Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Pelatihan


__ADS_3

"Woah!!!"


Saat ini, aku Reiki Ashura terjatuh ke sebuah jurang gelap. Mungkin kalian penasaran mengapa aku bisa jatuh ke jurang. Ini dimulai beberapa jam yang lalu.


Saat aku sedang mengangkat barang yang baru saja sampai ke dalam toko. Aku ditanyakan oleh Verry tentang kekuatanku di insiden penyerangan minggu lalu.


"Bagaimana kau mengaktifkan kekuatan yang waktu itu?"


"Aku tidak tahu. Itu seperti terjadi begitu saja."


"Kurasa itu adalah skill milikmu."


"Skill?"


"Itu adalah sebuah kemampuan yang sudah ada sejak lahir. Contohnya saja skill milikku adalah [Jual Beli]. Ini adalah skill yang memudahkan aku dalam berjualan dengan baik serta membuat negosiasi menjadi lancar."


Aku mulai memikirkannya. Aku tidak yakin kalau itu adalah skill tapi apa yang dikatakan Verry terdengar masuk akal. Namun aku sama sekali tidak tahu tentang kemampuanku ini.


"Bagaimana cara melihat skill?"


"Eh?!" Verry membeku terkejut.


Aku bertanya-tanya mengapa ia terkejut dengan mengeluarkan suara aneh seperti itu. Aku tidak merasa mengatakan sesuatu yang salah.


"Reiki... Apa kau belum melakukan upacara kedewasaan?"


"Upacara kedewasaan?"


Verry menghela nafas lelah, entah kenapa aku merasa ia mengatakan"Sudah kuduga." dari wajahnya. Apakah itu sesuatu yang penting.


"Dengar. Upacara kedewasaan adalah sebuah upacara dimana saat kau menginjak usia 15 tahun kau akan menerima berkat dewa dan menandai bahwa kau sudah dewasa. Di upacara itu juga kau bisa mengetahui skill apa yang kau miliki."


Aku sungguh tidak percaya bahwa ada hal yang seperti itu. Selama ini aku terus berkelana dan mengalahkan banyak monster untuk bertahan hidup.


"Kalau kau mau melakukan upacara itu maka kau bisa bertanya pada Zanir. Dia adalah yang bertanggung jawab dalam hal seperti itu."


Zanir ya ... Apa ia masih marah ya? Tapi jika ia masih marah maka aku harus minta maaf padanya. Aku meletakkan dua kotak yang aku bawa di sudut ruang penyimpanan.


"Haruskah aku bertemu dengannya?"


"Kalau kau mau bertemu dengannya kau bisa mencarinya di akademi. Dia bekerja sebagai guru di sana. Terima ini ..."


Aku menerima kertas yang dilipat yang diberikan oleh Verry padaku.


"Apa ini?"


"Itu adalah peta."


Begitu. Sepertinya Verry khawatir aku tidak bisa menemukan akademi di kota yang dalam proses perbaikan ini.

__ADS_1


"Terima kasih."


Aku membungkuk dan berterima kasih kepadanya. Jika bukan karena Verry mungkin aku akan kesulitan hidup di sini.


"Pergilah."


"Aku berangkat! "


Dengan cepat aku berlari keluar dan berpamitan. Kurasa dengan mengetahui skill milikku, aku bisa mengetahui sesuatu tentang ucapan Roy tentang 'Titisan dewa Ashura' atau apalah itu namanya.


Aku mengikuti jalan sesuai dengan yang ditunjukan di peta. Tapi aku merasa seperti salah jalan. Saat aku sedang melihat peta, aku secara kebetulan bertemu dengan Sora.


"Apa ada masalah Rei?"


"Sora. Em, aku hanya sedang mencari jalan menuju akademi."


"Apa yang kau katakan? Kita ada di depan gerbang akademi kau tahu."


"Eh?!!!"


Aku terkejut karena aku tidak menyadari bangunan sebesar ini ada di depanku. Aku seperti orang bodoh mencari sesuatu yang sudah jelas ada di dekatku.


"Memangnya kau mau menjadi murid disini?"


"Ah, tidak. Aku sedang mencari Zanir. Aku butuh bantuan dia."


Kami berdua masuk dan bertanya kepada penjaga gerbang. Dia mengatakan kalau kami bisa bertemu Zanir jika kami membuat janji dengannya.


