Tiga Pendekar

Tiga Pendekar
Episode 7


__ADS_3

CHAPTER 7


Terbanglah Lebih Tinggi


Dengan kemunculannya di Perguruan Macan Putih, selain keinginan bertemu Ki Sardulo.


Ternyata ia dapat bertemu juga dengan Ki Gompala sahabat Ki Sardulo.


Ki Gompala adalah Ketua Perguruan Gajah Hoya yang sudah merasakan kesaktian Lingga.


*


Lingga menginap beberapa hari di perguruan Macan Putih.


Ia menceritakan perjalanan hidupnya kepada kedua Ketua Perguruan itu.


Dari mulai terseret arus air terjun di Bukit Baron. Keracunan buah dan di gigit ular mestika. Pertemuan dengan Nyi Mayang Sari yang akhirnya menjadi guru dan ibunya. Juga menceritakan dari mana ilmu Jari Sakti yang dahsyat itu diperoleh.


Karena tertarik dengan cerita kehidupan Lingga. Bahkan mereka melihat kenyataannya sendiri bahwa Lingga adalah pemuda berbakat dan berkepribadian baik.


" Keberuntungan dan suratan takdir bagimu Lingga. Tuhan yang memilihmu. Tinggal selanjutnya adalah darma baktimu, sebagai pendekar, membela kebenaran dan keadilan ," nasehat Ki Sardulo kepada Lingga yang diamini oleh Ki Gompala.


" Dan melihat dari kenyataan yang terjadi kepadamu. Semalam, kami berdua telah sepakat memberikan oleh oleh kepadamu. Tidak seberapa sebenarnya, jika dibandingkan dengan kesaktianmu sekarang.


Tapi kami yakin, oleh oleh ini akan dapat berguna dalam perjalanan menunaikan tugas dari Gurumu dan juga menunaikan darma baktimu sebagai pendekar," sambung Ki Gompala.


Lingga mendengar itu, segera berlutut menyembah, untuk menyatakan rasa terima kasih dan hormat kepada kedua Ketua itu.


Dari Ki Sardulo, Lingga mendapat Jurus Gerengan Macan Penggetar Sukma.


Dari Ki Gompala mendapat Jurus Terompet Gajah Hoya.


Kedua jurus yang sama sama menggunakan tenaga dalam tinggi untuk mengeluarkan suara dahsyat..!


Yang bisa digunakan untuk menghilangkan pengaruh sihir ataupun untuk menganggu kosentrasi musuh.


Yang lebih dahsyat seperti namanya, bisa digunakan untuk menyerang musuh dengan suara dahsyat merontokan jantung.


Karena sudah mempunyai landasan ilmu dan tenaga dalam yang kuat, setengah hari saja, dengan petunjuk kedua kakek sakti itu, kedua ilmu itu dengan mudah dan sempurna dikuasainya.


Dari mereka berdua, Lingga mendapatkan kabar tentang Ki Yadara dan Ki Denawa, yang merupakan tokoh satu angkatan dengan mereka.


Dan mendapatkan ilmu andalan, dua sekaligus dari Ki Sardulo dan Ki Gompala.


Dengan begitu Lingga telah mendapatkan keberuntungan ganda.!


*


Setelah hilang rasa rindunya setelah bertemu Ki Sardulo dan murid murid perguruan Macan Putih dan bernostalgia dengan suasana dan tempat itu. Hutan dan Bukit Baron yang menjadi salah satu tempat yang melatari perjalan hidupnya, Lingga mohon pamit untuk melanjutkan perjalanannya.


Dengan nasehat dan doa penuh kecintaan, Lingga dihantarkan oleh semua yang hadir hingga pintu gerbang Perguruan Macan Putih.


Matahari masih belum tinggi di Bukit Baron..


Lingga melangkahkan kakinya dengan santai. Karena pengembaraannya kali ini sudah mendapatkan petunjuk yang pasti dari Ketua Perguruan Macan Putih Sardulo.


Untuk mencari Ki Yadara ke Perguruan Rajawali Sakti di Pegunungan Wilis terlebih dahulu.


*


Setelah itu...


