Tiga Pendekar

Tiga Pendekar
Episode 11


__ADS_3

**CHAPTER 11


Pancaroba di Asoka**


Langit Asoka benar benar terlanda prahara. Badai datang bertubi tubi..


Ketenangan dan kedamaian terusik. Tidak ada lagi tempat aman untuk berlindung.


Momok Denawa Si Setan Berkabung sangatlah luar biasa pengaruhnya.


Pangeran Ludiro, mengerahkan segenap jago jago istana, untuk membantu mengungkap berita yang menggemparkan itu.


Sekali lagi, Negeri Asoka dibuat menjadi tidak aman, hilang kedamaian lagi. Setelah kejadian Geger Pedang Pemikat Sukma yang membuat Pangeran Ludiro turun tangan sendiri, mengejar dan menyelidiki, siapa sebenarnya yang menebar maut untuk membalas dendam.


Akhirnya terungkap juga, bahwa yang berada dibalik peristiwa itu adalah sahabatnya sendiri, Santika si Pendekar Biru yang membalas dendam akan kematian kedua orang tuanya.


Baca " Pedang Pemikat Sukma " di serial pertama.


Dan kali ini, geger susulan, masih ada kaitannya dengan Santika juga. Karena Si Denawa Setan Berkabung adalah guru Santika.


Sesungguhnya Pangeran Ludiro, sudah mempunyai keyakinan yang sama dengan Santika, bahwa sebenarnya yang terjadi adalah sebuah fitnah semata. Orang meminjam tangan, atau melakukan semua itu untuk menjelek jelekan nama Si Setan Berkabung.


Ada yang aneh?..batin hati kecilnya.


Tetapi untuk kepentingan apakah? Apa ada maksud yang lain, maksud yang tersembunyi?


Mengapa Si Setan Berkabung yang harus dijadikan korban?


Pertanyaan itu selalu mengganggu pikirannya.!!


Ia bertekad membantu Santika untuk memecahkan " misteri " ini.


***


Tempat tinggal Panglima Perang Banara..


Matahari belum lah tinggi bergantung di langit..


Embunpun belum purna luruh dari pucuk dedaunan..


Terlihat cemerlang warna warni dibias sinar pagi....


Akan tetapi, di pagi yang masih awal itu..terjadi keributan..?


Isteri Panglima Banara, Dyah Pramesti....


" Kanda,...Paramitha, anakmu, tidak ada lagi di kamarnya,"! kecemasan nyata terlihat dari ucapan dan gerak gerik istrinya.


Panglima Banara yang baru saja berlatih silat pedang Kilat Buana terpaksa menghentikan latihannya.


Wajahnya yang segar nampak gagah, dan dengan tenang ia mendengar laporan istrinya.


Ia tidak terkejut dan sudah bisa mengira ngira kemana Paramitha pergi..karena beberapa hari yang lalu Paramitha sudah datang kepadanya dan menyampaikan keinginan untuk kembali mengembara.


Paramitha juga berpesan, jangan sampai ibunya mengetahui kepergiannya.


Karena Banara dan Paramitha yakin, bahwa istrinya tidak akan mengijinkan anaknya pergi. Apalagi dalam keadaan Negeri Asoka dilanda geger Setan Berkabung seperti saat ini.


" Ah..dinda...Paramitha lagi..Paramitha lagi. Biarkan saja..dia meluaskan pengalaman dan mematangkan ilmunya..Mumpung ia masih muda..masih lajang, ha..ha..ha," tawanya lepas agar dapat merubah suasana hati istrinya yang cemas....


" Tapi, kanda.....?


" Ah..sudahlah jangan kau cemaskan...ilmunya juga sudah cukup tinggi...," potongnya cepat..sebelum istrinya membombardirnya dengan berbagai alasan alasan yang ujung ujungnya tetap khawatir!..


Banara melihat istrinya cemberut dan kesal.Ia tidak tega..


" Baik..baiklah..biar pamannya Ludiro nanti yang menyusul dan menjaganya," hiburnya...dan memberi jaminan keamanan kepada istrinya....


***


Sebelumnya......


Paramitha ikut kembali bersama pamannya Ludiro ke istana..setelah pengembaraannya yang pertama.


Di lingkungan istana..keadaan yang tenang, aman, tertib dan selalu terjadi berulang ulang, Rutin. Membuatnya menjadi bosan. Ia merindukan serunya ber petualangan.


Ia juga merindukan Santika yang diam diam dicintainya..


Akan tetapi ia menjadi sedih dan kecewa, setelah pertemuan mereka yang terakhir. Kelihatan sekali cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia telah berusaha menarik perhatian Santika. Tapi usahanya sia-sia!


