
...Sudut pandang Reiki...
Aku Reiki Ashura, seorang pria yang baik hati dan tidak sombong. Lupakan perkenalannya karena saat ini aku sedang melakukan hal yang sangat serius.
Saat ini aku sedang menonton latihan tanding antara Sora dan (Dark) Zanir. Keduanya sangat hebat dalam melakukan pertarungan meskipun (Dark) Zanir lebih unggul tapi Sora mampu bertahan dan menyaingi (Dark) Zanir.
"Kau sangat hebat, dari mana kau mempelajari itu?"
"Seseorang yang bernama White Zanir yang mengajarinya."
"Seperti dia lebih hebat daripada yang aku duga. Kena kau!"
Aku bisa melihat persaingan yang ketat di kedua mata mereka. Di akhir tidak ada yang tahu sihir apa yang digunakan (Dark) Zanir tapi dia tiba-tiba ada depan Sora dan pedang kayunya berada di leher Sora.
"Aku menyerah."
"Tidak kusangka ada yang bisa menandingiku."
Keduanya bersalaman tapi anehnya mereka tidak tersenyum atau berekspresi apapun. Keduanya sangat datar tapi aku tahu kalau mereka menikmati pertarungan mereka.
Jika kau bertanya mengapa mereka melakukan latihan seperti sekarat karena sebelumnya raja memanggil kami dan mengatakan bahwa raja iblis telah bangun dari tidur panjangnya dan sedang bersiap untuk menyerang.
Karena itulah untuk bisa mengalahkan raja iblis ini kami melakukan latihan untuk memperkuat kekuatan agar bisa menghadapi raja iblis.
Itulah tujuannya tapi...
"Kalian bisa berlatih tanpaku, aku ada janji kencan dengan putri."
"Tunggu! Mana bisa gitu?!"
Aku berteriak. Alasannya adalah meskipun dia Zanir yang berbeda tapi dia sama saja dengan Zanir yang ku kenal. Apa semua Zanir seperti ini?
"Kenapa? Apa kau ingin berlatih denganku?"
"Bukan gitu juga sih. Hanya saja..."
Itu karena dia belum menjawab pertanyaanku sebelumnya. Dia mengatakan bahwa ada perbedaan waktu antara Dunia ini dan Duniaku. Lalu dia juga mengatakan bahwa ada cara agar kami bisa kembali ke asal kami tapi dia belum mengatakan bagaimana cara melakukannya.
"Aku tahu apa maksudmu, mungkin kalian harus menemukan orang bernama Yukihide dan membuatnya mengembalikan kalian ke tempat asal kalian."
"Kenapa kau tidak menjawabnya sejak awal?"
"Jangan marah. Aku juga tidak tahu karena jawaban ini hanyalah teoriku saja."
__ADS_1
Kurasa dia benar. Masalah ini sangatlah serius. Aku tidak bisa menyalahkannya, dia sudah membantu kami dalam banyak hal.
"Aku harus segera pergi atau mereka akan mendapatkan ceramah panjang. Baik, sampai nanti!"
Zanir segera pergi meninggalkan kami.
"Apa kau punya rencana?"
Sora yang sedang membersihkan keringatnya sendiri bertanya kepadaku. Sejujurnya aku tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Tidak ada petunjuk yang dapat membantu kami.
"Bagaimana kalau kita mencari informasi terkait raja iblis ini?"
Keheningan menyelimuti kami namun segera dihancurkan oleh Akiko. Dia mengatakan seolah sudah ada rencana yang di siapkan.
[Kau benar, tapi aku penasaran. Bagaimana kau bisa setenang ini padahal kita berada di dunia yang berbeda.] Sevira mengajukan pertanyaan.
Aku juga penasaran dengan Akiko. Aku tidak terlalu mengenal Akiko sejauh itu tapi aku berharap bisa mengenalnya lebih jauh. Dia seperti orang yang berbeda saat berada di sini.
"Mungkin karena terbiasa?"
[Apa maksudnya? Terbiasa apa?]
"Kau tahu pergi ke dimensi lain seperti ini bukanlah pertama kalinya."
"Apa mungkin karena (White) Zanir?"
