Sora."


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Chelsea berhasil mengaktifkan sihir yang di sebut "Gate" dengan mata sihirnya. Kami memasuki gerbang sihir itu dan dalam hitungan detik kamu telah sampai di istana.

__ADS_1


"Ayo, waktunya untuk melapor pada raja."


Kami mengikuti Dark Zanir menuju ruang takhta dan menemui raja. Seorang pria tua duduk di singgasana. Meskipun sudah tua ia masih terlihat berwibawa dan gagah.


Kami mengikuti Dark Zanir membungkuk di hadapan raja.


"Angkat kepala kalian."


Kami mengangkat kepala kami sesuai perintahnya dan melihat raja yang sedang duduk di singgasana.


"Baik. Kami telah berhasil mengambil kembali benteng Rovelt yang sebelumnya di kuasai oleh Undead dan iblis kelelawar."


"Kerja bagus. Aku senang kau kembali dengan baik."


"Juga..."


Dark ingin mengatakan bahwa dirinya dari dunia lain datang membantu tapi dia bingung karena ucapannya pasti akan dianggap kebohongan.


"Apakah ada yang lainnya?"


Raja tahu bahwa ada hal penting lain yang harus dilaporkan jadi ia memancingnya agar bicara.


"Kami bertemu dengan orang-orang dari dunia lain yang telah membantu kami."


Raja tidak percaya dan segera menoleh ke Chelsea. Chelsea yang tahu akan maksud raja berbicara.


"Itu benar, yang mulia. Yang mulia juga tahu bahwa tuan Kawaragi datang dari dunia lain, begitu juga yang lainnya."


Setelah mendapatkan penjelasan, akhirnya raja mempercayai cerita yang ia anggap lelucon itu. Saat pertama kali bertemu Sora, raja sama sekali tidak mempercayai setiap ucapan Sora namun kini ia sudah yakin sekarang.


"Kalau begitu, siapa diantara kalian yang melawan raja iblis?"


"Itu..."


"Whoa!!"


Saat Dark ingin memberikan penjelasan, sebuah portal tiba-tiba muncul keluar lima orang yang tidak asing dari sana. tiga orang pertama keluar dan jatuh sambil menimpa dan dua orang lainnya muncul dengan berjalan santai.


"Oi, Glen! Singkirkan tubuhmu dariku!"


"Harusnya kau mengatakan itu pada si mata empat ini, Zanir!"


"Apa yang kau katakan, bodoh? Jelas-jelas aku sudah berdiri sejak tadi."


Yang muncul adalah tidak lain dan tidak bukan adalah orang yang mengalahkan Belial. Melihat mereka yang tampak asing, para ksatria segera mengarahkan tombak mereka.


"Jangan bergerak!"


Ultra Force berdiri dan mengangkat kedua tangan mereka.


"Siapa kalian?!" Bentak raja dengan suara yang lantang.

__ADS_1


"Yang bener aja nih? Baru datang langsung dieksekusi." Keluh Glen dengan suara rendah.


__ADS_2