
Setelah menerima trauma yang mengerikan, Raul akhirnya memutuskan untuk membantu menyegel Nuebris. Semua bertepuk tangan atas perbuatan Zanir.
Biasanya mereka yang sombong seperti Raul akan di eksekusi mati namun itu tidak terjadi karena membutuhkan kekuatannya.
"White, buka mulutmu, aaa."
"Aku juga akan menyuapimu, aaa"
Louis dan Elena menyuapi Zanir dengan santainya tanpa merasa bersalah karena ketiganya telah meninggalkan raja begitu saja.
"Biasanya seorang bawahan akan melindungi raja mereka dan berusaha untuk tidak terkena masalah apapun tapi..."
Arc dan dua raja lainnya menghela nafas melihat perilaku pengawal mereka. Daripada disebut melindungi mereka justru mengabaikan raja mereka dengan bermesraan.
"Begini ya, rajaku tercinta. Kau yang memaksaku untuk mengawalmu. Juga bahkan tanpa kami sekalipun kalian para raja memiliki kekuatan yang besar."
"Hah? Kekuatan besar? Aku tidak mau mendengarnya dari orang yang baru saja mempermainkan hidup dan mati seseorang." Kata Dominic.
"Itu benar. Membunuhnya lalu menghidupkannya lagi semudah membalikan telapak." Kata Dalbert.
"Aku tidak memiliki kekuatan besar sepertimu, kau tahu?" Kata Arc.
"Hah? Kau pikir semua orang bisa memerintah seluruh kerajaan? Kau adalah raja yang dapat memerintah banyak orang, itu adalah kekuatan yang besar bahkan jika kau menyuruh pasukanmu untuk menaklukkan dunia mereka akan menurutimu bukan?"
"....Kau benar."
"Aku bukannya lancang tapi karena ulah seseorang kami mengalami masalah besar." Kata Louise.
"Sudah kubilang aku tidak sengaja! Mana aku tahu kalau akan jadi seperti itu?!" Bantah Elena.
Ketiga raja saling menatap karena bingung dengan apa yang mereka bicarakan. Saat mereka ingin menjawab rasa penasaran mereka, mereka melihat ke Zanir yang sedang menyeruput teh.
"Aku tahu. Akan ku ceritakan. Louise dan Elena memintaku untuk melatih mereka jadi aku melatih mereka tapi saat aku sedang melatih Elena..."
......................
"Cukup tambahkan sihir, bukan?"
"Tung... Kau berlebihan Elena!"
Energi magis meluap dari tangan Elena dan meledak.
"Hah... White... aku..."
"Tubuhku... terasa panas..."
"Oi, kalian berdua! Waduh, gawat nih. Mereka malah terangsang karena sihirnya Elena yang lepas kendali."
Zanir membuat bangunan kecil di lapangan dan menutupinya dengan penghalang untuk meredam suara. Zanir membaringkan keduanya di kasur dan membiarkan nafsu mereka terpuaskan.
......................
"Itulah yang terjadi makanya tadi jadi lama."
__ADS_1
Elena dan Louis menutupi wajah mereka yang memerah karena malu.
"Elena!" Teriak Dalbert.
"Yah! maafkan aku yang mulia! Aku tidak tahu kalau akan jadi seperti itu!" Dengan spontan meminta maaf setelah mendengar bentakan Dalbert.
"Yah, sudahlah. Selama kau mengerti maka tak masalah." Kata Dalbert sambil menghela nafas lelah.
"Terima kasih yang mulia!"
Ketiga raja itu mengerti alasan keterlambatan mereka tapi yang membuat mereka marah adalah hal lain yaitu sikap Zanir. Meskipun ia menolong mereka dan meniduri dua gadis kelas atas kerajaan lain, para raja itu tahu bahwa Zanir tidak menyimpan perasaan pada mereka berdua.
"Maafkan saya juga yang mulia." Ucap Louis.
"Tidak apa-apa, kau hanya terseret masalah saja jadi kau tidak bersalah." Jawab Dominic.
"Kau takkan minta maaf seperti mereka?" Tanya Arc pada Zanir.
"Tidak." Jawab Zanir dengan cepat.
Arc ingin sekali memukul Zanir tapi meskipun ia melakukan itu, Zanir tidak akan merenungkan kesalahannya justru ia akan mengulanginya lagi.
