
CHAPTER 14
Munculnya Denawa Si Setan Berkabung
Matahari terus merambat naik.
Pertunjukkan yang dinanti nantikan sudah dimulai..inti dari Undangan yang di sebar Hrastu Bhumi...sudah mulai terkuak....
Wiro Lodro..sebagai penampil pertama..melenting ke panggung utama dari tempatnya duduk dibelakang sebelah kiri Hrastu Bhumi.
Dua empat kali meloncat dan bersalto..memamerkan ilmu meringankan tubuhnya...mendarat lunak di panggung.
Wajahnya gagah..namun sorot matanya penuh keyakinan akan kemampuan diri..
Rambutnya panjang sebahu...dibiarkan terurai...
Pakaiannya serba merah menyala..berdiri tegak dengan sebatang pedang panjang ditangan kirinya...bersiap menghadapi sang penantang!
Dari arah kanan meloncat seorang yang bertubuh sedang berambut panjang yang diikat pita biru! Pakaiannya putih bersih
Kartiko murid utama Perguruan Rajawali Sakti. Yang mewarisi ilmu Pedang Kepakan Sayap Rajawali dan ilmu pukulan Rajawali Sakti Meniti Pelangi.
Pedang lentur ditangan kanan digetarkan...terdengar suara mendengung, pertanda Kartiko sudah siap bertempur.
Tanpa sungkan lagi, mereka berdua bergebrak...!
"Hiaaaatttt..hiaattt...trangg..trinng," Dua bayangan merah dan putih saling meloncat dan menerkam...pedang merah tertangkis pedang putih...digetarkan dan dibelit.
Wiro Lodro dalam gebrakan pertama nampak terkejut..serangan pedang Api Neraka berhasil ditangkis..dan dipunahkan, susulan dari jurus pedang berikutnya...terpaksa ia mengibaskan pedang dan mundur setapak kebelakang...karena di lihat pedang lawan membelit dan memantul kemudian menyabet kearah dahi nya.
Pedang dikibas dan diputar laksana kitiran membuat lingkaran pelindung menangkis..kibasan..tamparan..pedang musuh yang tidaka hanya menyerang satu titik..
Ditangkis yang satu memantul ke arah yang lain lagi...
Baru 10 puluh jurus ..sambil jual beli..jurus pedang....keringat dingin sudah membasahi kuduknya.
Sikapnya yang semula jumawa..tidak terlihat lagi...malah mukanya makin merah menahan geram dan penasaran....
Ternyata kembangan dari jurusan Pedang Rajawali Emas Kepakan Sayap...merepotkan Wiro Lodro...membuat Kartiko dalam posisi diatas angin..
Bahkan berulang kali...tusukan pedang yang mantul hampir hampir menyambar leher Wiro...
Wiro terdesak oleh ceceran hawa pedang yang menderu meliuk liuk...mengibas dan menampar...
Hingga akhirnya...
" Hiaaaatttt..........Aughhh!!...Tukk," teriakan Kartiko melengking dengan mempercepat jurus pedangnya....dan berhasil menemui sasaran...
Pedang ditangan Wiro jatuh terlepas dari tangannya..dan karena terkejut..ia meloncat jauh kebelakang juga, karena merasakan nyeri menyayat tangannya..perih..!
Tak ayal tubuhnya melayang keluar panggung..Untung saja ia berhasil bersalto menghilangkan dorongan tenaga loncatannya sendiri....
Dan..berhasil mendarat dengan baik..di sisi panggung...
Dan...
Berarti Wiro Lodro...telah kalah..!
Serentak tepuk tangan bergemuruh...para penonton sangat puas...melihat pertempuran pertama dan dimenangkan oleh Kartiko dari Perguruan Rajawali Sakti...
Pertandingan adu ilmu pedang, ilmu pukulan berganti ganti berlangsung....
Secara tidak langsung yang jeli melihat adu ilmu...ternyata mengarah menjadi dua kubu yang bersebrangan.
Wakil dari Tuan Rumah.
Melawan wakil dari para tamu..
