Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Petualangan


__ADS_3

12 Tahun kemudian.


Sebuah akademi ksatria sihir berdiri megah di sebuah kerajaan Aquostria. Akademi ini sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu dan selalu menghasilkan ksatria dan penyihir hebat.


Yang membuatnya lebih hebat adalah karena sistem seperti status sosial tidak berlaku di sana sehingga semua murid adalah sama. Akademi selalu menerima siswa baru berdasarkan kemampuan dan bukan status sosial.


Seorang laki-laki muda mengukir prestasi dengan usahanya sendiri. Dia pernah membasmi ratusan naga sendirian saat usianya 10 tahun dan berkat kemampuan sihirnya dia menjadi seorang petualang kelas S termuda sepanjang sejarah. Dia mendapatkan gelar raja sihir oleh sang raja, dan kini ia mengajar di akademi sihir sebagai seorang guru.


Meskipun terbilang muda karena umurnya yang masih 17 tahun tapi dia adalah guru sihir yang diakui oleh banyak orang. Seperti biasanya ia sedang mengajar di kelasnya, tidak ada satupun murid yang tidak memperhatikan penjelasannya. Tak lama kemudian bel pulang sekolah telah berdering dan para siswa segera merapikan buku-buku mereka sementara guru itu pergi meninggalkan ruangan kelas.


Dia sangat menyukai langit sore tapi pandangannya tertuju pada seorang guru wanita yang cantik, namanya Mei, dia setahun lebih tua darinya tapi gadis itu adalah juniornya yang sangat ia percaya.


"Zanir, apa kau tidak pulang? Sedang apa kau?"


Seseorang datang menghampirinya, dia adalah Alistair. Seorang guru yang merupakan teman dekat Zanir, dia memiliki rambut cokelat mata merah dan berpenampilan dengan kemeja putih dan rompi cokelat serta memakai dasi kupu-kupu dan kacamata. Dia 2 tahun lebih tua dari Zanir tapi keduanya sangat akrab seolah umur bukanlah sebuah halangan.


"Oh, Alis. Tidak, seperti biasa aku sedang melihat juniorku yang sedang mengajar di sana."


"Kau ini selalu memperhatikan dia ya. Kau tahu, dia bukan anak kecil yang harus selalu kau perhatikan."


"Ayolah Alis. Bukan itu maksudnya, aku senang melihat dia yang pemalu sedang berusaha mengajar."


"Ya, ya. Yang lebih penting. Bukannya hari ini kau akan pergi ke guild?"


Zanir seketika baru sadar dari lamunannya setelah Alistair mengingatkannya. Zanir berjanji akan melakukan quest sebagai petualang. Alistair sangat mengenal Zanir dan ia sangat tahu kalau Zanir pasti akan melupakan itu.


"Ah, sial! Aku harus segera pergi."


Zanir memakai mantelnya dengan terburu-buru dan pergi meninggalkan Alistair yang masih berdiri menatapnya dengan khawatir. Alistair melirik Mei yang sedang melatih sihir muridnya.


"Sepertinya hatimu masih dipenuhi kegelapan ya, Zanir." Ucap Alistair dalam hatinya.

__ADS_1


...****************...


12 Tahun kemudian.


"Ini yang terakhir."


Seorang pemuda manusia serigala terengah-engah karena terlalu lelah setelah membantai goblin di dalam gua. Tubuhnya dipenuhi oleh cipratan darah dan memiliki mata panda.


Pedangnya sudah mulai berkarat dan sudah tidak bisa di gunakan sebagai pedang. Dia keluar dari dalam gua dan akhirnya ia bisa melihat cahaya matahari setelah sekian lama.


"Belum cukup. Aku masih terlalu lemah, tapi sepertinya aku harus kembali terlebih dahulu."


Dia kembali ke rumahnya yang berada di dalam hutan. Dia membangun rumah kayu di atas pohon yang tinggi agar terhindar dari serangan monster. Setelah menyimpan pedangnya di ujung ruangan dia segera berbaring sebentar. Dia memejamkan mata dan pikirannya teringat pada sebuah ucapan yang terjadi 12 tahun lalu.


"Apakah kau membenciku? Kalau begitu temui aku saat kau sudah memiliki kekuatan yang kau banggakan, titisan dewa Ashura."


