Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
White Zanir vs Belial


__ADS_3

"Kalian mengenal Belial, Senior?" Tanya Sora.


"Ya, musuh yang pernah mencoba menghancurkan dunia." Ucap Jean.


"Saat itu kami masihlah anak-anak. Saat kami dan (White) Zanir berusia 7 tahun kami membentuk Ultra Force demi menghentikan pasukan Belial." Lanjut Kagami.


Menghentikan pasukan Belial? Itu artinya ada ratusan atau mungkin puluhan anggota Ultra Force lainnya.


"Meskipun hanya kami berlima tapi kami berhasil mengalahkan Belial dan pasukannya." Lanjut Glen.


Tunggu sebentar! Berlima?!


"Kau bilang hanya kalian berlima? Apa kerajaan tidak membantu kalian?" Tanya (Dark) Zanir.


"Penjelasan lebih lanjutnya akan kita bicarakan lain kali. Untuk sekarang kita harus menyelamatkan (White) Zanir." Ucap Kagami.


"Menyelamatkan? Apa Zanir di tangkap atau bagaimana?" Aku bertanya dengan kebingungan.


(White) Zanir adalah orang yang sangat kuat. Dia bahkan bisa mengalahkan monster dengan sekali serang. Dia bahkan tidak perlu bantuan kami bukan?


"Saat kami ke sini, ia berpisah dengan kami karena ada malaikat yang menghalangi kami. Meskipun para malaikat itu bukan lawannya tapi aku yakin saat dia sampai ke sini Belial akan datang padanya dan menghajarnya." Ucap Glen.


"Tunggu... Kenapa juga dia diincar oleh Belial?" Tanya (Dark) Zanir.


Itu benar. Sangat aneh dia tiba-tiba diincar.


"Apakah kau tidak mendengarkan ceritanya dengan baik? Mereka pernah bertarung dengan pasukan Belial juga berhasil mengalahkannya. Apalagi kekuatan (White) Zanir yang tidak masuk akal itu sudah membuatku paham. Belial sangat membenci (White) Zanir maka dari itu dia diincar olehnya."


Benar juga. Jika memang begitu maka masuk akal kalau Zanir diincar oleh musuh. Tapi kenapa kita harus menyelamatkannya?


"Kami tidak punya banyak waktu, kami harus mencari dia."


"Tunggu... ada pertanyaan yang menggangguku." Ucap Chelsea.


"Apa itu?"


"Zanir itu sangat kuat bukan? Bukankah seharusnya kalian mempercayainya sebagai rekannya?"


"Itu jika dia tidak menyegel kekuatannya." Jawab Kagami.

__ADS_1


"Apa? Menyegel kekuatannya?"


"Kekuatan yang besar pasti akan ada bayaran yang besar pula maka dari itu dia menyegel kekuatannya sendiri dan untuk membuka segelnya dia membutuhkan kami yang menyimpan kunci segelnya."


"Kita harus segera pergi. Lebih cepat lebih baik."


Dengan begitu. Mereka langsung pergi dengan cepat. Aku berpikir untuk tidak ikut namun agar bisa kembali kita membutuhkan kekuatan Zanir maka dari itu. Aku, Sora, Akiko, dan Sevira beserta Chelsea dan (Dark) Zanir mengikuti kelompok Ultra Force dari belakang.


Mereka berlari sangat cepat dan aku kesulitan untuk mengejar mereka. Bukan hanya itu, mereka tampak tahu kemana mereka harus pergi seolah mereka sudah mengenal tempat ini.


"Apakah ... masih jauh?" Tanyaku yang sudah tidak kuat berlari lagi.


Sora dan yang lainnya tidak terlihat kelelahan, padahal kita sudah berlari sekitar satu jam.


"Kita sampai."


Kami berhenti di lahan kosong. Tidak apapun selain tempat kosong dan tidak ada apapun di sekitar. Baik bangunan, sungai, pohon dan lainnya benar-benar tidak ada.


"Dimana Zanir?" Tanyaku yang benar-benar tidak melihat apapun selain tempat kosong.


"Kau buta ya?" Jawab Sora.


"Zanir!" Teriak Ultra Force saat menemukan Zanir.


