
Setelah Zanir menendang Reiki, aku diajak ke tempat yang lebih luas oleh Zanir. Dia mengatakan cara menggunakan skillku dengan baik.
"Kau menggunakan pisau sebagai senjata bukan?"
"Ya."
"Kalau begitu, aku akan mengajarkan padamu skill [Infinity Blades] yang mungkin bisa kau gabungkan dengan skill milikmu."
Lingkaran sihir terukir di tanah dan muncul segerombolan monster yang siap menyerang. Air liur menetes dari mulut mereka yang membuktikan bahwa mereka sangat kelaparan.
"Perhatikan baik-baik."
Zanir berlari dengan cepat, aku yakin dia menggunakan [Dash] lalu menebas beberapa monster yang ada di dekatnya. Meskipun tidak membunuh mereka tapi perhatian mereka menuju ke Zanir. Dia melompat dan menginjak kepala serigala hitam dan menendang wajah orc besar yang ada di belakang. Memberikan luka di dadanya dengan tebasan pisau lalu salto ke belakang dan mendarat tepat di sebelahku.
"Fungsi [Steal] adalah mengambil apapun yang kau inginkan. Contohnya seperti ini."
Tangan Zanir bersinar dan tiba-tiba ada daging berwarna merah di tangannya. Dia mengepal tangan dan menghancurkan daging itu. Darah muncrat ke mana-mana dan tangan Zanir berlumuran darah.
"Apa daging merah itu?"
"Jantung orc itu."
Orc yang di tendang itu jatuh kebelakang. Matanya memutih dan suara gedebuk keras dan menimpa monster dibelakang mereka.
"Apapun bisa kau curi selama kau mengetahui apa yang kau curi. Cukup bayangkan saja benda yang kau inginkan tapi perlu diingat... Bukan berarti semua bisa kau curi contohnya orang."
Setelah Zanir mengatakan itu dia melompat dan berada di atas kumpulan monster. Dia di posisi terbalik dengan kepala di bawah lalu ia berputar di udara. Pisau terbang kemana pun dan banyak ratusan pisau menusuk para monster. Satu persatu monster tumbang dan semua monster musnah dalam sekejap. Dia berputar dan mendarat di depanku.
"Nah, itu adalah skill [Infinity Blades] yang membuat pisau milikmu menjadi lebih banyak. Kau harus ingat ini permainan memasukan dan membayangkan."
"Maksudnya aku harus memasukan mana ke dalam pisau dan membayangkan pisau itu menjadi banyak, begitu?"
"Tepat sekali. Kau cepat mengerti tapi kau bisa cara membuat gerakan lain dengan skill ini."
Aku mengerti penjelasan Zanir. Aku mulai melakukan berbagai hal. Di mulai dengan hujan pisau, aku melompat dengan [High Jump] dan membuat ratusan pisau jatuh dari atas. Lalu aku melempar ratusan pisau dari depan dan dengan cepat aku bergerak ke belakang senang dengan [Dash] dan melakukan hal yang sama, melempar ratusan pisau sehingga ini disebut sebagai serangan dua sisi.
"Ooh! Kau memang pandai dalam belajar ya."
Zanir menoleh ke belakang. Aku yakin dia penasaran dengan Reiki yang ada di bawah jurang. Meskipun terlihat kejam namun aku yakin ini adalah pelatihan yang cocok untuk Reiki.
__ADS_1
Reiki belum muncul lagi sejak Zanir menendangnya dan menjatuhkannya ke dalam jurang. Aku juga sebenarnya khawatir dengan Reiki tapi melihat kegigihan ia, aku yakin dia baik-baik saja.
Setelah membuat beberapa gerakan yang mungkin saja bisa berguna dalam pertarungan, aku mulai kelelahan. Zanir menyuruh untuk beristirahat dan dia mengeluarkan karpet, payung dan beberapa makanan dari udara. Saat aku menanyakan tentang itu, dia mengatakan kalau itu adalah sihir yang disebut [Dimension Space] yang merupakan sihir ruang. Dia bisa menyimpan benda apapun di dalamnya. Itu sihir yang sangat berguna.
Tanpa ragu aku, Sevira dan Zanir melahap semua makanan yang ada. Aku menyukai roti yang dilapisi madu, rasanya sangat manis dan teksturnya sangat lembut sehingga sangat mudah untuk orang yang tidak bisa menguyah.
"Zanir!!"