Di seantero negeri Asoka, ramai terdengar kabar munculnya pendekar baru yang sepak terjang yang menggegerkan dunia persilatan.


Pendekar Jari Sakti


Para penjahat menjadi resah. Was was jangan jangan bertemu dengan Pendekar Jari Sakti.


Terbanglah lebih tinggi wahai Pendekar...!!!


Bersambung....


Pendeta Muka Merah


Diujung Barat Laut Negeri Asoka


Masih terhitung baru sebenarnya kemunculan Perguruan Bhumi Langit.


Kira kira lima tahun yang lalu. Akan tetapi hanya dengan waktu yang demikian pendek. Perguruan itu, sudah mempunyai murid yang hampir ratusan orang.


Perguruan Bhumi Langit di Ketuai oleh seorang pendatang dari Negeri Tanpa Langit. Bekas seorang pendeta yang sakti.


Hrastu Bhumi adalah namanya. Badannya tinggi besar,mukanya kemerahan. Matanya besar dan berkilat kilat. Jenggotnya dipotong rapi. Berkepala botak licin.


Pakaian yang di kenakan tidak beda jauh beda dengan pakaian pendeta. Warnanya merah menyala.


Perguruan Bhumi Langit, adalah perguruan yang mempunyai dasar ilmu keagamaan. Agama baru yang dibawa dari Negeri Tanpa Langit.


Inilah yang menjadi daya tarik dari Perguruan ini. Berbondong bondong orang orang muda masuk perguruan ini.


Ritual penyembahan gaya baru, ditambah setiap anggota mendapatkan tambahan ilmu silat.


Ilmu silat aliran Utara.


Yang menitik beratkan kepada kekuatan luar dan kekuatan batin.


Para murid perguruan mempunyai badan yang tegap dan berotot. Walaupun begitu kecepatan geraknya sangat cekatan dan trengginas.


Ilmu pukulan tangan kosong Biruang Merah dan Ajian Bara Dewa. Adalah yang diajarkan kepada anggota perguruan yang kesemuanya laki laki.


Semua anggota perguruan diajarkan ilmu yang sama.


Hanya murid tertinggi yang diajarkan sedikit ilmu sihir oleh Hrastu Bhumi.


,*


Yang menjadikan Perguruan ini cepat berkembang adalah Hrastu Bhumi juga menjadi  guru negara dinegeri Asoka.!!


Mengajarkan ilmu silat kepada para pangeran di negeri ini.


Hrastu Bhumi bisa masuk ke pusat negera Asoka berkat hubungannya yang dekat dengan Panglima Perang Banara.


Yang semula tanpa sengaja berhasil menolong Panglima Banara yang terpisah dari rombongan berburu, karena mengejar mangsa yang bergerak dengan cepat menjauhi rombongan.


*


Panglima Banara karena keasyikannya tanpa disadari terpisah dari rombongan.


Kijang jantan yang dikejarnya masuk kedalam kelebatan hutan.


Kijang itu sudah terpojok di Bukit yang banyak terdapat goa goa didindingnya.

__ADS_1


Gendewa dipentang , anak panah dipasang...


" Jeprett...sing..sing...sing..! tiga anak panah di lepas. Dua mengenai sasaran...satu.meleset..karena kijang keburu rubuh..Yang satunya terus melesat menembus dedaunan. Dan.....terdengar lenguh kesakitan dan kemarahan....!!


Panglima Banara terlalu gembira karena buruan yang liar berhasil ditaklukan, menjadi kurang waspada.!!


Dengan sekali mengepos tenaga, melayanglah tubuh Panglima Banara dari atas kuda jantan coklat putih gagah. Meluncur ringan ke arah kijang yang mati.


Tinggal sedikit lagi jaraknya... kijang yang mati ...tergeletak .!!


Dibalik semak semak di samping sebuah Goa yang besar.


" Hrrrrrr.....Arrrrgggghhh..!! belum sampai dijangkau kijang itu...Seekor Beruang hitam besar muncul langsung melayangkan tangan nya yang besar berbulu lebat, memotong gerakan Panglima Banara.


