Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Penyelamatan Akiko


__ADS_3

Meskipun aku berhasil lepas tapi aku tidak tahu caranya pulang. Hanya ada pepohonan di sekeliling. Aku tidak tahu ada tempat seperti ini di hutan, dan ini juga bukan hutan dekat kerajaan.


"Bagaimana ini? Kuharap aku bisa memberi sinyal tentang tempat ini."


Bagaimanapun ini tempat ini adalah tempat yang tidak diketahui namun jika aku memberi sinyal ke langit maka Zanir akan mengetahuinya.


"Kau pikir aku akan membiarkannya?"


"Ap-?!"


"Seperti yang di duga dari "Mawar biru" kau benar-benar cerdik."


Tidak kusangka dia akan menyadarinya secepat ini. Bagaimana ini? Tapi dia bahkan mengetahui nama "Mawar biru" yang tidak semua orang mengetahui nama itu, seperti yang kuduga kalau orang ini berbahaya. Kalau dipikir-pikir lagi bukannya orang ini yang menyerang kerajaan tempo hari?


"Tidak perlu waspada begitu. Setidaknya kau aman disini. Kalian bawa dia."


Dua orang datang dan mengikatku lagi. Ikatannya lebih kencang dari sebelumnya, juga aku merasa mulai mengantuk.


"Akhirnya dia tertidur juga. Sungguh wanita yang merepotkan."


"Tuan, bolehkah kami... hehe."


"Ya, sedikit mencicipi gadis ini."


"Sebaiknya jangan, kita tidak tahu apakah iblis itu menaruh mantra sihir atau tidak padanya. Jika kau sembarangan menggunakannya maka bukan kenikmatan yang kau rasakan tapi rasa sakit."


Keduanya mendecakan lidah dan segera melemparku ke dalam kurungan besi yang ada dibawah tanah.


...----------------...


Plak!


Aku mendapatkan tamparan yang sangat keras dari Vivi, sahabat Akiko.


"Bagaimana bisa kau membiarkannya tertangkap! Apa kau sungguh melindunginya?!"


Aku mengerti perasaannya. Dia sangat kesal padaku tapi aku juga tidak bisa melakukan apapun.


"Kalau tahu akan jadi seperti ini maka aku akan meminta Zanir untuk tidak memberikan Akiko pada dirimu!"


Yang dikatakannya benar. Mungkin jika aku tidak berpacaran dengan Akiko, dia mungkin tidak akan di tangkap.


"Kembalikan! Tolong kembalikan Akiko padaku..."


Dia menarik kerah bajuku dan merosot ke bawah karena kakinya melemas ketika mengingat sahabatnya diculik.


"Tenanglah Vivi, aku pasti akan menyelamatkan Akiko dengan selamat."


Kami menoleh ke arah suara itu. Itu adalah Zanir, dia datang bersama Alistair. Vivi segera berdiri dan memeluk Zanir, dia menangis di dadanya.


"Tolong selamatkan Akiko! Kumohon! Kumohon…"


"Tenang saja. Tidak akan kubiarkan dia terluka, tolong siapkan makanan yang enak saat kita kembali lalu kita bisa makan bertiga seperti biasanya."


Vivi mengusap air matanya dan menguatkan dirinya.


"Ya, aku akan menunggu kalian."


Dia tersenyum dengan indah, dia sangat mempercayai Zanir.

__ADS_1


"Reiki, aku akan bertanya padamu. Sebelumnya Zanir mempercayakan Akiko padamu karena dia percaya kau bisa melindunginya tapi lihat sekarang..."


Aku paham maksud Alistair. Aku masih lemah, aku tidak bisa melindungi Akiko dengan baik. Tapi bukan berarti aku tidak bisa menyelamatkan dia.


"Aku paham. Karena itu... beri aku kesempatan!"


Aku membungkuk sembilan puluh derajat. Berharap aku bisa dimaafkan atas kecerobohanku.


"Baiklah, tapi ingat. Aku menyerahkan sahabatku padamu jadi lindungi dia dengan baik." Bentak Vivi.


"Terima kasih."


Bagaimanapun caranya, meskipun harus mempertaruhkan nyawaku, aku harus melindungi Akiko karena kedua sahabatnya sudah mempercayakan dia kepadaku. Maka aku tidak boleh mengkhianati harapan mereka.


"Kalau begitu, kita pergi."


"Pergi? Kemana? Apakah lokasi Akiko sudah ditemukan?!"


"Ya, dia berada di dimensi lain. Karena itu aku dan Alis akan membuka pintu dimensi."


Aku tidak paham dengan maksud mereka tapi jika Akiko ditemukan maka sekarang adalah waktunya untuk menyelamatkannya.