Nyata nyata dari golongan hitam wakil dari tuan rumah.
Dari Golongan Putih wakil dari Tamu Undangan....!!!..
Joko Angkoro benar benar menepati janjinya kepada Hrastu Bhumi...Semua tokoh dunia hitam berhasil di bujuk dan berdiri dibelakangnya bersiap mendukung semua tujuan Hrastu Bhumi..
*
Ki Yadara, Ki Gompala, Ki Sardulo dan tokoh tokoh yang lain sudah mulai bersiap siap..
Karena dari adu ilmu dengan senjata..wakil Tuan Rumah hampir semuanya kecundang...
*
Santika dan Kinanti..nampak serius mengikuti adu ilmu itu...
Santika tidak lepas melihat gerak gerik dan ekpresi Hrastu Bhumi..dan para pengikutnya disebelah kirinya...ada bayangan rasa tidak puas di wajah Hrastu Bhumi melihat jago jagonya..kalah...malah kelihatan gemas sekali...sesekali tangannya mengepal dan memukul pegangan kursinya tanpa sadar.
*
Permadi atau Paramitha setelah melihat suguhan tari tarian dan musik yang disuguhkan...hanya selintas ia melihat ke arah Pamannya Baginda Raja Bengala..dan..Ayahnya sendiri Panglima Perang Banara...yang keduanya asyik menikmati acara demi acara.
Pandangannya kemudian menyapu ke arah kiri ke paman mudanya Pangeran Ludiro...yang sama saja dengan asyik melihat acara tari dan musik juga adu ilmu yang digelar...
Semua acara itu mencocoki dan pas sesuai seleranya..sekali kali ia tertawa..bahkan memberikan tepukan ketika melihat gerakan maupun pukulan yang menurutnya bagus...!
Bergeser ke kiri..terlihat tokoh tokoh dari Golongan Putih...yang nampak tenang tapi waspada...karena ia juga merasakan bahwa akan ada peristiwa besar di balik undangan ini.!
Pandangan bergeser kearah belakang di belakang tokoh tua golongan putih...
Sesaat hatinya nyeri...melihat Kinanti yang tersenyum gembira dan bahagia duduk di samping Santika si Pemuda Biru impiannya semula..kelihatan begitu dekat..dan mesra...
Sambil melempar senyum..saling berbincang...ah....
Tanpa sadar ia melirik ke samping kirinya..di lihatnya
Paramitha membandingkan Lingga dengan Santika..
Dua pemuda gagah yang sama sama di kaguminya.
Bahkan Santika pernah di cintainya.!
Bedanya jauh sekali kalau dilihat dari ketampanan.
Tapi dari kegagahan dan kependekaran..mereka sama sama Pendekar Muda...Siapa kira kira yang lebih tinggi ilmunya ya?
( Ia berandai andai )
*
Lingga disamping Permadi..lagi serius memperhatikan Baginda Raja Bengala dan Hrastu Bhumi.
Lingga dari mulai pertama acara...walaupun dalam posisi duduk diam..ia selalu..memperhatikan semua orang yang ada di sekitarnya...terutama..ia selalu memperhatiakan Hrastu Bhumi dan Baginda Raja Bengala...
Ia menangkap gerakan kecil Hrastu Bhumi yang berapa kali melirik kearah Baginda Raja Bengala...ada tarikan bibir..dan senyum licik bermain di matanya..
Tak lupa juga ia memperhatikan semua pertandingan adu ilmu di panggung utama.
Satu yang lolos di perhatikan adalah senyum dan pandangan curi curi dari Permadi di sampingnya. Ia tidak pernah menyadari..pemuda sangat tampan ini..sebenarnya adalah Permata Mutu Manikam Villa Rembulan, Puteri Paramitha ..yang..diam diam telah mengalihkan panah cintanya kepadanya..
Akan tetapi ia belum menyadari.
*
Kembali kearah pertandingan..Wakil dari Tuan Rumah tinggi besar dan gagah..
Berpakaian merah menyala tanpa membawa senjata.