Mendengar suara gerangan dahsyat dan angin pukulan menderu..Pangeran Banara mengepos tenaga kembali, melejit tinggi bersalto lima kali menjauhi terjangan Beruang.


Berhasil menjauhi Beruang, segera di lolosnya pedang dipinggangnya. Bersiaga....!!


Betapa terkejutnya ia, melihat seekor beruang hitam yang sedang marah. Berdiri mengerang kesakitan..karena di..bahu kirinya tertancap sebatang anak panah. Anak panah yang meleset tadi.


Tinggi beruang 2 kali orang dewasa, dengan tubuh yang besar berbulu..matanya merah..dari..mulutnya ternoda darah...


Karena merasa sakit..beruang itu..berusaha mencabut anak panah dengan giginya..


Tampangnya begitu menakutkan!!


Beruang marah itu bergerak menuruti nalurinya. Sampokan tangan dan tendangan kakinya membawa tenaga yang besar. Merangsek kearah orang yang melukainya.


Panglima Banara sebagai ahli perang juga mempunyai kepandaian silat.


Pedangnya bergerak lincah, menyerang beruang dengan tebasan dan tusukan dari Ilmu


Pedang Kilat Buana dan rapalan aji Kilat Sakti ....namun semua kandas...!! seolah olah Beruang bisa menghalau serangan dan balas memukul layaknya ahli silat.


Yang lebih hebat lagi, tubuhnya kebal pukulan dan tusukan pedang. Hanya anak panah yang dilepas dengan kekuatan dan kecepatan tinggi yang bisa melukainya.


Darah terus mengucur dari bahu kirinya, dan anak panah berhasil dipatahkan setengah. Setengah lagi masih menancap dan karena itulah beruang hitam itu marah.!!


Panglima Banara kehilangan akal menghadapi serangan Beruang " gila ' !


Semua kesaktiannya sudah dikeluarkan. Beruang itu sudah terkena tusukan dan sabetan pedang, bukannya terluka dan takut malah semakin beringas. Tenaganya bahkan berlipat ganda, bagai air bah menerjang.


Hingga...


" Aaahh..!!," sabetan cakar yang besar, berhasil melukai bahu kanan Panglima Banara


Untung saja hanya terserempet, pukulan dahsyat yang mengarah ubun ubun itu berhasil di hindarinya.


Tak urung membuat Panglima Banara terkejut dan limbung!!


Beruang semakin merangsek, setelah mencium bau darah. Gerakanya cepat dan mengeluarkan deru angin yang mengerikan. Menggiring dan memojokan Panglima Banara.. disebuah jalan buntu..ujung tebing!!


Maju hancur..mundur juga hancur...dibalik semak di ujung tebing...adalah jurang yang mengangga!!


" Hrrrrgghhhh........Hiaaaat...dukk..Desss...!! " teriakan Beruang saat mengayunkan tangan kirinya, angin terbelah mendesis!..


Beruntung disaat yang kritis itu, muncul seorang pendeta gundul berwajah merah tinggi besar memotong laju serangan, dengan tangkisan dan dilanjutkan dengan tendangan yang menghantam telak perut Beruang itu!


Beruang besar itu terpelanting!.


Panglima Banara dengan cepat berguling...menyelamatkan dirinya dari maut!!


" Argghh....!!," Beruang bangun lagi dan berteriak marah.


Panglima Banara merasa jantungnya ingin lepas...segera ia bersemedi mengatur pernapasan..mengatur detak jantungnya...!!..


Beruang hitam terkejut..batal menyerang...jeri..kelihatannya..


Lalu..berlari menjauh dari tempat itu,...dengan dengusan dan erangan menahan sakit.


Suara gerengan dari jurus Beruang Salju Mengagetkan Srigala ...dari Pendeta gundul berhasil mengusir nya.


Seakan Beruang Hitam itu bertemu musuh beruang yang lebih lihai!!


Beberapa saat kemudian, Panglima Banara bangun dari semedinya.


Karena ia merasakan getaran yang menyerang jantungnya sudah hilang!!


Ia melihat kearah ujung tebing. Ia melihat Pendeta muka merah itu sedang berdiri memandang jauh ke bawah jurang.