Santika menganggapnya sebagai adiknya sendiri. Perhatian dan keramahan kepada seorang adik.


Lain sekali sikap Santika kepada Kinanti. Walaupun ia belum pernah melihat mereka berdua bercakap cakap..Tapi ia yakin, bahwa kedua orang itu ada hubungan, ada ikatan batin yang kuat..


Mereka diam..tapi setiap gerak gerik, dan pancaran mata....walaupun ia masih awam dan belum berpengalaman tentang urusan cinta....


Ia mampu dan paham dengan isyarat isyarat cinta dari keduanya.


Itulah yang membuat hatinya sedih dan kecewa.


Semula ia akan menjodohkan Kinanti dengan Ludiro pamannya... Ee...malah ditempat itu juga...Telaga Bidadari...Kinanti malah bertemu Santika..


Santika yang telah menjatuhkan..hatinya. Sayang....Santika terlihat memilih Kinanti.!


Walaupun Paramitha adalah puteri kesayangan Panglima Banara yang manja...namun karena pergaulan yang erat dengan Ludiro pamannya, membuatnya mempunyai karakter yang baik...


Lapang dada dan pemaaf..


Karena ia pernah mendengar ucapan Ludiro..".cinta itu tidak memaksa dan dipaksa.."


Cinta adalah bahasa nurani, yang lahir dari ketulusan, hasrat yang suci. Perasaan yang harus saling dimiliki antara pasangan itu. Tidak boleh memaksa dan tidak boleh dipaksa.


Karena cinta adalah wujud dari keinginan membahagiakan, orang yang dicintainya.


Kesadaran itu benar benar membuatnya sedih. Ia merasakan bahwa..inilah cinta pertamanya..tapi bagai gayung tak bersambut..


Santika lebih memilih Kinanti...


Dari jendela pavilliun Rembulan..ia memandang senja yang turun begitu jingga...

__ADS_1


Angin yang berdesau dan cericit dan kepak sayap burung terbang berkelompok kearah Utara..


Ia rindu kembali untuk bertualang..terbang bebas seperti burung...menenangkan hatinya...menyembuhkan lukanya....siapa tahu..di dalam pengembaraan nya ia akan menemukan orang yang tepat..yang pantas dicintai dan mencintainya...


Gemblengan Ludiro dan Gurunya Nyi...Kemala Sari menguatkan batinnya. Untuk selalu lapang dada dan jangan mementingkan diri sendiri. Egois, tidak mau mengalah..


Ia memutuskan untuk kembali mengembara!


...ia juga tidak bisa berpangku tangan..jiwa kependekaraanya mendorongnya untuk segera membantu Santika memecahkan misteri..Setan Berkabung Pemetik Bunga...?


***


Dan seperti di tuturkan sebelumnya...Villa Rembulan kembali merasa " kehilangan " Paramitha yang seperti burung kenari yang indah...terbang untuk menggembara..!


Tidak lagi semarak dan riuh, karena tidak ada lagi..suara merdu ketika ia menyanyi..


Dan tidak ada tarian indahnya..bak Bidadari Khayangan menari....!


Villa Rembulan...hilang keindahannya.


***


Ludiro yang semula hanya memerintah jago jago istana untuk mengungkap misteri Setan Berkabung...


Ia harus ikut turun gelanggang lagi...karena ia mendengar dari kakaknya Banara bahwa keponakannya Paramitha sudah lebih dulu..mengembara...ia harus segera menyusul...karena ia tahu Paramitha selalu ingin menolong ....didorong jiwa kependekarannya. Tapi..ini yang kadang membuatnya...hilang kewaspadaan..!


Hari ini juga ...Pangeran Ludiro ..mengembara..


Tapi...ada yang memancing ikan di air A?..


***


Villa Sakura Merah..


Matahari baru sedikit membagi sinar..


Beburungan pagi...menyanyi diujung dedaunan...


Tapi tiba tiba..sirap...dan mengelepakan sayapnya..


terkejut dan melejit terbang tinggi...karena terusik oleh suara jeritan!..


Seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan berteriak histeris ketika menemukan dua tubuh terbujur kaki..dikamar 11 yang ia bersihkan.


Sekita Villa Sakura Merah, tempat plesiran yang terkenal di Asoka geger. Villa ini terletak di wilayah selatan ibukota Asoka.


Tempat favorit, tempat yang terkenal, sebagai sorganya laki laki berduit, ataupun laki laki hidung belang.


Villa Sakura Merah, menawarkan aneka hiburan malam, sekaligus tempat minum minum dan judi.


