
Setelah lama menunggu akhirnya dia melakukan tes masuk. Pengajarnya adalah seorang pria kekar dan memiliki wajah yang sangar. Sora tahu bahwa orang di depannya sangat kuat, setelah pertarungan dimulai Sora bergerak dengan skill Dash ke belakang sambil mengayunkan pedang pendeknya tapi tanpa dia sadari serangannya berhasil ditangkis dengan pedang kayu.
Gerakan Sora semakin cepat dengan skill Dash miliknya. Tapi berapa kali pun ia menyerang semuanya berhasil ditangkis. Dia melompat tinggi dengan skill High jump lalu mencuri pedang kayunya dengan skill Steal. Itu adalah kombinasi ya mengejutkan.
"Kerja bagus." Pelatih itu bertepuk tangan untuk kemampuan Sora.
"Mengkombinasikan skill adalah hal penting yang selalu dilupakan banyak orang tapi skill yang kau miliki cukup unik."
"Terima kasih."
"Ini. Kau lulus." Selembar kertas diberikan kepada Sora, dia kembali ke meja resepsionis dan memberikan selembar kertas itu kepada resepsionis dan kartu petualangnya berhasil dibuat dan diberikan kepada Sora.
"Saat ini tuan berada di rank F. Jika tuan memenuhi syarat maka anda bisa dipromosikan menjadi rank yang lebih tinggi." Penjelasan resepsionis bisa dimengerti dengan baik oleh Sora. Dia yakin akan kemampuannya tapi ia sama sekali kekurangan pengalaman jadi dia harus bersabar untuk naik rangking.
"Terima kasih atas penjelasannya. Aku mau mengambil quest yang sesuai dengan rank-ku."
"Eh?"
Sora memiringkan kepalanya karena bingung, mengapa resepsionis terkejut. Dia yakin kalau ucapannya tidak ada yang aneh.
"Ada apa?"
"Apa kau yakin mau langsung mengambil quest saat baru saja mendaftar?"
"Apakah tidak boleh?"
"Bukan begitu... Tentu saja boleh, tapi... Baiklah."
Resepsionis itu hanya bisa pasrah karena menurutnya biasanya para petualang baru selalu pulang ke rumah karena saat tes mereka kelelahan, jadi ini adalah pertama kalinya ada yang langsung mengambil quest setelah tes.
"Kalau begitu. Ini adalah pengumpulan tanaman obat. Kau hanya perlu mengumpulkan tanaman ini."
Sora melihat selembaran kertas cokelat yang kusam. Di sana tertulis untuk mengumpulkan tanaman mawar kuning dan tidak ada batasan jumlah. Imbalannya adalah 10 koin perunggu disana jadi setidaknya cukup untuk bertahan hidup hari ini.
"Baik, aku akan menerimanya."
Sang resepsionis memberikan stempel izin guild yang artinya sudah diterima oleh petualang. Setelah itu, Sora pergi membawa kertas kusam yang sudah di stempel dan pergi mengumpulkan tanaman yang diperintahkan.
Tak lama kemudian setelah Sora pergi. Seorang laki-laki tampan dengan senyum yang cerah datang ke meja resepsionis. Para petualang yang ada di sana berfokus pada laki-laki itu. Mereka semua tidak mungkin tidak mengenal orang itu, seorang petualang kelas S termuda yang memiliki banyak prestasi hebat. Orang yang memegang gelar ksatria sihir terkuat, White Zanir.
__ADS_1
"Halo Karen. Apa ada yang bisa kulakukan?"
Sang resepsionis itu bernama Karen. Dia memang seumuran dengan Zanir tapi dia merasa bahwa laki-laki di depannya hidup di dunia yang berbeda. Wajahnya memerah saat menatap mata laki-laki itu, dia juga merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Z-Zanir! Aku mencintaimu!"
Karen tidak bisa menahan emosinya dan segera mengutarakan perasaannya. Sebenarnya, ini bukanlah pertama kalinya Karen menyatakan cinta pada Zanir tapi dia selalu ditolak olehnya namun ia tidak boleh menyerah. Zanir masih tersenyum seperti biasanya dan memegang kedua tangan Karen dengan lembut.
"Maaf ya, Karen. Aku tidak bisa bersamamu."
"Kenapa?"
"Aku bukan orang yang baik untukmu."
"Meskipun begitu... Aku tetap mencintaimu!"
Orang orang yang melihat itu sudah mulai bosan, setiap Zanir datang ke guild sudah pasti kejadian seperti ini akan terulang terus. Mereka tahu kisah Zanir, dari dulu hingga sekarang ia akan selalu menutup hatinya.
"Maaf, yang lebih penting apa ada tugas yang bisa kulakukan."
