
...Sudut pandang White Zanir...
Setelah melakukan rapat aku bersama Ultra Force segera pergi ke sebuah lubang dimensi. Ini adalah salah satu kemampuanku yaitu melintasi dimensi ruang dan waktu.
Aku hampir tidak pernah menggunakan kemampuan ini karena ada aturan yang harus aku patuhi. Itu adalah merusak aliran waktu. Aku tidak boleh melakukan itu karena akibatnya bisa berbahaya untuk semua orang. Karena alasan itu juga aku tidak kembali ke masa lalu dan menyelamatkan Chelsea dan memilih untuk menyalahkan diriku sendiri.
Tanpa kami sadari kami sudah terjebak di ruangan serba putih. Aku berpisah dengan yang lainnya dan tiba-tiba sebuah retakan muncul. Beberapa malaikat keluar dari retakan itu.
"Tidak akan kubiarkan kau melangkah lebih jauh."
"Jangan menghalangiku, bulu angsa!".
Aku memprovokasi mereka dan mereka yang terpancing segera menyerangku. Dan begitulah kenapa saat ini para malaikat bertarung denganku.
"Ini...!"
Mata sihirku tiba-tiba bereaksi dan aku melihat sesuatu. Di sana aku melihat sosok jahat membawa tombak bersama seseorang lalu menyerang banyak orang termasuk Reiki dan yang lainnya.
"Yang tadi itu... Aku harus cepat menyelamatkan mereka."
Aku berhasil menahan pedang cahaya yang mampu melubangi langit. Itu merupakan pedang cahaya panas milik malaikat. Aku berhasil menahan pedang cahaya itu dengan tanganku tapi kekuatan mereka besar juga.
Setelah berhasil mematahkan pedang cahaya itu dengan tanganku, aku membakar mereka dengan api hitam yang keluar dari mata sihirku.
"Sudah kubilang untuk tidak mengganggu."
Tapi berapa kali pun aku mengalahkan mereka, malaikat datang satu persatu seperti serangga.
...****************...
...Sudut pandang Reiki...
Sebuah lonceng berdentang dengan keras yang menggema ke seluruh kota. Itu adalah sebuah peringatan bahwa ada serangan dari musuh. Orang-orang segera membawa barang berharga mereka dan berlari ke tempat evakuasi.
Tidak peduli dengan apapun yang mereka lakukan hanya menyelamatkan diri mereka. Aku dan yang lainnya segera keluar dari perpustakaan dan melihat keluar. Orang-orang berlarian dengan panik dan sebuah batu raksasa terbang ke dalam kota.
"Ada apa ini?" (Reiki)
"Sepertinya ada serangan dari musuh." (Sora)
"Kalian terlalu santai!" (Sevira)
Batu itu hancur di udara berkat para ksatria yang menggunakan sihir angin untuk menghancurkannya.
"Untuk sekarang kita harus pergi. (Sora)
"Hah? Mau kemana kita?" (Reiki)
__ADS_1
"Kemungkinan besar Belial datang menyerang jadi kita harus pergi Reiki." (Akiko)
Aku terkejut dengan pernyataan itu. Meskipun belum lama tapi bukannya serangannya terlalu cepat? Aku malas untuk memikirkannya lebih jauh dan segera pergi ke gerbang kota.
Saat sampai di sana, sudah ada (Dark) Zanir dan dua tunangannya yang sedang berbicara dengan ksatria. Kami mendekat untuk mendapatkan informasi.
"Za, apa yang terjadi?" (Sora)
"Kalian akhirnya datang. Belial telah tiba." (Dark Zanir)
Aku tidak percaya dia benar-benar datang dan mengacau ke kota. Meskipun dia raja iblis seharusnya dia tidak akan datang sendirian, itu berarti...
"Apa rencanamu?" (Sora)
"Menurut informasi yang kami dapatkan bahwa musuh memiliki sekitar ribuan pasukan Undead. Bagaimanapun caranya kita tidak boleh membiarkan mereka tiba ke kota." (Dark Zanir)
Seperti yang kuduga!!? Bukannya itu sangat gawat? Kupikir hanya ratusan tapi ini ... Ribuan!! Kurasa dalam hal jumlah kita sudah kalah.
"Jangan pesimis Begitu, Rei." (Sora)
"Tapi... kekuatan musuh lebih besar." (Reiki)
"Siapa yang mengatakan kalau kalah jumlah kita akan kalah?" (Sora)
Meskipun kau berpikir positif seperti itu, itu tidak akan mengubah fakta bahwa pasukan musuh jauh lebih besar. Jujur saja, aku benci perang.
