Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Sifat Zanir


__ADS_3

Keesokan harinya.


Zanir berhasil menyelesaikan misinya dan setelah ia minta maaf pada partynya karena sudah berbohong dan menjahili mereka walaupun berlebihan tapi itu juga salah satu cara agar mereka lebih memperhatikan teman dan juga memperbaiki sikap mereka.


Karena itu semua imbalannya di berikan kepada Zanir karena sudah bersikap tidak sopan dan berterima kasih karena sudah membuat mereka sadar akan menghargai orang lain.


Dan saat ini ia sedang berdiam di dalam sebuah toko kecil. Ia terus termenung karena dia lupa nampa barang yang harus ia beli.


"Anu... Zanir..."


"Tunggu sebentar Verri, aku akan segera mengingatnya."


Verri hanya menghela nafas. Sebenarnya dia tahu nama barang yang dibutuhkannya dan ini sudah kesekian kalinya dia melupakan nama barangnya.


"Oh benar! Aku ingat sekarang. Aku butuh ramuan pemulih biru."


Ramuan pemulih biru adalah ramuan yang dapat memulihkan luka tapi tidak dengan energinya. Biasanya ramuan pemulih dapat menyembuhkan berbagai luka dan juga rasa lelah tetapi ramuan pemulih biru hanya menyembuhkan lukanya.


Verri mengambil kotak dan menyimpannya diatas meja. Meskipun Zanir belum mengatakan berapa yang ia butuhkan tapi ia sudah tahu kalau semua ramuan yang ada di kotak berisi 30 botol adalah jumlah yang dibutuhkannya untuk saat ini.


"Wah! Tidak kusangka kau sudah menyiapkannya."


"Tentu saja. Khusus kali ini kau tidak perlu membayar lagipula kau ini adalah pahlawan."


"Hei, hei, jangan jahat denganku seperti itu. Dan juga apanya yang pahlawan? Aku cuma melakukan apapun yang aku mau."


"Baik, baik. Terserah dirimu saja."


Setelah memberikan kantor kecil yang berisikan puluhan koin perak dan emas, Zanir mengangkat kotak itu dan menyimpannya di salah satu skillnya yaitu "Storage" lalu pergi meninggalkan toko.


Reiki yang baru saja kembali dari guild penasaran dengan pelanggan yang baru saja keluar dari toko. Dia cukup tampan dan wajahnya seperti orang yang sangat sombong.


"Verri, yang tadi itu siapa?"


"Oh kau tidak tahu? Namanya adalah White Zanir. Kurasa dia seumuran denganmu tapi dia merupakan orang yang paling dihormati. Saat itu ia masih berusia 8 tahun tapi dia berhasil menghabisi ratusan naga yang menyerang kerajaan sendirian. Lalu mengungkapkan kejahatan raja yang merupakan ayahnya sendiri dan masih banyak lagi hal yang sudah ia lakukan untuk menolong semua orang di kerajaan."


Reiki benar-benar kagum mendengar cerita tentang orang tersebut, meskipun seumuran namun perbedaannya terlihat jelas. Reiki berpikir seandainya dia bisa sekuat orang tadi mungkin dia bisa menyelamatkan ibunya dan seluruh kaumnya.


Sementara itu, Sora masih berjalan-jalan karena ia tidak menemukan penginapan yang cocok namun saat ia sedang berjalan ia membentur sesuatu dan membuatnya terjatuh.


"Aduh!"


"Sakit!"


Sora membuka matanya dan melihat seorang laki-laki keren dengan rambut hitam dan memakai jas hitam panjang yang memperlihatkan kemeja putih diatasnya dan diikuti dengan dasi merah panjang.

__ADS_1


Kesan pertama yang didapat dari Sora tentang orang di depannya bahwa orang ini orang penting di negara ini.


"Hei, lihat-lihat kalau jalan."


"Maafkan aku, tuan. Aku tadi melamun."


Sora berdiri dan mengulurkan tangannya. Orang itu menerima uluran tangan Sora dan berdiri sambil membersihkan debu yang menempel di pakaiannya.


"Ingat. Selalu perhatikan langkahmu."


"Maafkan aku."


"Kenapa kau melamun seperti itu? Itu berbahaya."


"Ah, aku sedang mencari penginapan tapi aku tidak menemukannya dengan harga yang pas."


"Kau butuh penginapan? Kalau begitu apa boleh buat. Akan ku beritahu, ikuti aku."


Sora mengikuti laki-laki itu dan berhenti di sebuah bangunan yang terlihat cukup tua dan di sana bertuliskan "Morning Star" Yang hampir jatuh.


"Ini dia!"


"Apakah ini layak untuk ditinggali?"


