Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Bertamu


__ADS_3

...~Sudut pandang Dark Zanir~...


Kenalkan aku Dark Zanir, seorang ksatria sihir yang membantu raja. Setelah aku mendapatkan tugas untuk mengalahkan raja iblis bernama Belial aku bertemu dengannya. Sosok yang sangat kuat yang mampu menghadapi raja iblis seorang diri, dia adalah diriku yang datang dari dunia lain.


Setelah pertempurannya dengan raja iblis, kami berniat melaporkan pada raja namun dia memiliki masalah lain yang harus dilakukan yaitu melawan para malaikat yang datang entah dari mana. Dia dan kelompoknya membiarkan kami pergi dan mereka melawan para malaikat itu.


Dihadapan raja aku melaporkan laporanku pada raja namun tiba-tiba saja diriku dan yang lainnya datang secara tiba-tiba dengan sihir "Gate". Mereka langsung dikepung oleh para penjaga karena di anggap sebagai penyusup.


"Siapa kalian?!"


Raja berteriak dengan keras untuk mengancam mereka namun bukannya takut justru diriku yang lain ini seperti menantang raja.


"Kalau aku bilang kami adalah orang baik apa raja percaya?"


Dia mengatakan seolah sedang mengejek namun aku yakin dia tidak bermaksud seperti itu. Raja tampaknya tidak senang dengan jawaban itu dan segera memerintahkan para penjaga untuk memenjarakan mereka.


"Penjarakan mereka."


Gawat, aku harus menolong mereka. Bagaimanapun mereka telah membantu kami dalam melakukan tugas. Memenjarakan mereka hanya karena hal sepele sama saja kita tidak tahu berterima kasih.


"Tunggu yang mulia."


Aku harus mengatakan kebenarannya pada raja.


"Merekalah yang mengalahkan raja iblis dan mereka juga datang dari dunia lain untuk menjemput tuan Kawaragi dan teman-temannya."


Bagus Chelsea, terima kasih sudah membantuku menolong mereka.


"Lepaskan mereka." Ucap Raja.


Para penjaga melepaskan mereka berlima dan saat kelimanya mendekat, naik sepertinya raja sangat terkejut karena aku dan White Zanir sangat mirip dalam hal penampilan. Yah, aku tidak bisa menyalahkannya karena aku sendiri juga terkejut karena dia sangat mirip denganku.


"Oi, beginikah cara kalian berterima kasih?"


Apa yang sedang kau lakukan diriku yang lain?!


White Zanir tampaknya kesal dan menunjuk raja dengan jarinya. Tidak ada rasa hormat, tidak ada sopan santun, dia telah bersikap tidak sopan pada raja yang membuat orang yang bertugas melindungi raja yang sejak tadi berdiri di samping singgasana menarik pedangnya.

__ADS_1


"Tenanglah. Kami tidak bermaksud seperti itu hanya saja kau seharusnya datang dengan lebih baik lagi." Ucapku untuk menenangkan suasana.


"Kalau bukan karena para malaikat itu, kami juga tidak akan datang seperti ini."


"Malaikat?"


Yah, raja tidak tahu kenapa apa yang mereka maksud karena kami tidak melaporkan mengenai kedatangan para malaikat itu.


Banyak yang berbisik karena ucapan White Zanir tidak lebih dari sebuah kebohongan. Orang-orang ini tidak pernah melihat malaikat jadi mereka tidak akan percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


"Memangnya kenapa kalian sangat terburu-buru?" Tanya Chelsea.


Diriku yang lain menceritakan tentang apa yang terjadi sebelumnya dan aku mendengarkan cerita mereka bagaikan seperti mendengar lelucon. Tapi siapa sangka kalau hal bodoh seperti itu benar-benar mereka lakukan. Raja hampir tidak mempercayai cerita mereka tapi kami yang telah melihat bahwa memang ada malaikat yang datang akhirnya mempercayai cerita mereka.


"Ngomong-ngomong soal kami, bukankah sebagai raja kau harusnya meminta maaf pada kami?"


Lagi-lagi dia memprovokasi raja, apakah dia tidak punya rasa hormat atau semacamnya pada raja? Seolah gelar raja atau bangsawan bukan apa-apa dihadapannya.


Tangan kanan raja, Dominic orang yang betugas melindungi serta membantu raja menatap dengan kesal. Meskipun itu adalah kesalahan raja tapi tidak seharusnya raja yang merupakan pemimpin tertinggi menundukkan kepalanya kepada mereka yang lebih rendah. Namun, sepertinya diriku yang lain ini tidak mempedulikannya.