Setelah meloncat dan mendarat manis..berdiri mementang kaki..di atas panggung..tatapannya sangat tajam.. di tujukan ke arah bagian kiri panggung. Di barisan tokoh tokoh golongan putih.
" Ha...ha...ha...mana lagi..yang mau unjuk kebolehan..Aku Bargowo siap melayani...hahahaha ," tertawanya sangat sombong sambil mengulapkan tangannya yang besar mengajukan tantangan.
Semua yang hadir menyatukan pandangannya kepada Bargowo.
Semua merasakan kesombongan jagoan itu..
Waskito salah seorang murid andalan Perguruan Gajah Hoya ..memohon ijin kepada Ki Gompala..
Ki Gompala mengangguk setuju.. dan memberi isyarat supaya berhati hati kepada muridnya. !
__ADS_1
Meloncatlah ia kearah panggung utama.
Yang satu tinggi besar gagah.
Satunya...pendek besar seperti gajah..
Waskito menancapkan kuda kudanya yang kuat seperti sepasang kaki gajah..tak bergeming...tanpa basa basi merapal jurus Gajah Hoya dilambari Ajian Gajah Agni...
Tangan digerak gerakkan membuat satu lingkaran..hawa panas pukulan..mulai memusat. !
" Hrrrgggg...hiaaatttttt...,"! Dua larik pukulan saling bertemu..
" Blaaarr....,"! cahaya mengiblat memberikan ledakan cahaya merah.
Pukulan Bara Neraka yang di lepas Bargowo bertemu dengan Pukulan Gajah Agni ...dalam kekuatan yang berimbang..!...
Di tempat penonton..
Lingga melihat larikan sinar yang dilepas Bargowo...dan..melihat cara melepas pukulan..itu...ia..sangsi....seperti nya ia pernah melihat pukulan itu...
*
Santika juga memusatkan perhatiannya ke arah pertandingan adu ilmu pukulan itu...
Sebenarnya adu pukulan ini sangat berbahaya...ia sangsi apakah batasan kalah menang bisa dipenuhi..tanpa ada yang menjadi korban?
Kembali ke atas panggung.!
Bargowo dengan pukulannya ternyata masih menang satu tingkat..
Para ahli tenaga dalam..dapat melihat siapa yang akan keluar sebagai pemenang.
Namun kejadian berikutnya di luar perhitungan semua orang.
Waskito sudah merasa terdesak pukulan musuh selalu membuat pertahanannya semakin mengendur. Sedangkan tenaga pukulan semakin ia tambah, namun tidak memberikan perubahan apa apa...hingga ...
" Hiaaattt....harrrgggg," Bargowo menggereng menambah kekuatan pukulannya ajian Bara Neraka di rapal tuntas..tak perduli..lawannya sudah kerepotan....tangan kelihatan begitu memerah dan bersamaan ayunan tangannya...ajian Bara Neraka melabrak ke arah Waskito..tanpa sempat mengelak...berbarengan dengan teriakan terkejut..Ki Gompala..
" Jangan... Bruggg....,"!... Tubuh Waskito bagai layang layang putus..tubuh nya yang gempal terlempar keluar panggung jatuh tidak jauh dari tempat Santika duduk.
Jatuh terlentang tewas dengan luka terbakar mengenai dada kanannya bagian atas...
Tercium bau baju terbakar dan daging terbakar.
Santika tanpa sadar berdiri.!
Bayangan ingatan cepat melintasi otaknya...
*
Ki Gompala memburu ke arah Waskito muridnya..
Sambil berteriak marah..
" Ahhhh....treeteett...keterlaluan..," makinya marah.
*
Lingga tanpa sadar juga memandang kemana arahnya Waskito jatuh...tapi ia segera berpaling ke arah..Permadi..dan ia tambah yakin...karena Permadi...
" Lingga...itu...itu...gerakan bertempur...angin pukulan..jurus...jurusnya...sama...yang...pernah ku hadapi....persis..persis... " tunjuk Permadi dengan jari gemetar..
Sementara itu..
