Tiga Kehidupan

Tiga Kehidupan
Perbaikan kota


__ADS_3

Keduanya saling menyerang satu sama lain tanpa memperdulikan luka-luka mereka. Tangan mereka sudah berlumuran darah.


Di atas langit tepat di depan wajah sang naga langit. Seseorang berdiri di udara, tatapannya sangat dingin dan emosi gelap tergambar dari ekspresi datarnya.


Mantel hitam dan dasinya tertiup karena angin dan mata kuningnya bersinar seolah bisa membunuh siapapun yang menatap matanya. Terdengar suara pecahan kaca saat ia menjentikkan jari.


Cahaya kembali ke matanya yang sejak tadi kosong. Ekspresinya linglung karena baru saja mendapatkan kembali kesadarannya.


"Master?!"


Suara Celestial menggema ke seluruh kerajaan. Semua pertarungan terhenti dan melihat ke arah suara itu. Eigero dan Lucas tersenyum karena mereka tahu bahwa kakaknya telah kembali.


"Kau membuatku kecewa. Tidak kusangka kau akan terkena sihir lemah seperti ini."


"Apa! Tapi ... Aku ..."


Zanir menjetikan jarinya dan Celestial menghilang begitu saja. Cahaya matahari kembali menyinari kerajaan. Namun itu tidak mengubah para robot berzirah putih menghancurkan kota dan kerusakannya lebih buruk.


"Seperti yang diharapkan dari ksatria sihir terkuat." Gumam Roy dengan kesal melihat ke langit.


"Jangan mengalihkan perhatianmu!"


Reiki menerjang tapi Roy hanya balik kanan dan menendang perut Reiki hingga terpental.


"Dirimu yang sekarang mustahil bisa menang." Ucap Roy dengan menunjukan Reiki yang terkapar.


Langit ditutupi oleh ratusan lingkaran sihir. Dari sana keluar tombak hitam legam dan siap dijatuhkan.


"Mati."


Dengan satu kata, seluruh kerajaan dihujani oleh tombak hitam. Ratusan tombak itu hanya mengenai robot berzirah putih. Mereka menghilang seperti debu begitu mengenai tombak mematikan itu. Roy bergerak ke sana kemari karena tombak-tombak hitam itu mengincarnya.


Tombak itu tidak mengenai Reiki karena tombak itu hanya mengincar musuh. Reiki melihat ke langit dan melihat Zanir yang melakukan ini. Dia merasa mengerti kenapa Verry mengatakan kalau Zanir adalah orang yang dihormati. Kekuatan yang mampu menyapu ratusan musuh dengan satu serangan adalah hal yang sangat mustahil bisa dilakukan.

__ADS_1


Robot berzirah putih sudah habis terkena serangan Zanir. Dan luka Roy akibat serangan mematikan tadi mulai sembuh. Luka-lukanya menguap dan menghilang.


"Cukup sampai di sini saja. Tugasku sudah selesai."


Roy melempar bola asap dan menghilang dari pandangan Reiki. Zanir turun ke bawah dan mendekati Reiki yang terluka. Matanya masih di penuhi dengan emosi yang tidak bisa dijelaskan.


Kini di depan Reiki, Zanir yang selalu ceria dan tersenyum sudah tidak ada. Apa yang dilihatnya adalah seseorang yang serius dan penuh ambisi. Seolah dia melihat dua orang yang berbeda.


"Iki. Apa kau bisa jelaskan apa yang terjadi selama aku tidak ada?"


Reiki hanya menunduk dan menatap tanah. Dia mengerti kalau Zanir marah kerena kerusakan yang ia sebabkan namun ia tidak tahu tujuan Roy menyerang kerajaan.


"Itu..."


Suaranya tertahan di tenggorokannya. Sulit menjelaskan apa yang sudah terjadi.


"Biar aku tebak. Musuh mengincar dirimu dan melibatkan kerajaan."


Tebakan Zanir kurang lebih benar. Roy datang dan menyerangku lalu pergi begitu saja, itu sudah merupakan fakta yang tidak terbantahkan.


Reiki tidak mendengar ancaman Zanir karena ia terlalu takut karena ia bisa melihat sosok mengerikan dengan mata merah sedang menyeringai padanya di belakang Zanir.


