Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Ultra Force


__ADS_3

Ibukota berhasil di bangun kembali berkat kerja keras para warga. Guild petualang berdiri kokoh dan hari ini tidak seperti biasanya guild sangat ramai sehingga terasa sesak.


Sora memasuki guild dan penasaran dengan keramaian di guild. Berkat Zanir, Sora berhasil dipromosikan dari petualang rank F ke rank B. Itu adalah pencapaian yang tidak bisa dilakukan orang-orang. Sora juga mempermasalahkan hal ini namun ia tidak bisa melakukan banyak hal karena bertarung dengan penyerang yang menyerang ibukota bukan hal yang bisa dilakukan banyak orang.


Sora mendekati kerumunan itu dan bertanya dengan orang yang ada di situ.


"Ada apa ini? Kenapa pada berkumpul disini."


"Ah, party Ultra Force telah kembali."


"Ultra Force?"


"Kau tidak tahu? Mereka adalah sekelompok petualang rank S yang kuat dan pemimpin mereka Zanir."


Sora terkejut bahwa ada petualang hebat lainnya bahkan mereka juga terkenal. Sora masuk ke dalam kerumunan untuk melihat seperti apa orang-orang itu.


"Hoi, Glen! Mana sopan santunmu?"


"Apa katamu?! Kenapa kau jadi ngatur, Kagami?!"


Orang yang memakai kacamata dengan rambut biru adalah Kagami mengingatkan pada pria yang agak kekar dan rambutnya yang merah disisir ke belakang yaitu Glen.


Keduanya seperti api dan air. Tidak memperdulikan orang-orang yang memperhatikan mereka, keduanya saling menatap dengan emosi.


"Kalian berdua. Sudah cukup, orang-orang memperhatikan kita."


"Kakak, kurasa percuma saja mengentikan mereka."


Ada anak kembar yang umurnya tidak jauh berbeda dengan keduanya. Sang kakak, Jean mencoba memisahkan keduanya karena mereka sudah menjadi tontonan banyak orang. Sang adik, Jun merasa kakaknya melakukan hal yang tidak perlu karena kedua orang yang bertengkar itu tidak akan pernah berhenti kecuali Zanir yang memperingatkan keduanya.


Mereka adalah party yang baru saja kembali dari misi menaklukkan lembah kematian. Misi rank A yang sulit di selesaikan dan mereka baru saja kembali dan menyelesaikan quest sulit itu.


"Mereka tampak sangat akrab." Gumam Sora. Sevira yang berada di atas kepala Sora mendengar gumaman Sora dan membalasnya.


(Dilihat dari manapun, mereka tidak lebih dari orang-orang bodoh.)


"Tapi rasanya sangat menyenangkan memiliki teman yang dapat bercanda seperti itu."

__ADS_1


(Yah, meskipun mereka hanya sekelompok orang bodoh tapi terlihat sangat kuat.)


Sora yang terkagum kagum dengan party itu, seseorang datang menghampiri party itu. Kedua orang itu berhenti bertengkar dan mulai duduk diam dengan tenang.


"Ada apa ini?"


Zanir sudah datang dan menanyakan karena banyak orang yang memperhatikan mereka. Zanir yang sedang memikirkan alasannya namun Jean segera menjelaskan.


"Seperti biasa, Kagami dan Glen bertengkar."


"Yah, yang lebih penting bagaimana kondisi sekarang?"


Zanir bertanya tentang lembah kematian. Mereka di tugaskan oleh Zanir untuk menyelidiki monster yang terus bertambah dan jika kondisinya memburuk, mereka diperbolehkan untuk memusnahkannya.


"Itu sangat buruk, ada pohon besar yang menjadi pusatnya." Ucap Kagami.


"Pohon itu mengandung energi jahat dan membuat monster yang ada di sekitarnya menjadi kuat dan mereka terus berkembang biak." Lanjut Jun.


"Tapi tenang saja. Aku sudah menjadikan mereka babi panggang." Ucap Glen sambil memukul tangannya sendiri dan menciptakan api.


Zanir memegang dagunya, dia memikirkan tentang pohon yang mengandung energi jahat yang dikatakan oleh Jun. Itu bukanlah hal yang normal.


Zanir segera berlari ke luar guild. Melihat ekspresi Zanir yang panik semua mengikuti ke luar karena penasaran.


