
"Kau yakin? Jangan mengecewakanku."
Jauh dari kerajaan Aquostria. Seorang pria misterius bertudung bertanya kepada Roy yang berada di depannya.
"Tidak masalah, ini bukan masalah besar."
Roy berbalik dan berjalan menjauh.
"Akan kuselesaikan dengan cepat."
...----------------...
Kerajaan Aquostria damai seperti biasanya. Orang-orang sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing. Ada yang berbelanja, makan bersama, hanya berjalan-jalan dan lainnya.
Namun, seketika langit yang cerah berubah menjadi gelap. Orang-orang berhenti beraktivitas dan melihat ke langit. Sosok raksasa yang mirip dengan naga yang besarnya hampir menutupi langit.
Orang-orang bertanya-tanya makhluk apa yang ada di atas mereka. Di balkon kerajaan, raja kerajaan Aquostria melihat itu dan sedikit panik. Makhluk itu bisa saja menghancurkan kerajaan Aquostria yang sangat besar dalam sekejap mata.
Sang raja, White Arc. Dia memiliki firasat yang sangat buruk tentang ini.
"Gerald!"
"Ya."
Arc segera memanggil bawahannya yang biasa dirinya andalkan di saat seperti ini.
"Segera evakuasi para penduduk."
"Tapi ... yang mulia, Kita tidak bisa mengevakuasi dengan cepat tanpa bantuan Tuan Zanir."
"Tch."
Arc tampak kesal karena situasinya sangat gawat, dia mengirim Zanir ke sebuah tempat yang baru saja ditemukan dan menyuruhnya untuk menyelidiki tempat itu sekaligus sebagai hukuman karena telah menggunakan uang negara untuk keperluannya.
Biasanya di saat seperti ini, Zanir akan menggunakan kekuatannya dan mengirim para penduduk ke tempat aman dengan cepat. Di saat Arc masih gelisah, seseorang datang.
"Maaf mengganggu yang mulia."
"Profesor Wallace."
Orang yang datang adalah Alistair Wallace yang merupakan orang jenius di kerajaan dan seorang peneliti yang hebat.
"Kebetulan, saya telah membuat sebuah artefak bernama [displacement]. Ini adalah sebuah benda yang dapat membuat portal teleportasi ke tempat yang di tuju."
__ADS_1
"Apakah itu bisa membawa para penduduk?"
"Bukan masalah. Aku sudah menyetelnya ke tempat yang aman."
Dengan perintah Arc, dia menyuruh para ksatria untuk membawa artefak [displacement] dan membawanya untuk mengevakuasi penduduk.
...----------------...
Reiki yang baru saja kembali setelah mengantar pesanan merasakan penasaran dengan makhluk yang tiba-tiba muncul di atas kepalanya. Dia merasakan firasat yang buruk.
Dari kejauhan dia bisa melihat sesuatu jatuh dari monster raksasa itu. Sesuatu itu sekarang berada di depan Reiki dengan tatapan mata yang serius.
"Lama tak jumpa, Reiki."
Seorang manusia serigala yang sama dengan Reiki, dia adalah Roy, sahabat Reiki dulu.
"Roy!"
Reiki sangat marah dan kesal sehingga sihir berwarna merah menyelimuti tubuhnya. Baik kekuatan, kecepatan, sihir dan pertahanannya menjadi meningkat.
Reiki menerjang dan melancarkan pukulan ke depan namun itu berhasil dihindari oleh Roy. Angin yang diakibatkan oleh pukulan Reiki menerbangkan sebuah kereta kuda dan untungnya tidak orang di dalamnya.
Reiki terus melancarkan pukulannya secara membabi buta dan terus dihindari oleh Roy dengan mudah. Saat ada sedikit celah, Roy menarik pergelangan tangan Reiki lalu melemparkannya ke tembok toko.
Verry yang mendengar suara benturan keras dari luar segera keluar toko dan menemukan Reiki yang terluka. Mulutnya mengeluarkan darah dan beberapa tulangnya patah.
Di lain tempat Sora yang baru saja hendak pergi melakukan sebuah quest melihat ke langit karena dia yakin seharusnya sekarang adalah pagi hari namun langit terasa seperti malam.
"Apa-apaan itu?"
Sora terkejut dengan sosok raksasa yang menyerupai naga menyelimuti kerajaan dengan tubuhnya. Dia tidak melakukan apapun dan hanya diam menutup langit.
"Itu ... Celestial!"
Sevira yang dalam wujud rubahnya terkejut dengan sosok raksasa yang ada di atas mereka.