Dia membuka matanya dan menatap langit-langit rumahnya. Dia seketika merasa jengkel dan hatinya dipenuhi dengan emosi yang tak bisa ia gambarkan.


Dia berdiri dan pergi ke sungai terdekat untuk membersihkan dirinya. Suhunya yang dingin tidak membuatnya takut, meskipun dirinya sebagai ras serigala takut dengan air tapi setelah pelatihannya bertahun-tahun membuatnya tersadar bahwa air tidaklah berbahaya. Ia berpikir mengapa selama ini ia merasa takut dengan air.


Setelah selesai berendam, ia naik ke permukaan dan mengenakan pakaiannya namun instingnya mengatakan kalau bahaya sedang menghampirinya. Dia naik ke atas pohon dan melihat segerombolan monster sedang berlari ke arahnya. Dengan cepat ia mengambil pisau yang selalu tergantung di pinggangnya dan dengan cepat ia berlari dan mengalahkan monster-monster itu.


Rasa lelahnya yang baru saja hilang kini datang kembali. Suara tepukan tangan dari seseorang terdengar oleh telinganya dan secara refleks ia menoleh ke atas pohon. Seseorang dengan pakaian serba hitam dan wajahnya di tutupi.


"Kerja bagus, Reiki Ashura."


Seketika Reiki terkejut karena dia tidak pernah memberitahukan namanya pada siapapun tapi orang mencurigakan didepannya seolah tahu segalanya tentang dirinya.


"Siapa kau?!"


"Tenang saja, aku bukan orang yang mencurigakan."

__ADS_1


Reiki tidak yakin dengan ucapan yang keluar dari mulutnya. Dia sangat yakin bahwa para monster ini adalah ulahnya.


"Apa maumu?!"


"Tidak ada. Sepertinya waktuku sudah habis, sampai jumpa lagi, Reiki Ashura."


Pria mencurigakan itu menghilang dari pandangan Reiki dalam sekejap. Reiki sama sekali tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh orang itu.


...****************...


12 Tahun kemudian


Langkah demi langkah telah di lalui oleh Sora. Dia sudah melakukan perjalanan selama 12 Tahun dan dia akhirnya mengetahui sesuatu.


Dia adalah seorang reinkarnator. Beberapa tahun yang lalu saat ia hampir dikalahkan sebuah suara datang dari kepalanya. Ia tak mengenal sihir tapi ia tahu ini adalah telepati.


Suara itu menolongnya dan menyebut dirinya sebagai Dewi Sevira. Awalnya Sora tidak percaya tapi karena ia tidak bisa dilihat oleh Sora maka ia akhirnya percaya.


Sora merasa bahwa ada yang aneh dengan dirinya. Setiap kali Sevira berbicara, detak jantung Sora berdetak sepuluh kali lebih cepat dari biasanya. Ia akhirnya yakin bahwa ini adalah yang disebut sebagai jatuh cinta. Namun, tanpa Sora duga bahwa Sevira juga menyukainya.


Dia berencana untuk memanggil Sevira namun syarat yang ia butuhkan tidak bisa ia penuhi dan memutuskan mencari seseorang yang bisa dimintai tolong.


Dia sampai di kerajaan Aquostria. Dia memasuki guild petualang untuk mencari orang dan juga uang untuk kehidupan sehari-hari. Dia mendekati meja resepsionis untuk mendaftar sebagai petualang.


"Permisi, apakah aku bisa mendaftar menjadi petualang?"


"Tentu, tuan."


Sang resepsionis menyambutnya dengan ramah. Memang ada berbagai macam ras di dalam guild tapi Sora adalah satu-satunya ras rubah yang ada. Di diberikan kertas dan pena untuk menuliskan biodatanya. Setelah itu ia menyerahkannya kepada resepsionis.


"Baik." Sang resepsionis melihat nama di formulir pendaftarannya. "Tuan Sora, anda bisa mengikuti tes masuknya setelah membayar biaya daftar yang harganya 3 koin emas."

__ADS_1


Sora hanya memiliki simpanan 5 koin emas tapi dia tidak punya pilihan karena ia butuh pekerjaan. Dia membayar biaya pendaftaran dan diperintahkan untuk menunggu karena pengawas yang di tugaskan sedang menuju kesini.


__ADS_2