Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Penyusupan


__ADS_3

...Sudut pandang Reiki...


Sebuah benteng yang biasanya melindungi kerajaan kini telah diambil alih dan para ksatria yang berjaga di sana telah disandera. Itu yang dikatakan sang pembawa pesan sehingga tujuan kami adalah merebut kembali benteng tersebut.


"Aku merasakan energi jahat dari dalam."


Saat kami sampai dan hendak masuk ke dalam, Chelsea menahan kami karena ada musuh yang sangat kuat.


"Apakah itu raja iblis?" Tanya Sora.


"Bukan, seharusnya raja iblis memiliki energi yang mencekam dan jahat tapi ini seperti ... Menjijikan!"


Aku tidak mengerti apa yang dimaksudnya karena aku tidak merasakan apapun itu tapi dia seperti (White) Zanir dan aku yakin ucapannya dapat dipercaya.


"Kalau begitu kita harus mencari jalan masuk lain." Usul (Dark) Zanir.


"Serahkan saja padaku."


Sora dengan percaya diri mengajukan dirinya dengan bangga.


"Baiklah, kuserahkan tugas itu padamu tapi ingat. Jika kau dalam bahaya maka segera berlari."


"Baik!"


Setelah diperingati oleh Chelsea, Sora berlari dengan cepat seperti kilat dan menghilang. Aku penasaran bagaimana dia bisa berkembang secepat itu? Meskipun kami mendapat pelatihan di waktu yang sama tapi rasanya aku seperti tertinggal jauh.


...****************...


...Sudut pandang Sora...


Setelah mengajukan diri untuk menemukan jalan masuk, aku pergi ke belakang benteng. Strukturnya sangat bagus dan kokoh berbeda dengan benteng naga yang aku kunjungi saat itu.


Meskipun ini lebih kecil dari benteng naga tapi ini adalah benteng yang sudah melindungi kerajaan. Aku berhasil menemukan sebuah lubang, walaupun ini harusnya di sebut saluran air. Aku masuk ke dalam setelah menghancurkannya sedikit agar bisa di masuki oleh orang. Berkat latihan dari Zanir aku bisa menghancurkan tanpa membuat suara. Meskipun dia memberi penjelasan yang mudah dipahami tapi menguasai ini membutuhkan usaha dan aku adalah orang jenius yang bisa melakukan hal ini.


"Aku penasaran apakah Undead juga butuh buang air?"


Aku berjalan menyusuri lorong saluran air sambil memikirkan hal-hal yang tidak penting. Tidak, ini penting. Kalau memang Undead juga butuh buang air apakah mereka masih di sebut sebagai Undead?


"Hm? Pintu?"


Aku menaiki tangga yang kutemukan dan ada pintu kecil berbentuk segiempat di langit-langit. Aku penasaran apakah ini membawa ke tempat yang bagus, seperti ruang harta mungkin?


"Hmmph!!"


Wah, aku terkejut. Pintu terbuka dari lantai dan siapa yang menyangka ternyata para sandera di sekap di tempat seperti ini. Sebelum ada yang menyadarinya aku harus segera melepaskan mereka.


"Sekarang kalian aman, ikuti aku."

__ADS_1


Dengan cepat aku memotong semua tali yang mengikat mereka dengan pisau lalu segera membawa mereka bersamaku keluar dari benteng melalui jalan sebelumnya.


"Etto ... Anda ini siapa? Kau sepertinya manusia rubah."


"Siapapun aku itu tidak penting, yang perlu kalian lakukan adalah keluar dari sini dengan segera."


Seseorang bertanya dengan nada gugup. Seharusnya kau tidak menanyakan apapun untuk saat ini atau mereka akan menyadari kita, itulah yang ingin kukatakan tapi sepertinya sudah terlambat.


"Pssst... Penyusup di temukan. Kejar mereka."


Seekor manusia ular besar tiba-tiba memerintah anak buahnya untuk mengejar kami. Dengan cepat kami berlari dari mereka.


"Sial, padahal mereka tidak punya kaki tapi mereka sangat cepat!"


Tinggal sedikit lagi sampai kami ke pintu keluar dan sepertinya mereka akan terus mengejar kami. Kalau begitu aku harus mengulur waktu hingga mereka berhasil keluar dengan selamat.


"Aku akan menahan mereka, kalian pergi saja!"


"Tapi ..."


"Sudahlah, pergi saja!"


Para sandera segera pergi berlari dengan perasaan yang tidak enak karena harus meninggalkan penyelamat mereka.