Di hampirinya..


" Terima kasih Bapak Pendeta. Telah menolong saya dari amukan Beruang Gila," Panglima Banara mengucapkan terima kasih. Lanjutnya," Maaf, Siapakah nama Anda?".


Suara tertawa yang besar berkumandang.." Ha...ha...ha...ha!," menggetar ujung tebing terjal. Pendeta Muka Merah menghampiri dan..


" Namaku Hrastu Bhumi, " suara dalam dan berat dengan logat yang asing.


" Tidak perlu berterima kasih, kebetulan aku lewat,!" sambil mengulapkan tangan.


" Saya Banara...sudikah Bapak Pendeta menjadi guru saya, dan ikut ke Ibukota ?," lanjut Panglima Banara.


Sejak pertemuan itu lah Hrastu Bhumi menjadi guru Panglima Banara dan para pangeran di Negeri Asoka.


Diberi pangkat dan kemuliaan. Dan bebas membuka perguruan dan mengajarkan agama baru yang dibawanya.....


Perguruan Bhumi Langit di Barat Laut Negeri Asoka yang dipilih.


*


Hrastu Bhumi ....


Di bulan ke 9 yang akan datang


mengundang semua tokoh rimba persilatan merayakan ulang tahunnya...


Undangan dibalik undangan.


Karena jumawa dan sombong akan kesaktiannya, ia membuat undangan itu.


Undangan sebenarnya adalah undangan untuk mengadu kesaktian untuk menjadi Jagoan Nomor Satu di negeri Asoka!!


Bersambung....


Dua Naga Dua Cenderawasih 1


Setelah berhasil menyelamatkan Ki Sarpa dan barang kawalannya.


Kinanti dan Permadi menjadi teman seperjalanan dan sahabat.


Keduanya merasa sangat cocok sekali dan serasi. Sepasang muda mudi yang tampan dan cantik.

__ADS_1


Setiap perjalanan menjadi perhatian orang yang melihat.


Setiap perjalanan selalu ringan tangan membantu orang yang lemah dan tertindas.


Menumpas kejahatan dan ketidak adilan sebagai tugas kependekaraan.


Sepak terjang kedua muda mudi yang selalu bersama sama itu menandai kemunculan Pendekar Sejoli...


*


Kinanti sangat senang sekali, melakukan petualangan bersama sahabat mudanya yang lucu.


Sebagai hubungan antara muda mudi, mereka bersepakat bahwa walaupun hubungan mereka dekat, akan tetapi masih tetap menjaga kesopanan.


Berkat penyamaran dan sandiwaranya yang sempurna.


Ia menganggap Permadi sebagai adik laki lakinya sendiri.


Sedangkan Permadi benar benar menganggap Kinanti sebagai kakak perempuannya..


Sampai Permadi sendiri menjadi tidak enak hati.Bahkan ia juga kadang merasa bersalah, seolah olah ia telah membohongi Kinanti.


*


Seperti malam ini, ketika mereka terpaksa menginap. Di tempat penginapan Sejuk Damai , yang tidak jauh lagi dari Telaga Bidadari, mereka memesan dua kamar terpisah.


Setelah itu mereka memesan makan malam.


Duduk berhadapan menunggu pesanan datang.


Permadi memperhatikan diam diam Kinanti yang sangat cantik. Ia sendiri kadang masih merasa " iri " melihat kecantikan Kinanti.


Tidak salah , jika di rimba persilatan ia di juluki Bidadari Angin Timur.


Pendekar wanita yang cantik, baik hati. Ramah, dan lemah lembut.


Permadi sangat suka sekali kepada Kinanti.


Timbul rencana di benaknya, untuk menjodohkan Paman mudanya, Pangeran Ludiro dengan Kinanti.


Sebagai salah satu cara untuk permohonan maaf kepada Kinanti. Jika suatu saat penyamarannya terbuka atau ia harus mengakhiri sendiri penyamarannya.


Dan hal itu pasti akan membuat Kinanti kecewa.