Di arah penonton..terjadi keributan...bukannya memberikan tepukan dan sorakan untuk kemenangan Bargowo...malah sebaliknya...
Dengungan suara yang tidak puas..terdengar silih berganti.
"Keterlaluan......kejam......curang.......keji....," makian dan cemoohan bertubi bersahutan..
*
" Ha...ha...ha...ha...siapa lagi yang akan maju.....," Bargowo tertawa bangga..Semakin dibusungkan dadanya....
" Permadi..jangan...,,," teriakan Lingga terlambat mencegah berkelebatnya tubuh pemuda tampan di sampingnya...dengan ilmu ringan tubuhnya yang tinggi...melayanglah bayangan kuning gading dan hitam itu keatas panggung.
Mendengar teriakan dan tuduhan pemuda kepada Bargowo....semua yang hadir jadi hening....suara tiba tiba hilang...
Sekejap saja Bargowo nampak terkejut...tapi segera di tutupinya, dengan suara tawanya yang menggeleggar !!!
" Ha..ha..ha..haa....Bocah Bagus...kamu bicara ...yang bukan bukan. Aneh aneh saja.
Ayo...tidak usah mefitnah ...kalau mau merasakan pukulanku...maju saja....jangan banyak cingcong.....ha...ha..haa," tantangannya ditutup dengan tawanya yang congkak.
Belum selesai tertawa pongah...Bargowo melihat bayang abu abu hitam memutarinya...dan tanpa dapat di elakkan..ada sesuatu " rasa dingin " menyentuh dadanya yang sebelah kiri..
Ia melihat kearah dadanya...yang sudah terbuka paksa " di jambret " oleh tangan dari bayangan abu abu hitam yang kini berdiri di depannya...Pemuda sederhana..tapi berkepandaian tinggi...tanpa menyentuh tubuhnya bergerak ringan bagai burung walet, berhasil mengoyak baju di bagian dadanya.
Tiba tiba bulu kuduknya berdiri...ia membayangkan bagai mana jadinya...bila Pemuda itu memukulnya?..
Untuk menutupi gugupnya, ia tertawa bergelak..
" Ha..ha..ha...mau main kerubutan rupanya...mari mari...ayo kesini anak bagus..,ha..ha..ha ,!.
" Minggirlah Permadi..ini bagianku...,!!
"Hai Bargowo..coba lihat di bagian dadamu yang terbuka...bukannya ada titik merah putih disana. Tidak sakit memang...tapi..itu tanda yang sengaja ku tinggalkan, ketika kita bergebrak di daerah Selatan,..Ingat kah kau ," ?...Lingga bertanya perlahan dan sangat jelas..semua orang bisa mendengar..
Bargowo mendengar itu...semakin gugup...! Tanpa sadar ia melihat titik putih merah didadanya...Ia heran kenapa titik itu bisa muncul dan tidak bisa di hilangkan...
Inilah jawabannya..ternyata semua itu ulah dari bocah lugu itu.. Ia semakin mati kutu.
Ketika Lingga melanjutkan ucapannya..
" Bargowo..berarti kau adalah Denawa palsu...Kau menyaru menjadi Denawa..apa maksudmu,"?.cecaran Lingga terputus...ketika ia merasakan segulung tenaga panas menyerangnya bersama berkelebatnya..bayangan hitam...
Dan tahu tahu di situ telah berdiri Laki laki Tampan berpakaian hitam hitam...dia adalah Bagus Handoko..si Tampan Sakti..
" Jangan menuduh sembarangan..Jangan melemparkan fitnah, ...Aku Bagus Handoko, tidak mau mendengar omongan ngawur seperti itu," sergahnya tidak sabar.!
Belum sempat melanjutkan bicaranya...di barisan belakang, tepat di belakang Nyi Dyah Puspa...terjadi kegaduhan dan jeritan Karsih yang berada di samping Kinanti...
Wajahnya tiba tiba pucat...dan jari tangannya yang runcing...menggigil menujuk kearah Bagus Handoko...
Yang semula tidak begitu menonjol karena duduk diam dikursinya.