Wanita wanita yang melayani disana juga wanita wanita pemuas nafsu pilihan juga. Masih muda muda, cantik..dan memiliki ciri khas masing masing....ada yang pandai menari, pandai main musik, pandai bersyair...dan pelayanannya terkenal sangat memuaskan!..


Semalam adalah malam panjang. Sabtu malam minggu, dari sore Villa Sakura Merah, sudah ramai oleh pengunjung...


Semalam tempat ini ramai..


Pagi yang belum beranjakpun..


Tempat ini kembali ramai....


Ramai... karena terjadinya peristiwa pembunuhan...?


Usut punya usut..setelah petugas khusus kerajaan yang menangani kejadian pembunuhan..ternyata...


Dua mayat yang tergeletak mati saling tindih dalam keadaan tanpa busana adalah...


Bagol seorang perusuh dan pemabok yang terkenal dan ditakuti ..yang merupakan langganan tetap dan royal di Villa Sakura Merah.


Dan Rengganis gadis pemuas yang melayaninya semalam.


Semalaman mereka berpesta..minum dan memuaskan nafsu...kini..terbujur kaku mengenaskan..dengan tubuh bekas terbakar...


Mati karena pukulan Bianglala Pengejar Roh..


Ludiro, Paramitha dan jago jago istana mengejar keluar istana...memburu Setan Berkabung...akan tetapi mereka kecolongan...di ibukota Asoka...malah terjadi pembunuhan ini....Penjahat dan wanita yang mati..ciri cirinya persis...seperti malapetaka yang ditebar Setan Berkabung.


***


Ditempat yang jauh dari ibukota negeri Asoka.


Bulan begitu bundar...jalan setapak. nyata dan tampak terang.. disudut sudut ataupun di teras rumah rumah penduduk..masih banyak yang masih asyik mengobrol dengan tetangganya...dan anak anakpun masih banyak yang bermain


menikmati bulan purnama..


Purnama yang indah...malah menjadi malapetaka bagi Sulastri, wanita berparas hiram manis , karena tanpa ada hujan.tanpa ada angin,.sosok bayangan laki laki tinggi besar berpakaian serba hitam..menangkapnya..membekapnya..ketika ia pulang sendiri dari rumah bibinya di ujung kampung Gendis. Kampung nya sendiri.


Ia dibekap dan sempat menjerit meronta ronta..!


Dengan cepat sosok hitam tinggi besar itu menotoknya...seketika ia menjadi lumpuh...totokan itu juga mengenai syaraf bicaranya..ia menjadi gagu...


Tubuhnya dipanggul oleh Sosok hitam itu dan dilarikan ke arah Hutan Kembangan.


*


Ia menangis karena merasa bersyukur, walaupun tubuhnya sakit sakit dan pakaian sobek karena direnggut paksa oleh sosok hitam yang akan memperkosanya...Tapi ia lolos dari malapetaka...


Ia ditinggalkan atau dibuang dipinggir hutan ini, karena sosok hitam itu harus meladeni seorang pemuda yang berhasil mencegah maksud jahat nya.


Wajah yang sangat tampan...itu saja yang berhasil diingatnya. setelah kemudian ia pingsan karena ketakutan...


Kini ia tersadar dan menangis..antara ketakutan dan syukur.mengingat peristiwa semalam..


Setelah itu ia ditemukan oleh penduduk yang mencari kayu bakar dihutan itu dan diselamatkan.


***


Korban berjatuhan dimana mana seperti " pagebluk " saja..tidak hanya ditempat yang sepi, ibukota disantroni juga..


Cepat menjalar, bagai pembunuhan berantai...

__ADS_1


Korbannya selalu...para penjahat, perampok, pemabok....dan wanita wanita yang...mati setelah diperkosa....


Ciri ciri kematiannya pun sama..akibat pukulan Bianglala Pengejar Roh !


Negeri Asoka dirundung malapetaka...


Langit hitam pekat berarak dilangit Asoka..meninggalkan bencana yang mengerikan..


Negeri Asoka sedang dilanda musim pancaroba.


Bersambung... .


Menyisir Jejak


Hidup selalu mengalir


Masa lalu


Masa sekarang


Masa depan...


Rangkaian cerita dari


Kehidupan itu sendiri


Lalu...apa yang harus dilakukan?


Sementara


Waktu terus melaju


Tidak pernah kembali


Waktu terus bergerak


Untuk diisi cerita baru!


Sebelumnya...