Sebuah suara wanita tiba-tiba muncul dan saat aku menoleh ke arah suara itu, sosok wanita cantik dengan rambut hitam panjang dengan gaya ponytail serta memiliki mata berwarna merah seperti darah datang menghampiri kami. Dia terlihat tegas dan ia sangat cantik yang terkesan seperti gadis bangsawan hebat.
"Chelsea, dari mana saja kau? Aku mencarimu sejak tadi." (Dark Zanir)
Gadis itu, Chelsea meskipun dia terlihat seperti itu namun entah kenapa atmosfer yang ia keluarkan seperti tidak asing bagiku.
"Aku punya urusan sebentar. Yang lebih penting Dark, siapa mereka ini?"
"Ah, mereka..." (Dark Zanir)
"Saya Sevira, nona Chelsea senang bertemu denganmu."
Setelah Sevira memperkenalkan dirinya sambil membungkuk kami mengikutinya untuk menunjukkan kesopanan kami.
"S-Saya Akiko."
"Saya Sora Kawaragi."
"Saya Reiki Ashura."
Dia tak menjawab dan memperhatikan kami dengan seksama lalu setelah beberapa saat hening ia akhirnya mengeluarkan suara.
__ADS_1
"Begitu. Sevira sang Dewi Reinkarnasi dan Reiki Ashura sang dewa perang."
Aku terkejut saat ia mengatakan itu. Kami tidak pernah memberitahu identitas kami yang sesungguhnya apalagi Sevira dan entah kenapa instingku mengatakan dia orang yang berbahaya.
"Kau...!" (Sevira)
"Jangan marah. Kalau kau bertanya bagaimana aku bisa mengetahuinya itu karena mata sihirku."
Setelah dia mengatakan itu, aku memperhatikan matanya. Ada sebuah lingkaran sihir ya bersinar di matanya.
"Anda sangat mirip dengannya." (Akiko)
Tanpa sadar suara gumaman Akiko terdengar oleh orang sekitar. Meskipun suaranya kecil tapi kami masih bisa mendengarnya dengan jelas.
"Apa kau mengatakan sesuatu?"
"Ah, tidak..." (Akiko)
"Tidak apa-apa. Aku tidak akan marah kalau kau berkata jujur."
"Sebenarnya ... Aku datang dari dimensi lain. Dan di sana saya memiliki sahabat laki-laki bernama White Zanir. Ia punya seseorang yang dia cintai dan orang itu sangat mirip persis seperti anda." (Akiko)
Eh? Jadi si Zanir punya pacar juga ya. Tapi kenapa dia sering bermain cewek?
"Oh, aku jadi tertarik dengan yang bernama White Zanir ini. Seperti apa dia?"
"Kalau penampilan mungkin mirip seperti Dark Zanir tapi kepribadiannya bertolak belakang dengannya." (Akiko)
Benar sih. Zanir yang kita kenal beda jauh sama Zanir yang ada di depan ini. Tapi barusan dia bilang "tertarik" dengan orang itu. Kuharap dia hanya bercanda.
"Apakah mereka saling mencintai?"
Wah! Sepertinya dia tertarik dengan kisah cinta Zanir tapi sebenarnya aku juga penasaran sih.
"Kurasa begitu, karena Chelsea tiada saat masih kecil dan Zanir selalu menyalahkan dirinya sendiri." (Akiko)
"Ah, maafkan aku."
Jadi begitu. Jadi bukan hanya aku yang kehilangan seseorang yang sangat penting dan pantas saja aku tidak pernah melihat pacarnya Zanir.
"Kau orang menyebalkan kedua setelah dia." (Sevira)
Aku bisa mendengar gumaman Sevira, kurasa itu di tujukan untuk Chelsea dan sepertinya Sora juga mendengarnya karena berada di dekatnya tapi dia pura-pura tidak mendengar.
"Ada apa? Apa kau punya masalah denganku? Kita bisa membicarakan ini di kamarku. Hanya kita bertiga tapi sekarang kita harus fokus dengan musuh."
Setelah mereka selesai berbicara kami pergi bersama rombongan ksatria untuk mengehentikan pasukan musuh. Ini bukan lagi sebuah pertarungan tapi perang. Kuharap tidak ada banyak korban jiwa yang berjatuhan.
__ADS_1