Kenapa orang ini menjadi adikku ya? Arc merasa kecewa dengan saudaranya ini. Meskipun ia selalu melakukan hal seenak jidatnya tapi bagi Arc, Zanir adalah orang yang akan melakukan berbagai hal dengan sempurna.
"Aku selalu ingin bertanya padamu, Arc." Kata Dominic.
"Apa itu?"
"Kau tampak seperti enggan untuk menjadi raja apalagi kau adalah raja yang paling muda di antara kita."
Dominic dan Dalbert mengangguk karena mengerti seberapa besar tanggung jawab seorang raja yang harus mereka pikul. Secara kekuatan, kecerdasan dan kemampuan Zanir sangat pantas untuk menjadi raja sedangkan Arc tidak sehebat Zanir. Namun, Arc mendengar ini dari Zanir yang membuatnya menerima dirinya sebagai raja.
"Aku mungkin memiliki kualitas sebagai raja tapi tidak memiliki kualifikasi sebagai raja."
Kata-kata itu sudah ia sangat pahami. Zanir tidak memiliki kualifikasi sebagai raja karena ia merupakan anak dari istri simpanan sementara Arc adalah anak dari istri utama.
...----------------...
"Jadi? Pertama apa yang harus dilakukan?"
Aku berada di sebuah hutan. Tujuannya adalah untuk melihat apakah segel lama Nuebris masih berfungsi namun ternyata segelnya telah rusak dan Nuebris keluar.
Dia baru saja terbangun dan saat ini sedang menunjukan taringnya padaku. Tubuhnya memang besar tapi dia tidak lebih dari seekor anjing.
Awalnya kupikir Nuebris adalah semacam monster seperti naga tapi ternyata aku salah.
"Hii! Mustahil!"
Raul ketakutan saat melihat sosok Nuebris. Kupikir dia orang yang hebat karena telah menjadi penjaga tapi ternyata hanya isapan jempol saja.
"Mengapa kau ketakutan begitu? Cepat perbaiki segelnya."
”Mustahil! Dia akan memakanku!!"
__ADS_1
Sungguh orang yang tidak berguna. Bagaimana bisa penakut seperti dia menjadi penjaga? Aku yakin dia hanya menyuap saja dan tidak tahu apapun.
"Bisakah kita bicara?"
"Kau manusia, apa kau mau mengurungku lagi?!"
"Tenanglah kawan, aku tidak akan menyegelmu lagi asalkan kau menurutiku."
"Hmph. Manusia sepertimu? Ingin aku yang merupakan makhluk paling kuat menuruti manusia lemah?! Jangan bercanda!"
"Bercanda? Jahatnya..."
Dia ini memiliki harga diri yang tinggi ya? Kalau sudah seperti ini...
"Apa ini?! Kekuatan ini...!"
Aku melepaskan sedikit aura sihirku tapi sepertinya masih belum cukup untuk membuatnya patuh.
"Henti... Berhenti! Maafkan aku, kumohon hentikan!"
Baiklah, akhirnya dia patuh juga.
"Mohon maafkan perilaku saya yang tidak sopan tuan."
Tuan? Kenapa dia memanggilku seperti itu? Dan juga rasanya ia terlihat lebih jinak daripada sebelumnya.
"Aku ingin kau kembali tapi sepertinya kau ingin bebas."
"Ya, tuan. Saya sudah bosan di dalam kurungan itu."
Aku menengok ke Raul yang masih ketakutan sambil mengompol.
"Apa kau lapar Nue?"
"Saya lapar karena belum makan selama bertahun-tahun."
"Mungkin ini tidak akan mengenyangkan perutmu tapi kurasa dia bisa menjadi makanan o
pertamamu."
Nuebris menatap Raul yang ketakutan setengah mati. Aku menarik kerah baju Raul dan mengangkatnya seperti anak kucing.
"Apa yang kau lakukan, Zanir! Lepaskan aku!!"
"Buka mulutmu, Nue."
Aku melempar Raul ke dalam mulut Nue dan ia ditelan hidup-hidup. Sekarang tidak ada lagi orang brengsek sepertinya dan ini adalah hukuman untuknya.
"Kalau kau mau, apakah kau ingin menjadi familiarku?"
"Saya bersedia."
"Baik, Nah kontraknya sudah selesai."
__ADS_1
"Terima kasih tuan."
Dalam sekejap Nue menghilang. Aku kembali ke istana menggunakan [teleport] lalu tidur.