Setelah ia muncul, wajahnya di kenali oleh Karsih...
" Gu..gu..guru...i..itu..laki laki tampan yang ada di gubuk pinggir hutan dengan Kenanga," suaranya terbata bata...namun, sangat jelas...didengar oleh Santika.
Santika mendengar teriakan itu...secepat kilat ingatan nya menggulung mundur..memilah..dan..memilih...dari ucapan dua pemuda yang salah satunya adalah samaran Paramitha..dan Ucapan Pemuda Sederhana itu..
Bergowo..dan Laki Laki tampan yang mengaku Bagus Handoko itu...ia juga telah mengenali sebagai lelaki yang pernah juga menganggu Kinanti!
*
Mereka berdua memiliki tubuh yang sama besar dan sama tingginya....jika...jika...memakai pakaian serba hitam..dan rambutnya di urai kearah mukanya.. dan tongkat naga di tangan kanannya....
Ooh....benar...benar...itu ..
berdua serupa benar dengan sosok Denawa gurunya.
Salah satu yaitu Bargowo yang melarikan diri ketika bertemu dan di kejarnya.
Serentak ia mengepos tenaga melayang ke atas panggung. Dan mendarat lunak disamping Permadi atau Paramitha..samaran yang sudah diketahuinya.
" Mundurlah..Paramitha...ini urusan ku...Dan saudara yang gagah...silahkan mundur dulu." mintanya sungguh sungguh dan ramah kepada Paramitha dan Lingga.
Lingga dan Paramitha saling pandang..Ada kebingungan di muka Lingga, mengapa Permadi di panggil Paramitha oleh Pemuda Biru itu.
Karena permintaan Pemuda Biru terpaksa ia mundur dan kembali ke pinggir panggung!.Bersama Paramitha...
Di tempat itu terjadi ketegangan.
Paramitha bisa melihat Lingga yang bingung terhadapnya..namun perhatian Lingga, cepat beralih kembali memperhatikan keadaan di panggung...dan mengawasi kearah Baginda Raja.
Paramitha melihat kearah Panglima Banara..yang berbisik bisik kepada adiknya Pangeran Ludiro..yang terlihat mengangguk angguk sambil melihat kearahnya..Ia melihat ayahnya seakan tidak percaya ...bahwa pemuda tampan itu adalah anak kesayangannya Paramitha !
__ADS_1
Paramitha melempar senyum dan hormat kepada Baginda Raja, Panglima Banara dan Pangeran Ludiro.
Sementara itu Santika mendapatkan kisikan kiriman suara jarak jauh dari Nyi Dyah Puspa...
" Santika..Bagus Handoko lah yang menjadi penyebab kematian Kenanga muridku.
Berhati hatilah...orang itu dulu pernah kupecundangi...mungkin ia mau balas dendam,"
Kiriman pesan suara itu sangat jelas.
*
Sementara dengan naiknya Santika kepanggung...dari barisan depan sebelah kanan, Cempaka terlonjak dari kursinya.
Santika si Pemuda Biru..musuh bebuyutan, pembunuh Nyi Minarti..gurunya sudah muncul didepannya...
Perubahan sikap itu, tak lepas dari pandangan Gumarang.
Gumarang juga tahu Santika adalah musuh kekasihnya..ia menyentuh tangan Cempaka...sambil berbisik " sabar, kita lihat dulu situasi...siapa tahu..tanpa bersusah susah..musuhmu mati!" Gumarang memberi isyarat dan senyum licik kepada Cempaka.
Cempaka mengangguk berat dan terpaksa....inginnya dia segera melabrak dan menagih ganti nyawa, melalui tangannya sendiri!.
*
Kembali ke panggung..
" Hai Bargowo...dan Bagus Handoko...dosa apakah guruku...hingga kalian berani benar melepar fitnah yang sangat keji.
Aku Santika adalah murid Denawa..Setan Berkabung...meminta pertanggung jawaban kalian," Santika segera melolos seruling birunya untuk bersiap siap menjaga kemungkinan.