Tak lama kemudian aku mendengar suara teriakan seseorang memanggil Zanir dengan penuh amarah dan emosi. Aku melihat Reiki ada di langit dan terjun tepat di dekat kami. Ia mendarat dengan keras sehingga menyebabkan angin yang besar dan menerbangkan makanan yang akan dilahap oleh Zanir.
"Ah? Tidak!! Itu kue yang dibuatkan para gadis untukku!"
Aku bisa melihat emosi gelap menyelimuti Zanir, aku yakin dia sangat frustasi karena makanan yang sudah di siapkan untuknya menghilang. Untungnya Sevira menggunakan sedikit sihirnya yaitu memanipulasi angin agar makananku tidak terbang seperti Zanir.
"Aku sudah berusaha tapi kau...."
Amarah Reiki mereda karena amarah Zanir lebih besar di bandingkan dia.
"Hoi, kucing liar. Apa kau tahu betapa susahnya membuat kue yang sangat enak ini,huh?!"
Reiki ketakutan setelah melihat amarah Zanir, sepertinya bukan hanya aku saja yang dapat melihat hawa mengerikan yaitu seorang iblis bermata merah yang tersenyum di belakang Zanir.
Reiki yang melihat diriku membelanya, menatapku dengan wajah memelas. aku tidak bermaksud untuk membantu Reiki karena aku sendiri juga cukup kesal karena melihat makanan yang sangat enak di buang begitu saja.
"Ini bukan masalah sengaja atau tidak. Yang membuatku kesal adalah aku sudah menantikan ini."
Aku tidak punya pilihan lain selain menenangkan Zanir jika tidak mungkin makanan lainnya juga akan berterbangan dan itu adalah masalah yang besar.
"Hey Rei, minta maaf lah. Bagaimanapun kau yang bersalah di sini."
Wajahnya menunjukkan bahwa dia enggan untuk meminta maaf namun dia tetap berusaha dan minta maaf sambil membungkukkan badannya.
"Maafkan aku."
"Baiklah kali ini aku akan memaafkanmu. Tapi tidak untuk yang kedua kalinya."
Zanir menarik nafas dalam dan mencoba menenangkan dirinya, amarahnya menghilang dan menepuk pundak Reiki sambil tersenyum.
"Kerja bagus, sekarang apa kau mengerti cara menggunakan kekuatanmu sekarang?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu tapi yang kulakukan hanya… melompat."
Itu terdengar seperti skill [High Jump] milikku. Tapi itu tidak seperti dia bisa menggunakan skill.
”Sudahlah, tapi setidaknya kau sudah tahu kekuatanmu bukan?"
"Ya, kurasa."
Zanir berbalik dan mengambil sepotong daging yang tidak ikut terbang, dia memberikannya kepada Reiki.
"Nih, pasti kau lapar kan? Latihan untuk hari ini sampai di sini saja."
Zanir tampak seperti terburu-buru. Yah, dia seorang guru jadi aku yakin dia memiliki waktu yang padat.
"Iki, lakukan latihan sesuai dengan yang ada disini."
Zanir memberi Reiki sebuah kertas yang entah dari mana datangnya. Aku mengintip karena penasaran dengan isinya. Di sana tertulis.
Sit up x100
Pull up x100
Push up x100
Lari mengelilingi ibukota x10
Naik turun tangga x100
Lakukan setiap hari!
Aku dan Reiki terkejut karena latihan yang harus dilakukan adalah latihan yang mengerikan. Mustahil semua ini dilakukan dalam sehari, mungkin orang akan mati duluan sebelum latihannya selesai.
"Ada apa? Tidak suka? Tidak apa-apa. Kalau kau ingin menjadi lemah seperti sekarang maka aku tidak mempermasalahkannya."
aku jadi merasa kasihan dengan Reiki. meskipun Zanir adalah orang yang kuat namun sebagai guru dia adalah iblis yang tidak punya perasaan.
"Lalu untuk Sora, belajarlah untuk tidak mengandalkan penglihatan tapi perasaan. Suatu saat akan ada pertarungan di mana penglihatanmu tidak akan bekerja. Untuk mencegah hal itu, aku ingin kau gunakan perasaanmu dalam bertarung."
"Terima kasih atas sarannya, Zanir."
__ADS_1
Zanir menjetikan jarinya dan kami kembali ke akademi. Kami kembali untuk beristirahat setelah latihan yang melelahkan.