"Ya, saat itu Vivi dan aku diam diam mengikuti (White) Zanir ke sebuah tempat dan yang kutahu selanjutnya bahwa kami berada di tempat yang berbeda."
[Bukannya kau terlalu dekat dengannya?]
"Begitukah? Tapi (White) Zanir adalah teman laki-laki pertamaku."
Akiko memang takut pada laki-laki tapi tidak dengan (White) Zanir. Dalam beberapa kasus harusnya dia sudah berpacaran dengan (White) Zanir tapi justru tidak. Dari yang kulihat Zanir bertindak sebagai seorang kakak. Aku penasaran bagaimana pandangan Akiko terhadap (White) Zanir.
"Sudahlah, kita sebaiknya segera ke perpustakaan. Jika kita terus mengobrol seperti ini maka kita tidak bisa kembali."
Setelah Sora mengatakan itu, kami segera pergi ke perpustakaan yang ada di Istana. Dengan pengaruh (Dark) Zanir kami berhasil masuk ke tempat ini.
[Aku dan Akiko akan mencarinya di sana.]
Sevira menarik lengan Akiko dan pergi. Aku dan Sora pergi ke arah berlawanan dan mulai mencari informasi.
...----------------...
__ADS_1
...Sudut pandang Sora...
Setelah berpisah dengan Sevira dan Akiko, aku sedang mencari informasi terkait raja iblis bersama Rei. Banyak sekali buku sehingga aku dengan teliti mencari.
"Rei, apa kau menemukannya?"
"Tidak. Bagaimana denganmu?"
"Aku juga tidak."
"Hei, apa kau yakin kita bisa kembali?"
Aku terkejut dengan pertanyaan Rei yang tiba-tiba. Dari nada suaranya dia terlihat sudah menyerah. Tapi, aku yakin kita bisa kembali.
"Tentu. Selama hasilnya tidak nol maka kita bisa kembali."
"Tapi ini sangat aneh. Pertama kita di serang oleh seseorang lalu datang ke dunia ini, orang bernama Yukihide muncul dan menyerangmu lalu sekarang raja iblis terbangun. Jika kau pikirkan ini semua tidak mungkin hanya kebetulan."
Dia benar. Semua kejadian ini bukanlah sebuah kebetulan. Akan sangat aneh jika ini sebuah kebetulan saja. Semua ini sudah pasti ada yang merencanakannya meskipun aku tidak bisa menemukan tujuan mereka.
"Apa kau percaya keajaiban Rei?"
"Tidak. Kenapa tiba-tiba menanyakan itu?"
"Aku percaya. Keajaiban tidak datang dengan sendirinya tapi kita yang membuatnya."
"Kenapa kau mengatakan kata-kata bijak? Itu menakutkan."
Sungguh kejam. Aku tidak yakin kalau kita tidak bisa kembali karena aku tahu bahwa (White) Zanir akan datang menolong. Alasannya adalah karena Akiko. Terkahir kali saat Akiko di culik, dia datang menyelamatkan walaupun kami tidak tahu kalau sebenarnya dia telah di culik.
Jadi aku yakin kalau ini juga pasti akan seperti itu. Hubungannya antara Akiko dan (White) Zanir bukanlah kekasih ataupun istri melainkan hanya teman tapi jika kau melihat dari pandangan orang lain maka keduanya seperti kakak-beradik.
Seorang kakak yang akan menyelamatkan adiknya tanpa memikirkan hal lain. Meskipun sikapnya sedikit menyimpang tapi aku sangat menghormati (White) Zanir. Dia kadang bisa sangat diandalkan jika memang dibutuhkan tapi sifatnya yang suka menggoda wanita membuatku tidak percaya kalau dia orang yang hebat.
"Aku akan mencari di rak itu."
"Baik."
Aku pergi ke rak buku yang ada di sudut ruangan dan mulai mencari informasi. Setidaknya jika sampai dia tidak datang maka kami akan mencari cara untuk pulang dengan cara kami sendiri walaupun aku tidak tahu itu akan berhasil atau tidak.
"Aku menemukannya!"
Rei tiba-tiba berteriak dan aku segera ke sana untuk melihatnya.
__ADS_1