
...Sudut pandang Reiki...
Kami menerobos masuk ke dalam benteng dengan dipimpin oleh Chelsea. Kami mencoba tidak membuat keributan besar dan mengalahkan Undead yang berdatangan.
"Kuharap dia tidak menyadari kita." Ucap Akiko.
Yah, aku juga berharap pemimpin yang ada di benteng ini tidak menyadari kedatangan kita tapi sepertinya dia sudah ada di sini.
"Butuh sesuatu di bentengku?"
Kami semua berbalik dan langsung di posisi bertarung. Dia sudah ada di belakang kami tanpa di sadari, kami tidak merasakan hawa keberadaannya itu artinya monster ini kuat.
"Siapa kau?" Teriak (Dark) Zanir.
"Perkenalkan aku salah satu dari lima jendral kegelapan, Bat Phantom."
Orang ini mengaku sebagai salah satu jendral kegelapan tapi sepertinya dia sangat cocok dari penampilannya yang memiliki tubuh manusia tapi memiliki kepala seperti kelelawar, memiliki empat mata merah dan seluruh tubuhnya hampir sepenuhnya transparan.
"Apa tujuanmu?" Tanya Chelsea.
"Kalian ingin tahu? Kalau begitu, buat aku mengatakannya."
Bat Phantom atau begitulah dia menyebut dirinya langsung menyerang kami. Dia sungguh musuh yang menyebalkan. Hanya dengan satu pukulan dengan tongkatnya membuat salah satu ksatria berubah menjadi partikel dan menghilang.
"Hati-hati, jangan sampai kalian mengenai tongkat miliknya!"
Kami semua langsung berpencar dan menghindari serangan yang akan datang sesuai perintah Chelsea. Meskipun terlihat biasa namun itu sepertinya tongkat itu memiliki kemampuan menghapus makhluk hidup.
"Raaahhh!"
Aku menerjang dan mengincar wajahnya namun pukulanku tidak mengenainya, itu melewatinya. Dia tembus pandang dan tidak bisa di serang.
"Sayang sekali serangan fisik tidak mempan padaku."
Dia mengangkat tongkatnya yang berubah menjadi pedang dan memukulnya tepat di depan mataku.
"Tch, berhenti melamun atau kau akan mati."
Sebelum pedang itu memotongku, Sora menendang tanah dan menangkapku. Dia sangat cepat sehingga mataku tidak bisa melihatnya.
"Kalian berdua tidak apa-apa?" Ucap (Dark) Zanir.
"Guh! Kalian akan membayar untuk ini."
Dark dan Chelsea menyerang dari dua sisi menggunakan sihir tanah. Sepertinya serangan sihir mempan padanya, namun dia jadi lebih waspada dan berhasil menghindari setiap serangan sihir yang datang.
Energi magis yang sangat besar menciptakan lingkaran sihir pada tongkat. Merasakan bahaya yang akan terjadi, Chelsea buru-buru melemparkan tombak petir yang ia buat dengan mata sihirnya dan diikuti oleh serangan bola api Dark dan puluhan pisau sihir Sora.
Namun serangannya mereka bertiga langsung lenyap dan cahaya menyilaukan keluar dari tongkat milik Bat Phantom. Ledakan mana terjadi dan melenyapkan apapun di sekitarnya.
"Awas!" Teriak (Dark) Zanir.
__ADS_1
"Tutup mata kalian!" Sora segera memberi instruksi.
"[Mirror Barrier]"
Aku mendengar suara orang lain namun aku mengabaikannya dan segera menutup mata.
Saat kami membuka mata, tubuh kami masih utuh dan aman. Ternyata sebuah penghalang tidak terlihat telah melindungi kami. Kupikir itu dibuat oleh Chelsea atau Zanir namun mereka tidak melakukannya.
"Yo, kalian baik-baik saja?"
Sebuah suara datang dari belakang kami dan menemukan empat orang yang tidak kukenal.
"Siapa kalian? Berani sekali menggangguku." Geram Bat Phantom.
"Cha Chang! Hehe."
Mereka... Siapa? Terlihat kuat dan keren.
"Ultra Force datang dengan kekuatan penuh!"
"Kalian ... datang menolong kami, Senior?" Ucap Sora dengan girang.
"Kau mengenal mereka, Sora?" Tanyaku yang tidak tahu siapa orang-orang ini.
"Kau tidak tahu? Mereka itu teman-temannya (White) Zanir." Jawab Sora.