" Ha..ha..ha..ha..Santika....Tidak Guru tidak pula murid..sama sama pengecut..berbuat tanpa berani mengakui...hahahhaha...
Tangkap pengacau itu...," teriaknya memberi isyarat...tangan keatas...
Serentak dari ke empat penjuru berloncatan ...empat orang yang berperawakan sama..sama sama tinggi besar...segera mengurung Santika..
Satu di keroyok enam...luar biasa...curang...!
Semua yang hadir terkejut...ada apa gerangan?.ada permainan apa ?..
Para penduduk yang menonton berhamburan menjauhi panggung utama...menyadari akan ada pertempuran dahsyat.
Santika merapal ajian Bianglala Pengejar Roh yang disalurkan di tangan kirinya...dan seruling baja biru bergetar di aliri jurus Bayangan Seruling Pencabut Nyawa....ia menggunakan seruling sebagai pengganti Pedang Pemikat Sukma yang telah sirna..( baca di serial 1..Pedang Pemikat Sukma )..
Keenam musuhnya juga bersiap dengan merapal jurus Bara Neraka dan Ajian Segoro Geni milik Bagus Handoko...
Sepasang tangan ke enam orang itu..sama sama berwarna merah...
Lingga terkejut melihat Santika di keroyok Enam...ia sempat melihat kearah Hrastu Bhumi yang berusaha menyembunyikan senyum puasnya.
Ia ingin membantu...akan tetapi sebelum bertindak..tiba tiba terdengar kegaduhan dan suara tawa yang menakutkan disertai datangnya gelombang angin panas yang bergulung gulung...
" Ha..ha..ha...ha..ha..ha...siapa yang berani mati menjelek jelekan namaku dan mengeroyok muridku....hia..hia..hia..hia...," angin panas menderu menyibak para penonton berhamburan kesamping ...seakan membuka jalan..ke arah panggung utama...
Suara tawa itu menyeramkan dikirim dari jarak jauh..orangnya belum muncul...tapi angin pukulannya telah melabrak kearah panggung...melepar ke lima pengeroyok tinggi besar ...tunggang langgang tersapu hawa pukulan yang panasnya bagai dari api neraka sendiri. ...
Bagus Handoko masih kuat bertahan..kaki nya mundur tiga langkah kebelakang..mukanya jeri...melihat kedepan....
Sosok hitam tinggi besar berambut panjang terurai dengan tongkat kepala Naga ditangan kanannya...berdiri tegak gagah...di samping Santika..dan seorang gadis cantik jelita berpakaian Hijau pupus berwajah khas dari negeri barat jauh..
" Guru..terimalah hormatku," Santika serentak berlutut menyembah kepada Si Denawa Setan Berkabung....gurunya.
" Ha..ha..ha. Santika muridku," senyumnya mengembang...senyum yang baru pertama Santika lihat..
Hebohlah semua ...Si Setan Berkabung yang di takuti..yang belakangan waktu ini menyebar malapetaka, pembunuhan dan pemerkosaan hadir di tengah tengah mereka...Tokoh Nomor Satu di Negeri Asoka
Dan hanya dengan kibasan pukulan jarak jauh...mampu memorak perandakan lima orang pengepung muridnya !
Padahal kelima murid Hrastu Bhumi, tidaklah jagoan kacangan....tidak sembarang orang mampu mengalahkan...tapi hanya dengan sapuan pukulan jarak jauh Bianglala Pengejar Roh..kelima orang itu terbang keluar panggung, dengan menderita luka dalam yang tidak ringan.
Dapat di bayangkan betapa dahsyat ilmu yang dimilikinya.!
*
Kenapa Denawa dan Gadis Cantik itu bisa sampai disana?
Mari mundur beberapa hari ke belakang...
Denawa si Setan Berkabung..adalah seorang petualang..setelah pertemuan terakhirnya dengan Santika ( baca Pedang Pemikat Sukma )
ia yang tidak punya keluarga, dan murid satu satunya harus menunaikan kewajiban untuk " membalas dendam " orang tuanya.