"Sungguh tidak sopan. Jangan melihat dari penampilan luarnya. Ini adalah penginapan yang sangat bagus walaupun tidak banyak orang yang mengetahuinya."


"Tidak masalah. Dan juga saat kau bertemu dengan pemilik... Ah, dia punya wajah yang menyeramkan tapi sebenarnya dia sangat baik. Sebut saja namaku, aku yakin dia akan memberikan harga yang pas untukmu."


"Baik, terimakasih banyak atas bantuannya. Ngomong-ngomong nama anda?"


"Ah! Maafkan aku, namaku White Zanir panggil saja Zanir."


"Terima kasih, namaku Sora. Sora Kawaragi."


"Nama yang bagus. Baik, tugasku sudah selesai. Jadi aku pergi dulu."


Zanir meninggalkan Sora lalu menghilang begitu saja. Sora memasuki penginapan itu dan dia benar-benar terkejut. Tempatnya sangat bagus dan juga bersih, benar-benar berbeda dengan tampilan luarnya yang seperti tempat yang hampir hancur.


Dia berada di lantai satu yang merupakan tempat makan dan kamarnya ada di lantai dua. Sora mendekati meja tinggi dan menemukan seorang wanita paruh baya. Dia sama seperti yang dikatakan Zanir, rambutnya keriting dan tubuhnya yang agak gemuk.


Wajahnya seperti orang yang sedang marah dan dia benar-benar menakutkan.


"Apa yang kau butuhkan?"


"Kata Zanir. Aku bisa menginap di sini."

__ADS_1


Saat Sora menyebut nama Zanir, mata wanita itu menyipit. Dia seperti sangat marah dan Sora bisa saja terbunuh oleh tatapannya itu.


"Zanir? Dia lagi ya? Hah..."


Sora benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi tapi setidaknya dia tidak marah padanya dan dia bernapas lega.


"Mau berapa hari kau menginap?"


"Etto... 1 Bulan kurasa."


"Baik, totalnya 14 tembaga dan itu sudah dengan sarapan, makan siang dan makan malam."


Sora benar-benar terkejut. Harga yang diberikannya benar-benar murah bahkan itu terbilang terlalu murah seperti ingin membangkrutkan diri sendiri.


"Ini..."


Sora mengambil dan memberikan 14 tembaga kepada ibu pemilik. Setelah itu dia diberikan sebuah kunci kamar dan tergantung sebuah gantungan yang bertuliskan nomor "10"


"Ini kunci kamarmu. Ingat jangan sampai kunci itu hilang ataupun rusak, mengerti?"


Sora mengangguk dan pergi ke kamarnya. Meskipun tidak terlalu besar ataupun kecil tapi kamarnya Benar-benar bersih dan juga harum. Sora menjatuhkan dirinya ke kasur yang empuk dan dia terlelap karena kasurnya yang terlalu nyaman.


Zanir berjalan masuk ke dalam ruangan kelas. Seluruh siswa sudah tampak kesal saat melihat Zanir baru saja masuk ke dalam kelas.


"Guru Zanir! Apa anda tahu kalau anda terlambat 2 jam?!"


Salah satu seorang murid perempuan berteriak protes. Tapi Zanir tidak menyesali perbuatannya dan segera menulis di papan tulis dengan kapurnya. Beberapa kata yang ditulis Zanir membuat seluruh siswa berteriak "Apa?!" Secara bersamaan.


"Baik! Kita akan mengadakan Kuis berhadiah!"


"Tidak!!" Seluruh siswa berteriak kecewa dan hanya bisa pasrah. Mereka selalu tahu bahwa gurunya yang satu ini adalah seorang iblis.


Setelah beberapa jam mengadakan kuis, semua siswa tampak kelelahan secara mental dan tidak sanggup lagi dengan menjawab pertanyaan selanjutnya.


Setelah itu bel berbunyi semua siswa tampak bahagia karena mereka berhasil diselamatkan oleh bel istirahat.


Zanir meninggalkan kelas dan bersantai di ruangannya bersama Alistair dan guru wanita cantik yang bernama Mei.


"Lalu?"


Alistair bertanya kepada Zanir yang sedang tidur di pangkuan Mei. Mei tidak mempermasalahkan hal itu dan jutsru ia merasa sangat senang.


"Aku menolongnya dengan menunjukkan tempat penginapan terbaik."


"Aku tidak pernah percaya dengan ucapanmu. Aku yakin sekali kau menunjukan penginapan itu padanya karena kau ingin memberi pelajaran pada anak itu bukan?"

__ADS_1


"Kejamnya... Jangan menganggap ku sebagai penjahat dong."


Dan Alistair hanya merasa berduka pada anak itu karena sudah memercayai Zanir yang selalu jahil.


__ADS_2