Alasan Zanir ke guild adalah mengumpulkan uang tambahan. Dia memang seorang petualang kelas S tapi semua quest kelas S sudah diselesaikan oleh Zanir dan bulan depan baru akan ada quest baru yang akan datang.
"Eh... Kurasa kau bisa pergi ke sini."
Zanir pergi ke tempat dimana party yang dituju sedang menunggunya. Dia pergi ke tempat yang disebut dengan taman bunga kota dan disanalah tempat yang dimaksud dalam selembaran yang dibawa Zanir.
...****************...
Pertemuannya dengan orang mencurigakan itu membuatnya terus memikirkannya. Tanpa sadar ia sudah berada di depan gerbang kota River tepat di kerajaan Aquostria. Dia masuk ke dalam kota setelah membayar biaya masuk seharga 1 koin emas karena tidak memiliki tanda pengenal. Dia melihat banyak sekali makanan yang membuat perutnya terus bersuara.
Dia tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli makanan itu tapi ia juga tidak punya pekerjaan. Dia berpikir untuk mencari pekerjaan yang bisa membuatnya bertahan hidup. Dia mendengar suara seseorang yang sedang marah dan orang yang sedang meminta maaf.
Setelah menemukan asal suara itu, dia mendekat dan menemukan orang kekar sedang marah pada pria kecil yang terkapar di tanah. Pipinya lebam karena tamparan keras.
"Sudah kubilang untuk menyerahkan hartamu!"
Tangannya melayang untuk memukul pria kecil itu, dia benar-benar ketakutan sehingga menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sambil berteriak "Hii!" tapi pukulan yang akan datang tidak sampai. Saat melihatnya dengan jelas, Reiki sudah ada disana dan menahan tangan kekarnya dengan kuat.
"Melukai orang yang lemah hanyalah seorang pecundang."
__ADS_1
"Siapa kau?" Pria kekar itu segera melepas diri dari cengkraman Reiki. Dia segera mundur selangkah untuk memberikan jarak antara mereka. Pria kekar itu tahu bahwa dia sedang berhadapan dengan seorang yang merepotkan.
"Reiki." Perkenalan singkat Reiki membuat pria kekar itu semakin pucat. Instingnya mengatakan untuk lari dan dia pun mengikuti instingnya dan pergi begitu saja.
"Awas saja kau!"
Reiki segera membantu pria kecil itu berdiri, Reiki yakin dia pasti sangat ketakutan. Dia bisa melihat celananya yang basah karena kencing di celana.
"Kau tidak apa-apa? Siapa namamu?"
"Ya, aku baik-baik saja. Namaku Verri."
"Aku Reiki."
Keduanya saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri mereka sendiri. Reiki hanya bisa tertawa melihat celananya yang basah sementara Verri hanya tersenyum karena merasa sangat malu.
"Reiki, apa kau mau ke tokoku? Aku ingin berterima kasih padamu."
"Baiklah, lagipula kau harus mengganti celanamu."
Mereka segera pergi ke tempat yang dimaksud oleh Verri. Tokonya tidak terlalu besar tapi itu cukup luas dan banyak sekali barang yang tersusun rapi di rak. Semuanya sangat rapi dan bersih hanya saja pencahayaan ruangannya sangat rendah.
"Reiki, kau bisa duduk di ruangan sebelah sana. Aku akan membuatkanmu teh setelah aku mengganti pakaian. Reiki hanya menurut saja dan menunggu. Tak lama kemudian, Verri kembali dengan pakaiannya yang lain. Dia menaruh cangkir teh di atas meja untuk Reiki.
"Reiki, sekali lagi terimakasih atas bantuanmu."
"Tidak perlu dipikirkan. Selama kau baik-baik saja itu sudah cukup."
Verri tersenyum dengan kebaikan hati Reiki. Dia kuat juga merupakan ras serigala yang rumornya sudah punah, baik hati dan juga tidak sombong.
"Apa Reiki baru saja datang ke kota ini?"
"Ya, aku baru saja datang dan membutuhkan pekerjaan."
Dalam pikirannya terbesit sebuah ide yang dapat membantu Reiki sekaligus ucapan terima kasih padanya.
"Kalau begitu, bekerja di tokoku saja. Ya, mungkin tidak seberapa tapi kurasa ini cukup."
"Benarkah?!" Reiki sangat senang, dia sama sekali tidak memiliki ide untuk melakukan pekerjaan yang cocok untuknya dan sekarang ia mendapatkan pekerjaan.
__ADS_1
"Tentu, aku senang menerimamu di tokoku."
Reiki akhirnya mendapatkan pekerjaan dan menghapus takdirnya yang miskin dan pengangguran. Meskipun ini pertama kalinya ia bekerja tapi ia akan terus berusaha keras semaksimal mungkin.