"Biarkan mereka masuk."


Seorang pria dengan rambut cokelat dan memiliki mata merah. Dia mengenakan kemeja putih dan rompi cokelat yang membuatnya terlihat seperti orang penting. Tangannya penuh dengan tumpukan kertas.


"Tuan Alistair."


Penjaga itu membungkuk padanya. Seperti yang kuduga kalau nih orang adalah orang penting.


"Kalian mencari Zanir kan? Kalau begitu ikuti aku."


Kami mengikuti Alistair dari belakang. Kami berjalan di koridor yang sangat panjang. Sepertinya akademi ini berisikan bangsawan. Kami berhenti di sebuah taman yang berada di belakang akademi.


"Nah, sekarang kalian lihat ke sana."


Kami menoleh ke tempat yang ditunjuk oleh Alistair. Di sana ada seorang gadis dan laki-laki yang sedang berciuman di bawah pohon besar. Aku tidak mengenal perempuan itu tapi laki-laki itu kurasa dia Zanir.


"Sedang apa mereka?"


"Apakah mereka sepasang kekasih?"


"Bukan. Gadis yang di sana itu adalah juniornya Zanir, seorang guru. Meskipun terlihat sedang berciuman tapi yang dilakukannya hanyalah latihan."

__ADS_1


"Latihan macam apa itu? Aku yakin dia hanya sedang mencuri ciuman pertama miliknya." Sindir Sevira.


Alistair melirik rubah putih yang meringkuk di kepala Sora. Ia tidak terkejut dengannya.


"Yah. Bisa dibilang gadis itu memiliki mana yang sangat sedikit dari manusia pada normalnya. Zanir yang memiliki mana yang sangat besar membaginya dengan cara yang seperti kalian lihat."


Zanir benar-benar orang yang baik. Bukan hanya membantuku dalam kisah cintaku, dia juga rela membagi kekuatan kepada orang lain serta memiliki kekuatan yang luar biasa. Jadi seperti ini orang yang dihormati banyak orang.


Zanir menjauhkan mulut mereka dan ada benang transparan diantara kedua lidah mereka. Dia melihat kami dan berjalan mendekati kami.


"Iki, Sora. Tidak biasanya melihat kalian bersama. Apa kalian butuh sesuatu dariku?"


"Aku ingin menjadi lebih kuat!"


Aku dan Sora mengatakan itu dan membungkuk pada Zanir secara bersamaan. Dia hanya diam dan aku melihat senyuman terbentuk di wajahnya.


"Tentu. Kalau begitu kita pindah ke tempat yang lebih baik."


"Kalau begitu, aku pergi dulu."


"Hei, Alis! Apa kau tidak mau ikut?"


"Kalau bukan karena seseorang yang melempar tugasnya padaku maka aku akan ikut."


Melihat ekspresi Zanir, seseorang yang dimaksud olehnya pasti Zanir dan sepertinya kata-kata itu menusuk hatinya. Alistair pergi begitu saja dengan tumpukan kertas.


"Baiklah, kita pergi."


Zanir menjetikan jarinya dan dalam seketika kami berpindah ke tempat yang dipenuhi dengan batu dan pasir. Kurasa ini berada di gunung yang sangat jauh. Kemana pun mata memandang hanya ada bebatuan.


"Pertama kita perkenalan dan sebutkan kemampuan yang kalian miliki. Dimulai dari... Sora!"


"Aku Sora Kawaragi. Aku punya tiga skill, yaitu: [Dash], [Steal] dan [High Jump].”


"Selanjutnya adalah kau... Iki!"


”Baik! Namaku Reiki Ashura! Kemampuanku... tidak tahu."


Semuanya diam dan hanya menatapku. Kurasa ini reaksi yang lebih buruk dari reaksinya Verry. Apakah seburuk itu?


"Hmm... Kalau begitu bisa lihat tanganmu?"


"Ya."


Aku mengulurkan tanganku dan Zanir menyentuh telapak tanganku dengan dua jari. Matanya tertutup tapi aku bisa melihat cahaya bersinar darinya.


"Ini... Haha. Ini menarik!"


Sesaat berikutnya Zanir tertawa dengan keras dan suaranya bergema di tempat ini. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi dia tampak senang.

__ADS_1


__ADS_2