"Tidak ada banyak waktu."


"Kita harus pergi, Zanir."


"Tunggu...!"


Aku harus ikut. Aku akan menyelamatkan Akiko dan melindunginya dengan benar!


"Ada apa?"


"Apa yang kau katakan? Tentu saja kau akan ikut bodoh."


Oh, kukira mereka akan meninggalkanku.


"Ayo cepat! Kalau kau masih ingin berlama-lama Aku akan membunuhmu."


Aku mengikuti mereka ke sebuah tempat yang cukup jauh dari kerajaan. Ini sebuah hutan yang amat sangat mengerikan, aku bisa merasakan hawa membunuh di sekitar.


"Kita mulai, Alis."


"Aku mengerti."


Mereka menulis tulisan kuno di udara. Aku tak yakin apa yang mereka tulis tapi mereka menulis sangat cepat. Langit seketika berubah menjadi gelap dan udara tempat mereka menulis sedikit tugas sedikit mulai retak.


Udara pecah seperti kaca dan hutan tempat kami berada berubah. Rasanya tempatnya lebih mencekam dan menakutkan.


"Aku bisa merasakannya. Akiko ada di tempat ini." Kata Zanir.


"Kalau begitu, kita harus segera menyelamatkannya sebelum dimensi ini kembali seperti semula."


Mendengar peringatan Alistair, kami mengikuti Zanir dan pergi ke tempat Akiko berada. Kami sampai di depan rumah yang sudah lama ditinggalkan.


"Tidak kusangka, kalian datang secepat ini."


Orang yang tiba-tiba muncul adalah Roy. Dia pasti pelakunya, aku sekarang tahu mengapa Akiko di culik.


"Oi, kucing jalanan, dimana Akiko?!"

__ADS_1


Wah, panggilan yang aneh. Roy kan ras serigala sepertiku dan bukan kucing, lalu apa maksudnya kucing jalanan?


"Kalau kau mencari dia kenapa kau tidak mencarinya sendiri?"


"Oke, ayo Alis."


Zanir dan Alistair pergi melawati Roy dengan tenang. Roy pun membiarkannya lewat begitu saja tanpa masalah. Apakah semudah ini menyelamatkan Akiko?


"Tunggu, kalian tak melawannya?"


"Kau saja yang melawannya. Lagipula dia tidak mungkin bisa menang melawanku ataupun Alis."


"Benar, iblis bermata kuning dan iblis bermata merah. Mereka berdua makhluk mengerikan."


Apa apaan julukan itu? Kenapa terdengar menyeramkan sekali. Aku tidak tahu mereka punya julukan seperti itu.


"Kami akan segera kembali, jadi bermainlah dengannya."


Mereka berdua pergi begitu saja. Aku ingin ikut dengan mereka tapi kurasa aku harus mengurus orang ini dulu. Akan ku tunjukkan padanya hasil latihanku.


"Ayo bertarung, Ashura!"


"Maju, Roy!"


Aku dan Roy saling menerjang dan menyerang. Seperti waktu itu, pukulannya sangat berat tapi aku bisa menahannya dengan mudah. Jika seperti ini, aku bisa menang.


...----------------...


...Sudut pandang Alistair...


"Kau yakin jalannya ke arah sini, Zanir?"


"Tidak salah lagi."


Aku dan Zanir berjalan di sebuah lorong gelap. Dari luar Tampak seperti rumah kecil tapi dalamnya sungguh luas bagaikan istana.


"Tapi ini seharusnya menuju penjara bawah tanah, bukan?"


"Memang, Akiko di kurung di sana."


Kami berjalan tanpa masalah. Memang bagus tapi rasanya terlalu lancar membuatnya menakutkan, firasatku mengatakan ada sesuatu yang besar di sekitar sini.


"Apa yang sedang kau pikirkan, Alis?"


"Rasanya terlalu sepi disini."


"Tentu saja, karena ada makhluk bernama Hellzard sedang menetas."


"Maksudmu Hellzard sang pilar pertama dari 6 penjaga kuno?"


"Ya, dia orangnya."


"Begitu rupanya, pantas saja terasa sepi. Kapan dia akan muncul?"


"Gak tahu, tapi kayaknya bentar lagi."


Memang gawat kalau makhluk itu muncul. Karena satu penjaga kuno dapat menghancurkan dunia dengan mudah tapi aku tidak perlu merasa khawatir karena ada makhluk yang lebih kuat dan mengerikan dari penjaga kuno. Dia kini sedang berada di sebelahku.


"Kau pasti memikirkan hal buruk tentangku kan, Alis?"

__ADS_1


"Tidak ada."


__ADS_2