"Sudah kuduga. Ini... Stampede!"


Monster-monster seperti kelelawar yang besarnya seperti rumah berterbangan menuju ibukota dan hendak memasuki kota. Untungnya karena kejadian seperti kemungkinan akan terjadi, Zanir sudah membuat penghalang tak terlihat menutupi seluruh kerajaan. Mereka menyemburkan api namun serangannya memantul kembali dan membakar beberapa kawanan mereka.


"Heh... senjata makan tuan." Glen menyindir kelelawar besar itu yang menyakiti teman mereka sendiri.


"Para petualang! Aku White Zanir sebagai pangeran kerajaan Aquostria, memerintahkan kalian untuk melindungi kerajaan ini!"


Pidato itu terdengar sombong dan tidak sopan namun kata-kata seperti itu adalah hal yang ditunggu para petualang yang ada. Mereka tersenyum, bersemangat akan pertarungan yang besar.


"Ya!!" Semuanya bersorak dengan gembira.


"Ikuti aku dan habisi musuh!"

__ADS_1


Dengan perintah itu para petualang segera berlari menuju ke gerbang bersama Zanir. Sesampainya di depan gerbang ada sekitar ribuan monster berkumpul dan sedang mencoba menghancurkan penghalang yang membuat mereka tidak bisa maju lebih dekat.


(Sora, kurasa kau tidak harus ikut.)


"Sekarang kota dalam bahaya dan aku ingin bertarung bersama para senior. Ini adalah hal yang ingin kulakukan."


(Meskipun kau keras kepala tapi aku tetap menyukai mu.)


Sora tersipu karena ucapan Sevira yang membuat jantungnya hampir saja berhenti.


"Semuanya, waktunya mengamuk sepuas kalian!"


Semuanya berlari dan mulai menyerang monster yang yang berada di luar penghalang begitu mendengar teriakan Zanir yang membuat semangat mereka meningkat.


Semuanya mulai bertarung dengan sekuat tenaga mereka. Meskipun jumlah monster lebih unggul tapi para petualang dibantu oleh party Ultra Force.


Monster terpental jauh sambil terbakar setelah terkena pukulan Glen. Seluruh tubuh Glen yang terbakar oleh api adalah kemampuannya.


Para petualang menembaki dari belakang dengan panah dan tombak. Salah satu monster yang terkena serangan itu menjadi marah dan mulai melempar batu besar. Batu itu diarahkan ke para petualang pemanah namun batu itu segera hancur menjadi butiran pasir setelah terkena laser putih datang entah dari mana.


"Terima kasih, tuan Kagami."


"Fokus saja."


Setelah menyelamatkan mereka Kagami terbang dan membuat puluhan anak panah dari kaca panas dan menyerang mereka dari atas seperti hujan.


Jean dan Jun membantu para petualang yang hendak diserang dari titik buta mereka. Para monster mulai berkurang namun jumlahnya tetaplah tidak masuk akal.


(Awas, di kananmu!)


Sora yang diberi instruksi oleh Sevira menghindari serangan goblin yang datang padanya dan menebas perut goblin dengan pisau. Meskipun lukanya tidak dalam, goblin itu menghilang menjadi serpihan debu. Sora menendang tanah dan melompat, membuat tubuhnya terbalik dengan kepala di bawah, dia berputar di udara dan ratusan pisau menyebar mengenai monster-monster di dekatnya.


Zanir yang hanya berdiri diam di tengah kumpulan monster bersiul melihat Sora melakukan apa yang pernah ia tunjukkan padanya. Gerakan yang dilakukannya sama persis seperti saat Zanir melakukannya.


Orc besar mengangkat pedang raksasanya ke atas dan memukul kepala Zanir. Orc itu segera mundur ketakutan karena Zanir baik-baik dan pedangnya hancur seperti kaca yang pecah.


"Kau pikir, mainan seperti itu dapat melukaiku?"

__ADS_1


Api hitam menyebar dan menusuk beberapa monster disekitarnya dari tanah lalu tubuh mereka terbakar oleh api hitam.


Sebuah pedang terbentuk di tangan Zanir dari api hitam. Dalam satu ayunan dari kiri ke kanan, membakar puluhan monster yang ada di depannya.


__ADS_2