Kenanga ...belakangan waktu ini..terlihat sangat bahagia...selalu tersenyum sendiri...gerak geriknya ...sangat menyolok dirasakan oleh saudara saudara seperguruannya di perguruan Mawar Merah....


Ranti sebagai sahabatnya sudah berusaha menanyakan perubahan sikap yabg dialami oleh Kenanga...namun.ibarat...burung kenari kecil yang bebas dari sangkar....terbang lincah ...terbang bebas mengepakkan sayap sambil..bersiul atau menyanyi gembira.....tanpa sedikitpun memberiakan penjelasan..apapun yang terjadi pada dirinya....


Anehnya...setiap tengah malam tiba...Kenanga sudah tidak ada lagi dipondoknya..yang semula selalu tidur bersama . dengan Ranti dan saudara perguruan yang lain...


Tiap malam lenyap..dari pondokan...


Dan dipagi hari muncul dengan lagak yang riang gembira..


Hingga suatu malam ...karena penasaran dan cemas akan keadaan Kenanga yang " aneh " itu...setelah semua beranjak ke tempat tidur ubtu istirahat...Demikian juga Ranti dan Kenanga !


Kenanga pura pura cepat tertidur pulas..demikian juga Ranti..berpura pura juga...sambil ujung matanya berusaha mengintip apa yang akan dilakukan Kenanga malam ini.


Semua lampu di masing masing pondok sudah mati, sebagai pertanda bahwa penghuni pondok itu sudah terlelap di buai mimpi.


Angin malam yang bertiup sepoi menggoyangkan lampu lampu gantung yang dipasang didepan dan disetiap ujung bangunan pondok.


Tengah malam sudah jatuh..rembulan sepotong membagi sinarnya yang temaram....


Dari jauh terdengar lolongan anjing membelah kesunyian malam....Malam menggelincir ke pagi muda.


Bayangan hitam ramping berkelebat keluar dari pondok...kemudian berlari cepat ringan seperti kijang....kearah selatan...


Tidak lama berselang...dua bayangan hitam berkelebat ringan keluar dari pondok dan bergerak mengejar kearah bayangan pertama berlari...


Suara binatang malam bersahutan..jangkrik, belalang, burung hantu ....membuat suasana pagi semakin lengang!..


Bayangan pertama berhenti disebuah pondok kecil yang kelihatannya tidak terawat jauh di ujung hutan selatan.


Perlahan membuka pintu yang sengaja dibuka...dari cahaya rembulan yang melintas...terlihat...bayangan pertama adalah Kenanga.


Yang segera masuk disambut sepasang tangan kekar laki laki dari dalam pondok...kemudian..


seraut wajah tampan dan gagah muncul dari balik pintu..melihat kiri kanan...dan kemudian tersenyum sendiri..sambil kemudian menutup pintu....!


Terdengar jeritan manja perlahan, dan suara tawa kecil ..yang riang...


Aneh disebuah pondok di ujung hutan...


Semua kejadian itu, tidak lepas dari intaian mata Ranti dan Karsih dua bayangan kedua yang mengikuti kemana Kenanga pergi.


Untung saja mereka berdua mengintai dari tempat yang agak jauh di bawah pohon Sengon yang besar dan rapat.


Karena pagi yang lengang..dan Ranti dan Karsih juga bukan gadis sembarangan...sayup sayup dari jauh suara terbawa angin..terdengar jerit dan kikik tawa kecil manja sering kali terdengar berbarengan suara derit tempat tidur bambu...


Ooh....Ranti tanpa sadar menutup mulutnya yang terbuka...pias merah muda menjalari mukanya yang manis ketika sinar bulan yang melewati tempat di mana ia bersembunyi dengan Karsih....


Mereka berdua sudah dewasa..sangat paham akan kejadian yang ada didepan mata mereka!...


Kenanga dan laki laki tampan berada didalam pondok terpencil


....dan terdengar jerit manja...aah...??...


Mereka berdua sedang memadu asmara terlarang...


Sahabatnya Kenanga berubah...karena itu...rupanya...sedang dimabuk cinta!


Tanpa sadar lutut Ranti lemas..untung saja ia sempat berpegang pada batang pohon Sengon ditempatnya mengintai...Karsih menangkap perubahan sikap Ranti..ditangkapnya lengannya...


Dan sambil memberikan isyarat kepada Ranti dibimbing dan diajaknya Ranti. ..pergi kembali ke perguruan.


Pagi semakin lengang...dari dalam pondok terdengar desah dan dengus nafas yang saling berpacu...karena dalam keadaan terjerat nafsu sendiri..mereka kehilangan kewaspadaan,..!


Tidak perduli lagi...apa yang terjadi disekitarnya...


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2