Denawa memutuskan untuk berpetualang kembali. Pergi ke arah Barat Jauh...menyebrangi samudera luas...sampai ke Negeri Tanpa Langit....
Bertemu dengan tokoh tokoh silat papan atas disana...beradu ilmu...menjalin persahabatan..dan terakhir menuju ke Istana Negeri Tanpa Langit....yang terkenal tempat nya jago jago kusen...
Terjadilah adu ilmu...adu kesaktian...di tempat lain..sifat telengasnya hilang sama sekali..
Sifat kependakarannya yang muncul...Satu persatu jago jago itu takluk oleh kesaktiannya.
Hingga Raja Swarna Raga..dari Negeri Tanpa Langit..bersedia mengangkatnya menjadi Guru bagi Puteri Mahkota Xenia..sebagai pengganti Hrastu Bhumi..yang melarikan diri...karena gagal melakukan makar terhadap Raja...Hrastu Bhumi...menjadi buronan kerajaan Negeri Tanpa Langit...lari...entah kemana?..
*
Setelah beberap lama tinggal disana, ia rindu kampung halaman. Ia meminta ijin untuk pulang ke negerinya...tidak disangka Puteri Xenia ingin ikut dengannya dan Raja Swarna ..mengijinkan...untuk menambah pengalaman dan menyempurnakan ilmu bagi puterinya.
Berangkatlah Denawa dan Xenia ke Negeri Asoka...sepanjang perjalanan kembali..tak lupa diturunkan ilmu ilmu simpanannya kepada puteri jelita itu..
*
Sesampai di Negeri Asoka..ia..terkejut mendengar kabar yang menggemparkan..tentang sepak terjangnya yang membunuh dan memperkosa..!..
Ia segera menyelidiki....bertanya dan menyirap kabar..semua penyelidikannya mengarah dan berkaitan dengan kepada...kabar undangan Perguruan Bhumi Langit yang ada tidak jauh dari tempat tinggalnya Lembah Kematian...
Semakin dekat ke Perguruan Bhumi Langit...ia melihat orang orang berkelompok, berbondong bondong ke arah yang sama!.
Mulanya ingin juga melihat keramaian dan melanjutkan penyelidikan saja.
Akan tetapi..secara tidak terduga..semua jawaban dari malapetaka yang menimpa dan memfitnah diri nya..semua jawabannya ada dan berasal dari Perguruan Bhumi Langit ini!
Dengan kesaktiannya...ketajaman pendengaran dan penglihatan mata...ia berhasil mengenali getar dan hawa tenaga dalam Bianglala Pengejar Roh..milik Santika muridnya...
Selanjutnya itulah yang terjadi..
*
Denawa menyapu mundur pengeroyok Santika..
Dan yang lebih mengejutkan lagi., pucuk di cinta ulam tiba..
Xenia murid nya mengenali..biang kerok masalah ini.
" Hai , orang jelek..tidak mungkin guruku ...melakukan itu semua..
Kami berdua baru pulang dari Negeri Tanpa Langit," Xenia menghardik kepada Bagus Handoko..
Bagus Handoka meluap amarahnya...dia yang terkenal sebagai Tampan Sakti, dikatai sebagai Laki Laki Jelek.
Tapi ia tidak berani gegabah ..
Apalagi di tambah ucapan gadis cantik yang berlogat aneh itu..
Yang membuat semua yang hadir disitu..sangat terkejut...
" Guru...itulah biang keladinya..Di mana tempat ia berada, selalu membuat ke onaran.. " tunjuknya ke arah Tuan Rumah Acara..
"Hrastu Bhumi......mengapa kau fitnah guruku..dengan mengandalkan murid muridmu dan si Jelek Rupa itu.
Belum kah engkau tobat...?
Menjadi buronan di Negeri Tanpa Langit," tudingnya kepada Hrastu Bhumi...
Hrastu Bhumi sangat terkejut melihat kehadiran Puteri Mahkota Xenia..dari Negeri Tanpa Langit..tempat asalnya ...
Muncul disini mengaku guru kepada Denawa.?
Bersambung....
__ADS_1