Dalam sekejap mata, White Zanir sudah berada di depan raja. Wajahnya sangat dekat dan aura intimidasi keluar dari mata Zanir. Pedang diayunkan dan menebas kepala White Zanir namun pedang itu hanya menebas angin. Tanpa mereka sadari, Zanir berada di belakang Dominic yang baru saja mengayunkan pedangnya.


"Oi, oi. Beginikah caramu meminta maaf?"


Dengan reflek Dominic berputar namun gerakannya langsung berhenti karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Kami semua terkejut dengan kejadian itu. Dominic adalah seorang ksatria yang pernah menghabisi naga seorang diri dan kemampuannya sudah diketahui oleh seluruh kerajaan. Namun di depan kami semua sekarang dia tidak bisa bergerak sama sekali seperti ada sesuatu yang kuat telah menahannya.


"Tenanglah, aku hanya bertanya kenapa kau malah marah?"


"Apa yang... Kau lakukan?"


"Hah? Lihat ke bawahmu."


Sebuah pisau menancap di tanah, tidak itu menancap di bayangan Dominic. Pisau itu dilapisi oleh sihir dan mengikat gerakan Dominic. Untuk diriku yang merupakan seorang ksatria sihir melakukan hal seperti itu sangat tidak mungkin.


"Baiklah, aku minta maaf atas ketidaknyamanannya."


Setelah berpikir sejenak raja membungkuk dan meminta maaf. Tidak ada satupun yang memprotes tentang itu. White Zanir menyeringai lalu berjalan ke tempat teman-temannya. Pisau yang mengikat bayangan pun sudah menghilang dan Dominic bisa bergerak lagi dengan bebas.

__ADS_1


"Hal seperti ini tidak akan terjadi jika kalian tenang sejak awal."


Setelah itu White Zanir dan lainnya memberikan laporan kepada raja tanpa ada yang di sembunyikan. Raja menerima laporan dengan tenang dan memahami situasinya.


Setelah melaporkan banyak hal semua kembali ke rumah masing-masing. Namun yang tidak aku mengerti adalah...


Kenapa diriku yang lain beserta kelompoknya mengikutiku sampai ke rumah?!


"Kenapa diriku yang yang lain sangat menyebalkan?"


Aku berusaha diam saja dan tidak mempedulikannya namun saat keluargaku melihat kami mereka menjadi sangat shock, mungkin karena anak mereka tiba-tiba menjadi ada dua.


"Eh ... Selamat datang. Silahkan masuk."


Tanpa rasa malu mereka masuk ke dalam rumah seolah itu adalah rumah mereka.


"Oh, ini menyenangkan! Tidak kusangka Sofanya sangat empuk."


Glen melompat ke sofa dan berbaring seperti di rumahnya sendiri. Keluarga Dark tampak kesal melihat orang asing datang tanpa sopan santun. Namun, mereka lebih fokus pada orang yang mirip sekali dengan anaknya. Entah sejak kapan dia sudah membawa secangkir teh dan juga kue sambil duduk tenang di sofa bersama temannya.


Dia duduk dengan sopan serta cara makan dan minumnya sangat elegan seolah seorang bangsawan tinggi sedang bertamu. Setelah menyesap tehnya dia meletakannya di atas meja lalu bersandar.


"Maaf mengganggu waktunya tapi mulai sekarang kami akan tinggal bersama kalian jadi mohon kerjasamanya."


Saat White Zanir mengatakan itu, seorang pria datang menghampirinya dengan penuh amarah.


"Kau..."


Zanir memiringkan kepalanya melihat pria itu datang.


"Keluar dari rumahku, penipu!"


Pria paruh baya itu mengarahkan tinjunya pada White Zanir namun seolah ada dinding tak terlihat yang membuat pukulannya terhenti di depan wajah White Zanir. Pria itu bingung mengapa pukulannya tiba-tiba berhenti. Jika itu adalah sihir penghalang maka dia akan merasakan sebuah penghalang walaupun tidak terlihat namun dia tidak merasakan apapun.


"Apa-apaan ini?"


Pria paruh baya itu menarik pukulannya dan mencoba bersikap tenang. Sementara White Zanir menyeringai melihat pria paruh baya itu kebingungan dengan pukulannya yang tidak bisa mengenainya.

__ADS_1


__ADS_2