"Lupakan saja. Sekarang, kau harus membantu warga untuk memperbaiki kerusakan di kota."


Reiki mengangguk dengan cepat. Luka-lukanya juga menghilang begitu saja setelah Zanir meninggalkan dia. Reiki mengatur nafas dan menatap langit yang begitu cerah.


"Seandainya aku sekuat dia." Gumam Reiki.


Di alun-alun kota tepat berada di tengah kota, terdapat sebuah portal yang dijaga oleh beberapa ksatria. Para pengungsi telah kembali ke kota mereka. Beberapa orang ada yang bahagia karena telah selamat dari bencana, beberapa ada yang menangis karena rumah mereka hancur dan beberapa lainnya merasa lega.


Raja berjalan mendekat. Tidak ada yang tidak menyadari kehadiran sang raja. Mereka tertuju pada raja mereka yang berdiri di depan mereka dengan berwibawa.


"Wahai rakyatku tercinta! Bencana mengerikan telah berlalu, Aku White Arc, sebagai raja Aquostria sangat senang. melihat kalian semua baik-baik saja dan tidak ada korban dalam peristiwa mengerikan ini."

__ADS_1


Semuanya tersenyum bahagia karena raja mereka lebih peduli pada rakyat jelata seperti mereka dibandingkan kota yang hancur.


"Kerajaan Aquostria bukanlah tempat melainkan kalian semua. Jika sebuah kerajaan tanpa rakyat maka itu bukanlah kerajaan. Aku ingin kalian semua memberikan bantuan kalian untuk mengembalikan kerajaan, tidak. maksudku rumah kita!"


"Ya!!"


Semua warga bersorak gembira setelah mendengar pidato luar biasa dari raja. Bagi mereka, raja seperti Arc adalah raja yang sangat sempurna dan berbeda dengan yang sebelumnya. Dulu mereka harus bekerja keras untuk membayar pajak yang tidak masuk akal.


Setelah Arc menjadi raja kerajaan Aquostria, semuanya telah berubah. Mereka tidak perlu lagi gelisah akan membayar pajak yang tinggi dan sebagainya. Arc adalah sosok raja yang diidamkan oleh mereka. Dia tidak pernah melihat rakyatnya sebagai alat seperti raja sebelumnya. Justru dia melihat rakyatnya sebagai kerajaan itu sendiri.


Setelah raja berbalik untuk mengurus masalah lainnya, para warga dengan penuh semangat mulai bergotong royong membangun kembali rumah-rumah mereka yang hancur.


"Dia sungguh raja yang hebat."


Sora yang setelah mendengar pidato raja terkagum akan wibawa sang raja. Dia tidak percaya bahwa kerajaan ini dipimpin oleh raja yang sangat hebat juga sangat muda. Usianya pun tidak jauh berbeda dengannya.


"Kau benar. Tidak mudah memimpin kerajaan sebesar ini, dia juga di segani oleh rakyatnya."


Sevira juga yang dalam wujud rubahnya kagum dengan kharisma Arc. Yang membuatnya tidak percaya adalah... sang raja merupakan kakaknya Zanir.


Sevira mengetahui itu karena namanya terdapat nama White. Bukan hanya memiliki dua adik yang hebat tapi juga kakaknya seorang raja. Sekarang kau tidak heran mengapa Zanir selalu mengenakan mantel mewah yang membuatnya tampak seperti bangsawan.


"Sekarang, kita harus membantu warga. Bagaimana pun juga aku sekarang adalah bagian dari negara ini."


Sora berlari dan dengan semangat membantu warga yang sedang bergotong royong. Sevira meringkuk dan tidur di atas kepala Sora.


Zanir yang menggunakan teleport muncul di ruang takhta kerajaan. Dia berlutut di depan raja yang baru saja kembali dan sedang duduk di singgasananya.


"Bagaimana?"


"Seperti yang kita duga. Ada seseorang yang memasang miasma sehingga menciptakan hutan yang berbahaya. Meskipun aku sudah mengalahkan para monster dan meledakan hutan tetap saja itu akan kembali lagi. Jadi aku memasang penghalang agar para monster di sana tidak keluar hutan."


"Terima kasih atas laporannya. Kau boleh pergi."

__ADS_1


Zanir berdiri, membungkuk lalu meninggalkan ruangan.


__ADS_2