"Kau tahu makhluk apa itu Sevira?"
"Ya. Dia adalah sang naga langit, Celestial."
Bagi seorang Dewi seperti Sevira tidak mungkin ia tidak mengetahui makhluk yang ada dunia namun seharusnya naga langit berada di negeri awan.
Negeri awan adalah sebuah tempat yang berada di langit dan berisikan makhluk yang tidak mungkin bisa dikalahkan oleh manusia. Keberadaan mereka juga dianggap sebagai mitos oleh manusia dan sebagai ancaman bagi dewa lain.
__ADS_1
Meskipun begitu, hanya Zelos satu-satunya dewa yang mampu menciptakan keberadaan seperti Celestial. Sevira tahu kalau mereka dikenal sebagai [God Eater] karena mampu membunuh dewa lain.
"Tapi kenapa bisa ada naga langit? Dan juga badannya sungguh besar."
"Hati-hati Sora, Celestial bisa dibilang adalah makhluk mengerikan yang dikenal sebagai [God Eater]. Bahkan dengan kekuatan penuh milikku, aku tak yakin dapat mengalahkannya."
Para ksatria datang dan menyuruh para warga untuk mengevakuasi. Dengan sebuah benda yang disebut sebagai artefak, mereka membuka sebuah portal dan menyuruh para penduduk untuk masuk. Satu persatu para penduduk berhasil di amankan.
Sora yang tiba-tiba mendengar suara benturan segera pergi ke asal suara itu. Dia menemukan Reiki yang terluka dan seorang manusia serigala seperti Reiki. Berbeda dengan Reiki yang memiliki bulu berwarna oranye, orang yang ada dihadapannya memiliki warna perak. Meskipun ia tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi Sora tahu bahwa dia adalah musuh.
"Hei, poker face. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi kau membuatku kesal."
Dengan Skill [Dash] yang membuatnya bergerak cepat, Sora melancarkan pukulannya ke wajah Roy sehingga ia terpental jauh dan tersungkur ke tanah. Entah berkat tubuhnya yang kuat atau pukulan Sora yang tidak sakit namun Roy berdiri dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Roy melompat dan menendang Sora. Untungnya Sora bisa menahan tendangannya dengan posisi bertahan.
Kedua bertarung dengan terus melancarkan serangan. Celestial yang sejak tadi berdiam diri meraung keras. Raungan membuat telinga sangat sakit.
Robot berzirah putih muncul dari tanah seperti zombie. Mereka bermunculan di mana-mana. Untungnya sudah sebagian besar penduduk sudah dievakuasi. Kota masih menyisakan beberapa penduduk, para petualang dan ksatria kerajaan.
"Oi, oi! Sekarang apa lagi?!"
Sora terkejut dengan para ksatria zombie yang tiba-tiba muncul dengan jumlah yang sangat tidak normal.
Meskipun mata Sora teralihkan sebentar namun ia tetap bisa bertahan dari serangan Roy.
Para petualang bertarung melawan robot yang mulai menghancurkan kota. Para ksatria kerajaan bertarung agar para penduduk aman dan pergi ke tempat evakuasi.
Reiki mengatur nafas dan mulai berdiri secara perlahan dengan dibantu oleh Verry. Tubuhnya masih merasakan sakit sehingga ia kembali jatuh karena lukanya lebih parah dari yang dia duga.
"Reiki!"
Akiko berlari dan menghampiri Reiki yang terluka. Reiki terkejut karena dia berpikir bahwa Akiko sudah berada di tempat yang aman. Dibelakang ada seorang gadis cantik dengan rambut hitam panjang yang mengikutinya.
"Aki ... ko ..."
"Reiki, apa yang terjadi? Kau terluka sangat parah."
"Bukan ... masalah."
Reiki mencoba terlihat kuat namun lukanya membuatnya tidak bisa berbohong.
"Siapa dia? Apakah manusia serigala itu temanmu?"
Saat Vivi bertanya, Reiki hanya menundukkan kepalanya karena tidak bisa mengatakan yang sesungguhnya. Vivi yang melihat ekspresinya itu tahu bahwa itu bukan sesuatu yang harus ia tanyakan.
__ADS_1
"Seandainya ada Zanir disini..."
Kekacauan dimana-mana adalah situasi yang buruk, Akiko berharap Zanir ada di sini dan membereskan kekacauan. Dia tidak tahu kemana perginya Zanir namun ia tahu bahwa dia mendapatkan tugas dari raja.