Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Yukihide


__ADS_3

Sebuah rumah yang sudah di siapkan untuk kami sangat besar. Aku langsung menjatuhkan diri ke sofa panjang setelah melihatnya.


"Ahh... Lelahnya."


"Lelah? Padahal kau tidak melakukan apapun."


"Berisik!"


Akiko duduk bersama Sevira di kursi yang ada. Sementara Sora berada di dapur sedang membuat teh.


"Sora! Aku juga mau teh!"


"Kenapa juga aku harus menuruti kucing penakut?"


"Apa kau bilang?!"


Aku segera bangun dan membuat posisi bertarung.


"Sevira, Aoi, menurut kalian seperti apa Zanir di mata kalian?"


Sora mengabaikanku dan duduk di sebrang Akiko dan Sevira sambil menikmati tehnya.


"Jangan abaikan aku, brengsek!"


"Zanir ya... Meskipun dia berbagi tubuh dengan kak Zelos tapi secara perilaku mereka tidak jauh berbeda. Seolah mereka orang yang sama dan melihatnya saja membuatku jijik."


"Um... Bagiku dia sudah seperti kakakku. Dia sangat baik dan suka menolong, meskipun dia terkadang sangat menyebalkan. Namun, bagi orang lain dia mungkin adalah pengganggu yang suka melakukan apapun sesukanya."


Aku yang kesal karena diabaikan oleh Sora menghela nafas panjang dan menenangkan diri lalu duduk dengan tenang. Tidak peduli bagaimana aku berteriak pasti akan diabaikan begitu saja. Namun, aku juga tertarik akan cerita tentang Zanir. Aku sudah melihat kekuatannya, dia bisa menggunakan banyak sekali mantra secara bersamaan.


Meskipun kekuatannya sangat besar namun sifatnya yang seperti itu yang entah kenapa terasa menyebalkan. Dan aku yakin saat ini dia sedang memprovokasi orang tua Dark.


...----------------...


"Jangan marah seperti itu dong, hahaha."


White Zanir tertawa melihat ayah Dark Zanir sempat emosi dengan sikapnya yang semena-mena. Dengan pasrah ia terpaksa harus memaklumi perilaku White Zanir.


"Baiklah, sepertinya sudah-"

__ADS_1


Saat Zanir hendak berdiri, dia berhenti dan memegangi kepalanya. Semua tampak bingung melihat dirinya seperti itu. Dunia serasa berputar baginya dan keringat dingin membasahi wajahnya.


"Zanir? Ada apa?"


Teman-temannya merasa ada yang aneh dengan Zanir. Seorang laki-laki yang dikenal ksatria sihir terkuat membuat ekspresi seperti ketakutan membuat mereka berdiri dan memegangi Zanir.


"Kau tidak apa-apa?"


"Dimana kau merasakan tidak enak?"


White Zanir tidak mengatakan apapun. Dia masih memegangi kepalanya dan merasakan kesakitan. Setelah beberapa saat, akhirnya ia mengangkat kepalanya dan segera berlari ke luar.


"Oi, mau kemana kau?"


Glen yang berusaha menahannya segera mengejar White Zanir diikuti oleh yang lainnya. Melihat ke langit sosok yang dikenal muncul di hadapan mereka. Sosok yang pernah dihancurkan oleh White Zanir di masa lalu karena perbuatannya yang mengerikan sebagai bangsawan. Dia adalah Yukihide.


"Bukankah dia orang bodoh yang dihancurkan olehmu?" Ucap Glen.


"Aku bisa merasakan mana Belial pada tiga orang di belakangnya itu." Ucap Kagami.


Zanir merasakan energi sihir yang tidak mengenakan dari Yukihide dan menatap tajam padanya. Energi sihir yang keluar dari mata sihirnya mencoba mencari tahu tentang energi sihir milik Yukihide.


"Lama tidak bertemu denganmu, ksatria sihir terkuat, tuan White Zanir."


"Oh, kau sudah mengetahuinya ya? Seperti yang diharapkan darimu. Karena kau sudah mengetahuinya harusnya kau juga paham bahwa sekarang aku lebih kuat darimu."