Zanir tidak mendengar suara kami. Tombak Belial menembus perut (White) Zanir dan pedang cahaya milik Zanir menembus jantung Belial. Meskipun keduanya di penuhi dengan luka dan darah tapi keduanya tersenyum itu membuatku mengira mereka sudah gila.


"Sudah kuduga, kau tidak pernah membuatku bosan!" Belial berteriak lalu energi magis yang sangat besar meluap.


"Heh... Akan kuanggap itu sebagai pujian."


Energi magis berpindah dari tubuh Belial dan bergerak ke ujung tombaknya. Ledakan terjadi dan membuat Zanir terpental dengan tubuh yang terpotong-potong.


"Oi, dia sudah mati! Kenapa kalian diam saja?" Ucap (Dark) Zanir yang mulai panik.


"Tenanglah, serangan seperti itu tidak akan membunuhnya." Jawab Jean dengan tenang.


Aku yang sudah meneteskan air mata karena teman juga guruku telah tiada. Semua menangis kecuali Ultra Force.


"Sekarang bagaimana? Jika Belial melihat kita disini dia pasti akan membunuh kita." Kataku yang sangat ketakutan.

__ADS_1


Aku sudah mengetahui fakta bahwa Belial adalah iblis yang sangat kejam tapi aku tidak terpikir bahwa dia lebih kejam dari yang kupikirkan. Sosok (White) Zanir yang memiliki kekuatan tak masuk akal di kalahkan oleh Belial dengan mudahnya.


"Jika dia melihat kita, aku akan menahannya agar kalian bisa lari." Ucap Sora.


"Tenanglah Sora, siapa bilang (White) Zanir sudah dikalahkan?" Ucap Kagami dengan tenang.


Semua air mata menghilang dan aku tiba-tiba merasakan sesuatu bergerak dengan cepat. Tangan kanan (White) Zanir yang tergeletak tiba-tiba bergerak dan mencekik leher Belial dengan erat.


"Apa yang terjadi?!"


Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang ada di depanku. Tiba-tiba saja tangan (White) Zanir terbang seperti ada sihir yang mengendalikannya. Belial berusaha melepas cengkraman di lehernya namun apapun yang ia lakukan untuk melepasnya, tangan (White) Zanir semakin erat mencekik.


"Lepaskan!! Gah..!"


Belial terus kesakitan dan terus menarik tangan yang mencekiknya. Lingkaran sihir berbentuk jam berputar mundur di atas langit. Saat suara lonceng berdentang keras, cahaya biru bersinar dan meluncur melewati dada Belial seperti kilat yang bergerak.


"Kau pikir bisa mengalahkanku? Tidak dalam dua ribu tahun."


(White) Zanir muncul di belakang Belial dengan penampilan yang berbeda. Rambut hitamnya berubah menjadi biru begitu juga dengan mantelnya.


"Mustahil...!"


Belial meledak setelah mengatakan itu dan tidak bersisa apapun.


Aku sungguh senang melihat temanku ternyata tidak mati tapi aku penasaran bagaimana ia melakukan hal yang terakhir itu. Seolah waktu dimundurkan seperti bukan hal yang sulit.


"Lihat? Sepertinya kekhawatiran kita terlalu berlebihan." Ucap Glen.


Aku menatap (White) Zanir yang berdiri di sana tapi bukan rasa senang atau lega ekspresi yang ia tampakan melainkan rasa sedih. Aku tidak begitu paham tapi aku merasa ada suatu hubungan yang baik antara (White) Zanir dan raja iblis Belial.


"Ayo kita ke sana."


Kami mengikuti Ultra Force yang mendekati (White) Zanir. Saat Zanir menyadari kehadiran kami ekspresi sedih di wajahnya seketika berubah menjadi senyuman cerah yang biasa ia lakukan. Dan berkat itu, aku mengetahui sesuatu tentang Zanir. Ia akan menutupi setiap kesedihannya dengan terus tersenyum.


"Kalian... Syukurlah kalian baik-baik saja."


"Salam kenal, tuan White Zanir. Nama saya adalah Chelsea Greysaber, putri pertama dari keluarga Greysaber."


Saat Chelsea memperkenalkan dirinya sendiri, mata (White) Zanir sangat terkejut dan tanpa sadar air mata jatuh dan membasahi pipinya.

__ADS_1


"Tidak .... mungkin. Kau ternyata masih..."


__ADS_2