Ia yakin Paman Mudanya, mampu membantunya menjelaskan semua " kesalahan atau kebohongan ".. ini.!


*


Atas saran Permadi, mereka melanjutkan perjalanan ke arah Barat, Menuju Telaga, Telaga Bidadari.


Yang sesungguhnya adalah niat tersembunyi dari Permadi, karena ia yakin kemungkinan Paman Mudanya akan berpesiar di Telaga Bidadari, tempat kesukaannya.


Dan ia juga berharap, bisa menjodohkan Pamannya dengan Kinanti.


Berpikir sampai disitu, wajah Permadi menjadi berseri seri, bahagia....!!


Kebetulan Kinanti, sedang menatapnya dan mengetahui perubahan raut mukanya.


" Adik, mengapa kamu tersenyum senyum sendiri. Kelihatannya sangat bahagia. He..!...sedang melamunkan apa,?" tegur Kinanti melihat kelakuan Permadi.


Permadi terkejut mendengar teguran Kinanti.


Dasar jago bersandiwara, keterkejutan cepat cepat bisa disamarkan...


" Ah....kakak..mengagetkan saja!!..Orang lagi membayangkan Sop Ikan Hiu yang kita pesan.....uihh...pasti enak..," decaknya seakan telah menikmatinya.


Kinanti melihat kelakuan konyol Permadi jadi ikut membayangkan juga. Bagaimana kah rasanya ya Sop itu? Seumur umur ia belum pernah makan?


Terbit air liurnya!!!


" He...he...ha..ha..ha," gantian Permadi...tertawa melihat tingkah laku Kinanti..


Aman...aman...batinnya, rencananya tersembunyi rapat.!


Setelah menikmati Sop Ikan Hiu dan minum wedang jahe. Saling berbincang bincang aneka persoalan untuk mengisi waktu.


Setelah di rasa lelah. Berpisahlah mereka untuk tidur, menuju kekamar masing masing.


Penginapan Sejuk Damai mulai terlihat sepi.


Bulan menggantung sendiri. Menguningkan langit yang tadi kelabu..Angin malam sepoi sepoi


Mengiringi siapa saja keperaduan.!


*


Pagi masih belum beranjak...


Butiran embun masih bergelayut di ujung dedaunan.


Dan sedapnya aroma rumput basah.


Angin lirih mempermainkan permukaan Telaga Bidadari. Bergaris garis susul menyusul..


Begitu indah...


Cahaya mentari pagi membias diatas air..Sang raja siang berkaca dalam beningnya..


Matahari masih menggantung rendah..akan tetapi dua larik cahaya merah, kuning melesat pesat menuju Telaga Bidadari.


Sejoli. Pendekar Sejoli rupanya.


Permadi memandang dari arahnya berlari dengan Kinanti. Sepagi ini, Telaga Bidadari sudah mulai ramai. Banyak perahu kecil hilir mudik diatas telaga.


Sampai dipinggir telaga, ketika memandang ketengah telaga, tampaklah, kapal besar berwarna kuning biru nan indah..berhias bendera kecil warna warni.


Di pucuk tertinggi berkibar bendera biru muda bergambar rajawali emas..berkibar dengan gagah.


Dan itu adalah kapal pesiar milik Pangeran Muda LUDIRO dari kotaraja ASOKA.


Timbul ide yang gila dikepala Permadi....ia tersenyum sumir..


" Tunggu disini..ya..Kakak .aku akan menyewa kapal...!," setelah itu tubuhnya melesat kearah tempat penyewaan perahu.


Sebenarnya Permadi juga mempunyai Kapal Besar sendiri.


Seperti Pangeran Ludiro, keluarga Panglima Banara juga mempunyai kapal yang sandar di telaga dan siap kapanpun dipakai.


Akan tetapi untuk melengkapi penyamarannya ia harus pura pura seperti itu.


Setelah menyewa perahu, Permadi bukannya balik ke tempat Kinanti menunggu?..

__ADS_1


Akan tetapi..dengan cekatan dan menggunakan tenaga dalamnya mendayung perahu merah memotong telaga ....laju ke arah kapal besar ditengah telaga.


Bersambung...


__ADS_2