Zanir hanya tersenyum kecut mendengar omong kosong yang diucapkan oleh Yukihide. Memang benar dalam hal energi sihir, Yukihide setara dengan Zanir yang memiliki mana tak terbatas namun dalam hal pengendalian Yukihide sangat jauh dengan Zanir. Itu adalah fakta yang tidak diketahui oleh Yukihide namun Zanir merasa sangat mual melihat mana yang meluap keluar dari Yukihide.


"Mau mencobanya?"


"Sesuai permintaanmu!"


Yukihide menghilang bersamaan dengan Zanir. Sementara tiga orang yang tidak memiliki wajah dan memiliki energi sihir seperti Belial bertarung dengan Ultra Force.


"Aku akan mengurus si kepala biru itu." Ucap Glen yang langsung mendekat dan menyundul orang yang memiliki rambut biru dengan bentuk seperti rumput laut.


"Kau adalah lawanku." Kagami menghadang salah satu orang yang memiliki wajah seperti kuda dan berambut pirang.


"Kakak, kita sepertinya sarapan kita adalah kadal itu."

__ADS_1


"Jun, kau lupa? Daging kadal buatan Kagami sangat enak dan lezat."


Orang yang memiliki wajah naga menggertakan giginya karena kesal saat dirinya di sebut dengan sebutan kadal.


Pertarungan berlanjut dan suara ledakan terjadi. Dark Zanir dan keluarganya terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka melawan mahkluk yang memiliki kekuatan mengerikan. Namun, mereka justru malah lebih unggul. Meskipun mereka juga ksatria sihir tapi mereka tidak akan mampu bertarung seperti mereka.


Glen yang terus-menerus beradu tinju dengan orang tanpa wajah, tinju api dengan tinju es. Dalam hal kekuatan keduanya setara namun semakin lama, pukulan api Glen semakin cepat hingga tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang.


"Ayo, ayo! Dalam permainan batu-gunting-kertas, kau sudah pasti kalah!"


"Apa maksudmu?"


"Maksudnya... Api tidak pernah kalah melawan es!"


Satu pukulan api mendarat di wajah dan membuat orang tanpa wajah terlempar jauh. Orang berkepala kuda terus menerus melemparkan tombak ke udara dan menghancurkan cermin yang menutupi udara. Satu demi satu cermin hancur namun itu tidak melukai Kagami yang berada di dunia cermin.


"Apa sudah waktunya menyerah?"


Kepala kuda mendidih karena emosi yang memuncak. Dia mampu melihat berbagai arah dan titik buta dengan matanya namun dia tidak bisa menemukan Kagami yang terus bersembunyi di dalam cermin.


"Keluar kau kalau berani!"


"Kenapa kau begitu marah? Seharusnya kau bercermin, dengan wajahmu yang jelek memiliki kekuatan raja iblis, itu sama saja menghina raja iblis bukan?"


"Akan kubunuh kau!!"


Di sisi lain, orang berkepala naga membuat tendangan berputar dan mengincar leher Jean namun dengan cepat Jun memukul kakinya dengan kapak lalu meledak.


Senjata Jun adalah kapak yang terbuat dari batu Obsidian. Senjata itu dibuat oleh Alistair Wallace yang dimana itu dapat meledak saat bilahnya menyentuh sesuatu. Berkat ledakan itu, sisik keras yang menutupi kaki si kepala naga hancur.


"Kuh! Sialan."


"Aku sarankan untuk tetap fokus."


"Gah!"


Roket dilepaskan dan mengenai punggung si kepala naga, ledakan terjadi dan menghancurkan kulitnya yang penuh dengan sisik. Jun tersenyum saat tembakannya mengenai sasaran.


Pertarungan seperti itu terus berlanjut dan membuat keluarga Dark terkagum-kagum. Dari semua orang mata Dark Zanir berfokus ke langit dimana White Zanir sedang menembakan puluhan tombak cahaya.

__ADS_1


Mengetahui bahwa Yukihide hanya menghindar dan melakukan serangan balik membuat Zanir lebih unggul. Puluhan lingkaran sihir yang menyebar bersatu di punggung Zanir dan membentuk lingkaran sihir yang besar dan berlapis. Zanir menyatukan kedua tangannya dan meluruskan ke depan. Lingkaran sihir berputar saat sihir berkumpul di ujung tangan Zanir.


Dalam hitungan detik, sebuah cahaya panas ditembak dan menghancurkan sisi kanan perut Yukihide.


__ADS_2