"Baiklah sekarang lawan kalian adalah aku."


"Kau pikir rubah sepertimu bisa menang melawan kami seorang diri?"


"Sepertinya aku telah salah menilaimu."


"Banyak omong."


Dengan cepat aku menggabungkan skill [Dash] dan [High Jump] itu membuatku bergerak sangat cepat dan melompat ke sana kemari untuk membingungkannya.


"Apa ... ?!"


"Memang benar aku ini sendirian tapi soal kemampuan aku jauh lebih baik daripada dirimu."


Manusia ular kebingungan dan matanya mulai berputar-putar karena mencoba mengikuti gerakanku. Tanpa mata sihir gerakanku tidak bisa di lihat karena itulah aku memanfaatkan kekurangan musuh. Dia akhirnya pingsan setelah matanya tidak kuat lagi.


"Rubah ... Licik."


"Selamat tidur."


Aku hendak pergi keluar dan akan melaporkannya pada Chelsea. Tapi aku segera mengurungkan niatku karena aku belum mendapatkan informasi tentang musuh yang ada di dalam jadi aku berputar balik dan melanjutkan penyusupan.


Memasuki pintu yang sebelumnya dan menemukan pintu lain yang sepertinya menuju ke suatu tempat. Tapi bagaimanapun aku harus menemukan ruangan pemimpin. Saat keluar lewat pintu itu aku menemukan penjaga yang merupakan Ksatria Undead yang sedang berpatroli.

__ADS_1


Dia tidak menyadari diriku dan aku mengikuti di belakangnya. Mengikuti langkah kakinya agar ia tidak curiga.


(Oh, ada orang lain!)


Aku segera melompat ke atas dan menjadi langit-langit. Kuharap dia tidak melihatku.


"Ada apa?" Tanya Undead 1


"Tidak, aku merasa barusan ada bayangan di belakangmu." Jawab Undead 2 sambil melihat curiga.


"Hei, jangan menakuti seperti itu."


"Kenapa harus takut? Kita ini Undead!"


"Eh? Iya juga ya."


Setelah percakapan itu mereka berpisah.


"Sudahlah, kau terlalu waspada. Aku akan kembali berpatroli."


"Ah, ya ... Aku juga."


Keduanya saling berbalik dan berjalan ke pos mereka masing-masing. Aku turun dan mengikuti Undead yang mencurigaiku tadi. Tapi aku harus menemukan ruangan pemimpin mereka. Kalau begitu...


"Bosan ya?" Tanyaku.


"Tidak juga. Kita ini Undead jadi kita tidak mungkin merasakan hal seperti itu."


Baiklah, sepertinya dia belum sadar. Kita lanjutkan.


"Kau benar. Kenapa tuan tidak keluar ya? Padahal dia sendirian itu kuat."


"Jangan mengatakan hal seperti itu. Dia tidak keluar dari ruang baca di ujung ruangan ini karena sedang mencari informasi agar kaisar mendapatkan tubuh baru."


Kaisar? Tubuh baru? Sepertinya ada musuh yang lebih kuat lagi dan mereka ini sedang mengumpulkan informasi. Juga aku sudah tahu posisi pemimpin musuh, untuk sekarang aku harus segera keluar dan melaporkannya.


"Terima kasih sudah mau mengobrol denganku, sampai jumpa!"


"Ya, sama-sama. Eh? Siapa tadi?"


Dengan skill [Dash] aku berlari menuju ruangan dimana para sandera di sekap dan aku melawati lorong bawah ya untuk keluar.


Aku akhirnya berhasil keluar dan menemui Chelsea dan yang lainnya. Para sandera juga selamat jadi ini kemenanganku. Ini penyusupan yang mudah.


"Akhirnya kau kembali. Terima kasih atas kerja samanya jadi apa yang kau dapatkan?" Tanya Chelsea.


Aku menjelaskan semua yang aku ketahui di mulai dari jumlah Undead di dalam, posisi pemimpin musuh dan tentang kaisar yang mereka bicarakan.

__ADS_1


"Kaisar ya? Sepertinya ini merujuk pada raja iblis. Tapi yang tidak kupahami adalah tentang tubuh baru ini."


Chelsea tampak bingung dan memikirkan maksud musuh. Meskipun kita tidak mendapatkan informasi tentang tujuan jelasnya tapi yang pasti mereka sedang mencari sesuatu untuk kaisar ini.


__ADS_2