"Yo, Sora sepertinya kau dalam masalah." (Glen)
"Baik, Senior!"
Mereka berempat maju dan berdiri di depan kami.
"Kalian pengganggu, sebaiknya jangan menghalangiku!"
"Aku yang akan menghadapinya."
Pria kekar yang membawa kapak di punggungnya berjalan maju tapi langsung ditarik ke belakang oleh pria berambut merah yang di sisir ke belakang.
"Tunggu dulu, ayam panggang." Katanya.
"Kau ini kenapa Glen?"
"Sebaiknya serahkan saja ini padaku, aku akan menyelesaikannya dengan cepat."
"Tidak bisa. Sekarang giliranku untuk bertarung."
"Apa katamu?! Kau pikir aku ini tidak bisa menang melawan ikan teri ini?"
Keduanya berkelahi. Aku sudah merasa lega ada yang membantu kami tapi sekarang rasa khawatir menyelimuti ku lagi.
"Sudah hentikan pertengkaran kalian berdua. Jean, serahkan saja pada Glen dan untuk Glen jangan terlalu panas."
__ADS_1
Setelah pria berkacamata memberikan solusi keduanya menerima usul itu. Meskipun pria kekar yang bernama Jean itu sedikit kecewa dia mengalah dan menyerahkannya pada Glen.
"Sudah siap menjadi daging panggang, kelelawar?"
Glen berjalan maju dan memprovokasi dia. Bat Phantom memerah karena amarahnya sudah memuncak hingga ujung kepala.
"Brengsek!"
Bat Phantom menyerang namun setiap pukulannya berhasil di tangkis dengan mudah lalu Glen memukul dengan pukulan api bertubi-tubi yang membuat Bat Phantom tidak berkutik.
"Ra ra ra ra!"
Pukulan demi pukulan tidak berhenti. Bagaikan puluhan tangan memukul secara bergantian.
"Ugh ... Guh ... Kuh..."
"Sudah berakhir."
Satu pukulan api di lancarkan ke wajahnya dan terpental jauh ke langit. Sedetik kemudian, ledakan keras terjadi di langit seperti kembang api di malam hari.
"Keren..."
Tanpa sadar aku terkagum dengan kekuatannya yang besar. Dia memiliki kekuatan seperti milikku tapi sedikit berbeda. Mereka berempat datang menghampiri kami.
"Kalian baik-baik saja kan?" Tanya Glen.
"Oi, kalian." Jun memanggil ketiganya dan mereka langsung memahami apa maksud dari panggilan itu.
"Jadi kau sudah sampai ya, Zanir?" Sapa Glen.
"Kau bodoh ya? Dia ini bukan Zanir kita, aku yakin dia ini Zanir dimensi ini." Jelas Kagami.
"Dia memang mirip tapi yang di sebelahnya juga..." Ucap Jean.
Mereka melihat Chealsea dan memasang ekspresi bersalah. Chealsea yang tidak memahami kenapa mereka memasang wajah seperti langsung bertanya tanpa ragu.
"Terima kasih atas bantuan kalian tapi kenapa kalian melihatku seperti itu?"
"Maaf, kami tidak bermaksud jahat tapi kau sangat mirip dengan seseorang." Jawab Kagami.
"Aku mengerti. Aku sudah mendengar ceritanya dari Akiko." Jawab Chelsea.
"Untuk sekarang apa rencana kalian? Kami hanya di minta membawa pulang mereka berempat oleh Zanir." Tanya Jean.
Sekarang kami bisa pulang tapi ada masalah yang membuatku tidak bisa meninggalkan dimensi ini.
"Apakah kita tidak bisa membantu orang-orang ini? Bagaimanapun mereka telah membantu kami. Juga ada raja iblis Belial." Jawabku. Benar, masalahnya adalah aku ingin membantu mereka.Meskipun baru bertemu mereka sangat baik padaku dan Akiko.
"Belial? Tunggu... kau bilang Belial?!" Glen dan yang lainnya terlihat sangat terkejut saat mendengar nama Belial seolah mereka sangat takut.
Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi sepertinya mereka tampak mengetahui tentang Belial. Bukan hanya itu aku bisa menebak bahwa ada hal buruk yang terjadi antara mereka dan Belial. Aku tahu Belial adalah raja iblis paling kejam dan selalu melakukan hal yang sangat mengerikan. Kurasa mereka teringat dengan masa lalu yang mengerikan itu.
__ADS_1